
Setelah meminum air pemberian Ye Xuan, Chu Feng menjadi entitas yang sangat susah diperhitungkan. Pengetahuan yang luas serta penyesuaian diri dengan lingkungannya yang sangat baik membuatnya mencapai ranahnya sekarang. Tidak banyak yang tahu Chu Feng sudah menerobos ke tingkat 8 ranah Inti Emas.
Pedangnya dihunuskan siap menerjang Long Yue kapan saja. Namun sebelum dia menggerakkan tubuhnya, Long Yue sudah bersiap dengan tendangannya. Chu Feng menghindar dengan segenap kekuatannya, meski begitu ekspresinya terlihat datar.
Long Yue sudah menerobos ke ranah Pengembaraan Jiwa, dia datang kembali demi membalaskan dendamnya. Namun siapa yang menyangka Ye Xuan menghilang entah ke mana.
Tendangan Long Yue menghempaskan udara di sekitarnya, Chu Feng dengan cepat mendorong pundaknya menyerang lawan. Namun Long Yue sudah menyadari itu, dia segera melompat mengerahkan tendangannya ke pundak Chu Feng.
Pertarungan tangan kosong diperlihatkan, Chu Feng tidak dapat melayangkan pukulan berarti. Namun Long Yue merasa ada yang aneh, dia sudah mengerahkan semua kemampuannya tapi tidak kunjung mendapatkan kesempatan.
“Kau pantas disebut sebagai jenius nomor dua di sekte ini.”
Chu Feng tidak menjawab, dia hanya menangkis dan menunggu kesempatan datang. Tepat setelah Long Yue menyelesaikan perkataannya, Chu Feng melihat arah tendangannya mulai tidak terkontrol.
Sebelum mengambil kesempatan, Chu Feng sempat melihat Long Yue tersenyum tipis. Bukannya mengambil kesempatan, Chu Feng justru bertahan dan melompat mundur. Dia segera mengedarkan energi Qi menyelimuti sekujur tubuhnya.
Long Yue tertawa. “Kau bisa menyadarinya?”
Bayangan naga merah muncul di langit, Long Yue menarik pedangnya dan segera mengayunkannya. “Matilah dengan tenang.”
Chu Feng yang tampak panik tiba-tiba tenang, dia melapisi pedangnya dengan Qi. Kemudian ayunan pedangnya terlihat berat hingga sebuah sayatan pedang tercipta.
Serangan Long Yue terbelah seperti bolu, Chu Feng tidak puas dengan serangannya. Dia langsung berlari dan menggunakan tusukan, udara di sekitar pedangnya bergetar menciptakan resonansi yang sangat kuat.
Long Yue panik, dia segera menggunakan setengah ayunan pedangnya. Namun keputusannya salah, tusukan pedang Chu Feng menembus keterampilannya dan hampir saja menusuk perutnya. Untungnya dia sedikit bergerak sehingga hanya mengakibatkan goresan kecil.
Merasa dirinya sudah dilecehkan, Long Yue melepaskan seluruh kekuatannya. Pertarungan sengit tersaji, keduanya tidak ada yang mau kalah. Meskipun hasil akhirnya sudah jelas, Chu Feng terjatuh kalah dengan senyum manis di wajahnya.
“Berhenti!” wasit menghentikan pertandingan.
Bukannya senang, Long Yue tampak sangat kesal karena harus menelan pil pahit. Dia harus menggunakan bentuk terakhir keterampilannya hanya untuk melawan orang tak dikenal bermarga Chu.
Long Qintian semakin waspada karena Long Yuan yang berhasil menstabilkan kekuatan sektenya dalam beberapa bulan saja. Dia harus segera merevisi rencananya menyingkirkan Sekte Tianlong dari turnamen Kerajaan.
Pelatihan gabungan ini berakhir tanpa ada insiden seperti sebelumnya. Namun ada satu kesamaan yang terlihat mencolok, kelompok Sekte Shenlong tampak muram saat pulang.
Ye Xuan di Kota Suzhou keluar dari penginapan, dia segera menuju restoran paling mewah di sana untuk menemui An Chonghui dan Luo Hu. Dua wanita cantik di belakangnya mengorbankan kultivasi demi menyelamatkannya, Ye Xuan segera memberi mereka ramuan penambah fisik dan qi. Meski harganya cukup mahal, Ye Xuan tidak menyesal.
[-100 Poin Sedekah.]
__ADS_1
Dia meninggalkan dua wanita di penginapan, Ye Xuan berjalan keluar sendiri dengan penyamaran yang sempurna. Setelah sampai di depan restoran, dia menunjukkan Lencana Murid Dalam Sekte Tianlong.
“Aku ingin menemui An Chonghui dan Luo Hu.”
“Silakan,” ucap penjaga dengan nada sopan.
Ye Xuan segera menyimpan lencana murid di dalam cincin ruang, dia berjalan menuju ruangan yang sudah ditentukan. Sampai akhirnya dia membuka pintunya sendiri untuk menyapa dua kenalannya.
Namun matanya sedikit terbuka karena melihat ada 5 orang penting yang sedang berdiskusi santai. Mereka semua adalah orang terpandang di Kota Suzhou.
“Sepertinya aku salah masuk,” kata Ye Xuan sambil berniat menutup pintu.
Namun tindakannya itu dihentikan An Chonghui. “Saudara Ye, kamu terlalu berpikir keras. Ada satu kursi kosong yang khusus kita pesan untukmu.”
Ye Xuan berhenti. “Apa kamu yakin?”
“Tentu saja aku yakin, tanyakan saja pada semua orang di sini.”
Ada 5 orang penting yang duduk di kursinya masing-masing, mereka adalah An Chonghui, Luo Hu, Shu Wong, Shen Jiang, dan Monk Yu.
“Baiklah,” jawab Ye Xuan dengan santai. Dia langsung duduk di kursi yang sudah dipersiapkan.
“Jadi ini Ye Xuan yang mendapat perhatian Ketua Han. Aku tidak melihat ada yang istimewa darinya.” Monk Yu memberikan pendapatnya.
“Aku juga berpikir yang sama, meski anakku bergaul dengannya. Dia tampak seperti orang pedesaan yang tidak tahu tata krama.”
Shen Jiang juga menyindir. “Aku dengar kau juga yang merundung anakku. Sepertinya rumor tentangmu memang dibesar-besarkan.”
“Para tamu, aku tidak mengenal kalian. Kenapa sekarang aku dipojokkan. Kalau memang pertemuan ini hanya untuk menyudutkanku, maka izinkan aku pergi.” Ye Xuan yang baru duduk langsung berdiri.
“Tunggu, kau terlalu sensitif. Semua orang di sini hanya ingin bercanda denganmu,” kata Luo Hu.
“Ketua Luo, aku mengerti maksudmu. Meskipun aku masih muda, tidak seharusnya murid dalam Sekte Tianlong diperlakukan seperti ini.” Ye Xuan langsung meninggalkan ruangan.
“Dia memang tidak pantas menjadi orang terpandang,” ucap Shen Jiang dengan nada ketus.
Berbeda dengan Shu Wong dan Monk Yu, keduanya tidak menyangka undangan dari Leluhur Sekte diabaikan oleh murid dalam. Mereka tidak bisa berbuat banyak karena Ye Xuan punya Lencana Bebas dari Pemimpin Sekte.
“Karena ini sudah terjadi, maka aku akan menulis keluhan pada Ketua Sekte.”
__ADS_1
“Aku juga,” balas Monk Yu.
An Chonghui dan Luo Hu hanya bisa menghela napas, padahal ini kesempatan terbaik untuk mengambil kredit dan menyingkirkan Keluarga Zhou dari Kota Suzhou. Namun negosiasinya gagal hanya karena harga diri mereka terlalu tinggi.
Ye Xuan yang keluar dari ruangan tidak menyesal, dia segera mencari obat-obatan herbal untuk meringankan rasa kesalnya. Setelah seharian membeli obat herbal, dia melihat tulisan di papan pengumuman.
‘Lelang besar tahun ini, hadiri lelang yang akan menghadirkan puluhan pil tingkat 5.’
“Satu minggu lagi, itu waktu yang cukup lama. Baiklah, ayo cari kesibukan.” Ye Xuan berjalan menyusuri Kota Suzhou. Langkah kakinya berhenti di depan sebuah bangunan yang bertuliskan ‘Pria adalah Petarung’
Ye Xuan yang penasaran langsung masuk dengan mudah, tidak ada penjagaan yang berati. Dia melihat ada sebuah tempat pertarungan untuk para budak yang telah ditangkap.
Setelah mengumpulkan informasi dari percakapan orang-orang di sekitarnya, Ye Xuan dapat menyimpulkan bahwa tempat ini adalah Rumah Judi untuk para petarung.
Dua pria yang dianggap sebagai budak memasuki arena pertarungan. Mereka bertarung hingga salah satunya mati, Ye Xuan menyempitkan matanya ketika melihat budak-budak itu bisa menggunakan seni beladiri.
Melihat ekspresi Ye Xuan yang terkejut, seorang pria berbadan gendut menghampirinya. “Apa kamu pertama kali kesini.”
Pria gendut itu adalah Shen Hu yang belum pulang karena ingin bersenang-senang di Kota Suzhou. Dia tidak mengenali Ye Xuan karena sedang menyamar dengan cukup baik.
“Iya, aku pertama kalinya masuk.”
“Nak, kau beruntung bertemu denganku. Aku adalah tuan muda dari Keluarga Shen. Tidak ada yang berani berbuat buruk padaku.” Shen Hu mengatakan dengan lantang dan penuh percaya diri.
Sebelum menjawab pernyataan Shen Hu, bunyi lonceng terdengar sangat nyaring. Lonceng itu menandakan bahwa pungutan judi akan segera dikumpulkan. Shen Hu langsung menarik 10 ribu Yuan untuk budak nomor 29.
Ye Xuan melihat dua budak yang mulai memasuki arena, dia menyempitkan matanya saat melihat budak nomor 29. “Apa dia tidak punya otak, orang besar itu hanya punya otot yang tidak terbentuk sempurna. Sedangkan lawannya punya kemampuan bertahan diri yang baik.”
“Aku ambil nomor 45, karena tidak punya cukup uang, aku akan memasukkan 5 ribu Yuan.” Ye Xuan tidak ingin mengekspos kekayaannya hanya karena dia ingin memenangkan judi pertarungan.
“Kau memang pria yang menarik, tidak ada rekor yang menunjukkan budak nomor 45 menang. Sebaliknya budak nomor 29 selalu menang.”
Ye Xuan tersenyum tipis. “Aku tidak berharap dia bisa menang, tapi apakah mungkin membeli budak itu?” tanyanya dengan santai.
“Kalau kau punya cukup uang, maka membeli mereka tidaklah sulit. Siapkan uang setidaknya 100 ribu Yuan untuk satu budak yang berada di ranah Inti Emas.” Shen Hu menunjukkan informasi yang cukup menarik.
Sekarang Ye Xuan tahu mengapa Lan Shan punya banyak orang yang bekerja dengannya. Ternyata uang bisa membeli para budak yang sudah mengolah dirinya sampai ke ranah Inti Emas.
Pertandingan dimulai, pertarungan sengit keduanya terjadi begitu saja. Namun siapa yang menyangka ternyata pemenangnya adalah Nomor 45 sesuai tebakan Ye Xuan.
__ADS_1
“Bung, kau beruntung!” teriak Shen Hu yang tidak terima kalah taruhan.