
Dua bulan berlalu dengan sangat cepat, Ye Xuan dan dua temannya sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Ye Xuan Selalu berlatih di Alam Dantian untuk memupuk pengalaman bertarungnya.
“Ye Xuan, kita bertemu lagi. Apa kau sudah siap?” tanya Lan Shan yang mendatanginya.
“Aku selalu siap kapan saja. Ngomong-ngomong bagaimana dengan anak-anakmu yang ikut ujian, aku harap mereka sudah siap.”
“Tidak perlu khawatir, mereka sudah siap.”
Setelah menyapa satu sama lain, Ye Xuan dan Lan Shan berjalan menuju jalan yang berbeda. Ujian dalam akan dibagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap Kemampuan Bertarung, Kekuatan Mental, Keterampilan Senjata, Pertandingan Antar Peserta.
Setiap tahap akan mendapat poin tertentu tapi Pertandingan antar peserta akan menjadi sorotan setiap juri. Tahap pertama akan segera di mulai, Ye Xuan dan dua kawannya berjalan menuju tempat yang berbeda sesuai nomor yang ditentukan.
Ye Xuan menuju lapangan latihan terdapat 200 murid luar yang akan mengikuti ujian, mereka semua tampak serius karena tidak mengenal satu sama lain. Ye Xuan melirik ke seseorang yang mungkin dia kenal. Sosok pria besar dengan topeng berwarna coklat sedang memperhatikan ujian.
“Kenapa pria gila itu ada di sini?” ucap Ye Xuan pelan. Dia menyadari bahwa pria bertopeng itu adalah Huang Tian yang sedang melakukan penjurian.
Ujian pertama dimulai dari nomor urut paling kecil, Ye Xuan ada di tengah-tengah jadi dia bisa melihat ujian murid lain. Kemampuan bertarung ini akan langsung di uji oleh para murid dalam, mereka semua berada di ranah Inti Emas.
Ada 8 murid dalam yang berdiri di depan semua peserta, mereka semua menggunakan topeng demi menyamarkan identitas. Itu dilakukan supaya para peserta tidak bisa membalas dendam saat di terima menjadi murid dalam. Alasan Lan Shan turun menjadi murid luar karena dia menghancurkan salah satu jenius murid dalam, dia mengerahkan ratusan pembunuh bayaran Inti Emas untuk menghancurkan masa depannya. Hal itu didasari karena murid dalam itu mempersulitnya dalam ujian masuk murid dalam.
Nomor urut pertama dipersilahkan menantang murid dalam, dia langsung memilih salah satu murid untuk di tantang. Pertarungan hanya berlangsung 5 detik, peserta yang mengambil ujian langsung dikalahkan.
Semua peserta sebelum Ye Xuan berakhir kurang dari 10 detik, sampai akhirnya Ye Xuan berjalan ke atas arena dan menunjuk nomor 8 atau orang paling kuat dari semua murid dalam.
“Senior mohon petunjuknya.”
Tepat setelah Ye Xuan menyelesaikan perkataannya, lawannya sudah berdiri di depannya. Kepalan tinjunya ingin mengakhiri pertandingan dengan cepat, tapi Ye Xuan berhasil menunduk dan mengangkat kakinya. Tendangan keras berhasil dilepaskan dan mengarah ke leher lawannya.
Murid dalam itu memblokir serangannya dengan baik, Ye Xuan segera melompat ke belakang untuk menstabilkan pijakan. Melihat Ye Xuan mundur, lawannya tidak memberinya napas.
Serangan bertubi-tubi diperlihatkan, meski tidak menggunakan Qi kedua petarung berakhir seimbang. Jual beli serangan antara Ye Xuan dan murid dalam itu terlihat sangat indah hingga membuat murid lainnya terperangah.
__ADS_1
“Kamu pantas mendapat posisi pertama di turnamen murid luar, di umur yang masih 14 tahun kau punya prestasi yang begitu membanggakan.” Murid dalam itu memuji keterampilan Ye Xuan, dia segera mengeluarkan pedang kayu dari cincinnya.
“Terima kasih pujiannya, Senior. Aku merasa terhormat mendapat pujian dari Anda yang dari tadi menahan diri.” Ye Xuan juga mengeluarkan pedang kayu untuk memulai pertarungan selanjutnya.
Langkah Bayangan digunakan, Ye Xuan bergerak sangat cepat dan menipu penglihatan lawannya. Ye Xuan segera muncul di samping lawan dan langsung mengayunkan pedang kayunya.
Pedang kayu itu sudah dilapisi Qi, sehingga tidak akan patah meski berbenturan berkali-kali. Murid dalam menghentikan serangan Ye Xuan dengan sedikit tergesa-gesa, jika dia terlambat sedikit saja, pedang Ye Xuan pasti bersarang di leher murid dalam.
“Keterampilan kaki yang menarik, ilusi mata itu hampir menipu mataku.”
Ye Xuan melompat mundur dan melirik jendela status yang menyatakan bahwa Langkah Bayangan masih belum habis.
[Langkah Bayangan aktif (2 detik)
Kelincahan : 51 (+15).]
Memanfaatkan kelincahannya yang meningkat drastis, Ye Xuan mencoba mendaratkan satu serangan lagi. Namun arah serangannya sudah di tebak dan murid dalam itu menggunakan kakinya untuk menyerang wajahnya.
Ayunan pedang lawannya sangat cepat mengarah pada pundaknya, Ye Xuan membelokkan serangan menggunakan pedangnya. Dua pedang bertemu, bedanya pedang musuhnya meleset ke samping sedangkan milik Ye Xuan sudah siap dengan serangan balik.
Sembari tersenyum Ye Xuan mengayunkan pedang mengarah pada dada lawannya, karena serangannya sangat cepat murid dalam itu tidak dapat menghindar. Satu serangan Ye Xuan berhasil memukul mundur seorang kultivator di ranah Inti Emas. Meski hanya 3 langkah, itu adalah prestasi yang sangat mencengangkan.
Huang Tian tersenyum dan segera mencatat nilai Ye Xuan, dia adalah orang yang adil makanya nilai Ye Xuan ada di angka 100 tanpa ada kecacatan. “Bocah tanpa kultivasi itu bisa menandingi kemampuan bertarung pejuang ranah Inti Emas. Aku menantikan 5 tahun lagi!”
“Kau berhasil memaksaku menggunakan kekuatan asliku!” kata Murid Dalam sambil melepaskan aura yang setara dengan pejuang di ranah Inti Emas tingkat 2.
Ye Xuan berdiri tegap tanpa ketakutan, dia menghela napas dan memasang sikap siaga. “Sejujurnya aku menginginkan pertarungan ini sejak awal, mohon bimbingannya Senior.”
Saat Ye Xuan mengedipkan matanya, musuh sudah berlari ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Ayunan pedang lawan tampak jelas sekali tapi tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
“Langkah Bayangan.” Ye Xuan mencoba bergerak secepat mungkin menggunakan teknik kaki. Namun sebelum menghindar, tangan kirinya masih terkena serangan hingga terluka.
__ADS_1
Darah mulai mengalir keluar, Ye Xuan segera menyobek kain di lengannya dan menghentikan pendarahannya. Matanya lebih fokus memperhitungkan pergerakan lawan. Namun sebelum mengetahui pola pergerakan lawan, Ye Xuan sudah di kejutkan dengan kehadiran murid dalam di depannya.
Tidak mau berakhir tanpa perlawanan, Ye Xuan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan menggunakan Shadow Sword untuk mengelabuhi mata lawan. Tepat saat kedua pedang ingin bertubrukan, semua manusia cenderung mengurangi kecepatannya dan memilih untuk bertahan. Ye Xuan memanfaatkan jeda itu untuk mengelabuhi lawan dan terus mengayunkan pedangnya.
Pedang kayu milik Ye Xuan menembus lawannya, dia tersenyum manis ketika melihat murid dalam terkejut. Namun sebelum pedangnya mendarat di wajah lawan, Ye Xuan terkena serangan dulu dan diterbangkan hingga keluar arena.
“Cih, sedikit lagi.” Ye Xuan masih berdiri meski menerima serangan seorang pejuang ranah Inti Emas. Dia mengusap darah di dahi yang mengalir menutupi matanya.
“Cukup, selanjutnya!” teriak Huang Tian menghentikan pertarungan Ye Xuan dan penguji.
“Aku masih bisa bertarung, berikan aku kesempatan lagi!”
“Cukup, apa kau ingin murid lain tidak mendapat kesempatan. Kau sudah bertarung selama 30 menit!” teriak Huang Tian dengan tatapan mengancam. Tanpa sadar auranya tersebar dan menakuti semua orang, bahkan Ye Xuan dipaksa menunduk karena tekanannya.
“Baik, senior maafkan kelancangan saya.”
Ye Xuan mengundurkan diri, dia segera duduk di lantai dan mengobati beberapa lukanya dengan obat herbal. Seorang wanita cantik menghampirinya, dia adalah Lan Xue yang telah melihat pertandingan Ye Xuan dan penguji.
“Bagaimana kau bisa begitu kuat?”
“Lan Xue, kenapa kamu di sini?”
“Bodoh, tentu saja mengikuti ujian. Aku nomor urut paling belakang,” jawabnya dengan senyum manis.
“Oh, pantas aku belum melihatmu tampil.”
[Lan Xue – Ranah Pendirian tingkat 3.]
Sumber daya yang diberikan keluarga Lan tidak main-main, seorang anak berusia 16 tahun berhasil menjadi kultivator ranah Pendirian tingkat 3. Ye Xuan tidak akan bisa menyusulnya jika tidak menemukan Air Suci.
“Kalau begitu tonton aku sebentar lagi.”
__ADS_1
Ye Xuan menunggu sambil duduk di lantai, sampai malam hari giliran Lan Xue tidak kunjung di mulai. “Sampai kapan ujian ini berakhir, aku ingin mandi.”