
Ye Xuan tersenyum manis, dia melepaskan serangan lagi. Targetnya adalah sebuah dagu monster Yeti. Ledakan besar terjadi, Yeti mengerang kesakitan karenanya.
Panah raksasa lainnya melesat cepat, ujungnya dilapisi racun yang mematikan untuk melumpuhkan otot monster Yeti. Serangan demi serangan terus dilancarkan, Ye Xuan meminum ramuan penyembuhan.
"Sepertinya ini akan segera selesai."
Ye Xuan melesat dengan cepat, dia langsung menuju mulut monster Yeti. Giginya yang besar terlihat, monster Yeti tidak bisa menutup mulutnya karena kelelahan.
Pedang Energi diciptakan, Ye Xuan langsung menebas gigi taring monster Yeti. Dia langsung memasukkannya ke dalam Alam Dantian dan langsung menghilang dari tempat kejadian.
Pasukan Kota Hanzhu dengan cepat menyerang monster Yeti yang terkontaminasi racun, mereka menggunakan semua keterampilannya untuk menghancurkan musuh.
Racun perlahan menggerogoti tubuh monster Yeti, ototnya perlahan mulai kaku dan tidak bisa digerakkan. Setelah kaku ototnya mulai lemas dan mulai hancur seperti sebuah slime yang lembek.
"Jangan biarkan dia lolos, Bajin*an itu pasti mengambil harta berharga!" teriak Pemilik Kota yang melotot menunjuk Ye Xuan.
Bukannya takut, Ye Xuan justru berjalan santai meninggalkan medan perang. "Ambil saja kalau kau memang bisa!" kata Ye Xuan sambil memainkan gigi monster Yeti.
Atas perintah Pemilik Kota, semua pasukan yang setia padanya langsung menyerbu Ye Xuan. Mereka mengangkat pedangnya dengan niat membunuh yang paling kuat.
Ye Xuan tersenyum lebar dan matanya menatap tajam ke arah pasukan musuh. Namun sebelum dia melesat seorang pria turun dari langit.
"Apa yang kau lakukan? aku bisa mengatasi ini."
"Tuan Muda, jangan memaksakan diri. Biarkan kami juga ikut membantu!" kata Wutu Sachuan yang berhasil mengumpulkan pasukan yang sudah mengucap sumpah setia. Bahkan sebagian sudah mengucap sumpah darah untuk kepentingan Shadow Soul.
Wei Li juga sudah membangun divisi pembunuhnya, dia berhasil mengumpulkan 200 orang yang berspesialis dalam pembunuhan. Semua anggotanya sudah mengucap sumpah darah, mereka semua adalah pembunuh ulung yang mengakui kekuatan Wei Li.
"Aku akhirnya mengerti mengapa kau mengikuti bocah bernama Ye Xuan itu!" kata seorang pria berbadan ramping serta mata yang lancip.
"Sebaiknya kau jaga mulutmu, ada orang yang bisa melayangkan kepalamu saat mengucap nama tuan muda."
Yang Xinhai tiba di belakang pembunuh itu dengan pedang Saber hitam mengkilap. "Apa sebaiknya aku membunuhnya?" tanyanya menatap tajam ke arah Wei Li.
"Apa kau siap menerima kemarahan Tuan Muda? dia adalah pria yang sudah mengucap sumpah darah."
Yang Xinhai menggelengkan kepala. "Aku punya keterampilan yang bisa mendeteksi saudara-saudaraku, bajin*an ini dan 199 orang lainnya hanya main-main."
__ADS_1
"Sial, seharusnya aku juga mempelajari keterampilan itu. Lakukan sesukamu.”
Meski sudah mengucap sumpah darah, semua orang yang dibawa Wei Li tidak sungguh-sungguh. Sumpah Darah hanya berhasil diikat ketika dua pihak saling menyetujui.
Yang Xinhai mengangkat pedangnya, dia ingin menebas semua orang yang dibawa Wei Li. Namun dia berhenti setelah mendengar perintah Ye Xuan untuk memberi mereka kesempatan sekali lagi.
”Apa kamu yakin, Tuan Muda?”
”Lakukan saja, biarkan mereka berada di garis paling depan.” Ye Xuan memberi perintah melalui telepati.
Mu Mixue datang bersama dengan pasukan yang sudah dikumpulkannya. “Aku suka pertarungan, ini membuat darahku mendidih!” Katanya sambil mengepalkan kedua tangannya.
2000 orang di belakangnya juga bersemangat, mereka adalah demi human yang menyukai pertarungan. Karena semuanya kalah melawan Mu Mixue, secara tradisi mereka harus mengikuti perkataannya.
Memanfaatkan jiwa kesatria para demi human, Mu Mixue menyuruh mereka mengucap sumpah darah. Semua orang itu melakukannya dengan tulus.
Semua orang bersiap pada posisinya, pasukan dari Kota Hanzhu gemetar ketakutan. Musuhnya paling lemah ada di ranah Kenaikan tingkat 6. Jumlahnya juga lebih dari 10 ribu, Ye Xuan bingung mengapa dia bisa mendapat pasukan sebanyak itu dalam beberapa bulan saja.
Pemilik Kota Hanzhu mengeratkan giginya. “Sialan, jangan takut mereka hanya orang-orang lemah!”
Suara teriakan Pemilik Kota membangkitkan semangat pasukannya, hentakan kaki prajuritnya menggetarkan tanah. Satu isyarat dari Pemilik Kota, semua orang akan melesat seperti seekor harimau yang kelaparan.
Sayangnya keputusan bodoh pemilik kota membawa semua prajuritnya ke depan pintu neraka. Wei Li dan kelompok pembunuh bergerak cepat dan menebas semua orang di depannya. Orang paling lemah di kelompok itu berada di ranah Half Immortal tingkat 3.
Ye Xuan hanya diam, dia melihat pembantaian satu pihak. Prajurit Kota Hanzhu tidak bisa membela diri sama sekali, perlahan mereka mulai terkuras habis.
Setelah 1 jam semua pasukan Kota Hanzhu habis, menyisakan sebagian kecil prajurit elit yang terluka. Bahkan Pemilik Kota tidak bisa berjalan karena kedua kakinya terputus.
Wei Li bukan orang yang punya rasa kasihan, dia langsung mengeksekusi pemilik kota Hanzhu dengan pedang pendeknya. “Misi selesai, ayo pergi!”
Setelah semuanya selesai, Ye Xuan mengatur Dunia 17. Dia menempatkan beberapa orang berbakat untuk mengelola Dunia 17, dia juga menanamkan rasa ingin berbakti pada sesama.
[10 juta poin sedekah didapatkan.]
Ye Xuan tersenyum karena Dunia 17 sekarang menjadi salah satu penghasil poin sedekah yang begitu melimpah. Dia terus menyebarkan berita bahwa berbagi itu menyenangkan.
[Sumpah Setia : 620 ribu
__ADS_1
Sumpah Darah : 23 ribu
Sumpah Jiwa : 2.]
Perkembangan anggota Shadow Soul begitu besar, Ye Xuan tampak tersenyum tipis. Dia tersingkat barang yang dia dapatkan dari Monster Yeni yang belum sempat digunakan.
[Cincin Kegelapan Abadi (Tidak diketahui)]
[Jiwa kegelapan cincin berusaha merebut kesadaran anda.]
”Akhirnya aku punya tubuh manusia!”
Cincin kegelapan berkata dengan penuh semangat. Namun dia menyadari ada yang salah, egonya masih menempel di cincin padahal Ye Xuan sudah memakainya di jari telunjuk.
Energi kegelapan yang sangat kuat dilepaskan, bahkan pohon-pohon disekitarnya langsung layu dan mati. Setiap energi yang berada dalam radius serap Cincin Kegelapan akan menghilang sementara.
Kesadaran jiwa Cincin Kegelapan menerobos masuk ke dalam ingatan Ye Xuan, dia tertawa keras karena sudah berhasil masuk. “Aku hanya perlu mengendalikannya.”
Sosok kucing ungu muncul dan menunjukkan taringnya, harimau putih juga menunjukkan wujudnya. Keduanya tampak tidak suka kepada kehadiran cincin kegelapan.
”Bocah sembrono, kau pikir bisa menandingiku Raja Kegelapan!”
Energi Kegelapan dipancarkan, Api Ungu dan Harimau Putih hanya bisa meringkuk tak berdaya. Semuanya gemetar ketakutan, serpihan jiwa berbentuk cincin itu jauh melebihi ekspektasinya.
Seekor kucing putih berbulu putih duduk di atar kursi singgasana berkata, ”Apa kalian sudah selesai, jangan ribut aku ingin tidur.”
”Bajin*an sombong, kursi itu milikku!” Cincin Kegelapan dengan penuh percaya diri berlari ke arah kucing putih.
Hanya dengan sentilan biasa Cincin Kegelapan dikirim terbang sangat jauh, bahkan serpihan jiwanya retak. “Siapa kau?”
”Aku biasa di panggil Tutu, anggap saja aku yang melindungi pikiran bocah bernama Ye Xuan itu.”
Tutu alias Sistem Sedekah sudah membentuk tubuhnya dengan sempurna, kekuatan fisiknya masih terbatas tapi cukup untuk mengatasi Cincin Kegelapan.
”Jangan bertindak bodoh, sebelum orang di belakangku ini bergerak.” Tutu menunjuk patung malaikat bersayap enam di belakangnya dengan ibu jari.
Cincin Kegelapan menatap mata malaikat dan langsung keluar dari alam bawah sadar Ye Xuan. “Apa itu tadi?”
__ADS_1
“Apa yang kau gumamkan?”
Ye Xuan melempar pertanyaan yang sebenarnya dia sudah tahu. Alam bawah sadarnya lebih kuat dari kebanyakan kultivator, jadi dia tidak khawatir kesadarannya akan disebut orang lain.