Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Hasil


__ADS_3

“Sial, induknya datang.” Ye Xuan ingin melarikan diri tapi induk monster banteng sudah mengincarnya.


Meski Ye Xuan sudah berlari menjauh, induk banteng terus mengejarnya hingga ke ujung. Melihat punggung sudah dinding batu, Ye Xuan mulai konsentrasi dan melepaskan qi.


“Tidak ada pilihan lain, Maju!” katanya dengan penuh semangat.


Induk Banteng dengan penuh amarah menyerang Ye Xuan, bukannya menyerang balik Ye Xuan justru menghindar di saat-saat terakhir. Banteng itu menghantam dinding batu yang sangat keras.


Melihat banteng menggeleng-gelengkan kepala, Ye Xuan dengan cepat langsung menebas lehernya. Namun ayunan pedangnya tidak cukup untuk mengalahkan induk banteng.


“Absolut Kill!”


Ye Xuan mengincar leher monster banteng hingga berlubang. Setelah melihat induk banteng tergeletak, Ye Xuan ikut duduk dan menghela napas.


“Sial, sejak kapan di sini ada monster tahap Pemurnian Qi tingkat 5.” Ye Xuan berdiri dan mencari Batu Spirit di dalam tubuh monster.


[Berhasil membunuh monster Banteng, mendapat 2 Poin Sedekah.]


[Banteng itu membunuh banyak calon murid, jadi Anda mendapat sedikit Reputasi.]


“Reputasi?”


[Semakin banyak Reputasi, Anda akan semakin dihormati orang sekitar.]


[Reputasi saat ini 35 poin.]


“Apa poin Reputasi bisa ditukar?”


[Tidak. Reputasi bisa membantu Anda mendapatkan Poin Sedekah.]


“Bagus, aku mencium bau uang!” kata Ye Xuan yang mulai tergila-gila dengan uang.


Setelah mengalahkan banteng, Ye Xuan mencari monster lainnya. Sayangnya dia tidak menemukan monster yang sendirian.


“Sial, seharusnya aku membentuk kelompok.” Dia mulai menyesali keputusannya berburu sendiri.


Setelah menunggu selama 3 hari akhirnya pria tidak dikenal itu bangun. “Aku masih hidup?” katanya tidak percaya.


“Ya, aku membawamu kesini.” Ye Xuan sedang merebus sup untuk makan pagi. Dia menggunakan daging banteng untuk kuahnya.


“Siapa kau?” tanya pria itu sambil mengerutkan keningnya.


“Aku calon murid Sekte Tianlong, sama sepertimu.”

__ADS_1


“Ya aku ingat, kamu Ye Xuan yang menempati peringkat 3 di Duel.”


“Aku hanya beruntung. Masih ada yang lebih kuat dariku, tapi mereka bernasib buruk.” Ye Xuan menyodorkan semangkuk sup hangat. “Makanlah dulu, supnya masih hangat,” lanjutnya.


“Terima kasih.”


Keduanya berbincang santai, nama pria itu adalah Wutu Sanchuan. Ye Xuan menyodorkan 50 Batu Spirit tingkat rendah.


“Bawalah ini, kamu seharusnya bisa lolos.”


“Jangan, bagaimana denganmu!”


“Tenanglah, aku masih punya banyak.” Ye Xuan mengeluarkan 51 Batu Spirit tingkat rendah, tapi ada satu batu yang terlihat cukup besar.


[Mendapat 5 Poin Sedekah.]


“Kau... Kau membunuh monster tahap Pembentukan Qi tingkat 5!”


“Aku hanya beruntung. Kita sekarang tidak bisa bergerak leluasa, ada banyak pembunuh yang mengincar nyawaku.” Ye Xuan sudah memeriksa sekitar, dia mendapati ada beberapa kelompok yang terus mencarinya.


“Jangan khawatir, mereka tidak bisa melukaimu jika ada aku di sini!” katanya dengan penuh semangat.


“Sembuhkan dulu lukamu. Akan aku selesaikan di hari terakhir, jadi istirahat saja dulu.” Ye Xuan tersenyum manis.


Wutu Sanchuan mengeluarkan 50 batu spirit tingkat rendah, kemudian disusul Ye Xuan dengan 51 batu spirit. Penampilan keduanya tidak terlalu mencolok jadi tidak ada ketua yang memperhatikannya.


Ye Xuan sengaja merobek bajunya dan melumuri tubuhnya dengan tanah demi menghindari perhatian. Setelah memperhatikan semua peserta, dia yakin bahwa Long Si adalah orang di balik pembunuh itu.


Hasil keluar, semua calon murid tegang. Nama pertama yang keluar adalah Wutu Sanchuan dengan perolehan nilai total 389. Dia berhasil lolos karena bantuan 50 Batu Spirit.


Setelah menunggu lama, nama Ye Xuan disebutkan. Siapa yang menyangka anak tanpa latar belakang muncul di posisi ketiga penerimaan murid.


Kemudian posisi yang ditunggu semua orang tiba, tidak hanya Chu Feng dan Long Si yang gugup tapi semua panitia penyelenggara juga gugup. Sampai akhirnya pembaca pengumuman menghela napas lega.


“Juara kedua, Chu Feng dan nomor 1 Long Si!” kata pembaca pengumuman.


Chu Feng tidak peduli dengan posisinya, dia langsung maju ke depan dan mengambil lencana murid luar Sekte Tianlong.


“Ternyata kemampuanmu tidak lebih dari itu.” Long Si memprovokasi Chu Feng dengan suara pelan.


Bukannya marah, Chu Feng justru tersenyum manis karena Long Si tidak tahu diri. “Apa kamu bodoh, posisi pertama sebenarnya bukan milik kita, kan. Kalau saja dia anak keluarga terpandang pasti dia yang menjadi posisi pertama!” jawabnya dengan suara pelan.


Long Si yang mengetahui itu hanya bisa mengeratkan giginya. “Jangan meremehkanku.”

__ADS_1


Ye Xuan dan Wutu Sanchuan mengambilkan lencana Murid Luar, mereka tampak senang dan segera menuju lapangan latihan khusus murid luar.


“Selamat untuk 78 murid baru, kalian adalah orang-orang terpilih. Jadi jangan menghancurkan ekspektasi kita para senior.”


Chu Feng masih santai dan mendengarkan penjelasan senior. Dia menunggu untuk sesuatu yang lebih penting.


“Ya, aku tahu kalian sedang menunggu pengumuman untuk penempatan Gubuk Kultivasi. Karena hanya ada 100 gubuk, kalian harus bersaing dengan senior kalian. Aturannya sangat sederhana, kalian perlu menantang senior yang menempati gubuk. Kesepakatan bisa kalian buat sendiri, jadi bersenang-senanglah!”


Long Si dengan santai mendekati salah satu senior yang punya Gubuk Kultivasi. “Aku ingin melawanmu.”


“Kakak Long, ambil saja gubuk ini. Aku bisa cari yang lain,” katanya sambil menyerahkan lencana berwarna emas.


Gubuk Kultivasi dengan lencana warna emas merupakan gubuk tingkat tinggi. Pemiliknya hanya mereka yang berdiri di posisi 5 besar.


Semua orang tampak iri melihat Long Si langsung mendapatkan posisi ke 5 di hari yang pertama. Namun tidak ada yang berani protes karena Long Si berasal dari Keluarga Long atau keluarga Pemimpin Sekte Tianlong saat ini.


Chu Feng dengan santainya menunjuk seorang senior di tahap Pemurnian Qi tingkat 5. “Aku menantangmu, mohon kerja samanya senior.”


Pria yang dipilih Chu Feng merupakan orang di posisi 49, dia tidak serahkan karena 5 besar masih sulit untuknya.


Ye Xuan dan Wutu Sanchuan memilih untuk tinggal di bawah tanpa Gubuk Kultivasi. Karena tanpa gubuk Kultivasi, Ye Xuan bisa berkembang tanpa hambatan.


“Kakak, kenapa kamu tidak mencoba menantang mereka?”


Ye Xuan melirik ke arah Wutu Sanchuan. “Nanti kamu di tindas lagi.”


“Tidak, kak aku sudah kuat!”


Wutu Sanchuan mulai memanggil Ye Xuan dengan sebutan kak, padahal umur mereka terpaut 5 tahun, Ye Xuan lebih muda.


“Sudahlah, aku harus berlatih.” Ye Xuan duduk di atas batu dan mengedarkan teknik Dewa Petir. Perlahan tapi pasti, dia akhirnya merasakan kekuatannya meluap.


Setelah menyelesaikan semua rangkai latihan malam, Ye Xuan langsung tidur di lantai. Pagi hari semua murid luar di bangunkan dengan suara keras.


“Bangun, babi sialan keluar kalian semua!”


Teriakan itu terdengar sangat keras, semua murid baru langsung keluar termasuk Ye Xuan.


“Aku penguasa asrama di sini, semua setoran batu spirit kalian!” katanya dengan penuh percaya diri.


Pria yang menarik semua batu spirit murid baru adalah Dong Lu. Umurnya sudah menyentuh 23 tahun tapi tidak kunjung lulus menjadi murid dalam karena sifatnya. Meski Kultivasinya di tahap Pemurnian Qi tingkat 7, kemampuan teknik pedangnya sangat jelek.


Semua murid luar menyerahkan Batu Spirit yang mereka miliki kecuali Ye Xuan. “Bocah nakal, cepat keluarkan batu spiritmu.”

__ADS_1


“Senior maaf aku sudah menggunakan semua batu spiritnya.” Ye Xuan sudah menyerap batu spiritnya jadi dia tidak punya sisanya. Meski begitu tidak ada perkembangan di jumlah qi atau yang lainnya.


__ADS_2