Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Lanjutan


__ADS_3

Ye Xuan mengirim informasi tentang sumpah. Dia hanya menerima mereka yang mengucap sumpah darah atau sumpah setia.


Zhou Yun tertegun, dia tidak menyangka persyaratannya sangat ketat. Namun dendamnya tidak akan pernah bisa dipadamkan.


"Zhou Yun, jangan percaya. Dia hanya mengarang cerita, tidak ada yang bisa melepaskan Segel Takdir!"


Sima Boya berusaha menyadarkan Zhou Yun yang dipercaya Wen Lu. Meski dia kalah, tidak seharusnya Zhou Yun menyerah begitu saja.


"Tuan Muda, tidak ada salahnya mencoba. Umurku sudah mencapai batasnya, jika tidak menerobos aku akan mati." Zhou Yun hanya bisa pasrah dengan nasibnya.


Zhou Yun hanya kalangan rendah, dia tidak punya garis keturunan yang kokoh. Jadi saat berada di Ranah Kenaikan, umurnya hanya akan bertahan sampai 1000 tahun.


Saat ini Zhou Yun sudah berumur 997 tahun. Artinya dia akan mati setelah 3 tahun.


Berbeda dengan Sima Boya yang memiliki keturunan Phonix, dia tidak punya batasan umur layaknya keturunan Naga.


"Tidak, percayalah padaku. 3 tahun sudah cukup!"


Sima Boya tidak ingin dikhianati saudara satu-satunya yang paling dia percayai.


"Maafkan aku Tuan Muda. Dalam kehidupan ini aku harus melanggar janjiku."


Ye Xuan tepuk tangan. "Pertunjukan yang sangat menarik. Apa yang kalian bicarakan?"


Semua pasukan Sima Boya diam, mereka melihat pasukan Serigala Perang yang begitu perkasa. Bahkan jika Sima Boya ngotot bertarung, mereka hanya akan jadi hewan yang menunggu disembelih.


Ye Xuan mendekati Zhou Yun. "Aku tidak ingin memisahkan kalian. Jadi Sima Boya, apa yang kau butuhkan supaya mengakuiku?"


Sima Boya langsung menjawab, "Angkat Segel Takdirku!"


"Sayangnya itu tidak bisa sebelum kau mengucap Sumpah Darah." Ye Xuan mengatakan kebenarannya.


Sima Boya tidak tertipu, dia menggelengkan kepala. "Apa kau mendengarnya?"


Zhou Yun melirik ke arah Wen Lu. "Apa kau berbohong padaku?"


"Aku mengatakan yang sebenarnya. Keputusan ada padamu, aku hanya menunjukkan jalan untuk balas dendammu!"


"Zhou Yun, kita sudah bersama begitu lama. Apa kau tidak punya kepercayaan padaku!"


Ye Xuan memanggil seorang wanita dari Alam Nemo, dia adalah Ming Yu.


"Saudara Ye, kenapa memanggilku?"


"Aku hanya ingin kamu menunjukan kekuatanmu!"


Ming Yu melepaskan udara dingin dari energi Yin. Semua orang di alam Qin-Yun tahu wanita yang mengolah energi Yin tidak akan selamat tanpa Teratai Regenerasi.


Tidak hanya tubuh Yin, tubuh Es juga membutuhkan bahan itu untuk menstabilkan tubuhnya.


Teratai Regenerasi ada tiga tingkat, yang pertama adalah tingkat Awal, Mekar, dan Buah.


Dari tingkat awal menuju tingkat mekar membutuhkan waktu 1000 tahun. Setelah itu jamah hanya takdir yang bisa menghasilkan buah.


Tempat untuk menanamnya juga unik, harus berada pada lingkungan yang kental akan energi Yin.


"Seperti yang kau katakan, tidak mungkin manusia biasa selamat dari Takdir Teratai Regenerasi." Ye Xuan tersenyum manis saat mengatakannya.

__ADS_1


Tidak hanya Zhou Yun dan Sima Boya yang terkejut, tetapi semua pasukan Sima Boya juga membuka mulutnya.


"Tidak mungkin, dia pasti susah memakan Teratai Regenerasi!"


Ming Yu kebingungan. "Apa yang kau katakan? Aku tidak pernah melihat Teratai Regenerasi!"


"Bagaimana..."


Ye Xuan menunjukan dadanya sendiri. "Semua penyakit dan kelainan bisa diobati, takdir ada bukan untuk ditakuti tapi untuk dijalani."


Perkataan Ye membuat Zhou Yun semakin yakin, dia harus bergabung dengan Shadow Soul.


"Tuan Muda, aku sudah memutuskannya."


Sima Boya berlutut di samping Zhou Yun. "Kamu benar, aku terlalu egois. Jalan yang ditunjukkan Ye Xuan adalah yang terbaik. Tidak ada salahnya untuk mencoba."


Semua pasukan Sima Boya juga berlutut, mereka sudah membulatkan tekad.


230 orang mengucap sumpah darah secara bersamaan, segel takdir yang mengekang mereka terlepas begitu saja.


Kekuatan Sima Boya hampir mencapai puncaknya, begitu pula dengan Zhou Yun dan semua pasukannya.


[Sumpah Setia : 92.139


Sumpah Darah : 1797


Sumpah Jiwa : 0.]


"Sekarang kalian pelajari teknik ini," kata Ye Xuan mengirim teknik Prinsip Jiwa.


Semua pasukan Sima Boya langsung dipindahkan ke Alam Nemo untuk menerima pelatihan.


"Kerja bagus, kita punya tiket untuk masuk ke alam yang lebih tinggi." Zhou Yun terlihat senang.


Pertarungan intens pasukan Wutu Sachuan dan Lian Yu tidak kunjung selesai. Belum ada yang menunjukkan tanda-tanda kemenangan.


Ye Xuan dan Wen Lu bergabung. Mereka langsung menyerang barisan belakang.


Karena ingin menggerakkan tubuhnya Ye Xuan hanya menggunakan pedang saja.


Sedikit demi sedikit pasukan Lian Yu terkikis habis. Wutu Sachuan jatuh dari langit, dia tampak kelelahan karena bertarung tanpa istirahat.


Lian Yu turun dari langit, tubuh iblisnya juga sudah tidak sempurna. Dua tanduknya patah serta tangan kanannya hancur.


Meski begitu dia masih bisa mengendalikan Qi miliknya dengan baik. Biasanya para pembudidaya iblis akan kehilangan akal jika sudah mencapai titik tertentu.


"Lemah, kau ternyata sangat lemah!" kata Lian Yu sambil mengusap darah di ujung bibirnya.


Melihat kondisi mereka berdua, Ye Xuan bisa menarik kesimpulan bahwa pertarungan mereka sangat dahsyat.


Wutu Sachuan kehabisan energi, dia tersenyum tipis saat mendengar hinaan musuhnya. "Ya, aku memang lemah. Tapi tidak selemah kamu yang menjual jiwamu pada iblis!"


Lian Yu mengeratkan giginya dan langsung menggunakan tendangan untuk menghancurkan Wutu Sachuan.


Tanah di bawah kakinya hancur, Wutu Sachuan memuntahkan darah cukup banyak.


"Sombong!"

__ADS_1


Wutu Sachuan tidak kehilangan tekadnya, dia memang kehabisan energi tapi pikirannya masih tetap tenang.


Lian Yu menginjak lagi ke arah musuhnya tapi kakinya dihentikan dengan satu tangan.


"Apa?"


Wutu Sachuan melempar kaki musuhnya. "Sebenarnya ini tidak perlu dilakukan, tapi keadaan memaksa!"


Energi Jiwa meluap dari sekujur tubuhnya, dia tidak mau menggunakannya karena untuk pertarungan terkahir. Namun Lian Yu ternyata sangat kuat, Wutu Sachuan tidak punya pilihan lagi.


Tinjunya langsung melesat dan menghantam wajah Lian Yu dengan kecepatan kilat. Wutu Sachuan tampak sangat fokus.


Matanya mengeluarkan petir kecil di ujungnya. Armor Kesatria kembali menyelimuti tubuhnya, tapi kali ini tekanannya sangat kuat.


Bahkan Li Bao yang bertarung dengan Feng Hu merasakannya. "Bagaimana manusia punya hawa membunuh yang begitu kuat?"


Feng Hu menanggapi. "Tidak ada yang spesial, Wutu Sachuan hanya melepaskan sebagian kekuatannya."


"Jadi kau tahu dia pasti menang?"


Feng Hu tersenyum tipis. "Tidak tahu, aku hanya percaya padanya."


"Aku sangat iri padamu, kau bisa mempercayai orang lain begitu mudah."


Feng Hu menggelengkan kepala. "Awalnya aku tidak melakukannya, tapi setelah bertemu Tuan Muda, aku bisa mempercayai orang dengan caranya."


"Caranya ya... Aku sangat iri tapi sudah cukup main-mainnya."


Energi iblis muncul dari tubuh Li Bao, dia mengubah wujudnya menjadi iblis. Tiga Tanduk muncul di dahinya, matanya berubah merah dan tubuhnya membesar.


Sedikit demi sedikit tubuhnya berubah, sekarang tingginya mencapai 3 meter dan terus tumbuh.


Feng Hu menghela napas. "Baiklah, aku akan sedikit serius." Dia mengeluarkan pedang yang diberikan Ye Xuan.


Pedang bermata satu itu punya panjang bilah 75 centimeter. Gagangnya terbuat dari bahan pilihan yang sangat ringan tapi kuat.


Pegangan Feng Hu sangat nyaman, dia menggunakan Dao Pedang untuk mengeksekusi tekniknya.


"Semoga kau tidak menyesal."


Feng Hu tenggelam dalam konsentrasinya, dia segera mengayunkan pedagang. Tebasan miring tercipta, Feng Hu membuka matanya perlahan.


"World Cutter!"


Sayatan pedang itu dengan mudah menembus tubuh Li Bao. Dalam sekejap mata Li Bao terbelah dua.


"Tidak mungkin! Kau..."


Feng Hu tersenyum manis. "Aku lebih kuat darimu, sayangnya tuan muda ingin aku mengulur banyak waktu."


"Jadi kau..."


"Tidak, aku masih ada di ranah Kenaikan. Tapi membunuh beberapa Half Immortal adalah pekerjaan yang mudah." Feng Hu langsung menyerap kekuatan Li Bao dengan Pelahap Jiwa.


"Sialan, kau bajin*an!" teriak Li Bao yang merasakan sakit luar biasa.


Feng Hu sengaja tidak membunuh Li Bao langsung karena ingin menyiksanya. Dia tersenyum jahat saat mendengar teriak musuhnya.

__ADS_1


"Percuma, lingkungan ini sudah terkurung formasi peredam suara." Feng Hu tertawa keras.


__ADS_2