
Lian Yu tidak bisa berbuat banyak, tubuhnya hampir tidak bisa bertahan.
Energi hitam mulai menyelimuti sekujur tubuhnya, Lian Yu tidak punya pilihan lain.
"Awalanya aku tidak ingin menggunakannya, tapi kau terlalu kuat!"
Tubuhnya membesar hingga tingginya mencapai 3 meter. Dua tanduk muncul di dahinya, telinganya menjadi runcing serta matanya berubah merah.
Lian Yu bisa mengendalikan Iblis Jiwa, tapi dia tidak terlalu suka menggunakannya.
Wutu Sachuan tersenyum tipis. "Karena sudah sampai sini, mari bertarung."
Energi ungu kehitaman muncul di sekitar tubuhnya, Wutu Sachuan menghela napas pelan. Energi itu membentuk sebuah Armor kesatria yang sangat menakutkan.
Sebuah simbol muncul di dahinya, simbol itu berbentuk api berwarna hitam pekat. Kedua tangannya dilapisi energi jiwa yang sangat kuat.
Pertarungan Wutu Sachuan dan Lian Yu tidak kalah dari dahsyat pertarungan Feng Hu dan Li Bao.
Ye Xuan menyadari ada pihak lain yang ingin mengintervensi. Dia dan 4 bayangannya langsung bergerak menghadang.
[Sima Boya
Ranah : Kenaikan tingkat 9
Ketua Bandit Union yang merasa di khianati. Dia salah satu Seven Demon Blade yang tidak bergabung dengan Rubah Badai Kosmik.]
Ada dua orang yang tidak bergabung dengan Badai Kosmik, mereka adalah Ketua Bandit Union dan wakilnya.
Kedua saudara itu sangat solid. Mereka sudah menjalani kejadian hidup dan mati ribuan kali.
[Zhou Yun
Ranah : Kenaikan tingkat 9
Wakil Bandit Union sekaligus peringkat 2 dari Seven Demon God.]
Kombinasi petarung terkuat nomor 1 dan 2 terlihat sangat kuat. Mereka berhenti setelah Ye Xuan menghadangnya.
"Kawan kita tidak punya permusuhan," kata Sima Boya.
Ye Xuan menggelengkan kepala. "Aku tahu rencanamu. Kau hanya ingin membasmi semua orang yang bertarung, sayangnya pihak kanan adalah kelompokku."
Siyu Boya mengerutkan aslinya, dia mencoba menilai kekuatan Ye Xuan yang berani menghadang kelompoknya sendirian.
"Sombong! Jadi kau pasukan Wutu Sachuan." Zhou Yun mengeluarkan tombaknya, dia langsung nyerang tanpa memberi peringatan.
Ye Xuan dengan santai menghindar, dia menarik pedangnya. "Kau yang memintanya."
Ayunan pedang Ye Xuan telihat pelan, tapi Zhou Yun tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
"Apa yang terjadi?" ucap Zhou Yun dalam hati.
Untungnya Siyi Boya berteriak kencang, sehingga Zhou Yun langsung tersadar.
__ADS_1
Zhou Yun segera memasang sikap siaga, dia harus terus waspada untuk menunjukkan kemampuannya.
Namun ada sosok pria yang terjun dari langit, dia adalah Wen Lu. "Saudara Ye, biarkan aku melawannya. Aku butuh pengalaman bertarung dengan veteran tombak!" katanya penuh semangat.
"Tentu saja, lakukan. Oh iya, jangan bunuh mereka yang tidak melawan."
Ternyata kedatangan Wen Lu tidak sendirian, Pasukan Serigala Perang juga muncul. Mereka langsung menyerang musuh yang masih kebingungan.
Zhou Yun bertarung sengit dengan Wen Lu. Keduanya hanya menggunakan keterampilan tombak untuk menonjolkan diri.
Ye Xuan dan Sima Buya saling menatap, mereka tidak ingin membuat gerakan pembuka karena tahu lawannya sangat kuat.
"Sebenarnya ada temanku yang punya dendam dengan Keluarga Sima." Ye Xuan malah mengajak Sima Buya mengobrol.
"Jangan menyebutkan nama Keluarga Sima dihadapanku!"
"Aku tahu kau punya dendam mendalam dengan mereka. Tapi tidak ada salahnya berbagai informasi sebelum kau mati." Ye Xuan menyindir lawannya dengan halus.
Sima Buya bukan orang yang mudah tersinggung. "Aku tahu orang yang kamu maksud, dia adalah Sima Yi. Orang yang pernah menguasai Dunia Fana."
"Sepertinya orang yang kita maksud sama, aku murid Chen Fen. Jadi maukah kau menunjukkan dimana Sima Yi sekarang?"
"Aku tidak tahu, dia sudah masuk ke Alam Qin-Yun."
"Apa kau tidak ada rencana masuk ke alam atas?"
Ye Xuan sedang menggali informasi sedalam mungkin. Dia berusaha membawa Sima Boya dan Zhou Yun masuk ke dalam kelompoknya.
Sima Boya mengeluarkan senjatanya, pedang di tangan kanannya berwarna emas elegan.
Energi di sekitar tubuhnya menggumpal menciptakan sebuah pelindung tak kasat mata.
Ye Xuan tersenyum manis, dia tidak akan berbelas kasih meski lawannya orang yang sangat kuat di Dunia Fana.
Sima Boya membuat gerakan awal, dia langsung menggunakan jurus pamungkas untuk menyelesaikan pertarungan secepat mungkin.
Ye Xuan tidak sempat membuat pergerakan, dia tersenyum manis saat ujung pedang Sima Boya hampir mengenainya.
"Tangan Dewa."
Energi hitam transparan berwujud tangan menghentikan jurus pamungkas Sima Boya.
"Apa? Itu..."
Ye Xuan bisa menghentikan serangan lawan tanpa menggerakkan tangannya.
[Ye Xuan
Ranah : Kenaikan tingkat 9.]
Perkembangan kekuatan Ye Xuan benar-benar tidak masuk akal. Kecepatan itu jauh melebihi para jenius di Alam Qin-Yun.
Hanya butuh 5 tahun untuk membuatnya baik 9 tingkat berturut-turut. Awalnya Ye Xuan ada di ranah Ketiadaan tingkat 9, sekarang Kenaikan tingkat 9.
__ADS_1
"Bukan sesuatu yang spesial. Ini hanya kemampuan khsuus yang kebetulan aku miliki." Ye Xuan menunjukkan tangan lainnya di sebelah kiri.
Sima Boya tidak peduli, dia menyerang membabi buta. Serangannya dihentikan Tangan Dewa dengan begitu mudah.
Bentrokan Tangan Dewa dan pedang Sima Boya menciptakan gelombang energi yang begitu kuat. Semua arena di sekiranya terhempas dan tanah bergetar hebat.
Hanya Sima Boya yang berusaha keras menjebol pertahanan Ye Xuan bersama Tangan Dewa. Dia mengerahkan semua kekuatannya, tapi semua usahanya sia-sia.
Ye Xuan tidak bergerak dari tempatnya tapi bisa menyerang dengan bebas menggunakan jarum.
Tubuh Sima Boya menjadi kaku, dia tidak tahu apa yang terjadi. "Pengecut, kau pakai racun!"
"Ini Medan Perang, tidak ada yang namanya pengecut." Ye Xuan mendekat tubuh Sima Boya.
"Sial!"
Pedang Ye Xuan diangkat, dia akan segera menebas lawannya. Namun sosok Zhou Yun menghadangnya. Ye Xuan langsung menghentikan serangannya.
Luka di sekujur tubuhnya menandakan Zhou Yun bertarung dengan seluruh kekuatannya.
Wen Lu muncul dengan keadaan yang tidak jauh berbeda. Dia memainkan tombaknya dan tersenyum ke arah Zhou Yun.
"Pertarungan yang menyenangkan, aku harap kita bisa bertarung lagi!" kata Wen Lu puas.
Luka di tubuh Wen Lu perlahan sembuh, kecepatan regenerasinya sungguh tidak masuk akal. Hanya dalam beberapa menit luka di dadanya sudah sembuh total.
"Sebelum membunuhnya, bunuh aku dulu!" teriak Zhou Yun melindungi Sima Boya.
Ye Xuan menurunkan pedangnya. "Siapa kau sebenarnya?" tanyanya menatap Zhou Yun.
"Aku pelayannya di Alam Qin-Yun. Keluarga Sima membuang tuan muda karena dia..."
Zhou Yun menceritakan kejadian yang menimpa Sima Boya, mereka diusir karena alasan yang tidak jelas.
Tunangan Sima Boya dijodohkan dengan saudaranya, kemudian kekuatannya di segel. Sekarang Sima Boya dan Zhou Yun tidak akan bisa menerobos Helf Immortal.
Sima Boya adalah putra Mahkota asli dari Keluarga Sima. Namun kehadiran Sima Yi membuat dirinya disingkirkan.
Rumor mengatakan bahwa Sima Yi adalah anak kepala keluarga yang telah disembunyikan. Sima Yi punya bakat yang menantang langit, di umurnya yang baru menginjak 40 tahun, dia sudah menerobos tingkat Kenaikan.
Setelah berumur 60 tahun, Sima Yi menerobos ke ranah Helf Immortal. Kemudian saat umur 150 tahun, dia sudah berada di ranah Immortal Bumi.
Sima Boya yang sudah berumur ribuan tahun belum juga menerobos ke ranah Immortal Bumi. Makanya gelar putra mahkota milinya dilepas.
Rangkaian kejadian mengenaskan menimpa Sima Boya, dia tidak menyangka akan dilempar ke Duna Fana.
"Aku memberimu kesempatan..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya, Zhou Yun berlutut ke arah Ye Xuan. Dia melirik ke arah Sima Boya.
"Maafkan aku Tuan Muda, jika mengikutinya bisa membuatku balas dendam, aku akan melakukannya!"
"Zhou Yun, kau..."
__ADS_1