
Monster itu langsung bergerak menuju pasukan Kota Hanzhu, mulutnya terbuka dan langsung menyemburkan energi hitam.
Ledakan dahsyat itu langsung menghancurkan semua orang yang berada di garis depan, Pemilik Kota panik dan langsung menyuruh pasukannya menyerang.
"Jangan takut, dia hanya satu!"
Bencana yang dikatakan Jiang Chen benar, monster pelindung dari Heavenly Demon menghancurkan semua yang ada di depan matanya. Semburan energi kedua akan segera dilepaskan, tapi 10 orang dengan paksa menutup mulutnya.
Wujud naga dari monster raksasa itu berubah, dia perlahan berubah menjadi sosok raksasa dengan bulu tebal. Dia tampak seperti yeti setinggi 50 meter.
"Apa yang terjadi? kenapa dia bermutasi?"
Semua orang kebingungan termasuk Ye Xuan yang masih menunggu waktu yang tepat untuk beraksi. "Monster yang sangat merepotkan, apa kau punya ide Xiahou?" tanya Ye Xuan dengan suara pelan.
"Monster pelindung kita itu berasal dari dunia lain, aku tidak tahu bagaimana menghentikannya."
"Dunia lain, sepertinya itu dari dunia yang lebih tinggi."
"Aku juga berpikir begitu, tapi menurut pengalamanku sebagai Emas Abadi yang tinggal di Dunia Surga tidak ada monster sekuat itu."
"Terus dari mana asal kalian?"
"Aku tidak tahu, yang pasti leluhur kita berasal dari alam yang berbeda. Menurut catatan kami pernah mendominasi Alam Qin-Yun hanya dengan satu orang."
Ye Xuan tidak perlu membayangkannya, dia sudah tahu bahwa leluhur Heavenly Demon adalah entitas yang sangat kuat. Mungkin lebih kuat dari Jiang Chen dari Alam Reruntuhan Naga.
Pertarungan monster raksasa dan pasukan Kota Hanzhu terjadi begitu saja. Ye Xuan fokus mencari kelemahan dari monster raksasa, Eye of Truth terus digunakan. Ye Xuan bergerak dengan cepat dan mencari titik buta monster raksasa.
Api Ungu menampakkan wujudnya sebagai kucing berbulu ungu. "Tuan Muda, aku merasa energi harganya semakin kuat!"
Ye Xuan melihat postur tubuh monster Yeti yang sedikit membungkuk dan membuka mulutnya. Matanya langsung terbuka lebar saat melihat sebuah cincin yang mengikat gigi raksasa monster.
"Apa itu harta yang kau maksud?" tanya Ye Xuan dengan suara pelan.
"Aku yakin, harta itu bisa menyesuaikan bentuk penggunanya. Aku menduga itu harta dari alam atas!" ucap Api Ungu dengan antusias.
Xiahou Dun memiringkan kepalanya, dia tidak bisa melihat cincin yang mengikat gigi monster raksasa. "Apa yang kalian bicarakan? aku tidak bisa melihatnya."
"Itu karena cincinnya secara otomatis menyembunyikan diri." Api Ungu menanggapi dengan suara tenang.
"Menyembunyikan diri?"
__ADS_1
"Singkatnya cincin itu hanya dapat dilihat oleh mereka yang pantas. Sayangnya pantas saja tidak cukup, pemiliknya harus punya kekuatan untuk mengambilnya." Api Ungu tidak bisa menjelaskan detailnya karena dia juga tidak tahu.
Ye Xuan mengangkat satu tangannya. "Tidak ada salahnya mencoba membantu musuhmu."
Dua bilah pedang besar muncul melayang di atas kepalanya, Ye Xuan mengaktifkan kemampuan matanya. Dia menargetkan mulut monster yang ingin menyerang.
Bola energi yang berputar di mulut monster raksasa semakin membesar, Ye Xuan dengan cepat melempar dua pedang bayangan ke arah bola energi.
[100 Qi + 50 Energi mental digunakan.]
"Ayo buat kembang api yang besar!"
Dua bayangan pedang melesat dengan kecepatan tinggi, keduanya langsung menusuk ke bola energi yang diciptakan monster raksasa. Tepat setelah ujung bayangan pedang menyentuh bola energi, bentrokan energi jiwa dan kekuatan monster menciptakan ledakan yang sangat besar.
Monster Yeti yang terkena ledakan sampai mundur tiga langkah, dia memegangi mulutnya yang berdarah. Bibir bagian bawahnya pecah, Ye Xuan melihat adanya keanehan.
Ledakan energi itu bisa melukai Yeti padahal sebelumnya para pejuang dari Kota Hanzhu tidak bisa memberikan kerusakan yang berarti. Ye Xuan tersenyum manis dan berkata, "Sepertinya energi jiwa memang sangat efektif melawan semua jenis musuh!"
Pemilik kota Hanzhu melihat kesempatan. "Jangan buang kesempatan, tumbangkan dia!"
Peralatan perang dari kota dikeluarkan, semua melontarkan batu api yang sudah dilapisi Qi sehingga batunya tidak akan mudah hancur. Tidak hanya satu tapi ada ratusan alat perang yang dikeluarkan pasukan Kota Hanzhu.
"Jangan menahannya, keluarkan pelontar panahnya!"
Puluhan panah raksasa meluncur dan mendorong monster Yeti, tetapi lukanya segera sembuh setelahnya. Ye Xuan yang melihatnya sekarang mengerti, Qi biasa tidak bisa mengalahkan monster setinggi 50 meter itu.
Ye Xuan melelehkan besi menggunakan Api Ungu, dia meniru alat yang dapat melontarkan panah raksasa. "Ayo buat ballista!"
Tidak butuh waktu lama untuk Ye Xuan meniru alat perangnya, dia segera menarik pelatuknya tanpa anak panah. "Ayo sedikit berhemat!" ucap Ye Cuan menciptakan sebuah panah menggunakan energi jiwa miliknya.
[Keterampilan khusus : Pembentukan Objek telah didapatkan.]
[Keterampilan khusus tidak akan ditambahkan ke papan status.]
Ye Xuan tidak mempermasalahkannya, dia tersenyum lebar dan mencoba melepaskan pelatuknya.
[10 Energi Qi + 10 Energi Mental digunakan.]
Energi jiwa yang berwarna ungu kehitaman serta berbentuk anak panah raksasa melesat menghantam ke targetnya. Anak panahnya menancap di punggung monster raksasa, tepat setelah menancap panahnya meledak hingga membuat Yeti melangkah dua langkah ke depan.
"Argh!" teriak monster yeti yang mengerang kesakitan.
__ADS_1
Pemilik kota melihat ada sebuah keanehan. "Pertahankan posisi bertahan, jangan biarkan monster itu melangkah lagi."
Tepat setelah menyelesaikan katanya, monster yeti melangkah lagi dua kali. kali ini Pundaknya terkena ledakan yang sangat menyakitkan.
"Argh..."
Ye Xuan mengerutkan matanya, dia melihat pasukan Kota Hanzhu mengarah padanya. "Sepertinya mereka cukup panik."
Bukannya bingung, Ye Xuan segera menghilang dan berpindah tempat. Dia langsung menarik pelatuk Ballita, panah raksasa lainnya langsung menyerang ke arah lengan kanan monster yeti. Satu itu langsung membuat monster Yeti tumbang karena pijakannya tidak stabil.
"Serang!"
Pemilik kota dengan penuh semangat menyerang monster Yeti yang jatuh. Dia mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat tapi tubuhnya tiba-tiba Monster Yeti membuka matanya lebar-lebar dan memancarkan sebuah cahaya laser.
Serangan dadakan Monster Yeti tidak dapat dihindari, Pemilik Kota hanya bisa menyelamatkan nyawanya tapi dua kakinya langsung meleleh.
"Sial!"
Para pengikut setianya langsung datang dan menolong pemilik Kota, Ye Xuan sendiri sedang menarik Ballista dan melepaskan panah raksasa lainnya.
"Apa kalian bodoh?" tanyanya dengan suara pelan.
"Tuan, kami sudah mendengar prestasimu di medan pedang. Tolong ikut kami ke kamp," kata pemimpin kelompok.
"Katakan pada ketuamu, jangan menghalangi dan pergilah!"
Pemimpin kelompok mengeratkan giginya. "Sombong, karena kamu tidak ingin bekerja sama, maka jangan salahkan aku!"
20 orang langsung menghunuskan pedangnya dan langsung menyerang Ye Xuan tanpa tahu kekuatan musuhnya.
Ye Xuan dengan santai menciptakan 20 tangan bayangan kecil dan langsung menghancurkan mereka semua. "Apa kalian buta?" tanyanya dengan suara pelan.
Api Ungu langsung membakar semua tubuh yang tidak bernyawa itu. Ye Xuan mengalihkan fokusnya pada monster Yeti. "Sampai kapan kau bersembunyi? kalau ingin pergi, pergilah." Ye Xuan tidak mengalihkan pandangannya pada monster.
Perkataannya itu mengirim teror yang sangat menakutkan untuk 3 orang yang bersembunyi, mereka ingin menunggu kesempatan untuk membunuh Ye Xuan tapi siapa yang menyangka ternyata musuh sudah mengetahui keberadaannya.
"Jadi kalian tidak ingin pergi, baiklah."
[Domain Qi digunakan.]
3 bayangan pedang pendek tercipta dan langsung mengunci targetnya, meski mereka sempat berlari tapi pedang pendek tetap menusuk dan membakarnya.
__ADS_1
"Ayo buat kembang api yang lebih besar!"