
Pedang itu terlihat biasa tapi punya aura yang sangat kuat. "Ini sangat cocok untuk pengguna yang berfokus pada energi dingin."
Ye Xuan memanggil 4 wanita yang mengembangkan energi dingin. Mereka adalah Wen Xin, Ming Yu, Lou Yi, dan Su Ling.
Nama Su Ling terdengar asing karena dia terlalu fokus mengembangkan keterampilannya. Satu keterampilannya yang mencolok adalah Ahli Formasi.
Ye Xuan tidak menyadarinya sebelum memanggilnya, dia merasa kekuatan mental Su Ling benar-benar tinggi.
"Aku punya hadiah untuk kalian, sayangnya hadiahnya hanya satu. Bagaimana kalian ingin menentukan pemiliknya?" tanya Ye Xuan yang menunjukkan sebuah kotak kecil berisi Cincin Ruang.
Semua orang langsung melirik ke Wen Xin.
"Tuan Muda, aku tidak akan berpartisipasi kalau begitu. Aku rasa Nona Wen sangat cocok untuk itu." Su Ling mengungkapkan pemikirannya.
Ming Yu dan Lou Yi mengangguk setuju.
"Aku juga berpikir begitu, nona Wen lebih cocok untuk hadiah itu." Ming Yu tersenyum manis.
"Baiklah, aku harap kalian tidak menyesalinya." Ye Xuan memberikan kotak cincin pada Wen Xin.
Karena tidak ada penolakan, Wen Xin menerimanya dengan tangan terbuka.
"Cincin Ruang?" tanya Wen Xin yang sedikit bingung.
"Bukalah isinya."
Wen Xin tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan sisinya. Sebuah pedang beserta sarungnya yang begitu indah membuat tampilannya semakin elegan.
Perpaduan warna biru, putih dan emas tampak sangat indah saat dipadukan dengan energi berwarna biru salju.
Setelah menarik pedang dari sarungnya, mata semua orang terbelalak tidak percaya.
Xu Ling menyebutnya sejarah sihir, orang lain menyebutnya senjata Mistik. Yang pasti senjata itu sangat tajam dan kuat.
"Teteskan darahmu, pedang itu akan mengakui tuannya."
Wen Xin tertegun sejenak, dia segera meneteskan darah ke bilah pedangnya.
Cahaya kuning menerobos keluar dari dalam pedang, Pedang ciptaan Ye Xuan itu sekarang punya pemilik sejatinya.
"Aku menyerahkan pengamatannya padamu." Ye Xuan tersenyum manis saat mengatakannya.
Tiga wanita yang lain menyesali keputusannya. Mereka seharusnya berusaha lebih keras demi hadiah yang diberikan tuan mudanya.
"Terima kasih, Tuan Muda." Wen Xin memeluk pedang beserta sarungnya.
"Bukan masalah besar."
Wen Xin merasa bahwa tuan mudanya sekarang lebih hebat dari gurunya. Tidak hanya pedang miliknya sekarang jauh lebih kuat, Wen Xin merasakan kebahagiaan saat bersama tuannya.
Setelah pemberian pedang itu, rumor tentang hadiah Ye Xuan sudah menyebar luas. Mulai sekarang saat Ye Xuan memberi hadiah, semua orang akan bekerja keras untuk mendapatkannya.
__ADS_1
Kerajaan Xia menjadi panas karena gerakan dari Keluarga Jin dan Bandit Union.
10 ribu pasukan sudah bersiap di luar gerbang kerajaan Xia. Tentara Kerajaan langsung bersiap dengan peralatan seadanya.
10 ribu orang bagi Kerajaan Xia bukan masalah besar. Jadi mereka tidak akan meminta bantuan para pembudidaya lepas.
Ye Xuan dan Wutu Sachuan pergi ke selatan, mereka ingin melihat bagaimana cara bertarung Kerajaan Xia.
Perang berkecamuk di selatan, pertarungan antara Keluarga Jin dan tentara Kerajaan Xia.
Meski mendapat bantuan dari kelompok misterius dan punya kekuatan yang cukup, Keluarga Jin tidak dapat berbuat apa-apa di hadapan ratusan ribu pembudidaya unggul.
"Apa kau tidak ingin bergabung sengan keluargamu?" tanya Ye Xuan.
Wutu Sachuan terdiam, dia tidak bisa mengambil keputusan karena Keluarganya sudah membuangnya.
"Tidak perlu bingung, kalau kau masih menganggapnya keluarga. Pergilah, entah mereka butuh atau tidak."
Wutu Sachuan menatap Ye Xuan dengan perasaan sedih. "Terima kasih, Saudara Ye. Aku akan segera kembali."
Ye Xuan ditinggal sendiri, dia tidak berharap banyak pada perang kali ini. Keluarga Jin ataupun Bandit Union akan menjadi bubur di hadapan Kerajaan Xia.
Setelah memperhatikan perang cukup lama, Ye Xuan merasa bosan. Namun matanya segera terbuka lebar setelah melihat pria berbaju hitam keluar dari barisan Keluarga Jin.
Ye Xuan yang mulai bosan langsung menggunakan Shadow Rush untuk mengikuti targetnya.
Dia bersembunyi di balik bayangan untuk melihat dengan pasti tujuan keluagra jin.
Ternyata tujuan targetnya adalah sebuah tebing. Benda hitam yang dibawa adalah peledak.
Setelah bom diletakkan, suara ledakan menggelegar hingga ke medan pertempuran.
Karena suara keras itu pasukan Keluarga Wutu sempat teralihkan. Konsentrasi mereka menurun sejenak dan membuat Keluarga Jin membuat celah untuk kabur.
Setelah berhasil meledakkan tebing, pria misterius itu mengambil sebuah bola dari dalam reruntuhan.
Ye Xuan segera muncul dan merebut benda hitam itu. "Jadi ini tujuanmu sebenarnya," katanya yang berhasil merebut bola hitam tanpa perlawanan.
Targetnya ketakutan, dia langsung berlari menuju pasukannya karena Tekad Membunuh yang di lepaskan Ye Xuan.
"Tidak ada gunanya membunuh dia sekarang. Lebih baik ayo lihat apa yang kita temukan."
[Kristal Jiwa
Memenjarakan jiwa orang yang sudah mati, ego di dalamnya telah melemah.]
Awalanya Ye Xuan menganggap Kristal Jiwa adalah sebuah benda yang tabu. Dia menggunakan Api Ungu untuk membakarnya.
Bukannya terbakar, Kristal Jiwa dan Api Ungu justru menyatu dan langsung terlempar ke Ruang Dantian.
Api Ungu langsung masuk ke Ruang Api dan Kristal Jiwa langsung masuk ke Ruang Jiwa.
__ADS_1
Ye Xuan yang panik langsung duduk dan melihat apa yang terjadi dalam Dantiannya.
Semua energi bercampur menjadi satu dan mendorong Ye Xuan menjadi lebih kuat. Sekarang hanya ada satu ruang yang belum terisi.
"Keberuntunganmu memang tidak bisa di prediksi." Sistem berkata dari telur di depan patung malaikat bersayap enam.
"Apa yang terjadi, kenapa aku merasa sangat ringan?" tanya Ye Xuan yang kebingungan.
"Kau mendapatkan dua benda jahat. Seharusnya kau sadar, bahwa Dantian 9 Alam ini bukan untuk menampung hal-hal baik saja. Tapi hal yang menyeimbangkan dunia."
Ye Xuan menyadari kesalahannya, selama ini dia hanya memunggut harta yang memancarkan cahaya kebenaran. Padahal Dantiannya punya banyak ruang yang membutuhkan keseimbangan.
"Jadi itu alasan Api Ungu tidak mau masuk sendiri?"
Setelah menstabilkan kekuatannya, Ye Xuan melirik ke arah pemberitahuan sistem.
[+ 20 poin ke semua status kecuali Qi.]
"Tidak buruk, baiklah ayo kembali."
Ye Xuan melihat pria yang berusaha mengambil Kristal dibunuh kepala kelurga.
Kepala Keluarga Jin kabur dari medan perang. Dia membawa satu orang terpercayanya.
"Tuan, apa anda benar-benar akan mengorbankan semua keluarga?"
"Tidak ada pilihan lain, Keluarga Wutu benar-benar gila. Mereka menggunakan semua kekuatannya hanya untuk menghadang pasukan kecil."
Kepala Keluarga Jin bertekad akan membalas dendam dengan pasukan yang lebih kuat.
Sayangnya seorang pria berpakaian biru menghadang pelarian kepala keluarga jin dan pelayannya. Pria itu adalah Ye Xuan yang menggunakan identitas aslinya.
"Kenapa terburu-buru?" tanya Ye Xuan dengan suara lantang.
Kepala Keluarga Jin dan pelayannya berhenti. Mereka langsung mengenali orang yang menghadang.
"Tuan Muda Ye, keluarga Wutu menjadi gila. Mereka menyerang tentara perbatasan. Aku harus menyelematkan diri dan memimpin pasukan lainnya."
Ye Xuan mengangguk setuju dengan kebohongan yang dikatakan Kepala Keluarga Jin.
Pedang dikeluarkan, Ye Xuan menghunuskan pedangnya ke arah Kepala Keluarga Jin dan Pelayannya.
"Kau sangat lihat berbohong. Sepertinya aku harus membunuh sampah sepertimu!"
Kepala Keluarga Jin langsung melempar pelayannya untuk bertarung dengannya.
Meski hanya seorang pelayan, dia adalah pembudidaya ranah Penguatan Jiwa tingkat 2.
"Sebelum mulai, perkenalkan aku..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya, sebuah benang langsung memenggal kepalanya.
__ADS_1
Ye Xuan bingung langsung melihat ke langit, sosok wanita misterius menampakkan wujudnya.
"Ye Xuan, sudah lama tidak berjumpa." Wanita itu adalah Lan Xue.