Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Merekrut Sekutu


__ADS_3

Li Bao hanya bisa berteriak kesakitan, seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Bahkan jiwanya perlahan terkikis dan akhirnya dia tak sadarkan diri.


Feng Hu menggunakan api merah untuk membakar musuhnya. Dia meninggalkan tempat kejadian dan langsung menuju Ye Xuan yang menonton pertarungan Wutu Sachuan dan Lian Yu.


"Tuan Muda aku sudah menyelesaikannya." Feng Hu menceritakan serpihan ingatan Li Bao yang berhasil di rampas.


Ye Xuan mendengar dan menggabungkannya dengan ingatan para musuhnya.


Setelah menyusun semuanya, Ye Xuan dapat yakin bahwa Jiang Chen sudah siap.


Seven Demon Blade hanya pancingan. Mereka sudah dipastikan akan kalah, jadi Jiang Chen membiarkannya.


Ada 2 orang yang belum menunjukan dirinya, Seven Demon Blade nomor 4 dan 5.


Dengan ingatan Li Bao, seharusnya tidak sulit untuk Feng Hu menemukan mereka berdua.


Setelah pertarungan yang lama, Wutu Sachuan berhasil menghancurkan dua tangan Lian Yu.


"Sial, tidak mungkin manusia menang melawannya! Dia adalah orang dari Dunia Atas!" teriak Lian Yu putus asa.


Wutu Sachuan tidak bergeming, tatapan matanya tetap tenang. "Kami akan menang!"


Pukulan Wutu Sachuan menghancurkan semua tubuh Lian Yu. Kemudian sebuah monster bayangan muncul di belakang punggungnya, monster itu memakan tubuh Lian Yu.


Pelahap Jiwa digunakan, Wutu Sachuan berhasil naik tingkat saat memurnikan kekuatan Lian Yu.


[Wutu Sachuan (Kenaikan tingkat 2).]


Kelompok Shadow Soul sekarang tidak jauh berbeda dengan Rumah Badai Kosmik. Keduanya bisa menyerap kekuatan orang lain untuk dijadikan dirinya sendiri.


Perang berbalik arah, pasukan Lian Yu mundur perlahan. Mereka tidak bisa terus melawan karena pemimpinnya sudah tidak ada.


"Mundur!" teriak salah satu orang yang menjadi pemimpin sementara.


Tepat setelah mengatakan itu, pedang Wei Li langsung mengeksekusinya.


Pembunuh sadis itu tidak lemah, dia sudah berhasil berlatih di Dunia dengan Gravitasi 100 kali.


[Wei Li (Kenaikan tingkat 7).]


Wanita kejam itu punya bakat yang sudah ditingkatkan, perkembangannya sungguh gila.


Pasukan Lian Yu benar-benar mundur, hanya sebagian kecil yang selamat. Wutu Sachuan mengangkat kepalan tangannya dan mendeklarasikan kemenangannya.


Ye Xuan dan Feng Hu dengan santai menonton kemenangan Wutu Sachuan.


"Mereka menang, baiklah ayo pergi temui dua orang sisanya." Ye Xuan berdiri, kemudian disusul Feng Hu.


"Ayo!" kata Feng Hu yang langsung menghilang dari tempatnya.


Mereka berdua menuju tempat persembunyian salah satu Seven Demon Blade. Namun Ye Xuan tidak merasakan tanda-tanda kehidupan di dalam gua tempat tujuannya.

__ADS_1


"Apa kamu yakin ini tempatnya?" tanya Ye Xuan sambil mengerutkan alisnya.


"Aku yakin, pak tua Li Bao itu sering mengunjungi tempat ini untuk berlatih."


Ye Xuan mengaktifkan Eye of Truth, dia mendapati ribuan susunan formasi yang dapat mengidentifikasi orang yang masuk.


"Jadi begitu, dia tidak akan bisa ditemukan dengan cara biasa."


Ye Xuan mengeluarkan Bayangan Pedang, dia membuat 8 sekaligus.


"Flying Dragon Sword!" kata Ye Xuan menyebutkan nama keterampilannya.


Domain Qi disebar ke seluruh tempat yang ada di gua, dia mengangkat sudut bibirnya karena sudah menemukan targetnya.


Ye Xuan mengayunkan lengannya, 8 pedang langsung terbang dan menghancurkan semua tembok yang dilaluinya.


Labirin batu yang sudah disusun penghuni gua langsung hancur. Seorang pria berbadan kurus muncul dari balik debu akibat ledakan.


"Sombong, kau anak yang mengalahkan Li Bao, Kan?"


"Tidak, dia yang mengalahkannya." Ye Xuan menunjuk Feng Hu yang berbadan renta.


"Kau memang pandai bicara, apa yang kau inginkan dariku?"


Pria kurus itu adalah Seven Demon Blade nomor 5. Meski tubuhnya terlihat renta, dia punya keterampilan pedang yang tidak ada duanya.


Dia adalah perwujudan dari jenius tanpa usaha. Sayang sekali dia sudah puas dengan kemampuannya sekarang, jika saja dia terus berjuang tentu kekuatannya tidak akan berhenti sampai sekarang.


Meski hanya berada di Ranah Kenaikan 6, dia bisa mengalahkan Li Bao dengan satu gerakan. Namun karena tidak mau naik peringkat, pria misterius itu memilih untuk diam didalam gua.


Feng Hu yang tidak pernah menyebutkan namanya bingung. Begitu pula dengan Nihao yang identitasnya terkuak.


"Nama yang sudah aku lupakan, darimana kau bisa mengetahuinya?"


Ye Xuan menunjuk matanya. "Aku punya kemampuan khusus untuk melihat sekilas tentang target. Nihao adalah nama kecilmu, saat ini kau menggunakan Ju Yang."


"Aku benci mengakuinya, kau memang seperti rumor. Jadi?"


"Bergabunglah denganku?"


Nihao menggelengkan kepala. "Pergilah, aku tidak tertarik dengan kekuatanmu. Biarkan aku mencari jalanku sendiri!"


Nihao berbalik dan meninggalkan Ye Xuan dan Feng Hu. Dia tidak punya niatan untuk melawan Jiang Chen dan pasukannya.


"Baiklah, semoga harimu menyenangkan." Ye Xuan juga berbalik, dia meninggalkan Seven Demon Blade ke 5 di sarangnya.


"Tuan Muda, apa tidak bahaya?"


Ye Xuan menggelengkan kepala. "Dia punya pendirian yang kuat, bahkan Jiang Chen tidak akan bisa membujuknya kecuali mengancam keluarganya di Alam Qin-Yun."


"Jadi dia..."

__ADS_1


"Jangan mengatakannya, kita bukan kelompok penjahat. Jika takdir memang menghendaki kita bermusuhan, maka terjadilah itu."


Ye Xuan dan Feng Hu melanjutkan perjalanan menuju Seven Demon Blade ke 4. Tempatnya ada di balik air terjun, pria tua itu terus bermeditasi.


[Shi Wong (Kenaikan tingkat 9).]


Energi langit dan bumi telah di blokir, hampir semua manusia biasa tidak akan bisa menerobos tingkat Helf Immortal.


Feng Xia dan Wu Dong punya caranya sendiri untuk menerobos, tapi kekuatan mereka tidak terlalu stabil.


"Jangan menggangunya," kata Ye Xuan menghentikan Feng Hu yang akan menyerang.


Ye Xuan duduk dan mengedarkan Teknik Prinsip Jiwa. Udara di sekitarnya berubah sejuk dan pikiran semua orang menjadi tenang.


Feng Hu duduk, dia menikmati kesejukan angin dan menutup matanya. Dia teringat kejadian indah semasa muda, dia juga ingat saat-saat bahagia istrinya melahirkan Feng Xia.


'Kehidupan tiada akhir, hanya kenangan yang membantu kita tumbuh menjadi sosok yang tangguh'


Kalimat itu melayang di depan air terjun, Ye Xuan tidak menciptakannya tapi energinya membentuk kata-kata itu sendiri.


Singkat, padan, dan jelas kata-kata yang diciptakan Teknik Prinsip Jiwa. Ye Xuan langsung menyadarinya, begitu pula dengan Feng Hu.


Shi Wong membuka matanya, dia melihat tulisan yang melayang di udara. "Apakah Dewa Kematian sudah mendatangiku?"


Ye Xuan menjawab, "Belum. Aku datang untuk memberimu penawaran yang menarik."


"Pergilah, aku tidak ingin terlibat urusan dunia lagi."


Ye Xuan mengangguk dan berkata, "Dunia Fana ini hanya setitik debu tang ada di alam semesta. Bukankah kau ingin melihat semua keindahan alam semesta?"


Shi Wong tersenyum manis. "Seperti yang dikatakan wanita itu, aku harus berhati-hati saat berbicara denganmu."


"Wanita?"


"Dia Han Meli, sosok yang telah bekerja keras untuk menutup takdirmu. Dia mengarahkan semua pelacakmu padanya, jadi berterima kasihlah padanya."


Ye Xuan tidak tahu mengapa Han Meli melakukan itu, dia harus berpikir keras untuk mengetahuinya.


"Jangan pernah bertanya kenapa Han Meli melindungimu. Dia sudah kelelahan menipu takdir, jangan membuatnya semakin terbebani."


Ye Xuan mengangguk. "Kamu benar pak tua. Jadi apa keputusanmu?"


"Aku tidak akan..."


Ye Xuan menunjukan sebuah benda yang mungkin akan menyentuh hati Shi Wong. Dia mengeluarkan sebuah tongkat kecil yang terdapat ukiran abstrak.


"Anakmu meninggalkan ini padaku. Maaf, aku tidak bisa menyelamatkannya!"


Ye Xuan menyesal saat seorang anak muda tewas meski sudah mendapat perawatan. Lukanya disebabkan pertarungan pasukan Shadow Soul dan pasukan Lian Yu.


"Kematian adalah sebuah takdir, kenapa harus marah."

__ADS_1


"Kamu benar, kenapa harus marah." Ye Xuan justru membenarkan pemikiran Shi Wong.


"Tapi... Apa kamu pernah membayangkan di posisi mereka yang tidak pernah punya anak?" tanya Ye Xuan dengan suara pelan.


__ADS_2