Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Tuntutan


__ADS_3

Setelah matahari terbenam, giliran Lan Xue akhirnya tiba. Dia memilih untuk menantang penguji nomor 8 yang belum melakukan pertarungan setelah melawan Ye Xuan.


“Aku tahu kau dari keluarga Lan, tapi jangan salahkan aku karena kasar.” Penguji itu langsung menyerang Lan Xue dengan kekuatan penuh. Dia sedikit kesal karena tidak bisa mengalahkan Ye Xuan yang tidak punya kultivasi.


Lan Xue berakhir menjadi babi yang terus di pukuli, meski bertahan hingga 39 detik, dia tidak bisa menyerang balik sama sekali. Setelah ujian pertama Lan Xue harus di rawat dan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.


Ye Xuan tidak bisa melakukan apa-apa karena dia juga peserta, tapi Lan Shan yang marah besar langsung menggunakan koneksinya mencari tahu penguji yang memukuli adiknya.


“Persetan dengan para guru, aku ingin dia mati!” teriak Lan Shan yang sangat marah. Dia menyewa lebih dari 100 Inti Emas untuk menghabisi penguji yang memukuli adiknya.


Malam itu murid dalam bentrok dengan kelompok pembunuh, meski penguji Lan Xue terluka parah dia tidak kehilangan nyawanya. 100 kultivator ranah Inti Emas bernasib buruk karena Huang Tian ada di antara penguji.


Karena kejadian berdarah itu, para penguji mengundur ujian murid dalam sampai kondisi kondusif. Serangan dari kelompok misterius itu mengakibatkan kerugian yang cukup besar.


Huang Tian berkunjung ke kediaman Long Tianyun. “Ketua Long, Anda sudah mengetahui pelakunya, kenapa tidak menyingkirkan hama itu!” katanya dengan nada sedikit tinggi.


“Dia melakukan itu demi adiknya, jangan melakukan tindakan yang mencolok. Sekte Tianlong butuh orang yang loyal seperti itu, Keluarga Lan tidak pernah mengkhianati kita, mereka bahkan selalu hadir ketika ada perang besar.”


“Kamu benar Ketua, tapi anak bernama Lan Shan itu sudah berlebihan. Dia ingin menghabisi salah satu murid jenius di Sekte Tianlong.”


“Jenius? Aku pikir tidak. Dia mendapatkan kultivasinya sekarang berkat bantuanmu, apa calon pelindung sekte menjadi begitu emosional?”


“Aku salah tuan, lain kali aku akan mendidiknya lebih keras.” Huang Tian menundukkan kepalanya, meski dia lebih kuat dari orang tua di depannya. Namun saat bertarung, Huang Tian dipastikan akan kalah.


Gong Yuan muncul dan memberikan kabar. “Ketua, kepala Keluarga Lan memaksa masuk ke sekte. Dia meminta keadilan untuk anaknya Lan Xue, apa yang harus kita lakukan?”


Long Tianyun melirik ke arah Huang Tian. “Apa yang harus aku perbuat?” tanyanya dengan tatapan tajam.


“Keputusan Anda adalah perintah untuk hamba.”


“Jangan bodoh, aku bukan lagi pemimpin sekte. Biarkan Long Yuan menyelesaikannya.” Long Tianyun duduk kembali.


Long Yuan yang menjadi pemimpin sekte saat ini, meski tidak terlalu kuat dia punya kecerdasan yang sangat baik. Saat ini dia berada di ranah Kelahiran Jiwa tingkat 5. Meski jauh lebih lemah dibandingkan para petinggi sekte, dia selalu mendapat hormat dari semua orang.

__ADS_1


Lan Yan menerobos masuk ke ruang pertemuan, dia langsung menghadap Pemimpin Sekte. “Ketua, mohon keadilannya!” katanya dengan nada tinggi.


Seorang Leluhur sekte langsung melepaskan aura tingkat Kelahiran Jiwa. “Lan Yan jaga bicaramu!” katanya dengan nada sedikit marah.


Meski ditekan dengan kekuatan yang begitu mengesankan, Lan Yan masih berdiri tegap tanpa terpengaruh. Dia sudah menyembunyikan kultivasinya begitu dalam, tidak ada yang tahu bahwa dirinya sebenarnya adalah seorang Kelahiran Jiwa tingkat 3.


“Ketua Han, tolong mengerti keadaanku. Lan Xue hanya berada di ranah Pendirian. Tapi bajingan yang memukuli anakku tidak muncul dan minta maaf!” katanya dengan suara keras.


Meski di tekan banyak ketua sekte, Lan Yan tidak bergeming. Sampai akhirnya aura yang sangat kuat datang, dia adalah Huang Tian yang mengawasi penerimaan murid dalam tahun ini.


“Kepala Lan, mohon bersabar. Mari duduk dan mencari jalan tengahnya, aku akui ini memang kesalahanku sebagai pengawas.” Dia mencoba melindungi calon pelindung sekte.


“Ketua Huang, maaf atas kegaduhannya. Tapi izinkan aku melihat wajah bajingan yang melukai putriku!” kata Lan Yan memaksa pertemuan.


“Ketua Lan, dia sedang tidak sadarkan diri. Mungkin butuh dua bulan untuknya sembuh. 100 Inti Emas yang Anda kirim sudah melukai hampir semua penguji penerimaan murid dalam.”


Perkataan Huang Tian langsung membuat semua orang di ruangan diam, tidak ada yang berani menyebutkan pembunuh itu dari Keluarga Lan. Namun Huang Tian berada di posisi yang sangat berbeda, dia bisa saja menggulingkan Pemimpin Sekte saat ini dan menggantinya dengan orang lain.


“Aku berhasil membunuh 3 dari kelompok mereka, semuanya mengaku bahwa pembuat kontraknya atas nama Keluarga Lan. Kalau bukan Anda pasti putra Anda Lan Shan.” Huang Tian mulai melepas topengnya, matanya yang memancarkan cahaya merah menekan semua orang kecuali Long Yuan.


“Sudah cukup Ketua Huang. Ini hanya sedikit kesalahpahaman, mari selesaikan dengan damai.” Long Yuan mulai mengambil alih pembicaraan. Dengan kecerdasannya, dia memimpin pertemuan dengan sangat baik.


Disisi lain Ye Xuan sedang meramu obat herbal untuk membantu Lan Xue, entah mengapa dia harus membantunya. “Bodoh, mana mungkin aku bisa masuk ke tempat itu!” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Lan Xue di rawat intensif di rumah khusus milik Keluarga Lan, mereka menggunakan pil dan obat terbaik untuk menyembuhkan Lan Xue.


“Tempat apa?” tanya Meng Luo yang baru datang.


“Tidak Guru, aku hanya mengigau.” Ye Xuan langsung sadar diri, meski Lan Xue adalah satu-satunya perempuan yang dekat dengannya, tidak seharusnya menaruh perasaan pada anak kecil.


“Sial, aku bujangan 39 tahun. Bagaimana bisa menyukai bocah 16 tahun!” kata Ye Xuan dalam hati.


Meng Luo mendekatkan mukanya dengan tatapan datar. “Aku melihat ada yang sedang kau sembunyikan. Mungkinkah kau menyukai Lan Xue!” katanya dengan nada cepat.

__ADS_1


“Tidak, tidak, tidak mungkin aku menyukainya.” Ye Xuan membuang wajahnya yang tersipu malu.


Meng Luo terus menggoda Ye Xuan yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Meski masih kecil, kisah cinta menjadi sangat berarti di hari tua. Entah itu akan menjadi akhir yang indah atau buruk, kenangan itu akan selalu membekas di benak semua orang.


Matahari pagi mulai muncul disertai dengan kicauan burung yang indah, Ye Xuan melompat dari kasurnya karena suara pintu. Siapa lagi kalau bukan Wutu Sachuan yang melakukannya.


“Bajingan, sudah berapa kali aku mengatakannya!”


Sebelum mengomel, Wutu Sachuan tampak lesu dan duduk di kursi. Ye Xuan yang menyadari adanya masalah langsung mendekati sahabat karibnya itu.


“Ada masalah apa?”


“Saudara Ye, apa kamu pernah mendengar bandit gunung. Kedua orang tuaku dalam bahaya karena mereka dipojokkan di sisi Kota Lianyun.” Wutu Sachuan tampak sangat putus asa karena pemimpin bandit itu berada di ranah Inti Emas.


“Bandit? Apa maksudmu hutan terlarang di sisi utara Kota Lianyun?”


“Iya, orang tuaku kabur ke Kota Lianyun Utara. Mereka harus ke sini untuk mengamankan nyawanya.”


Ye Xuan langsung berdiri dari kursinya, dia teringat paman yang menjaga gerbang serta beberapa orang yang selalu dia temui di pasar. “Sial, kita harus berangkat sekarang!” teriak Ye Xuan dengan tatapan penuh dendam.


Meng Luo datang dan mengatakan, “Kamu punya waktu 2 minggu, kalau tidak kembali aku akan menyusul. Jangan biarkan nama Sekte Tianlong tercoreng karena kalah dari bandit.”


“Terima kasih Guru, tapi lawan kita seorang kultivator ranah Inti Emas. Mungkin butuh waktu yang lebih lama.”


“Aku tidak peduli, saat kamu tidak kembali dalam dua minggu aku akan mendatangimu.”


“Ketua Meng, sebaiknya Anda tidak membantu kami. Aku yakin Kakak Ye punya rencana.” Wen Lu muncul entah dari mana.


“Benar Guru, biar aku menyelesaikannya.”


Saat Meng Luo keluar Sekte, artinya dia melepaskan kursi Leluhur untuk selamanya. Ye Xuan tidak mau itu terjadi, jadi dia memilih untuk menyelesaikan masalah bandit atas nama Sekte Tianlong.


Setelah diskusi yang panjang, akhirnya Meng Luo memberi surat perintah untuk Ye Xuan dan dua temannya menyelesaikan masalah bandit di sisi kota Lianyun. Ketiganya langsung berangkat pagi itu juga, semua perlengkapan sudah disiapkan dalam cincin ruang.

__ADS_1


__ADS_2