
Setelah memberi hormat Ye Xuan segera bergerak ke arah utara, dia akan bergabung dengan kelompok Wei Li setelah mengeksekusi satu tempat lagi.
Setelah 5 jam berlari, Ye Xuan akhirnya sampai ke titik yang diinginkan. Gelapnya malam membuat tubuhnya tidak dapat dilihat ataupun dirasakan oleh orang di sekitarnya.
“Sepertinya ini lebih sulit.” Ye Xuan melihat ada 2 pembudidaya ranah Kelahiran Jiwa.
Setelah dua kamp yang terbakar, Long Xue menyuruh pasukan garis tengah untuk membantu garis depan. Jadi beberapa orang kuat akan membantu melindungi gudang pangan dan senjata pasukannya.
Seperti biasa, tempat yang mereka jaga hanya gudang senjata. Gudang pangan hanya di jaga orang-orang di ranah Pendirian. Mereka menganggap pembudidaya tidak membutuhkan makanan.
Ye Xuan membuka matanya dan sebuah api muncul membakar gudang pangan mereka. Matanya memancarkan sedikit petir ungu, api yang awalnya hanya membakar tiba-tiba bergejolak.
Api mulai mengeluarkan petir kecil dan menghancurkan semuanya lebih cepat. Petir kecil di api ungu membuat gudang pangan lebih cepat hancur, Ye Xuan tidak tahu mengapa itu bisa terjadi.
Saat ingin menunjukkan wujudnya, Ye Xuan melihat Long Djao menampakkan dirinya. Dia tertegun sejenak karena Domain Qi tidak bisa mendeteksi kehadirannya.
“Apa yang terjadi, kenapa musuh mengincar gudang pangan?” tanya Long Djao dengan tetapan serius.
Pria ranah Kelahiran Jiwa itu diam dan menundukkan kelapanya, dia tidak tahu mengapa musuh mengincar gudang pangan bukan gudang senjata. Tepat setelah melakukan itu, kepalanya melayang.
“Tidak berguna, kau terlalu bodoh.” Long Djao sangat kejam, dia langsung mengeksekusi pasukannya sendiri.
Semua orang yang melihatnya menegang, termasuk Ye Xuan yang masih bersembunyi dengan baik. Untungnya dia berdiri cukup jauh dari tempat kejadian, ia perlahan mundur untuk menghindari pertarungan.
Sayangnya setelah Ye Xuan mundur beberapa langkah, Long Djao menyadari ada yang salah. Dia langsung melepaskan energi ranah Ketiadaan tingkat 9. Gelombang energinya yang dilepaskan melewati tubuh Ye Xuan.
[Menggunakan 50 Energi Mental karena penguatan Shadow Rush.]
Untungnya ada sistem yang membantunya, Ye Xuan segera berlari menjauh dari tempat kejadian. Dia langsung bersembunyi di langsung pergi ke utara untuk menemui Wei Li.
Disisi lain Long Djao kebingungan, dia sempat merasakan kehadiran seseorang tapi setelah melepaskan energi Qi tidak ada orang. “Sepertinya ada orang yang cukup pintar, aku harus segera menemukannya.”
Ye Xuan menyuruh Wei Li dan kelompoknya untuk segera mundur. Empat kamp berhasil di acak-acak, 3 sudah hancur sepenuhnya dan 1 hanya sebagian.
“Kita serang barisan depan pasukan utama!” Ye Xuan dan kelompoknya menuju ke arah selatan atau tempat Long Xue berada.
__ADS_1
5 orang bergerak seperti bayangan hitam, tubuh mereka tersamar oleh gelapnya malam.
Wutu Sachuan dan Wen Lu yang sudah bersiap segera berteriak dengan suara lantang.
“Serang!” teriak keduanya yang memimpin dua pasukan yang berbeda.
Wutu Sachuan memimpin pasukan di arah barat daya, sedangkan Wen Lu berada di wilayah tenggara. Keduanya akan berfokus menyerang pasukan di barisan depan, Wen Xin dan Xu Ling akan mengurus semua orang yang terluka.
Dua pasukan itu punya pembudidaya unggul yang cukup banyak, terdapat 100 pembudidaya ranah Inti Emas tingkat 9 atau di bawahnya, ada 50 Pengembaraan Jiwa tingkat 2 atau di bawahnya, dan 5 Pengembaraan Jiwa tingkat 5 atau di bawahnya.
Perjalanan untuk mengarah ke arah barat daya ada laut yang luas, Wutu Sachuan harus berhati-hati dengan serangan kapal yang diparkir di tepi pantai.
Perang pecah, semua orang mengerahkan semua kekuatannya. Long Xue mengeratkan giginya karena saat ini pamannya sedang menginspeksi pasukan disisi utara.
Wutu Sachuan memimpin pasukannya dengan sangat baik, kebijaksanaan yang diberikan Naga Kuno dapat mempengaruhi keputusannya. Sedangkan Wen Lu cukup cerdas, jadi dia membawa pasukannya bertarung dengan baik.
Setelah satu jam bertarung, Wutu Sachuan dan Wen Lu menarik pasukannya. Mereka menyembuhkan lukanya dengan cepat. Tidak ada korban sama sekali, mereka berhasil lolos dari maut karena perlengkapan ramuan dan pil yang disiapkan.
Berbanding terbalik dengan pasukan musuh, dua kamp di acak-acak dan pasukannya hancur. Gudang pangan mereka hancur dan sebagian gudang senjatanya mengalami kerusakan.
Xu Ling bergabung dengan Wen Lu. Keduanya akan menahan pasukan musuh untuk sementara waktu.
“Semua orang tidur, kita akan bergerak lagi saat matahari terbit,” kata Wen Lu memberi perintah.
Mendengar perintah Wen Lu, Xu Ling tersenyum manis. “Sepertinya perang kali ini sedikit sulit. Pasukan Sekte Tianlong terlalu lemah, kita tidak bisa menjadi perisai mereka terus.”
“Aku juga berpikir begitu,” kata Wen Lu menyetujui pernyataan Xu Ling.
Malam telah berlalu, Wen Lu langsung menggunakan keterampilan tubuh ilahinya untuk menghalangi pandangan pasukan musuh. Pasukannya segera menarik busur panahnya, mereka menghujani pasukan musuh dari daratan yang lebih tinggi.
Ratusan anak panah langsung melesat ke arah pasukan musuh, Wen Lu menciptakan sebuah racun yang cukup mematikan saat terkena darah. Semua anak panah itu diolesi racun mematikan itu, sehingga perang ini hanya pembantaian satu pihak.
Long Xue yang masih bocah berteriak dari kursinya, “Pengecut! Kau menggunakan racun!”
Pria paruh baya yang menjadi penasihat Sekte Shenlong menenangkan Long Xue. “Putri, kita harus tenang. Meski kelompok musuh mendominasi di awal, dalam 3 hari semuanya akan bergerak bersama.”
__ADS_1
“Paman Kei, aku tidak sabar melihat kepala Ye Xuan menggelinding di kakiku. Ayo lakukan pergerakan tambahan!” kata Long Xue sambil merobek sebuah pesona kertas berwarna kuning.
“Pasukan harimau hancurkan musuh di wilayah Tenggara!” katanya dengan suara lantang.
Xu Ling menyempitkan matanya, dia melihat kelompok 100 orang menaiki kuda. “Pasukan musuh datang, apa yang ingin kau lakukan?” tanya Xu Ling dengan suara tenang.
“Kita harus menahannya lebih lama. Apa kamu bisa menghadapinya?” tanya Wen Lu sedikit cemas.
“Tentu saja tidak, kalau bos ada di sini mungkin mudah menyingkirkan mereka. Meski aku punya banyak pengalaman bertarung, saat ini aku hanya di ranah Pengembaraan Jiwa tingkat 1.”
Kelompok harimau dari pasukan Sekte Shenlong terdiri dari pembudidaya ranah Pengembaraan Jiwa dan Kelahiran Jiwa. Jadi menghadapi mereka dengan pasukan ini sama dengan bunuh diri.
“Baiklah, kita mundur. Tidak ada gunanya bertarung lebih lama.”
Keputusan Wen Lu membaut pasukan musuh bingung, setelah mereka menerobos kabut, tidak ada pasukan yang berdiri di atas lereng. “Mundur, kita harus melapor pada ketua.”
Dua pasukan mundur, Wen Lu menuju rumah komando yang didirikan di Kota Suzhou. Mereka menemui Wen Xin yang mengatur semua strategi perang.
“Kita kehabisan pilihan, apa kita harus meninggalkan kota Suzhou?” ucap Wen Xin yang sedikit putus saja.
Pasukan yang ada di kapal sudah turun, mereka akan segera menyerang cepat atau lambat. Karena kamp dan gudang pangan mereka hancur, mungkin membutuhkan beberapa waktu.
Dua hari berlalu dengan cepat, pasukan Sekte Shenlong tidak bisa berbuat banyak karena pasukannya sekarat. Meski makanan tidak terlalu signifikan, tapi kinerja otak dan semangat pasukannya menurun drastis.
Ao Ming menyuruh semua anggota Raja Langit untuk mundur ke wilayahnya. Dia ingin mengatur kembali orang-orang untuk perang selanjutnya.
Dalam tiga hari pasukan Raja Langit telah berkumpul termasuk Ye Xuan dan kelompok bayangan. Mereka baru sampai karena menghindari Long Djao.
“Kita tidak bisa harus menahan garis depan, seharusnya baris depan bagian Sekte Tianlong. Bukan berarti kita tidak membantu, kita akan menggunakan strategi gerilya!”
Ribuan orang di bagi ke dalam 100 kelompok. Semua orang bertugas menghancurkan persediaan musuh. Untuk pertarungan kasar akan diatasi Sekte Tianlong. Ao Ming sudah berdiskusi dengan Long Yuan untuk mengambil keputusan ini.
Ye Xuan tidak banyak berkomentar, dia juga setuju dengan keputusan ini. Kelompok mereka memang berspesialis menghancurkan sesuatu, jadi ini akan menjadi tugas sehari-hari.
“Semua bubar!” teriak Ao Ming menyelesaikan pertemuannya.
__ADS_1
Ye Xuan bersama 9 orang lainnya terlihat santai, mereka tidak harus bergerak cepat karena pasukan dari utara akan sedikit terlambat.