
Ye Xuan sempat tertegun, mulutnya tidak sanggup mengeluarkan kata-kata.
"Kau sudah banyak berubah." Lan Xue menyebutkannya sekali lagi.
Keluarga Lan terpecah belah setelah kerusuhan di Sekte Tianlong. Mereka mengembara untuk menemukan warisan leluhurnya.
Lam Xue tidak bisa melukai Ye Xuan yang tanpa terasa telah mencuri hatinya. Meski rupanya tidak setampan Long Tian, tapi daya tariknya melebihi semua orang yang pernah dia lihat.
Ye Xuan tersenyum manis. "Aku harus berubah karena dunia sudah mulai kacau."
"Kamu benar, kita ditakdirkan untuk terus berjalan di jalan yang berbeda."
[Lan Xue
Ranah : Ketiadaan tingkat 1
Status : Pengagum Rahasia
Kekuatan : 740
Stamina : 563
Kelincahan : 879.]
Statusnya benar-benar tinggi, Ye Xuan tidak tahu apa yang terjadi dengan Keluarga Lan.
"Dari sorot matamu, kau sedang menggali informasiku. Seperti yang kau lihat, aku sekarang jauh lebih kuat dari bayanganmu."
Lan Xue membanggakan kekuatannya, dia bisa menerobos tanah Ketiadaan tanpa halangan yang berarti.
"Aku memang sedikit terkejut, tapi itu masih dalam bayanganku. Bakatmu melebihi perkiraan orang, Akar Spiritual milikmu juga berkembang ke tingkat Bumi."
Pengetahuan orang awam mengatakan bahwa Akar Spiritual tidak bisa berkembang atau berubah.
"Seperti yang dikatakan orang itu, kau memang punya banyak sekali rahasia."
Lan Xue dan Ye Xuan bergerak bersama, mereka langsung menusuk Kepala Keluarga Jin bersama-sama.
Dua tusukan pedang berkolaborasi menciptakannya energi qi yang sangat kuat.
Kepala Keluarga Jin menggunakan kartu As miliknya. "Bocah sialan, kau memaksaku!"
Setelah terluka parah, Kepala Keluarga Jin meniup sebuah trompet kecil.
Suara trompet itu sangat keras dan memanggil seseorang. Sosok pria berkulit putih pucat muncul dan menyembuhkan Kepala Keluarga Jin.
"Jendral Hong, bantu aku!"
Jendral Hong adalah salah satu orang terpercaya Jiang Chen sakaligus orang Bandit Union yang paling dihormati.
"Kau kalah dengan dua bocah ingusan itu?" tanya Jendral Hong dengan tatapan menghina.
"Bocah laki-laki itu punya banyak trik. Dia bisa menyegel kekuatanku!" ucap Kepala Keluarga Jin dengan pupil mata yang gemetar.
"Tidak berguna." Jendral Hong langsung memenggal Kepala Keluarga Jin.
Jiwanya yang melayang langsung ditangkap dan diserap tubuhnya. "Tidak buruk, selangkah lagi aku naik ke ranah Kenaikan!" ucapnya pelan.
Jendral Hong mengarahkan pandangannya pada Ye Xuan, dia sedikit menyempitkan matanya karena tidak bisa melihat kekuatannya.
__ADS_1
"Oh, jadi kamu yang dimaksud Ketua Jiang. Senang bertemu denganmu, Aku Hong Ming."
Ye Xuan tersenyum manis karena lawannya tidak tau apa-apa tentang kemampuannya.
"Jendral Hong, kita tidak punya permusuhan. Jadi..."
Hong Ming segera bergerak, dia melesat layaknya peluru dan langsung mencekik leher Lan Xue.
"Ketua Jiang memang melarangku membunuhmu. Tapi wanita ini tidak ada dalam daftar."
Sebuah sayatan pedang muncul dan langsung mengarah ke tangan Hong Ming.
Menyadari ada bahaya, Hong Ming melepaskan cengkeramannya. Dia segera mengganti targetnya ke Ye Xuan.
Cengkeraman tangannya ingin meraih leher tapi tiba-tiba Ye Xuan menghilang.
Ye Xuan muncul lagi di atas, dia segera menggunakan Absolut Kill untuk membuat serangan pertama.
Hong Ming mengelak dengan cepat, dia membelalakkan matanya saat pergerakannya sudah dibaca.
Pedang Sky Splitter langsung merobek baju Hong Ming, Ye Xuan sedikit mengangkat sudut bibirnya. "Kenapa tidak menghindar?" tanyanya dengan santai.
Meski poin Kelincahannya tidak lebih tinggi dari Lan Xue, Ye Xuan punya Eye of Truth dan Shadow Rush.
Bukannya takut Hong Ming justru tertawa keras. "Jadi inilah alasan Ketua tidak ingin membuat masalah denganmu, kekuatanmu itu sangat aneh."
Luka sayatan di punggung Hong Ming tidak kunjung sembuh, darahnya berwarna hitam.
Ye Xuan tidak menggunakan teknik racun tapi energi ungu kehitaman bisa mengurangi kecepatan regenerasi musuh.
"Itu hanya karangan ceritamu." Ye Xuan masih bisa berbicara sopan dengan orang yang ingin membunuhnya.
Ye Xuan membelalakkan matanya, dia tidak dapat merespon karena tiba-tiba konsentrasinya goyah.
Seteguk darah segar keluar dari mulutnya, Ye Xuan memandang Hong Ming dan mengobservasi lingkungan sekitarnya.
"Kecepatan pembuatan Formasimu sungguh mengesankan, aku tidak akan terkena untuk kedua kalinya." Ye Xuan berdiri sambil meminum Ramuan Stamina.
"Bagus, ayo lanjutkan..."
Sebelum membuat gerakan, sosok hitam muncul di belakangnya dan merobek bajunya lagi. Sosok itu adalah Lan Xue.
"Jangan melupakanku."
Hong Ming maju dua langkah, dia tersenyum lebar. "Inilah yang aku benci dari wanita, mereka banyak omong dan tidak pernah bisa melihat situasi."
Luka yang disebabkan Lan Xue langsung sembuh, berbeda dengan sayatan pedang yang disebabkan Ye Xuan.
Cengkeraman Hong Ming langsung menangkap Lan Xue. Ye Xuan ingin menolongnya tapi tendangan Hong Ming sudah menerbangkan Lan Xue hingga pingsan.
Tidak sampai di situ, Hong Ming menghancurkan dua kaki Lan Xue. "Wanita sialan, matilah."
Ye Xuan yang marah langsung melesat layaknya anak panah yang baru lepas dari busurnya. Shadow Rush digunakan, dia menghilang dan muncul kembali di hadapan Hong Ming.
Absolut Kill dengan cepat di eksekusi dan menerobos perut Hong Ming.
Goresan kecil tampak telihat di kulit perutnya. Baju Hong Ming terkoyak dan pecah.
Saat Hong Ming masih belum bergerak, Ye Xuan menyiapkan Teknik White Slash dari Harimau Putih.
__ADS_1
Sebuah bayangan muncul di belakang punggungnya, bayangan itu berbentuk Harimau Putih yang sangat besar.
Hong Ming yang sadar tiba-tiba terkejut. "Harimau Putih, itu teknik serangan Klanku. Cepat kembalikan!"
Sayatan pedang yang dihasilkan ayunan pedang Ye Xuan merobek tanah dan membelah udara. Hong Ming sengan seluruh kekuatannya menghentikan White Slash.
"Haa..." teriak Hong Ming sambil memaksakan Qi dalam tubuhnya. Dia menjadi gila karena ketrampilan White Slash seharusnya di turunkan ke Keturunan Keluarga Hong.
Ye Xuan dengan cepat mengubah serangannya, dia bertarung seperti orang gila.
[Regenerasi Cepat digunakan.]
Meski sudah menggunakan semua kekuatannya, Ye Xuan harus mengakui keunggulan lawan. Dia terlempar jauh hingga membentur batu.
Seteguk darah segar keluar dari mulutnya, Ye Xuan memegangi dadanya yang terasa ngeri.
Hong Ming tidak memberinya kesempatan, dia terus melancarkan serangan. Sampai akhirnya cengkeramannya berhasil mengambil leher Ye Xuan.
"Kutu sialan, kau membuatku gila. Serahkan teknik itu padaku!"
Ye Xuan tersenyum manis, dia mencoba menggunakan energi mental untuk menghancurkan lengan Hong Ming.
Cengkeraman tangan Ye Xuan sangat kuat. Pergelangan tangan Hong Ming hancur.
"Argh, sialan!" teriak Hong Mong sambil mengayunkan tinjunya ke arahan wajah Ye Xuan.
Dengan sigap Ye Xuan menahan tinju Hong Ming dengan kedua tangannya.
Punggung Ye Xuan menghantam tanah hingga hancur. Sebuah cekungan tercipta akibat serangan Hong Ming.
"Matilah!" teriak Hong Ming yang melanjutkan serangannya.
Pukulan melayang ke arahnya, Ye Xuan menggunakan semua teknik pertahanannya untuk selamat.
Sampai akhirnya. "Paman Feng, aku sudah sampai batasku."
Feng Hu muncul dari udara kosong dan langsung memenggal kepala Hong Ming.
"Kau benar-benar gila, dia berada di ranah Ketiadana tingkat 9."
Ye Xuan tersenyum dengan wajah bonyok dan luka di sekujur tubuhnya. "Bukan masalah besar, aku harus melakukan ini."
[+8 Fisik, +10 Pertahanan, 4 Stamina.]
Setelah dihajar habis-habisan, Ye Xuan menyadari salah satu kemampuan Tubuh Ilahinya adalah peningkatan fisik, pertahanan, dan stamina.
Ye Xuan mengusap bibirnya serta darahnya, dia segera meminum ramuan Stamina.
"Apa kau membiarkan jiwanya pergi?" tanya Ye Xuan dengan suara pelan.
Feng Hu segera menarik jiwa yang ingin melarikan diri. "Siapa bilang, nutrisi ini sangat cocok untuk kita para pembudidaya Prinsip Jiwa."
Ye Xuan duduk dan memulihkan sedikit kekuatan. Setelah beberapa saat dia berdiri dan mengeluarkan Kristal Jiwa.
"Bajin*an kau akan menyesali ini. Ketua Jiang akan membunuhmu!" teriak Hong Ming yang tidak bisa membela diri.
Serpihan jiwa Hong Ming dipenjara dalam Kristal Jiwa, dia tidak bisa melihat apa-apa dan hanya menunggu untuk di olah menjadi nutrisi para pembudidaya.
"Aku tidak bisa membuat ramuannya sekarang. Sial, tangan kananku patah." Ye Xuan mengumpat karena rasa nyerinya tak tertahankan.
__ADS_1