Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Pertandingan


__ADS_3

Ye Xuan yang sudah jauh dari tempat kejadian berhenti di sebuah kota yang cukup ramai.


Dia melihat Ming Yu sedang berdebat dengan seorang pria. Ming Yu yang sekarang bisa dianggap sebagai jenius nomor 1 di kotanya.


Alasan utama Ming Yu pulang ke rumah untuk membungkam putra pemilik kota.


Meski jelas Ming Yu unggul di segala aspek, keluarganya tidak membiarkan Ming Yu meninggalkan Keluarga Ming.


Seorang pria berpakaian hitam mendekat, dia adalah salah satu orang yang sudah bersumpah setia pada Ye Xuan.


"Tuan Muda, Nona Ming kesulitan berdebat dengan Cao Cao. Dia adalah putra dari Cao Yuan yang kabarnya sudah masuk Seven Demon Blade."


"Tenanglah, aku sudah mengurusnya. Berikan pesan pada semua anggota kelompokmu, aku memberi mereka kesempatan setelah masalah Ming Yu selesai."


Pria berpakaian hitam itu terbelalak. "Baik, Tuan Muda."


Kesempatan yang ditunggu semua orang telah tiba. Ye Xuan selalu memperlakukan orang tergantung kesetiaannya.


Sumpah Darah, jika mereka mengucapkannya maka kultivasinya akan melambung tinggi. Contohnya sudah jelas, 15 orang yang mengucap sumpah darah sekarang berada di Ranah Penguatan Jiwa.


Ye Xuan dan Wen Lu akan menonton pertarungan, sedangkan Xu Ling malah bergabung dengan para kontestan yang ingin menantang Ming Yu.


"Apa tidak bahaya?" tanya Wen Lu.


"Biarkan saja, Ming Yu juga tahu seberapa hebat Xu Ling saat serius." Ye Xuan duduk manis menunggu pertarungan di mulai.


Xu Ling menggunakan wajah samaran, jadi tidak banyak yang bisa mengenalinya.


Pertarungan itu dimulai, ratusan kontestan ikut andil. Mereka saling bertarung, hanya 16 orang yang berhak melaju ke babak selanjutnya.


"Mulai!." Suara lantang itu berasal dari juri yang memandu pertarungan.


Pertarungan pecah, semua orang yang ada di dekat Xu Ling langsung terbang menjauh. Mereka terbang hanya dengan energi mental yang dipancarkan.


5 orang tidak melakukan apa-apa, mereka punya kekuatan setara dengan Kelahiran Jiwa atau di atasnya.


Ming Yu berada di ranah Penguatan Jiwa tingkat 6. Dia adalah tujuan akhir dari semua kontestan.


Keributan terjadi dimana-mana, Xu Ling yang tidak puas justru terjun ke medan kekacauan. Tanpa menggunakan pedang, dia menumbangkan setiap orang yang terkena pukulannya.


Tidak ada yang spesial dari perebutan 16 besar, kontestannya hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kecuali Ming Yu dan Xu Ling yang berdiri kokoh.


Pertarungan selanjutnya dimulai, Ming Yu melawan seorang pria yang membawa kipas bermarga Su.


"Aku tahu kau kuat, tapi jangan salah..."


Sebelum menyelesaikan perkataannya, dia diterbangkan keluar dengan telak tangan Ming Yu.


Udara di sekitarnya menjadi lebih dingin karena Qi miliknya sama seperti Batu Kosmik Hades.


"Aku tidak ingin membuang waktu!"


Pertanyaan berani Ming Yu memancing amarah dari semua pihak. Meski mereka tidak lebih kuat dari Ming Yu, para Taipan itu bisa menyewa pembunuh andal.


Xu Ling menang dengan drastis, dia memakan kekuatannya hingga sama persis dengan lawannya. Terlebih lagi dia hanya menggunakan tangan kosong tanpa menarik pedangnya.

__ADS_1


Cao Cao menang dengan mudah, dia membunuh lawannya yang terlambat menyerah.


Hu Ming juga menang mudah, dia adalah putra dari mantan jenderal perang Kerajaan Wu, Hu Wang Yu.


"Bagaimana dengannya?" tanya Ye Xuan pada pria berpakaian hitam di sebelahnya.


"Xin Wu, dia orang yang dijodohkan dengan Nona Ming."


"Tidak, aku bicara tenang pria bernama Hu Ming."


"Dia putra Hu Wang Yu seperti yang anda ketahui."


[Hu Wang Yu


Ranah : Kenaikan tingkat 1


Status : Musuh


Kekuatan : 1683


Stamina : 1529


Kelincahan : 1739


Mantan jenderal perang Kerajaan Wu, dia memilih untuk mendirikan kekuasaannya sendiri.]


"Tidak, dia Hu Wang Yu."


Pria pemberi informasi tidak menjawab, dia tidak ingin berdebat dengan tuannya.


Xu Ling berhadapan dengan Xin Wu. Pria narsis itu sebenarnya cukup kuat, dia berada di Ranah Penguatan Jiwa. Namun kurangnya pengalaman membuatnya tidak sebanding dengan Xu Ling.


"Menyerah saja, aku tidak ingin melukai wanita sepertimu." Xin Wu memandang Xu Ling dengan tatapan merendahkan.


Xu Ling bukan orang yang mudah tersinggung, dia tersenyum dan mulai mengepalkan tangannya.


Aura berwarna merah mulai menyelimuti seluruh tubuhnya. Dia menaikkan kekuatannya hingga ke ranah Penguatan Jiwa tingkat 1.


"Tidak perlu menahan diri atau wajahmu tampanmu itu akan hancur!" jawab Xu Ling dengan nada sedikit kasar.


"Sombong!"


Xin Wu menghilang, dia langsung menggunakan teknik pedangnya. Kecepatan ayunannya tidak bisa di remehkan, Xu Ling sempat kewalahan tapi langsung menyesuaikan diri.


Dua lengannya bisa menghentikan pedang Xin Wu, aura merah itu cukup kuat.


Meski bertahan dengan baik, Xin Wu menggunakan banyak keterampilan. Hingga membuat Xu Ling terdorong beberapa langkah.


"Dimana kesombongan mu tadi!"


Xu Ling mengepalkan tangannya, aura di kakinya berubah menjadi hitam. Dia langsung melesat dan menghilang, tiba-tiba muncul kembali di hadapan Xin Wu.


Kepala tangannya bersarang tepat di muka Xin Wu. Xu Ling tidak ingin berhenti begitu saja, dia mengangkat kaki kanannya dan melakukan tendangan ke arah perut.


Xin Wu diterbangkan hingga membentur dinding arena pertandingan. Dia memuntahkan seteguk darah segar hingga membasahi bajunya.

__ADS_1


"Tidak mungkin, bagaimana kau..."


Sebelum menyelesaikan perkataannya, Xu Ling sudah ada di depannya. Tinju yang lainnya bersarang tepat di wajah Xin Wu.


Wasit yang membela Xin Wu dan keluarga penguasa Kota langsung turun menghentikan Xu Ling.


"Sudah cukup, apa kau ingin membunuhnya?"


Xu Ling menggelengkan kepala. "Aku tidak menggunakan Qi, dia tidak akan mati hanya karena pukulan biasa."


6 wasit yang mengepungnya tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa mendeklarasikan kemenangan Xu Ling.


"Dia bocah yang menarik, aku sudah wanita sepeti itu!" kata Hu Wang Yu.


"Kau bisa saja mati karena mengatakan itu," sahut Ming Yu dengan tatapan dingin.


"Jika bukan karena Keluarga Ming, aku yang akan merobek mulutmu." Hu Wang Yu terlihat marah hanya karena provokasi kecil.


Karena Xu Ling memenangkan pertandingan, babak perempat final sudah dipastikan.


Xu Ling, Ming Yu, Cao Cao, dan Hu Ming akan bertarung memperebutkan gelar pertama serta berhak mendekati Ming Yu.


Pertandingan pertama antara Xu Ling dan Hu Wang Yu diselenggarakan.


Keduanya bersiap untuk bertarung. Sebelum mulai Ye Xuan mengirim transmisi suara.


"Jangan lengah, dia ada di ranah Kenaikan!"


Xu Ling tersenyum lebar. "Aku tidak akan menahan diri, sebaiknya jangan terlalu menekan kekuatanmu, Tuan Wang."


Perkataan Xu Ling membongkar kebenarannya yang disembunyikan Hu Wang Yu.


"Apa maksudmu, aku Hu Ming." Meski tenang dia tidak dapat menyangkal pengetahuan Xu Ling.


"Terserah apa yang kau katakan, aku hanya harus bertarung." Xu Ling tidak menahan diri, dia menggunakan Shadow Rush si ranah Ketiadaan tingkat 1.


Pedang berwarna merah di tarik dari udara kosong, energi hitam langsung menyelimutinya.


Xu Ling mulai bergerak, lantai di bawah kakinya langsung meledak. Tusukan pedangnya sangat kuat, dia menggunakan Absolut Kill dengan sempurna.


Hu Wang melihat bahaya, dia langsung menambah batasnya. Dia menghentikan serangan Xu Ling dengan pedangnya.


Dua ujung pedang saling bertabrakan, ledakan besar tercipta. Lantai yang terbuat dari marmer pilihan hancur, puing-puingnya terbang mengikuti gelombang udara.


"Kau masih saja meremehkanku!" ucap Xu Ling yang tersenyum lebar.


Ayunan pedangnya menciptakan sebuah sayatan berwarna hitam. Hu Wang Yu menghentikannya dengan ketrampilan keluarga.


Dua sayatan pedang saling bertabrakan, ledakan lain terjadi lagi. Namun kali ini jauh lebih dahsyat dari biasanya.


Pertarungan Xu Ling dan Hu Wang Yu semakin intens, mereka berdua beradu ketrampilan pedang.


Pengalaman dan banyaknya teknik yang digunakan Xu Ling membuat Hu Wang kewalahan. Kulitnya terus menerus terkena sayatan kecil, meski begitu lukanya tidak bisa sembuh.


Setelah menghancurkan semua arena, keduanya melompat mundur dan menstabilkan pijakannya.

__ADS_1


"Pertarungan yang menyenangkan, apa kau ingin lanjut?" tanya Xu Ling yang mulai melapisi wajahnya dengan energi hitam.


__ADS_2