Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Awal dari Kerusuhan


__ADS_3

Tiga orang yang melarikan diri langsung dieksekusi. Mereka semua adalah orang yang menjual keluarganya demi kekuatan.


Kelompok Rumah Badai Kosmik memang terkenal seperti itu. Bagi mereka yang ingin bergabung harus menghilangkan kasih sayang di dunia.


Gencatan senjata antara Wutu Sachuan dan Ling Yu akan dilaksanakan selama 7 hari. Tidak ada yang boleh menyerang satu sama lain, bahkan pengintai tidak diizinkan.


Ye Xuan yang selalu memperhatikan medan perang melihat dua orang menyusup masuk ke wilayah Wutu Sachuan.


"Li Bo, Li Hu urus mereka."


Li bersaudara langsung bergerak, langkah kakinya sangat sunyi. Mereka mengembangkan Langkah Bayangan hingga ke titik tertinggi untuk manusia.


Keduanya dengan cepat langsung menikam dua penyusup yang ingin mencari informasi.


Kejadian seperti ini sudah biasa terjadi di medan perang. Beberapa orang licik tidak mentaati etika perang demi sebuah kemenangan.


Ling Yu serang fokus penyembuhannya, jadi para petinggi perang memutuskannya sendiri.


Li bersaudara berhasil menikam mereka semua, mereka menggunakan Pelahap Jiwa untuk membantunya naik tingkat.


Serpihan ingatan dari dua orang itu terekam, Li bersaudara langsung menyampaikannya pada Ye Xuan.


"Jadi begitu, ada empat kelompok yang akan bergerak mencari informasi. Mereka adalah salah satunya."


Ye Xuan mengangguk dan mengirim kelompok Serigala Perang. "Gunakan kesempatan ini untuk mengasah teman-temanmu." "


Song Yu membawa seluruh anggotanya, mereka berjumlah 120 orang.


"Baik Tuan Muda."


Ye Xuan mengirim informasi keberadaan musuh melalui cahaya di ujung jarinya. "Jangan buat banyak keributan."


Semua orang mengangguk dan langsung berpencar. 120 orang dibagi menjadi 24 tim, mereka semua punya perannya masing-masing.


Song Yu yang akan memberi perintah. Ye Xuan tidak akan ikut campur supaya mereka belajar.


Song Yu dan teman-temannya tidak terlalu lemah, Song Yu ada di ranah Ketiadaan dan lainnya paling lemah di ranah Penguatan Jiwa tingkah 6.


"Jika ini lima tahun yang lalu, kelompok Song Yu saja sudah cukup untuk menghancurkan Kerajaan Xia." Ye Xuan memberikan komentarnya.


"Benar Tuan, Kerajaan Xia hanya ada Gu Jin-Long dan Xia Chang. Kalau melihat kelompok itu mata mereka pasti akan copot." Wei Li memberikan tanggapannya.


"Aku punya tugas untukmu, bawa ramuan ini pada pasukan Wutu Sachuan. Katakan padanya jangan buang-buang waktu, Ling Yu terluka parah."


Wei Li langsung bergetar, meninggalkan Ye Xuan dan Yang Xinhai.


"Untuk sekarang bersantailah. Gelombang perang akan terjadi sebentar lagi."


Tebakan Ye Xuan benar, setelah mendengarnya kabar kematian dua pengintianya, pasukan musuh mulai melanggar perjanjian.


Mereka terang-terangan menerobos perbatasan wilayah Wutu Sachuan.


"Tembak!" teriak Wutu Sachuan memberi perintah.


Ribuan anak panah melonjak ke langit, kemudian melesat langsung membunuh semua orang yang menerobos wilayahnya.

__ADS_1


Anak panah yang digunakan Wutu Sachuan tidak sederhana, ujung panahnya telah dilumuri racun yang mematikan. Namun dapat membuat orang yang terkena racun menjadi panik.


Karena kepanikan mereka yang tidak jelas, membuat pasukan musuh bergerak kemana-mana tanpa tujuan. Sebagian dari mereka menginjak teman-temannya sendiri hingga tewas, itu akibat dari panik yang berlebihan.


Perang kecil-kecilan antara pasukan Ling Yu dan Wutu Sachuan terjadi. Meski korban jiwanya tidak terlalu banyak, kelompok Ling Yu lebih diuntungkan karena mereka dalam posisi menyerang.


Para penyusun rencana dari kelompok Wutu Sachuan menggunakan cara unik. Mereka membiarkan musuh masuk dan mulai memasang jebakan, itu dilakukan untuk meminimalisir korban.


Kelompok Wutu Sachuan bingung karena tidak ada orang yang menerobos, mereka menunggu sampai pagi hari.


Pasukan Serigala Perang sudah menghabisi semua penyusup yang ingin membuat masalah.


Lian Yu kebingungan dia sudah mengirim ratusan Pengembaraan Jiwa untuk membuat masalah.


"Apa yang terjadi, kenapa tidak ada berita!" teriak Lian Yu yang baru keluar dari tempatnya.


"Tenang Tuan, mungkin mereka dalam perjalanan."


Tidak hanya hilang, pasukan yang direncanakan akan membuat medan perang terbakar tiba-tiba menghilang tanpa jejak.


"Kirim pengintai!"


Kelompok Lian Yu mengirim orang-orang di tingkat Penguatan Jiwa. Mereka mencari tahu keberadaan tim sebelumnya.


Namun setelah mencari seharian, tidak asa tanda-tanda keberadaannya.


"Hilang, kami tidak bisa menemukannya."


Lian Yu mengerutkan kening, dia memikirkan kemungkinan. "Apa mungkin mereka tertangkap?"


"Aneh, meski mereka mati harusnya..." Lian Yu teringat kemampuan Ye Xuan.


"Sial, jadi orang itu ada di sini."


Ye Xuan menjadi momok paling menakutkan yang bisa menghilangkan keberadaan orang tanpa meninggalkan jejak. Api Ungu miliknya sangat terkenal, api itu bisa membakar benda hingga menjadi abu halus.


"Kita tidak bisa menunda lagi, katakan pada Li Bao!"


Li Bao adalah salah satu Seven Demon Blade, dia berada di urutan ke 3. Kekuatannya setara dengan pembudidaya Ranah Kenaikan tingkat 9.


Bukan kekuatan Qi nya yang menonjol tapi keterampilan pedangnya yang terlalu kuat. Bahkan orang-orang menyebutnya Manusia Pedang.


Perang kecil-kecilan terus terjadi, pasukan Lian Yu semakin terkikis karena tim Serigala Perang melakukan tugasnya dengan baik.


Setelah seminggu, Lian Yu menyangkat pedangnya. Dia berdiri di depan pasukannya dengan gagah berani.


Seorang pria paruh baya berdiri di sebalah Lian Yu. Tatapannya tajam seperti seekor harimau yang mencari mangsanya.


Ye Xuan mengirim transmisi suara. "Hati-hati dengan orang itu berada di ranah Kenaikan tingkat 9."


Wutu Sachuan tertegun saat mendengarnya, dia harus menyusun strategi untuk mengamankan pasukannya.


"Tidak perlu takut, Paman Feng sudah siap di barisan depan. Dia yang akan mengurus orang bernama Li Bao, tugasmu hancurkan mental musuh!"


Wutu Sachuan mengangguk, dia mengangkat kepalan tangannya. "Serang! Lindungi halaman rumah kita!"

__ADS_1


Pasukan Wutu Sachuan bergerak duluan, mereka berjuang demi mempertahankan wilayah kekuasaannya.


Perlu diketahui pasukan Wutu Sachuan sudah memisahkan diri dari Kerajaan Xia. Mereka menjadi pasukan independen yang didukung oleh Keluarga Wutu.


Lian Yu mengangkat pedangnya. "Serang!"


Lian Yu dan Wutu Sachuan terbang ke langit, pertarungan mereka dilanjutkan.


Li Bao Sang Manusia Pedang tidak menemukan musuhnya, dia menghela napas kecewa. Namun tiba-tiba ujung pedang tiba-tiba muncul di depan matanya.


Pedang langsung lepas dari sarungnya, Li Bao terbelalak tidak percaya. "Kau bisa lolos dari Domain Qi milikku, menarik."


Orang yang ada di depan Li Bao adalah Feng Hu yang menggunakan wajah palsu.


"Aku hanya beruntung."


[Feng Hu


Ranah : Half Immortal tingkat 3.]


Kekuatannya meningkat sangat banyak karena aliran waktu di Alam Nemo dan Dunia Buatan berbeda dari Dunia Fana.


Hanya butuh 5 tahun waktu Dunia Fana untuk membuat seorang pembudidaya ranah Kenaikan tingkat 2 ke Helf Immortal tingkat 3.


Li Bao tidak bisa memprediksi gerakan musuhnya, dia tertawa terbahak-bahak. "Jadi kau juga seorang Pendekar Pedang."


"Ya itu hanya hobi sampinganku. Kau tahu, hidup menjadi seorang instruktur itu merepotkan." Feng Hu menghunuskan pedang bermata satu miliknya. Pedang itu lebih mirip seperti golok sepanjang 60 centimeter.


"Haha, aku suka..."


Tepat setelah menyelesaikan perkataannya, Li Bao menghilang. Dia melesat ke arah Feng Hu dan menunjukkan kebolehannya bermain pedang.


Feng Hu punya kemampuan mata turunan, dia mendapatkan itu karena teknik khusus pemberian Ye Xuan. Sehingga dia bisa melihat kelemahan dan kekurangan targetnya.


Saat pedang keduanya ingin bertabrakan, Pedang Feng Hu menembus pedang lawannya.


Li Bao tersentak, dia langsung menghindar dan melompat mundur. "Kau masih saja menggunakan trik murahan."


Meski hanya mengunakan Shadow Blade, Li Bao mundur karena panik. Padahal dia punya pedang yang lebih panjang.


Feng Hu mengangkat kedua bahunya. "Trik kecil itu dapat memotongmu."


"Sombong!"


Kedua pedang berkelebat, mereka berdua tidak ada yang mau kalah dalam permainan pedang.


Disisi lain Ye Xuan bosan melihat perang yang sudah jelas pemenangnya. "Ayo kita tambah bahan bakarnya!"


Dua bayangan pedang tercipta dari gabungan Energi Qi, Mental, dan Tekad Pedang.


"Meledaklah!" teriak Ye Xuan melempar dua pedangnya.


Dua bayangan pedang itu meledakkan pasukan barisan belakang musuh. Lian Yu sempat kehilangan fokus karena pasukan lapis keduanya di serang.


"Pengecut!" teriak Lian Yu.

__ADS_1


Wutu Sachuan memanfaatkan celah yang ditinggalkan, dia langsung menghantam pipi musuhnya hingga melesat jatuh menghantam tanah.


__ADS_2