Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Lanjutan


__ADS_3

Serangan dari pasukan Kekaisaran membuat pasukan Kota Huzha kebingungan, mereka diperintahkan untuk mundur tapi dua wanita melesat menyerang kamp musuh.


“Apa yang kalian tunggu, mundur!” Teriak Jin Feng memberi perintah pada pasukannya.


Mereka sudah terlalu jauh maju, jadi Jin Feng berpikir untuk mundur sedikit demi membuat pertahanan musuh melemah. Namun dua orang dari Shadow Soul memaksa menerobos dan mengungkapkan kekuatannya.


Jin Feng yang berada di ranah Golden Immortal tidak tahu apa dia bisa sekuat dua wanita itu. “Aku mulai terbiasa, semua orang-orangnya tidak ada yang normal.”


“Apa kamu sedang membicarakan aku?” Tanya Ye Xuan yang muncul di sebelah Jin Feng.


Sontak Jn Feng melompat kaget, dia tidak langsung menyerang karena hawa keberadaan Ye Xuan benar-benar hilang. “Tuan Muda, kamu salah paham. Aku hanya memuji dua orang itu, yah… sedikit berlebihan si.”


“Aku juga berpikir begitu, mereka sedang bersemangat tidak baik menahannya.” Ye Xuan mengatakan itu dengan ekspresi datar.


Jin Feng tersenyum tipis dan tidak membuka mulutnya lagi.


Setelah berhasil menghancurkan kamp musuh, Wen Xin dan Luo Yi segera kembali ke Kamp Kota Huzha. Keduanya meregangkan badannya dan segera duduk di dekat Ye Xuan.


“Tuan Muda, kami sudah menyelesaikan semuanya. Pasukan musuh mundur.” Wen Xin memberikan laporan.


Ye Xuan menggelengkan kepala. “Sebenarnya kita ingin mundur dan mengejutkan musuh, tapi karena kalian sudah bertindak mari ubah strateginya.”


Mempertahankan Kota Huzha lebih sulit dari yang dibayangkan, tidak hanya kekuatan mereka terbatas tapi makanan dan kebutuhan harian mereka sangat minim. Jika perang ini terus berlanjut, tidak hanya penduduk biasa yang akan terkena imbasnya, bahkan para kultivator juga akan segera meninggalkan pasukan.


Jin Feng merenung kebingungan di harapan Ye Xuan dan dua rekannya. Dia tidak bisa membuat keputusan yang paling baik untuk dua kondisi yang begitu membingungkan.


“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Wen Xin yang dulunya juga seorang pemimpin yang memimpin pasukan besar di Dunia Fana.


“Kita kekurangan banyak hal, pasukan kita berada dalam ambang kematian.”


Wen Xin membuka peta wilayah di sekitar Kota Huzha. “Lihatlah, di sini ada sebuah danau. Memanfaatkan arena itu kita dapat mencukupi keutuhan air.”


Jin Feng mengangguk. “Air di sana memang sangat melimpah, tapi kebutuhan orang tidak hanya air.”

__ADS_1


Wen Xin menggelengkan kepala. “Apa kamu lupa markas kita?”


Jin Feng langsung mengalihkan pandangannya pada Ye Xuan yang terlihat santai mendengar diskusi mereka berdua.


“Lakukan yang menurutmu baik, semua horbal di Alam Nemo dan dunia lainnya memang digunakan untuk kemakmuran bersama.” Ye Xuan memberi persetujuan.


Wen Xin mengangguk. “Bukankah masalahmu sudah selesai, bahkan jika semua orang di Kota Huzha hanya makan, minum, dan tidur, mereka tidak akan mati kelaparan.”


“Nona Wen, kamu memang cerdas. Memanfaatkan danau, kamu ingin membuat musuh mengira danau itu adalah sumber kekuatan pasukan kita.”


“Ternyata kau cukup pintar, tidak hanya danau itu. Mari buat 4 danau lain di sekitar Kota Huzha!”


“Untuk apa…”


Sebelum mendapatkan jawabannya, Jin Feng melihat lingkaran pada peta wilayah Kota Huzha. “Apa maksudmu Ita harus membuat sungai?”


“Itu rencana selanjutanya, yang terpenting sekarang membuat musuh berpikir kita sudah mendapatkan solusi untuk perang jangka panjang.”


Jin Feng mengangguk. “Kamu benar!”


Hanya dalam satu malam, kepemilikan danau sudah berpindah tangan. Song Yu sebagai pemimpin tim Serigala Perang akan menjaga tempat itu. Dia membuat susunan formasi yang sangat kuat untuk melindungi danau.


Serigala perang membawa 300 anggotanya, mereka berjaga dan mengenakan pakaian yang terlihat mahal untuk mengelabui musuhnya.


Setelah danau berpindah tangan, Jin Feng memberikan orang-orang di Kota Huzha makanan dan beberapa obat herbal. Dengan batuan Ming Yu Sang Peramu dan Bai Lu Sang Alkemis, semua orang mendapat kembali stamina dan semangatnya.


Tidak hanya mendapatkan kekuatan, bahkan semua orang mendapat keuntungan besar dari meminum ramuan ajaib buatan Ming Yu dan Bai Lu. Keduanya adalah orang terbaik di Shadow Soul yang memfokuskan dirinya untuk membuat ramuan dan obat-obatkan.


Satu bulan berlalu, perang terus berlanjut tapi pasukan Kota Huzha masih tetap bugar tanpa ada korban jiwa. Hal itu membuat pasukan Kekaisaran menjadi gelisah, pemimpinnya segera mengirim mata-mata untuk mencari informasi, sedangkan pasukan Demon memilih untuk mundur karena salah satu Demon Knight mengundurkan diri.


“Tuan Muda, bagaimana kau bisa menyulap mereka menjadi kultivator yang menjanjikan hanya salam satu bulan?” Tanya Jin Feng yang kebingungan dengan apa yang dia lihat.


Lebih dari 10 ribu orang berubah menjadi kultivator ranah Pengembaraan Jiwa dalam satu bulan. Prestasi ini tidak ada dalam sejarah manapun, satu bulan orang tanpa kultivasi berubah menjadi pembudidaya unggul di sebuah desa. Meski mereka tidak terlalu unggul di Dunia Tinggi, mereka bisa menjadi pemimpin desa di Dunia Rendah.

__ADS_1


“Aku tidak melakukan apa-apa. Mereka berusaha lebih keras dari yang kau bayangkan.” Ye Xuan menjawab dengan santai, dia sedang membaca laporan dari Wen Li.


“Apa kau sudah selesai dengan persiapanmu, pasukan kekaisaran sudah mulai bergerak ke arah Danau di utara,” lanjutnya sambil membakar kertas di tangannya menggunakan Api Ungu.


“Semua sudah selesai, kapan kita mulai bergerak?”


“Itu terserah padamu, aku hanya akan melawan orang terkuat di pasukan musuh. Tentu saja terkuat menurut pandanganku.”


Jin Feng mengangkat pedangnya di depan Ye Xuan. “Semua pasukan bersiap untuk perang!”


Suara yang begitu lantang terdengar sampai ke ujung tempat latihan Pasukan Kota Huzha. Setelah mendengar seruan Jin Feng, semua pasukan bergegas berkumpul dan membuat barisan rapi.


“Kita hancurkan pasukan musuh!” Teriak Jin Feng membakar semangat juang pasukannya sambil menunjuk danau yang dirumorkan menjadi kekuatan utama Kota Huzha.


10 ribu kultivator unggul bergerak menuju tempat yang di sudah direncanakan, Jin Feng memimpin pasukannya dengan ekspresi penuh percaya diri.


Ye Xuan melepaskan energi, dia menggunakan Domain Qi untuk memeriksa orang yang mencurigakan. Ternyata tebakannya benar, ada lebih dari 10 orang yang menjadi mata-mata pasukan kekaisaran.


“Penyamaran yang sangat mengesankan,” kata Ye Xuan dengan senyum tipis.


Informasi penting itu dibocorkan langsung ke pemimpin pasukan Kekaisaran, setelah menerima pemimpin pasukan langsung mengerjakan tim terbaiknya untuk menghancurkan Kota Huzha, dirinya juga ikut dalam tim.


Tim yang beranggotakan 200 orang terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Kota Huzha, tatapan mereka tampak penuh dendam. Namun langkah mereka di hentikan oleh 7 orang yang memegang senjatanya.


Ye Xuan menggunakan pedang, Wutu Sachuan menggunakan sarung tangan besi, Wen Lu menggunakan tombak, Wen Xin menggunakan pedang tipis, Xu Ling menggunakan pakaian tempur berwarna merah, Chu Feng membawa pedangnya, Mu Mixue mengenakan sepatu tempurnya.


Wi Li, Yan Xinhei, dan Li bersaudara menyembunyikan keberadaannya. Mereka ditugaskan untuk langsung mengeksekusi musuhnya yang lengah atau kabur.


Tak Hongjing berdiri di atas menara pemantauan. “Senangnya jati anak muda, ngomong-ngomong kenapa aku di sini?”


Meng Luo menepuk pundak Tao Hongjing. “Kita sebagai orang tua hanya bisa menonton anak-anak kita berkembang.”


“Kamu benar, tapi kenapa kita harus menjaga formasi?”

__ADS_1


“Aku juga bertanya-tanya tenang itu.”


Long Tianyun menyambar, “Kita hanya budak yang harus menuruti tuannya! Sialan, liburan pandangku!” Lanjutnya dengan nada tinggi.


__ADS_2