Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Shadow Soul


__ADS_3

Sebuah Armor kesatria terbentuk dari energi hitam, Xu Ling menunjukkan seluruh kekuatannya.


Arena yang awalnya kokoh tiba-tiba bergetar. Pilar-pilar disekitarnya mulai runtuh dan formasi yang melapisinya robek.


Hu Wang tidak tinggal diam, dia merasa takut hanya karena lawan tidak punya Energi Mental yang lebih tinggi.


"Gadis sombong! Aku tunjukkan kekuatan yang sebenarnya!" kata Hu Wang menunjukkan kekuatan aslinya.


Bentrokan dua energi membuat seluruh arena terguncang. Penonton yang berada di bawah tanah Penguatan Jiwa langsung berhamburan.


Xu Ling membuat gerakan awal, tubuhnya melesat dengan sangat cepat. Pedang di tangan kanannya berayun, tercipta sebuah sayatan pedang berwarna hitam.


"Lemah!" kata Hu Wang menghempaskan sayatan pedang itu.


Pedang di tangan kiri Xu Ling sudah siap menusuk saat sayatan pedangnya menghilang.


Dengan gagah berani Hu Wang menghentikan tusukannya dengan pedang.


Ledakan energi menghancurkan seluruh dinding dan lantai. Xu Ling tersenyum lebar, dia terus menyerang dengan target yang terus berubah.


Hu Wang yang masih kurang pengalaman hanya bisa bertahan. Luka di sekujur tubuhnya semakin banyak, sayatan kecil perlahan menjadi besar dan rasanya tak tertahankan.


"Argh, sialan kau pakai racun!"


Xu Ling tidak menjawab, dia sudah masuk dalam mode konsentrasi penuh. Di matanya hanya ada musuhnya, Hu Wang.


Pertarungan terus berlanjut, luka di sekujur tubuh Hu Wang mulai mengeluarkan asap hitam.


"Xu Ling cukup!" teriak Ye Xuan yang tidak ingin melihat ada korban jiwa.


Dia berdiri menghentikan Xu Ling yang mengamuk.


Xu Ling langsung melompat mundur dan melihat ke arah Ye Xuan. "Aku kalah," katanya sambil menghilang menggunakan Langkah Bayangan.


Ye Xuan tahu Xu Ling hampir kehilangan kontrolnya. Meski tidak akan terjerumus ke Iblis Jiwa, Xu Ling bisa saja menggunakan Energi Kehidupannya.


Hu Wang masih berdiri di tempatnya, dia menatap kosong ke arah depan. Setelah beberapa saat dia terjatuh tak sadarkan diri.


"Maaf Tuan Muda, aku terlalu berlebihan." Xu Ling muncul di sebelah Ye Xuan dengan wajah yang berbeda.


"Minumlah, Energi Jiwamu hampir habis. Apa kau ingin bunuh diri?" tanya Ye Xuan.


"Aku hanya sedikit putus asa, semua pengalaman dan kekuatanku sudah keluar. Tapi bocah itu tidak tumbang."


"Kau tahu sendiri, dia ada di ranah Kenaikan. Mengalahkannya tanpa menggunakan Energi Hukum sama saja bodoh."


"Itu salahku Tuan Muda."


Xu Ling terlalu terpaku dengan kekuatan kasar, dia lupa tidak menggunakan energi Hukum yang dipelajari seluruh anggota Ye Xuan.


Hukum yang dipelajari adalah Hukum Jiwa, energi jiwa dapat menciptakan semua hukum lainnya yang lebih rendah darinya.


Ruang dan Waktu hanya hukum rendahan di bandingkan Hukum Jiwa, jadi Ye Xuan percaya kelompoknya akan mendominasi seluruh alam semesta.


Semua orang tidak bisa berkata-kata lagi, mereka hanya bisa melongo melihat arena pertarungan hancur.


"Ahli formasi, berapa lama perbaikannya?" tanya Ketua Cao.

__ADS_1


"Dua hari, Tuan."


Pertandingan di tunda dua hari dengan kontestan yang sama. Xu Ling menunjukkan keganasan anggota Ye Xuan yang belum punya nama.


"Mulai sekarang nama Kita Shadow Soul." Ye Xuan mendeklarasikan namanya dengan suara telepati.


Ming Yu tidak diperbolehkan menemui Ye Xuan sebelum menyelesaikan urusannya. Jadi dia kembali ke Rumah Keluarga Ming.


"Apa kamu lihat ayah? Dia adalah seniorku."


"Siapa yang peduli dengan gerombolan pasukan tanpa nama itu!"


"Tidak, tuan muda baru saja mengatakan nama pasukan kita adalah Shadow Soul."


"Kau selalu saja mengagungkan Tuan Mudamu, dia hanya bocah hal yang tidak tahu kejamnya dunia!"


Pertengkaran antara anak dan ayah tidak bisa dihindarkan. Ayah Ming Yu tidak tahu bahwa Hu Ming adalah Hu Wang yang selalu dia agungkan.


Dua hari telah berlalu arena pertandingan diperbaiki seadanya untuk menentukan pemenangnya. Hu Wang Yu mundur karena lukanya tidak bisa disembuhkan.


Cao Cao berhadapan dengan Ming Yu, para penonton mulai berdatangan. Mereka ingin melihat pertandingan akbar dari dua jenius di kotanya.


Cao Cao menenangkan dirinya dengan duduk bertumpu pedangnya. Sedangkan Ming Yu duduk bersila sambil mengedarkan Teknik Kultivasi Prinsip Jiwa.


Setelah 15 menit menunggu tanpa mengatakan apa-apa, akhirnya wasit masuk ke dalam arena. Dia adalah pria yang mungkin dikenal Ye Xuan dulu, Shu Han.


[Shu Han


Ranah : Kenaikan tingkat 6


Ye Xuan hanya bisa menghela napas, cepat atau lambat dia harus berhadapan dengan teman lamanya.


"Sayang sekali, dia bedara di pihak musuh."


"Bukankah dia Shu Han?" tanya Xu Ling.


"Benar, bagaimana penampilannya sekarang?"


"Tampan dan menawan, sepertinya dia juga tambah kuat."


Ye Xuan tersenyum manis. "Ya, dia setidaknya sekuat dirimu saat serius. Sayang sekali dia berada di pihak Jiang Chen."


Xu Ling terdiam, dia tidak bisa membayangkan berapa banyak penderitaan yang harus ditanggung tuan mudanya.


"Tuan, kamu..."


"Tidak perlu khawatir, manusia punya akal untuk menentukan keputusannya. Jika ini jalannya, maka kita sudah ditakdirkan untuk menjadi musuh."


"Mulai!" teriak Shu Han dengan suara lantang.


Ming Yu dan Cao Cao melesat maju, mereka menggunakan senjatanya masing-masing.


Ujung dua pedang bentrok, ledakan energi terjadi lagi. Namun kali ini tidak seburuk sebelumnya.


Pertarungan Ming Yu dan Cao Cao terlalu membosankan karena hanya mengadu ketrampilan pedang.


Semua penonton melihatnya dengan tatapan rendah, karena mereka sudah melihat pertarungan Xu Ling dan Hu Wang.

__ADS_1


Ming Yu memutar pedangnya, 12 bayangan pedang tercipta membentuk sebuah lingkaran di belakang punggungnya.


"Aku mengakui kemampuanmu, sayangnya aku harus menang!"


Cao Cao menggelengkan kepalanya, dia memasukkan perangnya kemudian digantikan golok sepanjang 40 centimeter.


Gaya bertarung Cao Cao diubah, dia tidak ingin terus menahan diri. "Awalnya aku hanya ingin hadiah Pemilik Kota, tapi sekarang aku ingin mengalahkanmu!"


Kedua kontestan tersenyum lebar mereka saling mengadu teknik pedang.


12 bayangan yang ditunjukkan Ming Yu menusuk, menebas, dan menyayat dengan sangat cepat.


Cao Cao dengan goloknya bertarung dengan ganas, dia mengabaikan luka kecil untuk membuat serangan kuat.


Sayangnya orang seperti Cao Cao adalah makanan empuk untuk semua anggota Shadow Soul.


Dua senjata bentrok terus menerus, gelombang energi mulai menggetarkan arena. Formasi yang dianggap sangat kokoh tiba-tiba pecah.


"Apa yang terjadi, apa kau tidak bisa bekerja!" teriak Pemilik Kota.


Xin Yu terbelalak tidak percaya, Cao Cao adalah anak dari Seven Demon Blade. Seharusnya uang yang dia beri sudah cukup untuk mengalahkan Ming Yu.


"Tidak mungkin, bagaimana dia bisa sangat kuat dalam 5 tahun?"


Ming Yu masih kurang pengalaman, dia tergelincir karena napasnya tidak beraturan.


Sayatan pedang Ming Yu menghantam dadanya, Cao Cao di lempar sejauh 10 meter.


Ming Yu tidak memberinya ampun, dia terus menggunakan serangan dan keterampilannya.


Cao Cao berusaha keras untuk bertahan, sampai akhirnya dia kehilangan akal.


"Sial, kau memaksaku!"


Energi hitan meluap dari tubuh Cao Cao, dia menggunakan energi kematian khas dari Rumah Badai Kosmik.


Semua orang yang melihatnya langsung terbelalak.


"Cao Cao dari Rumah Badai Kosmik?" tanya semua orang yang melihatnya.


Ye Xuan dan Xu Ling tampak biasa, mereka sedang memperhatikan cara kerja energi kematian.


"Jadi begitu, energi kematian didapatkan dari jiwa yang penuh dendam. Makanya orang yang masuk ke dalam jurang iblis adalah makan empuk untuknya." Xu Ling mengungkapkan pendapatnya.


"Kamu tidak salah, tapi ada satu yang tidak biasa. Tubuh mereka harus kuat dan punya tetesan Darah Naga." Ye Xuan menunjukkan kesalahan Xu Ling.


"Darimana dia bisa mendapatkannya?"


"Jiang Chen, dia adalah Pangeran dari Dragon War. Bisa jadi darahnya mengandung darah naga kuno atau mungkin sesuatu yang lebih misterius."


Ye Xuan tidak bisa memperhatikan musuhnya selama ini karena harus fokus bertarung. Namun kali ini dia bisa fokus menonton dan mengungkap kebenarannya.


Jiang Chen memahami Hukum Kematian dan Takdir, makanya dia bisa mengubah serpihan jiwa seseorang menjadi kekuatannya. Kemudian dia juga bisa membaca takdir seseorang seperti Feng Xia dan Han Meli.


"Perhatikan semua langkahnya, mungkin kita bisa menciptakan gerakan pembatalannya," kata Ye Xuan memberi perintah Xu Ling.


Alasan Xu Ling menjadi pembudidaya lepas dan terus bertahan ialah kemampuannya menganalisis sesuatu. Makanya dia sangat percaya diri meski melawan Hu Wang Yu yang jauh lebih kaut darinya.

__ADS_1


__ADS_2