
Tidak ada yang tahu apa yang dibicarakan Feng Hu dan Feng Xia, mereka berpisah begitu saja setelah ratusan tahun tidak bertemu.
Ye Xuan tidak ingin mengetahuinya, dia langsung memasukkan Feng Hu dan menunggu sekelompok serigala perak.
Setelah menunggu beberapa saat, Ye Xuan baru sadar akan sesuatu.
"Tempat apa ini? Bagaimana caraku kembali?" tanya Ye Xuan sambil tersenyum kecut.
Dia lupa mengingatkan Feng Xia untuk membawanya kembali. Umpatan yang cocok dalam kondisi ini adalah, "Sial!"
Sekelompok serigala perak menghampirinya, Ye Xuan berdiri tegap melihat mereka berjejer rapi. Ada 150 Serigala Perak yang berada di depannya.
"Aku menginginkan kesetiaan mutlak, makanya..."
Ye Xuan mengirim informasi melalui cahaya dari ujung jarinya, informasi itu tentang sumpah darah.
Semua serigala saling memandang, mereka harus memikirkan ini matang-matang.
Kepala suku serigala perak maju ke depan, raut wajahnya tampak lesu karena dia sudah tua.
"Tuan Muda, bolehkah aku tahu tujuanmu merekrut kami?"
Ye Xuan tersenyum manis, dia sudah memikirkan ini sejak tadi. "Tidak ada yang spesial, aku hanya ingin menjadikan kalian tunggangan teman-temanku."
Jawaban jujur Ye Xuan membuat kelompok serigala perak terkejut. Mereka adalah monster yang kejam tapi hanya dijadikan tunggangan.
"Maaf Tuan Muda, apa itu benar?"
"Ya, aku tidak bohong. Kalian punya kemampuan lari yang sangat tinggi dan ketahanan yang cukup."
Kepala Suku menundukkan kepala, dia tidak menyangka orang yang dia hormati ternyata hanya bocah yang tidak punya masa depan.
Serigala Perak berbadan kekar maju, dia adalah ketua pemimpinnya tadi.
"Tuan, yang dimaksud ketua kami bukan tujuan jangka pendek tapi tujuan sebenarnya."
Ye Xuan tersenyum melihat kejelian kesatria serigala itu. "Menjadi nomor 1 di alam semesta. Kalian punya garis darah Fanrir, mahkluk spiritual. Mungkin suatu hari satu akan lahir Fanrir sebenarnya dari kelompokmu."
Semua serigala terkejut, mereka memang keturunan Fanrir tapi tidak ada yang melahirkan anak sekuat itu. Semakin lama garis keturunan mereka semakin lemah.
"Aku tahu kekhawatiran kalian, dengan teknikku kalian bisa meningkatkan garis darah dan memperkuat ikatan dengan Fanrir. Ini investasi, jika suatu saat usahaku gagal artinya aku hanya salah memilih."
Pernyataan Ye Xuan membuat semua hati serigala perak bergetar. Mereka semua berkesempatan menjadi Fanrir selanjutnya.
Kepala Suku langsung berlutut. "Kami Ras Serigala Perak menyatakan setia pada Ye Xuan!"
Semua serigala membenturkan kepalanya ke tahan hingga berdarah. Darah itu mengalir hingga ke mulutnya.
Cahaya menerobos keluar dari tubuh semua serigala perak. Mereka mendapat peningkatan tiba-tiba.
"Tuan, ini?"
"Aku tidak menyebutkannya karena kalian bisa saja menjadi serakah. Sekarang tidak ada tua dan muda, kalian harus berusaha sekuat tenaga!"
Ye Xuan memasukkan kelompok serigala perak ke Alam Nemo. Mereka berbaur dengan manusia dan pohon-pohon.
Setelah beberapa saat Ye Xuan memilih kesatria berbadan kurus dari kelompok Serigala Perak. Bukan tanpa alasan, Ye Xuan melihat potensinya yang sangat tinggi.
__ADS_1
Rentang umur serigala perak hanya sekitar 100 tahun, tapi setelah mengucap sumpah darah rentan umurnya menjadi 150 tahun.
"Namamu sekarang Yin Lang..."
Ye Xuan mengelus kepala serigala perak yang akan mendampingi perjalanannya sepanjang waktu.
"Terima kasih Tuan Muda," jawab Yin Lang dengan suara yang penuh semangat.
Sekali lagi tubuhnya memancarkan cahaya terang. Setelah beberapa saat bulunya tumbuk dan taringnya menjadi lebih tajam.
[Yin Lang (Serigala Perak)
Ranah : Kelahiran Jiwa tingkat 9
Status : Sumpah Darah
Kekuatan : 627
Stamina : 890
Kelincahan : 931
Potensi : 120
Serigala perak yang sangat berpotensi berevolusi menjadi Fanrir yang sesungguhnya.]
Ye Xuan baru menyadari ada status potensi pada setiap monster yang dia temui.
"Baiklah, ayo keluar dan mencari kota terdekat."
Setelah sebulan lamanya, Ye Xuan akhirnya menemukan Xu Ling. Untungnya mereka bertemu di Kerajaan Wu.
Xu Ling terluka karena melawan banyak monster dan bandit. Meski sudah mengubah wajahnya, postur tubuhnya masih sangat menggoda. Dia akhirnya masuk ke Alam Nemo untuk penyembuhan.
Ye Xuan sendiri lagi, dia hanya bisa menghela napas. "Yin, ayo jalan!"
Serigala perak membawa Ye Xuan di punggungnya, dia berlari dengan sangat cepat.
Setelah menunggu beberapa saat, Ye Xuan sampai di wilayah Kota Kerajaan Wu.
[Kota Wanluo.]
"Ibu Kota Kerajaan Wu? Kenapa ada di pinggir?" tanya Ye Xuan yang bingung.
Kota Wanluo berdekatan dengan wilayah Kerajaan Yu dan Kerajaan Xia. Meski begitu tidak ada yang berani menyerangnya.
Hal itu dikarenakan ada 9 kesatria ranah Kenaikan yang menjaganya. Kerajaan Wu tumbuh pesat karena Wu Dong memiliki harta misterius.
Seperti halnya Kerajaan Xia, Kerajaan Wu juga menyimpan rahasia yang tidak diketahui orang biasa.
"Ayo masuk." Ye Xuan berjalan menuju kota, sedangkan Yin Lang masuk ke Alam Nemo.
"Tunggu, tunjukkan identitasmu!" ucap salah satu pengawal.
Ye Xuan tidak melihat keserakahan dalam ekspresinya, dia tidak mungkin menggunakan cara kotor. "Tuan, aku kehilangan identitasku. Bagaimana caraku mencari salinannya?"
"Ikuti aku!"
__ADS_1
Ye Xuan dibawa ke sebuah rumah identifikasi, dia bertemu dengan petugas yang bertugas mencatat identitas.
"Siapa namamu?" tanya petugas, dia menunjuk sebuah bola menyuruh Ye Xuan menyentuhnya.
"Formasi kejujuran, mereka menggunakan ini hanya untuk mencatat identitas?"
Ye Xuan sedikit terkejut, tetapi dia tidak mempermasalahkannya. "Aku Ye Xuan, dari Kerajaan Long. Murid Sekte Tianlong yang sudah hancur, saat ini sedang mencari persinggahan."
Jawaban panjang Ye Xuan langsung menjawab semua pertanyaan yang ingin diketahui petugas.
"Baiklah, letakkan tanganmu di Bola Kristal ini." Petuas menunjuk bola kristal lainnya.
Ye Xuan dengan tenang menyentuhnya. "Formasi lagi! Kali ini mencari tahu jumlah Qi!"
Dengan kemampuannya mengontrol Qi, Ye Xuan memadatkan Domain Qi untuk mengelabui alat penilaian.
"Kau seorang murid, kenapa tidak punya Qi. Dantianmu juga hancur, sepertinya kau diusir." Putugas itu tersenyum manis, dia mencoba menghibur Ye Xuan dengan kata-kata kasarnya.
"Jangan khawatir, semua orang bisa hidup bebas di Kotan Wanluo. Nikmati harimu!" kata Petugas sambil menyerahkan kartu identitas.
Ye Xuan tersenyum dan segera mengangguk. "Terima kasih," katanya dengan nada sopan.
"Oh iya, umurmu berapa? Aku belum mencatatnya."
"20 tahun." Ye Xuan mengatakannya sambil berjalan keluar rumah penilaian.
Petugas menggelengkan kepala. "Sayang sekali, masa mudanya hancur karena Dantiannya rusak."
Ye Xuan langsung menuju penjaga gerbang, dia menyerahkan identitasnya.
Penjaga melakukan scan pada kartunya. Ye Xuan merasa pemandangan ini sangat familier. "Mungkinkah Wu Dong juga dari bumi?"
Daripada memikirkan sesuatu yang rumit, Ye Xuan memilih untuk segera mencari penginapan.
Setelah mendapatkannya, dia merasa bahwa kerajaan Wu benar-benar damai. Tidak ada yang berani membuat keributan meski mereka ada di ranah Ketiadaan.
Tidak hanya pemilik penginapan, koki dan pelayannya juga berada di ranah Ketiadaan. Pemandangan ini sungguh sesuatu.
Ye Xuan memakan hidangannya, dia merasakan gejolak Qi yang cukup besar. "Makan ini bisa mesangsang pertumbuhan Qi!"
Makanan dan minuman di Kerajaan Wu mengandung energi alam. Itu bisa terjadi karena tanah di wilayah ini sangat subur.
[Batu Matahari Merah telah terdeteksi.]
"Sial, kau benar-benar ingin menyuruhku mencuri benda itu dari Wu Dong?" tanya Ye Xuan yang merasa kesal.
Saat ada di Kerajaan Xia, sistem tidak mengingatkannya. Namun saat berada di Kerajaan Wu, dia mendapat pemberitahuan.
Ye Xuan tidak tahu tempatnya, yang pasti Wu Dong menyembunyikan di tempat yang aman dan ada di bawah tanah.
Akhirnya dia mengerti mengapa tanah di wilayah Kerajaan Wu sangat subur, itu karena Batu Matahari Merah.
Terbesit pikiran di benak Ye Xuan saat ini. "Mungkinkah, Batu Matahari Biru ada di tangan Feng Xia? Ini akan menjadi dilema yang sulit."
Pasar menjadi tujuan Ye Xuan untuk mencari informasi lebih lengkap. Dia membeli dan menjual barang untuk mendapat pemasukan. Meski uangnya sudah banyak, semua itu berasal dari luar. Bisa jadi uang dari luar akan menjadi pusat perhatian para petugas
Ye Xuan berhenti setelah melihat seorang pria paruh baya menghadangnya. "Apa aku sudah ditemukan?"
__ADS_1