
Ye Xuan berhasil menjual banyak obat penyembuh luka. Meski resepnya sederhana, tidak ada orang yang bisa menirunya.
Sekelompok orang mulai mengganggu penjualannya, padahal masih hari kedua. “Apa yang kalian inginkan?” tanya Ye Xuan melihat sekelompok murid mengepungnya.
“Ye Xuan, tempo hari Bos mengampuni nyawamu. Sepertinya kau punya tulang keras, berani-beraninya menjual obat palsu!” kata salah seorang murid.
Tatapan Ye Xuan berubah tajam, sudah jelas dia mendapat pemberitahuan sistem bahwa obatnya manjur. “Apa maksudmu? Aku hanya menjalankan bisnis kecil untuk mencari Batu Spirit.”
“Bawa mereka!”
5 orang yang membeli obat darinya terlihat memar karena dipukuli. Tidak sampai di situ, tubuhnya tampak merah karena menggunakan obat Buatan Ye Xuan.
“Ini buktinya!”
“Itu urusan mereka karena mau membeli obatku. Jadi apa yang kalian inginkan!” ucap Ye Xuan dengan tenang.
“Bocah cacat, beraninya kau menjawabku!”
Pukulan melayang ke arah wajahnya, Ye Xuan menerima serangan. Kepalan tinju lawan bertemu dengan tulang kepalanya yang keras, suara benturan terdengar.
Ye Xuan menatap tajam ke arah murid yang memukulnya. “Apa kamu belum makan? Pukulanmu seperti bayi!” katanya dengan nada ketus.
“Apa?”
Fisik Ye Xuan ada di 16 poin, dia tidak akan mudah ditumbangkan meski terkena pukulan berkali-kali. “Jangan terkejut, ayo lakukan ini dengan sedikit lembut.” Ye Xuan mengepalkan tangannya dan langsung meninju wajah lawannya.
Pukulannya langsung mengenai hidung targetnya. Ye Xuan tidak berganti, dia langsung bergerak dan menggunakan tendangannya untuk melempar pengganggu.
Melihat salah satu bawahan Dong Lu diterbangkan, semua murid luar hanya diam. Mereka tidak mau memprovokasi Dong Lu maupun Ye Xuan. Meski menerima hukuman dan kehilangan 1 tingkah kultivasinya, Dong Lu masih seorang pembudidaya rahap Pengumpulan Qi tingkat 6.
“Aku akan mengadukan ini pada, Bos!” salah seorang pengganggu menolong temannya dan mengancam Ye Xuan.
Setelah mereka pergi, Ye Xuan mengeluarkan 10 botol obat penyembuh luka. “Apa masih ada yang minat membelinya?” tanyanya pada kerumunan murid.
Sayangnya usahanya sia-sia, mereka semua hanya ingin menjadi kuat tanpa menyinggung orang penting. Satu persatu murid luar yang melihat Ye Xuan pergi, tapi seorang wanita cantik mendatanginya.
“Berikan aku semuanya, kelompokku sepertinya membutuhkannya.” Wanita itu berkata dengan suara lembut.
“Baik, Nona. Anda bisa mengambil semuanya dengan harga 10 Batu Spirit.” Ye Xuan menyodorkan 10 botol obat miliknya.
Dengan angkuhnya wanita itu melempar 10 batu Spirit, kemudian mengambil kotak yang berisi botol obat dan beranjak pergi.
Ye Xuan masih baru, dia tidak tahu siapa wanita sombong itu. Tapi mata cermatnya bisa mengetahui bahwa wanita itu terluka cukup parah.
Setelah beberapa saat, Ye Xuan memberi peringatan. “Periksalah ke dokter Meng Luo, sepertinya tubuhmu dalam keadaan kurang baik.”
Ye Xuan langsung pergi, padahal wanita itu berhenti dan berpaling melihatnya. “Siapa dia?” tanyanya.
Seorang pria berpakaian serba hitam muncul dan menjawab, “Ye Xuan. Dokter kecil yang baru saja kehilangan Dantiannya.”
“Kehilangan Dantiannya? Sepertinya takdirnya sama seperti Dokter Meng.”
__ADS_1
Ye Xuan terus melakukan pekerjaannya itu, dia tidak bisa menjual obatnya lebih dari 3 botol. Karena semua murid luar sudah di ancam kelompok Dong Lu. Akhirnya dia memilih untuk menjualnya sebagian ke luar sekte.
Dua bulan berlalu, Ye Xuan mendapatkan lebih banyak Poin Sedekah. Hampir semua obatnya membantu pembeli dan menghasilkan Poin Sedekah yang lumayan.
[87 Poin Sedekah.]
“Ayo gunakan 50 poin untuk kekuatan Fisik!” katanya dengam santai.
Kemudian dia memasukkan 20 ke Stamina dan 17 poin ke Kelincahan. Selama 2 bulan terakhir Ye Xuan terus berlatih menggunakan Teknik Dewa Petir, jadi Qi dalam tubuhnya sudah setara dengan 4 tahun.
[Ye Xuan (Tubuh Fana tingkat 2, Pembentukan Qi 4)
Fisik : 66
Stamina : 28
Kelincahan : 18
Qi : 4 tahun.
Reputasi : 115.]
Reputasinya juga meningkat 10 poin karena obatnya cukup efektif untuk dibawa. Meski begitu tidak banyak yang mau membelinya kecuali benar-benar butuh.
Setelah memasukkan jumlah poin yang cukup besar, tubuh Ye Xuan bersinar dan panas mulai berontak keluar.
“Argh, apa yang terjadi!”
Meski rasa sakit menyerang tubuhnya, Ye Xuan tetap menahannya dan tidak mengeluarkan suara sedikit pun.
“Gila, dari tingkat 2 langsung menerobos ke tingkat 6!”
Dengan perasaan senang, Ye Xuan langsung membersihkan badan dan menemui Meng Luo.
“Guru, aku siap mengikuti turnamen murid luar!” katanya dengan penuh keyakinan.
Meng Luo berdiri dari tempat duduknya, dia mulai mendekati Ye Xuan dan menepuk pundaknya. “Ayo berangkat, jangan memaksakan diri. Kamu tidak akan dikeluarkan dari Sekte, apa pun yang terjadi!”
“Tenanglah, Guru. Tanpa Dantian aku bisa mengalahkan mereka semua!” jawab Ye Xuan.
Meng Luo tertawa kecil dan tidak meneruskan pembicaraan. Mereka berdua segera menuju arena pertempuran Murid Luar Sekte Tianlong.
“Pergilah, aku punya urusan lain.” Meng Luo pergi.
Ye Xuan langsung bertemu dengan Wutu Sanchuan.
“Kak, kamu kembali. Maaf aku tidak bisa keluar dari penjagaan Dong Lu. Mereka menekanku hingga tidak punya sumber daya apapun.”
“Tenanglah, aku tahu posisimu.”
Keduanya segera mendaftar dan mendapatkan nomor urut. Setelah itu mereka akan dipanggil sesuai undian acak.
__ADS_1
“Ye Xuan melawan Luo Yi.”
Pada babak pertama, Ye Xuan melawan wanita yang pernah dia temui sebelumnya.
“Senior kita bertemu lagi. Mohon bimbingannya.” Ye Xuan bersikap sopan karena dia sekarang tahu siapa pelanggannya yang sombong itu.
“Dantianmu hancur tapi aku masih bisa merasakan kekuatan Qi darimu. Teknik apa yang kau gunakan?”
“Surga belum membuangku. Meski tidak punya Dantian, ototku bisa memproduksi Qi yang cukup murni.” Ye Xuan sedikit berbohong. Padahal dia punya Dantian Alam Semesta.
Ye Xuan memasang sikap bertarung, dia mengeluarkan pedang biasa yang bisa dibeli dengan 10 Batu Spirit.
“Apa kamu menghinaku?”
“Aku tidak sekaya Senior. Jadi membeli pedang mahal sebuah kemewahan untukku!”
Meng Luo yang duduk di kursi Leluhur juga baru menyadarinya. Dia tidak memberi Ye Xuan senjata yang layak untun turnamen ini.
“Sial, aku lupa.”
Lou Yi dengan kekuatan Pengumpulan Qi tingkat 4 langsung menyerang. Namun hasilnya diluar dugaan, Ye Xuan menghentikan pedangnya.
“Kau punya keterampilan yang menarik.”
“Terima kasih, Senior. Tapi maaf, aku harus memenangkan turnamen ini.” Ye Xuan mendorong pedangnya.
Meski kemampuan Lou Yi bisa dianggap paling atas di lingkungan Murid Luar, dia didorong dengan satu ayunan pedang.
“Menarik, kau tidak menggunakan Qi sama sekali. Izinkan aku menunjukkan rasa hormatku!” ucap Lou Yi sambil melepaskan energi terkuatnya. Energi itu setara dengan pembudidaya tahap Pengumpulan Qi tingkat 6.
“Tebasan Bulan!”
Arena terbelah dua karena sayatan putih yang dihasilkan teknik pedang Lou Yi. Namun sayatan pedang itu berhenti di tempat Ye Xuan berdiri.
Dengan pakaian yang tidak karuan, Ye Xuan tetap berdiri. “Keterampilan yang sangat kuat, tapi itu belum cukup untuk mengalahkanku!”
Lou Yi tidak percaya dengan matanya, dia berlari dan terus menyerang lawannya. Namun semua serangannya bisa dihentikan, sampai akhirnya dia kehabisan energi Qi dan jatuh.
“Sial, kenapa kamu keras kepala sekali!”
“Aku tidak bisa kalah di sini.”
“Sialan!”
Lou Yi jatuh pingsan, dia kehabisan Qi dan harus di rawat. Sedangkan Ye Xuan keluar sebagai pemenang tanpa mengeluarkan serangan.
Meng Luo hendak berdiri, dia ingin memberi Ye Xuan pedang yang lebih layak. Namun dihentikan oleh Leluhur lainnya.
“Apa kau lupa kesempatan kita. Jangan membuat kontak dengannya selama turnamen.”
“Baiklah,” kata Meng Luo duduk kembali.
__ADS_1
Ye Xuan duduk di kursi bangku, dia tidak tahu kenapa terasa sangat mudah. “Apa yang sebenarnya terjadi padaku, pukulan tadi sangat kuat tapi aku menghentikannya tanpa Qi?” katanya dalam hati.
Wutu Sanchuan langsung menepuk pundaknya. “Bagus, Kak. Kamu memang yang terbaik!”