
Kejadian tadi malam membuat semua orang termotivasi untuk meneruskan jalan kultivasi. Semua pengungsi ingin menjadi bagian dari kelompok Ye Xuan, demi menunjukkan ketulusannya semua orang berlutut di depan gubuk Ye Xuan.
“Apa yang kalian lakukan?”
Seorang pria paruh baya berdiri dan memberi hormat, dia adalah kepala desa yang memimpin 58 orang. Matanya memancarkan tekad yang sangat kuat, bukan untuk balas dendam tapi untuk melindungi keluarga mereka.
Tidak hanya pria dan wanita, bahkan anak berusia 6 tahun juga ikut berlutut. Mereka semua sudah menjalani hidup yang susah, jadi meminta tolong pada Ye Xuan adalah pilihan terbaik.
“Aku bukan seorang guru atau instruktur. Kalian tahu aku hanya bocah 15 tahun.” Ye Xuan meyakinkan semua orang untuk mengurungkan niatnya. Namun kepala desa segera mengatakan pendapatnya.
“Dunia Kultivasi tidak memandang umur, kami semua sudah tahu seberapa bijak Anda!” kata Kepala Desa dengan tegas.
[Misi Khusus
Tolong penduduk desa, latih semua orang demi melindungi semua orang yang mereka sayangi. Hadiah : 10 Poin Sedekah, Metode : Pelatihan (Dapat memberikan teknik kultivasi dan keterampilan senjata pada orang yang mengucap sumpah setia)]
Karena tidak berlawanan dengan niatnya, Ye Xuan langsung menyetujui permintaan Kepala Desa. “Baiklah, minggu depan berkumpul lagi di bukti. Pastikan mereka sudah siap mental dan bertekad kuat!.” Satu kata dari Ye Xuan menyelesaikan Misi Khusus yang diberikan sistem.
“Terima kasih, Tuan!” ucap Kepala Desa dengan penuh rasa syukur. Semua orang yang berkumpul di depan gubuk mulai bubar. Sebagian orang memulihkan lukanya sedangkan lainnya menguatkan mental dan tekadnya.
Ayah Wutu Sachuan muncul di sebelah Ye Xuan. “Apa kamu tidak merasa terbebani? Melatih orang-orang itu hanya membuang masa mudamu.”
“Tidak ada yang sia-sia, ini pasti takdir yang ditentukan langit. Seberapa jauh mereka berkembang itu akan menjadi tanggung jawabnya sendiri.” Ye Xuan mulai melatih fisiknya bersama dua saudaranya.
Ibu Wutu Sachuan menemui suaminya yang masih mematung melihat anaknya yang berlatih bersama Ye Xuan. “Apa kamu masih meragukan ikatan mereka. Sudahlah, kita orang tua hanya perlu mendukung anak itu.”
“Aku tidak menyangka anak yang dikatakan cacat bisa berlatih sebaik itu. Fisiknya sudah melebihi orang di usianya, siapa dia sebenarnya?” tanya ayah Wutu Sachuan yang penasaran.
“Mungkin dia memang malaikat yang dikirim surga untuk menemani anak kita.”
“Bocah sialan itu juga sudah berkembang, aku tidak menyangka dia menerobos ke ranah Pendirian tingkat 3 dalam dua bulan saja.”
“Itu pasti karena dorongan dari dua saudaranya. Semoga surga tetap merestui mereka bertiga.”
__ADS_1
Kedua orang tua Wutu Sachuan terus melanjutkan pembicaraannya, sedangkan Ye Xuan masih mengolah tanah sekaligus latihan fisik. Wutu Sachuan dan Wen Lu mengikutinya seperti kucing kelaparan, sesekali mereka latih tanding untuk meningkatkan pengalaman bertarung. Ye Xuan selalu menjadi pemenangnya, padahal dia hanya menggunakan pedang kayu pemberian Meng Luo.
Ayah Wutu Sachuan juga ikut latihan tanding, Ye Xuan menjadi samsak tinju setelah menghajar Wutu Sachuan dan Wen Lu. Tidak berasa seminggu berlalu dengan cepat.
Semua pengungsi berbaris di depan gubuk, mereka siap menerima latihan dari instruktur Ye. Wajah mereka tampak tegang karena hampir semua orang tidak pernah berlatih.
“Tenang saja, kalian hanya perlu berlatih fisik untuk sementara waktu.” Ye Xuan mengarahkan semua orang sesuai dengan porsinya masing-masing. Laki-laki berfokus pada perkembangan otot dan kekuatan, sedangkan perempuan berfokus pada kelincahan dan kelenturan otot.
Setelah mengamati selama beberapa jam, Ye Xuan memilih 5 laki-laki dan 5 perempuan yang akan diberikan metode pernapasan sekaligus teknik kultivasi. Keesokan harinya Ye Xuan memilih orang lain untuk melatih metode pernapasan dan teknik kultivasi.
Ye Xuan mengidentifikasi bakat dan kecocokan setiap orang dengan teknik kultivasi yang disediakan sistem. Dia menghabiskan 100 Poin Sedekah untuk memberi dua metode latihan itu, tapi dia merasa puas karena bisa berguna untuk yang lainnya.
Tidak berasa sudah 4 bulan Ye Xuan meninggalkan Sekte Tianlong, hari-hari terasa tenang karena tidak ada serangan bandit sama sekali. Ye Xuan juga mendapat perkembangan pada kondisi tubuhnya.
[+11 Fisik, +9 Stamina, +3 Kelincahan, +2 Mental, +12 Qi, +243 Poin Sedekah.]
Penambahan Poin Sedekah itu sudah dipotong untuk kebutuhan sehari-hari dan operasional kelompoknya. Para penduduk sudah menginjak ke Ranah Pendirian, mereka semua seperti busa yang menyerap semua sumber daya.
Ayah Wutu Sachuan hanya bisa terkagum dengan metode Ye Xuan yang berhasil mengembangkan orang tanpa kultivasi menjadi seperti sekarang. Tidak hanya teknik kultivasi, tapi keterampilan senjata mereka tidak kalah mengerikan.
Ayah dan ibu Wutu Sachuan juga sudah menyembuhkan lukanya, meski tidak bisa menggunakan kultivasi sebelum kecelakaan, mereka masih berada di ranah Inti Emas tingkat 9 dan 8.
Sekarang ayah Wutu Sachuan mulai meragukan cawan suci kerajaan yang menyebutkan bakat Wutu Sachuan adalah sampah. Dalam satu tahun saja, dia sudah berkembang sejauh ini.
“Sayang, aku mulai meragukan cawan suci kerajaan.” Ayah Wutu Sachuan berbicara dengan istrinya yang sedang mempersiapkan masakan seluruh penduduk desa.
“Semua itu berkat anak bernama Ye Xuan, perkembangan semua orang juga berpusat padanya.”
“Aku setuju.”
Meng Luo keluar dari rumah kecilnya, dia datang setelah Ye Xuan menerima penduduk sebagai murid pelatihannya. “Aku pasti juga akan terkejut seperti kalian jika tidak mengenal anak itu. Aku baru dua tahun mengenalnya, tapi semakin aku mengenalnya semakin bingung aku dibuatnya.”
Ayah Wutu Sachuan dan istrinya menoleh ke arah Meng Luo. Mereka mengangguk setuju dengan pernyataan orang tua itu, Ye Xuan terlalu misterius. Meski Wutu Sachuan dan Wen Lu mengeroyoknya terus, Ye Xuan masih tetap mendominasi dan memukuli mereka berdua.
__ADS_1
Ye Xuan menoleh ke arah pohon, dia menyadari banyak bandit yang sudah mengepung wilayahnya. “Sepertinya kita harus berhenti, siapkan senjata kalian.”
Wutu Sachuan dan Wen Lu juga menyadari keberadaan musuh, mereka langsung menerjang musuh dan menghancurkan mereka semua. Ye Xuan belum bertindak sama sekali, karena para penduduk dan dua orang di bukit juga bergerak. Meng Luo hanya duduk santai meski kemampuan fisik dan keterampilannya melebihi ranah Inti Emas.
Setelah melihat musuh, Ye Xuan menggerakkan kakinya. Namun sebelum mencapai targetnya, bandit gunung itu sudah terkena panah mematikan. Puluhan penduduk meninggalkan latihannya sementara, mereka bergerak menghadang para bandit, memanfaatkan keterampilan dan formasi pedang kelompok mereka semua cukup kuat.
Ye Xuan akhirnya memilih untuk mendekati Meng Luo yang duduk di kursi rotan. “Guru, berapa orang yang datang kali ini?”
“Mana aku tahu, dantianku belum sembuh.”
“Ah, benar juga.”
Tidak butuh waktu lama untuk 200 bandit di eksekusi dan di bakar, semua penduduk merayakannya dengan makan besar. Ye Xuan dan ibu Wutu Sachuan menyiapkan makanan terbaik yang bisa mereka buat.
Perkembangan tidak terduga ini telah sampai ke telinga Pemimpin Sekte Tianlong. “Bocah sialan, sudah 4 bulan dia tidak masuk!”
Huang Tian yang berdiri di sampingnya tersenyum kecil. “Tapi dia berhasil membangun kelompok pembudidaya yang mengesankan, menurut laporan mereka semua berada di ranah Pendirian.”
“Bocah 16 tahun memimpin pasukan kultivator, itu sungguh langka. Sekarang selidiki kenapa bandit-bandit itu bisa menerobos masuk ke dalam Kota!”
“Bukankah Anda sudah tahu, semua orang-orang itu suruhan Lan Shan. Dengan otoritasnya mereka bisa memanipulasi kartu masuk.”
“Lan Yan benar-benar punya anak yang mampu. Menggerakkan 200 bandit hanya untuk membunuh satu orang. Apa sebaiknya aku menekan mereka?”
“Sepertinya tidak perlu, para bandit itu tidak menimbulkan ancaman, kecuali Qin Lou membuat gerakan di dalam kota.”
“Lupakan, biarkan mereka bertindak sesukanya. Kelompok bocah sialan itu pasti bisa membereskannya.”
Lan Shan tidak menyangka 200 bandit tidak cukup untuk menghancurkan kelompok Ye Xuan. Pada serangan sebelumnya dia tidak terlibat, karena mendengar kekalahan para bandit, kelompok Lan Shan menawarkan bantuan. Namun siapa yang menyangka hasilnya seperti ini.
“Wong Li, kenapa semuanya gagal!” teriak Lan Shan yang marah. Dia sudah menghabiskan cukup banyak uang untuk menyuap penjaga.
“Tuan, kelompok musuh berkembang terlalu cepat. kita tidak bisa menggunakan bandit ranah pendirian lagi.”
__ADS_1
Lan Shan melempar benda di mejanya ke arah Wong Li. “Sialan, kau sendiri yang mengatakan Bandit Gunung itu sudah kehabisan pejuang Inti Emas. Terus di mana kita menyewa kelompok pembunuh!”
Wong Li menghela napas. “Tuan, sepertinya kita tidak bisa terus memusuhi Ye Xuan. Orang-orang dari Sekte Shenlong akan berkunjung dua hari lagi.”