Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Anggota Baru


__ADS_3

Du Rufeng terkejut mendengar Ye Xuan membelinya dengan harga yang sangat tinggi. “Tuan muda, kenapa...”


“Kau punya potensi yang aku inginkan, tapi kalau kau memilih pergi aku tidak akan menghentikanmu.” Ye Xuan memberikan gulungan budak.


“Tuan Muda, kenapa Anda melakukan ini? aku tidak punya keluarga jadi menjadi budak adalah profesiku.”


Ye Xuan tersenyum dan mengulurkan tangannya. “Kalau begitu ikutlah denganku, aku bisa memberimu pekerjaan yang lebih bermartabat daripada budak.”


“Tapi aku tidak punya kemampuan bertarung seperti budak lainnya.” Du Rufeng terlihat murung setelah mengatakannya.


“Aku tidak peduli kau bisa atau tidak, yang aku inginkan hanya kesetiaan mutlak dan keinginan bertambah kuat!” ucap Ye Xuan dengan nada tegas.


Du Rufeng teringat kenangan seluruh anggota keluarganya tewas di tangan para bandit, dia dijual dan berakhir menjadi budak sejak umur 5 tahun. “Tuan Muda, bolehkan aku mengetahui namamu?”


“Jangan terburu-buru, pertama cari budak yang banyak. Pastikan mereka punya kekuatan di ranah Inti Emas atau di atasnya. Masalah uang aku bisa mengurusnya.” Ye Xuan meninggalkan Du Rufeng.


Sebenarnya Ye Xuan tidak meninggalkan Du Rufeng, dia bersembunyi dan memantau perkerjaan pertama Du Rufeng.


Setelah menerima tugas pertama, Du Rufeng bisa saja kabur karena kontrak budak ada di tangannya. “Kenapa tuan muda itu sangat baik, apa ini kesempatan yang diberikan dewa?”


“Tidak ada gunanya memikirkan itu sekarang.” Du Rufeng segera berlari dan bertanya pada semua Penjual Budak, dia mencatat semua budak yang berada di ranah Inti Emas atau di atasnya.


Setelah 6 jam terus mencatat seluruh budak di pasar, Ye Xuan tiba-tiba muncul di depannya. “Tuan Muda, aku sudah mencatat semuanya,” katanya sambil menyerahkan catatan semua budak.


“Ayo kita beli mereka semua.” Ye Xuan memimpin jalan dan segera mengunjungi semua penjual budak yang punya pejuang di ranah Inti Emas atau di atasnya.


Butuh 2 jam untuknya merekrut semua budak itu. Ye Xuan berdiri di depan 500 budak yang telah dia beli dengan harga 100 Batu Spirit tingkat menengah. Harga mereka berbeda-beda, jadi Ye Xuan bisa membeli banyak.


Sama halnya dengan Du Rufeng, Ye Xuan mengeluarkan semua gulungan kontrak budak. Api Ungu membakar semua gulungan kontrak menjadi abu dalam dua tarikan napas.


“Aku tidak akan menghalangi kalian pergi.” Ye Xuan berdiri tegap dengan tatapan serius, Du Rufeng di belakangnya tetap berdiri melihat satu persatu budak pergi dari barisannya.


Setelah 10 menit berdiam diri, Ye Xuan hanya bisa menghela napas. “Jadi hanya kalian yang bisa berpikir dan memilih tinggal. Baiklah, tidak buruk.”


Ada 150 budak yang tidak beralih dari tempatnya, mereka yakin tuan muda yang bisa mengeluarkan uang sebanyak itu bukan orang sembarangan. Membuang kesempatan seperti itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak bisa berpikir jernih.

__ADS_1


“Tuan Muda, apa yang sebenarnya kamu inginkan dari kami?” tanya salah seorang budak wanita berkulit hitam serta sorot mata yang tajam.


“Aku ingin kesetiaan mutlak dan tekad kuat untuk mendukungku!” jawab Ye Xuan dengan tegas. Dia kehabisan pilihan untuk merekrut orang, jadi para budak adalah pilihan yang paling realistis.


“Kesetiaan mutlak? Aku pikir tidak ada hal seperti itu di dunia ini.” Wanita berkulit hitam itu tampak meremehkan sumpah setia.


Ye Xuan tersenyum manis. “Aku pernah dikhianati orang yang pernah bersumpah setia padaku. Jadi aku akan menggunakan Sumpah Darah untuk mengikat seseorang, syaratnya kedua belah pihak harus rela dan setuju!”


“Sumpah Darah?”


Ye Xuan menjelaskan teori tentang sumpah darah, dia menjelaskannya dengan rinci sehingga orang-orangnya tidak mati karena penyesalan.


Wanita berkulit hitam itu berlutut dan langsung mengucap sumpah darah, dia juga mengoleskan darah ke dahinya.


[+1 orang setia.]


Bukannya senang, Ye Xuan justru menyempitkan matanya karena Wanita berkulit hitam itu langsung menarik pisau dan menghunuskannya. “Apa yang kau lakukan?” tanya Ye Xuan dengan perasaan bingung.


“Apa yang kau rasakan, sumpah darah hanya omong kosong. Buktinya aku akan mengkhianatimu...”


Sebelum menyelesaikan perkataannya, tubuh wanita berkulit hitam itu terbakar api hitam. Apinya tidak berhenti bahkan setelah wanita berkulit hitam itu melompat ke danau.


Api hitam itu tidak hanya membakar fisiknya, tetapi juga membakar jiwa dan kehidupannya. Jangankan Ye Xuan, bahkan dewa tingkat tinggi tidak akan bisa menyelamatkan wanita itu.


Sampai akhirnya tubuh wanita itu meleleh dalam air tanpa menyisakan jejak sedikit pun. Semua orang melihat pemandangan yang begitu mengerikan, mereka mendengar teriakan yang sangat menyesakkan hati.


“Aku tidak bisa menolong orang-orang seperti itu. Sumpah darah adalah ritual keramat yang tidak bisa dibuat main-main.” Ye Xuan mengungkapkan kebenarannya.


Du Rufeng menelan ludahnya karena terkejut dengan penyiksaan yang begitu mengerikan. Saat memutuskan mengucap sumpah darah, dia tidak akan bisa mengkhianati Ye Xuan.


“Sepertinya kalian masih ragu. Aku bisa memberikan waktu...”


Sebelum Ye Xuan menyelesaikan perkataannya, seorang pria berbadan kekar maju melewati barisan. “Tuan Muda, suku kami hanya melayani orang yang lebih kuat!”


[Baili Jianglu.

__ADS_1


Ranah : Pengembaraan Jiwa tingkat 1


Status : Netral


Kekuatan : 330


Stamina : 280


Kelincahan : 150.]


Jika itu adalah Ye Xuan tahun lalu, dia tidak akan bisa menyaingi kemampuan fisik pria di depannya. “Bagaimana cara kalian membuktikan diri?” tanya Ye Xuan dengan nada santai. Meski tubuhnya tidak sebesar Baili Jianglu, dia bisa dengan mudah mengalahkan lawannya.


Baili Jianglu langsung menerjang Ye Xuan dengan mengandalkan tubuhnya, dia sedikit menunduk dan menggunakan bahunya untuk menyerang.


Ye Xuan dengan santai mengendalikan Energi Mental, dia melapisi kakinya dengan Qi dan dua tangannya menghentikan pergerakan Baili Jianglu. “Tidak buruk, kau punya fisik yang cukup kuat.”


Baili yang tidak terima langsung menghempaskan tangan Ye Xuan, dia menggunakan dua tangannya untuk menghantam targetnya. Ayunannya sangat berat hingga gelombang udara tercipta akibat perpaduan Energi Mental dan Qi miliknya.


Ye Xuan dengan santai menghentikan serangan lawan dengan satu tangan kanannya. “Bahkan jika kau menambahkan kekuatanmu sepuluh kali lipat, kau tidak bisa mengalahkanku,” katanya sambil menghempaskan lawannya.


Baili diterbangkan beberapa meter hanya karena di hempaskan oleh Ye Xuan, semua orang yang melihatnya menjadi bingung. Mereka tidak merasakan fluktuasi qi dari dalam tubuh Ye Xuan.


“Aku tahu kalian banyak pertanyaan, tapi aku pastikan diriku cukup kuat untuk membantu kalian mencapai puncak. Tidak ada orang yang terlahir bodoh atau pecundang, hanya ada orang yang menyerah sebelum berlatih!”


“Aku belum selesai!” teriak Baili yang sudah muncul di belakang Ye Xuan.


Ayunan kedua tangannya disertai sedikit lompatan membuat bobot serangannya menjadi lebih kuat. Namun serang itu tidak bisa menggeser pijakan kaki Ye Xuan.


“Sudah aku katakan, kalian saat ini sangat lemah. Aku bisa membunuh kalian semua tanpa harus berkeringat.” Ye Xuan mengancam para budak yang melihat pertunjukannya. Sebenarnya mana mungkin Ye Xuan mau melawan 150 orang berpengalaman.


Semua orang berlutut termasuk Baili yang mengakui kekuatan Ye Xuan. Mereka langsung mengucap sumpah darah seperti yang dilakukan wanita sebelumnya.


[+150 orang setia.]


[Status Rekan : 0 Sumpah Setia, 200 Sumpah Darah, 0 Sumpah Jiwa.]

__ADS_1


Dengan ini rencana Ye Xuan mulai berjalan sebagaimana mestinya. “Sekarang kalian pelajari teknik kultivasi yang aku berikan!”


Cahaya tipis langsung menusuk dahi semua orang, mereka menerima informasi tentang teknik Prinsip Jiwa. Ye Xuan tidak terlalu khawatir karena teknik itu hanya bisa dipraktikkan rekannya yang sudah mengucap sumpah darah.


__ADS_2