
Setelah koma dan mengalami pembaruan sistem, gambaran tentang kekuatan target menjadi lebih jelas. Meski ranah tidak selalu mencerminkan kekuatan, setidaknya itu bisa lebih membantunya.
Huang Tian berada di ranah Kelahiran Jiwa tingkat 6, sedangkan Long Tianyun berada di ranah Kelahiran Jiwa tingkat 4. Keduanya adalah orang paling mencolok yang hadir di ruang pertemuan ini. Semua leluhur lainnya hanya di ranah Pengembaraan Jiwa.
“Alasannya?” tanya Long Yuan dengan senyum manis. Dia ingin melempar bola salju pada bocah yang sudah menipunya.
“Tidak ada alasan yang penting. Bukankah ini merupakan ajang unjuk gigi para keturunan Keluarga Long?” tanya Ye Xuan melempar bola ke Ketua Sekte lagi.
Memang benar ini adalah ajang untuk ujuk gigi para keturunan keluarga Long. Sayangnya Long He belum kembali dari petualangannya, ini akan menjadi pertarungan yang sulit untuk Long Tian dan Long Si.
“Kamu salah, ini hanya pertandingan persahabatan.”
“Baiklah, aku akan ikut tapi tolong kabulkan satu permintaanku.” Ye Xuan melempar senyum misterius.
Long Yuan tahu itu bukan kabar baik untuknya. “Sebutkan?”
“Bagaimana jika membiarkan para instruktur di sana melampiaskan kekesalannya dulu?” ungkap Ye Xuan sambil menoleh ke kursi para instruktur ranah Inti Emas.
Long Yuan melihat ke arah para instruktur murid dalam, mereka tampak sangat kesal melihat Ye Xuan menjadi pusat pembicaraan. Padahal Long Yuan sudah berjanji akan menyelesaikan permasalahan mereka dengan Ye Xuan.
“Baiklah, lakukan sesukamu.”
Seorang instruktur melompat dari kursinya, dia adalah instruktur pertarungan tangan kosong. Badannya tinggi kekar dan matanya menatap tajam ke arah Ye Xuan yang tidak pernah menghadiri kelasnya.
“Bocah sombong, tunjukkan padaku apa yang kau miliki!” katanya sambil mengeratkan giginya.
Ye Xuan menghilang dari pandangan instruktur, kakinya melangkah cepat dan tubuhnya menunduk kemudian menggeser badannya ke arah kanan. Tangan kanannya mengepal dan langsung menghancurkan tulang rusuk lawannya dengan sekali serang.
Instruktur pelatihan fisik terguling-guling sambil memegangi dada sebelah kirinya. Tulangnya patah mengakibatkan rasa sakit yang hampir tidak bisa dia rasakan. “Sial!” katanya dengan nada tinggi.
Melihat instruktur ingin bangkit lagi, Ye Xuan berlari sekuat tenaga dan langsung menargetkan wajah lawannya. Namun dihentikan Huang Tian yang menggenggam pergelangan tangannya.
“Sudah cukup, kau ingin membunuh instruktur kita yang paling berharga?” tanya Huang Tian dengan tatapan serius.
Ye Xuan tersenyum dan langsung menggaruk punggung kepalanya. “Mana mungkin, itu tadi hanya pukulan biasa, tidak mungkin bisa membunuhnya.” Dia mengangkat kedua tangannya dan memasang wajah yang tak bersalah.
__ADS_1
Meski tidak mengalaminya langsung, semua instruktur ranah Inti Emas merasakan niat membunuhnya. Ye Xuan hanya tersenyum manis ke arah semua instruktur, dia merasa tanpa mengikuti pengarahan masih bisa mendominasi dunia kultivasi. Bukannya sombong, Ye Xuan merasa pelajaran yang diberikan pada dunia ini terlalu ketinggalan jaman. Buktinya sudah jelas, lebih dari 50 pengungsi telah menginjak ranah Pendirian dalam 3 bulan menggunakan metode pelatihannya, meski mereka di bantu berbagai ramuan dan obat.
Seorang pria tua mendekati Ye Xuan, dia adalah Master Menara Alkemis. Tatapannya sedingin es melihat kedalaman bakat Ye Xuan, tapi matanya terbelalak ketika melihat bahwa orang di depannya sama sekali tidak memiliki bakat.
“Menarik, kau bisa menyembunyikan dirimu dariku,” kata pria misterius itu dengan suara lembut.
Wanita cantik yang di panggil Ketua Han melompat masuk. “Paman, jangan mengganggunya atau kamu tidak akan bisa menanggung akibatnya.”
Ketua Han adalah orang yang mengudang Ye Xuan masuk ke Sekte Tianlong, kekuatannya masih misterius, tidak ada yang bisa menyinggungnya karena awalnya dia adalah tamu terhormat.
“Sudahlah, kita abaikan masalah ini. Ye Xuan sudah menemukan jati dirinya, lebih baik kita bahas pertemuan besok.”
Setelah negosiasi panjang, Ye Xuan akhirnya setuju untuk berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan melawan Sekte Shenlong. Dia menjadi yang terlemah dalam tim karena hanya berada di ranah Inti Emas tingkat 1.
Tim yang akan bertanding ada 5 orang, Long Si, Long Tian, Ye Xuan, Yu Tian, dan Mu Mixue. Setelah pertimbangan yang lama, di akhir pertemuan Long Yuan memasukkan nama Long Que sebagai peserta tambahan.
Hari kedatangan Sekte Shenlong telah tiba, Ye Xuan sambil menguap melihat kelompok kultivator memasuki gerbang dengan wajah gembira. Tekanan yang mereka pancarkan cukup mengesankan, pesona mereka membius berbagai murid luar dan dalam. Salah satunya adalah Long Yue, dewi yang akan mewarisi Sekte Shenlong di masa depan.
Long Yue, perempuan cantik dan kuat. Rumor mengatakan dia menghajar semua laki-laki yang mendekatinya, bahkan dia meminta tunangannya harus memiliki kekuatan yang setara atau lebih kuat darinya. Dia sekarang berada di ranah Inti Emas tingkat 9 pada umurnya yang baru menginjak 21 tahun.
“Ketua Yuan, kamu masih sama seperti sebelumnya.”
“Ketua Qintian, Anda menjadi lebih menawan saat usiamu sudah menginjak kepala 7.” Long Yuan sedikit menyinggung Long Qintian karena sudah berumur 70 tahunan tapi masih menjabat sebagai Pemimpin Sekte.
Setelah pembicaraan yang membosankan, Ye Xuan akhirnya bisa bebas dan ingin pulang untuk sementara waktu. Namun Huang Tian langsung menarik kerah bajunya dari belakang.
“Jangan kemana-mana, Bocah.”
“Ketua Huang, aku hanya ingin bersantai.”
“Jangan harap ini akan menjadi perjalanan tenang untukmu!” ungkap Huang Tian yang menyeret Ye Xuan ke arena latihan murid dalam yang megah.
“Sial, seharusnya aku menolak ini.”
“Kau sudah janji, jangan buang tenagamu untuk hal yang tak penting!”
Ye Xuan yang putus asa hanya bisa menghela napas. Pertandingan persahabatan langsung diselenggarakan karena kelompok Sekte Shenlong harus mempersiapkan diri untuk turnamen kerajaan 2 tahun lagi.
__ADS_1
Saat pertandingan hampir di mulai, Ye Xuan diam-diam ingin pergi tapi di temukan lagi. “Ah, sial. Aku harus kembali,” katanya dengan wajah jelek dan segera berlari ke kursi peserta.
Pertandingan pertama antara Long Si dan seorang pria bertubuh kekar yang tidak diketahui identitasnya, dia merupakan murid dalam Sekte Shenlong yang sangat berbakat dan menempati posisi 30 dalam peringkat murid.
“Maafkan kelancanganku tuan muda, aku harus mengalahkanmu.”
Long Si membuka mata dan menarik pedangnya perlahan. Matanya menajam menatap musuh yang akan menggunakan keterampilan kakinya, ia segera menebas tepat sebelum musuhnya bergerak. Sudut serangannya sangat sulit di hindari, lawannya memilih untuk menerimanya.
Sayatan pedang tipis berhasil menggores kulit lawannya, Long Si terbelalak tidak percaya. Padahal tebasan pedang itu tadi sangat kuat, tapi hanya bisa menembus kulit luar murid yang tak dikenal.
Pertarungan berjalan seru, Long Si terus menyerang dan lawannya bertahan. Lawan menggunakan palu besar sebagai senjatanya. Sekali ayunannya berhasil dilepaskan, lantai targetnya berguncang.
Long Si menyadari kekuatan lawan tidak main-main, meski lambat dia punya kekuatan yang bisa menggetarkan seluruh lingkungan di sekitarnya. Long Si tiba-tiba tidak bisa menjauh karena gelombang serangan musuhnya.
“Apa?” Long Si terkejut palu besar sudah berada di depan matanya.
Pukulan berat lawannya langsung menghantam wajah Long Si hingga dia diterbangkan keluar arena. Tidak hanya terkena serangan telak, Long Si juga terkena gelombang aneh yang membuat tubuhnya tidak bergerak.
Semua leluhur yang melihatnya terkejut, seorang murid sudah bisa memanfaatkan energi mental sebaik itu. Ye Xuan hanya menguap karena dia tahu Long Si terlalu meremehkan lawannya.
Long Yue sempat melihat Ye Xuan yang menguap, dia mengerutkan alisnya dan kemudian tersenyum tipis. “Sepertinya kau harus diberi pelajaran!”
Long Si mencoba bangkit, tapi kakinya gemetar karena tidak mengetahui kenapa bisa kalah. “Kau? Apa yang kau lakukan?” tanyanya pada murid Sekte Shenlong.
Bukannya menjawab, dia justru tersenyum manis dan memalingkan badannya. Kemudian dia mengangkat tangannya ke belakang memberi isyarat bahwa keluarga Long di Sekte Tianlong tidak ada apa-apanya.
Long Tian mengeratkan giginya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Lawannya benar-benar sulit, meski umur Long Tian di bawah murid Shenlong, perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.
“Pertandingan selanjutnya!” teriak wasit pertandingan.
Pertandingan antar Mu Mixue dan seorang wanita berlangsung sangat seru. Keduanya saling jual beli serangan, tendangan Mu Mixue terlalu ganas hingga menghancurkan beberapa pedang lawannya.
Pertarungan itu di dominasi Mu Mixue, tapi wajah lawannya tidak berubah sama sekali. Ekspresi dingin itu membuat semua orang menjadi tegang, termasuk penonton yang menganggap murid Sekte Shenlong tidak bersunguh-sungguh.
Sampai akhirnya serangan terakhir Mu Mixue menerbangkan lawannya hingga keluar arena.
“Ah, sial. Aku benci pertarungan anak-anak seperti ini!” kata murid dari Sekte Shenlong sambil membersihkan bajunya. Dia mengangkat tangan dan menyerah dalam pertarungannya.
__ADS_1