
Setelah semua orang menyelesaikan ujian, Huang Tian selaku pengawas bersama dengan dua orang misterius di sebelahnya mengumumkan. “Aku yakin kalian akan kecewa dengan hasil ini. Tapi siapa saja yang tidak mendapat nilai 7 harus tersingkir!” katanya dengan suara keras.
Semua murid menjadi tegang, Ye Xuan dengan santainya menghampiri Wutu Sachuan dan Wen Lu yang berwajah cemas. “Kawan, kenapa kalian seperti tikus kedinginan?”
Wutu Sachuan yang biasanya sangat bersemangat khawatir dengan hasilnya yang kurang memuaskan, dia sudah melihat semua peserta dengan teliti. Jadi mungkin saja dia tidak akan lolos pada tahun ini. Begitu pula dengan Wen Lu yang berpura-pura lemah, dia hanya menggunakan 70% kekuatannya untuk merendah.
“Kak, jangan menggangguku!” kata Wutu Sachuan yang cemas.
Wen Lu tidak perlu di ganggu juga sudah menghilang, sekarang tinggal Ye Xuan yang berjalan santai tanpa arah. Sampai akhirnya dia menemui Lan Xue yang tenang dan makan buah coklat.
“Kelihatannya kamu suka buah coklat?” tanya Ye Xuan dengan suara pelan.
Lan Xue melihat ke arahnya kemudian tersenyum. “Buah ini sangat sedikit di Kerajaan Long, keluargaku harus membelinya dari Kerajaan Yu.”
“Kenapa tidak menanamnya sendiri?”
“Kami para bangsawan tidak suka bertani, kenapa tidak kau saja yang menanamnya. Aku bersedia membelinya dengan harga wajar.” Lan Xue menempatkan dirinya terlalu tinggi.
Ye Xuan juga ingin menanamnya, tapi dia juga harus memiliki bijinya. Pembicaraan dua bocah itu terus berlanjut hingga akhirnya Lan Xue bersedia memberikan biji buah coklat untuk di tanam.
Setelah sekian lama, akhirnya pengumuman 10 besar dibacakan. Beberapa orang menonjol belum di sebutkan, mereka semua tegang ingin melihat juara pertama pada tahap ini. Ye Xuan tidak berharap tinggi, dia hanya melesat dan menusuk drum, jadi mungkin saja akan gagal.
“Kamu tidak khawatir gagal?” tanya Lan Xue dengan tatapan dingin.
“Tidak, jika gagal tahun ini tinggal mengulanginya 5 tahun lagi. Setelah itu aku akan mendominasi semua tahapannya!” kata Ye Xuan dengan nada sombong serta tertawa kecil.
Huang Tian tidak ingin mengatakannya secara langsung, dia memilih untuk menggunakan kekuatan mental untuk memperlihatkan 10 nama terbaik. Ye Xuan menempati posisi pertama dengan nilai sempurna, 100. Kemudian disusul Lan Shan, Zhou Li, Long Si, Yu Tian, Mo Rong, Mu Mixue, Chu Feng, Lan Xue, Lu Puo.
Mereka semua punya Gubuk Kultivasi kecuali Ye Xuan yang memilih untuk berdagang dibandingkan memupuk kekuatan Qi. Bukan tanpa alasan, Ye Xuan masih dianggap tidak memiliki Dantian untuk mengolah energi langit dan bumi, jadi Gubuk Kultivasi tidak penting untuknya.
Banyak orang terkejut melihat posisi pertama direbut Ye Xuan, banyak murid dalam yang tidak mengenalinya. Lan Shan dan Zhou Li memiliki nilai yang sama, mereka adalah 98 poin.
“Tidak buruk, orang tua. Jangan memaksakan diri!” kata Zhou Li mengejek Lan Shan yang lebih tua darinya.
Lan Shan hanya bisa mengeratkan giginya. Dia sengaja tidak menggunakan kekuatan penuh karena masih ada tahap terakhir penerimaan. Namun siapa yang menyangka dua bocah yang berada di bawahnya mengimbangi dan bahkan ada yang melampauinya.
__ADS_1
“Persetan, pergilah!”
Lan Shan pergi, dia ingin sekali menghajar Ye Xuan yang tidak peduli dengan hasil tahap ujian. Dia sudah ketinggalan 2 tempat, sekarang dia harus ketinggalan 1 lagi. Artinya Lan Shan tidak akan pernah mengimbangi atau berhak menghajar Ye Xuan.
“Sial!” teriaknya di ruang tunggu.
Tahap ujian selanjutnya diselenggarakan esok hari, penampilan Ye Xuan telah menarik semua mata para instruktur di lingkungan dalam. Mereka semua sudah mengirim surat lamaran untuk mendapatkan Ye Xuan, terlepas dari hasil di tahap ke empat. Meski dia di urutan terakhir, Ye Xuan pasti akan diterima karena prestasinya di tiga tahap sebelumnya.
Meng Luo duduk di rumahnya, ada Ye Xuan yang sibuk meracik obat herbal. “Nak, ada surat lamaran dari asosiasi Alkimia.”
Sebelum menyelesaikan perkataannya, Ye Xuan sudah menyela. “Guru, aku tidak ingin bergabung dengan mereka. Meneruskan keterampilan kedokteran dan racikan obat-obatan herbal masih menjadi prioritasku. Bukankah menjadi seorang ahli alkemis harus punya Qi khusus?”
“Surat ini langsung di tanda tangani Master Menara Alkemis, dia adalah orang yang sangat terpandang. Jauh jika dibandingkan denganku,” kata Meng Luo sambil menundukkan kepalanya.
“Dunia sangat luas, master menara alkemis mungkin sangat kaut di mata semua orang. Namun di mataku dia hanya orang tua yang terus mengurung diri tanpa membagikan ilmunya,” jawab Ye Xuan dengan santai.
Dia tidak bisa merasakan bahwa pria tua yang dia sebutkan ada di belakang pintu. Meski tidak marah, dia sedikit tersinggung dengan perkataan Ye Xuan yang sangat menusuk.
“Tapi...”
Setelah memfokuskan kekuatannya, dia membentuk sebuah tungku dan memulai menghilangkan kotoran di dalam obat herbal. Setelah semua kotoran di pisahkan, Ye Xuan memasukkan obat herbal ke botol, kemudian menambahkan air khusus yang sudah disuling menggunakan Teko Naga.
Dua bahan tercampur menjadi satu, Air Suci biasa dengan obat-obatan herbal. Keduanya bersatu di dalam botol putih hingga memancarkan cahaya yang cukup terang.
“Yes, berhasil!” teriak Ye Xuan dengan tatapan penuh kebahagiaan.
Meng Luo melompat dari duduknya, pria tua misterius tidak bisa menahan diri dan langsung mendobrak pintu rumah. “Apa itu?”
Ye Xuan yang terkejut menjawab, “Ramuan peningkatan bakat.”
“Bakat?”
Kedua orang tua itu sangat penasaran dengan maksud perkataan Ye Xuan, pria tua misterius dari menara alkimia langsung menyambar botolnya. Dia membuka dan melihat ramuannya dengan matanya sendiri.
“Ini tidak mungkin, ini benar-benar ramuan yang ada di cacatan kuno. Bagaimana caramu membuatnya!” teriak master menara.
__ADS_1
“Pak tua tenanglah, dia muridku!” ucap Meng Luo mencoba melepaskan tangan Master Alkimia dari kerah Ye Xuan.
“Aku hanya menggunakan ramuan sederhana.” Ye Xuan menunjuk bekas tumbukan herbal yang sudah di olah. Dia tidak menyebutkan air suci karena manusia adalah sumber dari keserakahan.
Meng Luo dan Master Menara Alkemis mendengarkan Ye Xuan menjelaskan tekniknya, meski tidak detail itu sudah membuka mata dua orang tua. Kemampuan Ye Xuan dalam menciptakan konsep baru tidak dapat dipungkiri sangat mengesankan.
“Bagus, aku pergi dulu!” kata Master Menara Alkemis, dia tidak mengucapkan terima kasih atau minta maaf padahal sudah menghancurkan pintu orang lain.
Meng Luo menatap Ye Xuan dengan perasaan aneh. “Kau berbohong, tidak mungkin bisa menciptakan ramuan dengan bahan-bahan itu.”
“Aku memang menggunakan bahan-bahan itu, tapi airnya sedikit istimewa. Aku mencamurkan air biasa dan air stalaktit, perbandingannya 19 banding 1.” Ye Xuan mengatakan yang sebenarnya, tapi dia menyembunyikan satu tahap lagi yaitu penyulingan Teko Naga.
“Pantas saja, itu sedikit janggal. Berapa banyak air yang kamu miliki?” tanya Meng Luo.
“Tidak banyak, hanya 5 tetes.”
Meng Luo hanya bisa menghela napas, dia membutuhkan 20 tetes untuk mengembalikan Dantiannya. Pikirannya itu diketahui Ye Xuan yang sudah merasakan khasiatnya.
“Air Stalaktit dan Stalagmit tidak bisa mengembalikan Dantian, aku punya metode khusus untuk membangkitkannya. Apa Guru ingin mencobanya?” tanya Ye Xuan dengan tetapan khawatir. Dia baru mengetahui Meng Luo kehilangan Dantiannya setelah berbincang dengan Lan Xue.
“Apa? Kamu tidak bercanda?”
“Aku bisa menerapkannya pada orang lain, tapi butuh waktu 5 tahun.” Ye Xuan menjelaskan cara kerja metode penyembuhannya, akhirnya Meng Luo menyetujuinya dan mulai latihan fisik.
Hari berikutnya Ye Xuan bertanding di arena pertarungan, tahap terakhir akan di selenggarakan selama 1 hari karena hanya 16 orang yang berhak untuk bertarung di arena. Karena Ye Xuan berada di 10 besar, dia tidak perlu mengikuti babak pertama dari tahapan akhir penerimaan.
Pada tahap ini, semua peserta hanya perlu menunjukkan kekuatannya, tidak peduli mereka kalah atau menang yang pasti akan ada nilai tersendiri. Ye Xuan duduk santai menonton tawuran yang dilakukan semua murid termasuk Wen Lu dan Wutu Sachuan.
Karena ketatnya pertarungan, Wutu Sachuan gagal melaju ke tahap selanjutnya. Sedangkan Wen Lu berhasil masuk ke 4 besar. 16 murid telah di pilih, Ye Xuan berdiri di atas arena untuk menerima tantangan dari murid lainnya.
Peraturannya sangat sederhana, satu orang yang berdiri di paling akhir akan menjadi pemenangnya. Ye Xuan sebenarnya sedikit dirugikan karena harus berada di awal pertandingan.
Orang yang pertama kali naik adalah Long Si, dia sudah berlatih sekuat tenaga untuk meningkatkan kekuatannya. Namun sebelum menginjakkan kakinya di arena, seorang pria menendang wajahnya hingga pingsan, dia adalah Lu Puo.
“Siapa bilang ini pertandingan satu lawan satu?”
__ADS_1
Peraturan hanya mengatakan bahwa orang di atas arena akan menjadi pemenangnya.