
Perang terjadi, kelompok Ye Xuan membantai semua orang yang terjerumus ke jalur iblis.
Langit mulai menghitam karena perang saudara itu, hujan membasahi seluruh medan perang. Sosok pria berpakaian putih bersih muncul di atas langit.
Pria itu adalah Jiang Chen, senyumnya bertambah lebar ketika melihat Ye Xuan bertarung dengan salah satu iblis.
Saat pedang Ye Xuan akan mengakhiri lawannya, Jiang Chen menghentikannya.
"Kita bertemu lagi, saudara Ye." Jiang Chen tersenyum tipis.
Ye Xuan langsung melompat mundur. "Sejak kapan kita jadi saudara, aku tidak pernah mengingatnya."
Jiang Chen tertawa keras. "Jangan terlalu kaku, kita sudah bertemu sebelumnya."
"Jiang Chen, kau raja iblis yang sangat keji. Karenamu semua keluarga ini berakhir saling membunuh."
Jiang Chen tersenyum manis. "Itu tugasmu, bukankah kau yang mengatakan akan menghentikanku?" tanyanya.
Keringat dingin mulai menetes dari pelipisnya, Ye Xuan sedang menahan tekanan energi mental dari Jiang Chen.
"Jadi apa urusanmu datang?" tanya Ye Xuan dengan santai.
Ao Ming yang menggila mencoba menyerang Jiang Chen. Cakarnya berhenti sebelum menggores baju Jiang Chen.
"Tidak ada urusan penting. Hanya saja energi iblis di sini sangat kental." Jiang Chen memukul Ao Ming hingga pingsan.
Jentikkan jari Jiang Chen langsung mengaktifkan keterampilannya. "Soul Absorption," katanya pelan.
Jiwa iblis pada semua orang yang mengikuti Ao Ming terangkat, termasuk milik Long Yuan.
Energi hitam itu langsung menuju Jiang Chen dan terserap ke dalam tubuhnya.
Ye Xuan yang masih mengaktifkan Eye of Truth melihat peningkatan musuhnya. "Ini gila!"
Setelah jiwa iblis mereka terserap, jasat semua pasukannya menguap seperti air yang mendidih. Tidak ada yang bisa menyelamatkannya, bahkan Sistem Sedekah tidak akan bisa.
Setelah menyerap semua, Jiang Chen menyisakan satu orang. Dia adalah Ao Ming yang masih tak sadarkan diri.
"Aku menunggumu di hari kiamat dunia ini. Jadi tunggu bocah ini lebih kuat." Jiang Chen tertawa dan meninggalkan tempat kejadian tanpa menoleh ke belakang.
Suara tawanan masih menggema di telinga semua orang. Jiang Chen memang sangat kuat, bahkan Eye of Truth tidak bisa mendeteksi kekuatannya setelah menyerap jiwa iblis.
Chu Feng melirik ke arah ayah dan Klannya. "Apa itu yang kalian inginkan?" tanyanya yang basah keringat dingin.
Energi Mental Jiang Chen hanya dipancarkan pada mereka yang memusuhinya. Oleh karena itu semua pasukan Ye Xuan menerima tekanannya.
Ayah Chu Feng mendekat. "Nak, kau tidak salah. Tapi kita tidak bisa melanggar sumpah leluhur."
"Sudah aku katakan dia bukan keturunan Ao Zhuzhu, kalau tidak percaya periksalah rambut ini!" teriak Chu Feng dengan nada tinggi.
__ADS_1
Meski menggunakan nada tinggi, Klannya tidak ada yang tersinggung. Mereka sudah terlalu sering mendengar kata-kata kotor keluar dari Chu Feng. Padahal di hadapan Ye Xuan, Chu Feng terlihat sangat kalem dan cerdas.
Klan Chu dan Klan Mu pergi meninggalkan medan perang. Mereka ingin memastikan apa yang dikatakan Chu Feng dan Mu Mixue adalah kebenarannya.
Ye Xuan mendekati Long Tianyun yang terlihat sangat sedih. "Maaf, aku tidak bisa..."
"Tidak ada yang perlu disalahkan, dunia ini memang kejam. Karena sudah sampai sini, aku tidak akan mengecewakanmu lagi." Long Tianyun mengusap air matanya.
Kesalahannya sudah jelas, dia menggunakan ketrampilan yang seharusnya tidak digunakan saat ini. Melanggar itu artinya Long Tianyun akan menerima hukuman penyimpangan Qi selama satu tahun.
Huang Tian melihat ke arah tempat terkahir Yu Jin menghembuskan napasnya. "Kau adalah satu-satunya murid yang paling aku percaya. Tapi lihatlah nasibmu."
Huang Tian tidak bisa berbuat banyak, dia sedih karena harus membunuh murid terpercayanya.
Tidak kalah menyedihkan Meng Luo membunuh Meng Yan yang sebenarnya adalah anak kandungnya.
Air matanya tidak bisa dibendung karena Meng Luo sendiri yang memenggal anaknya. "Takdir, kenapa kau melakukan ini!" teriak Meng Luo yang sangat sedih.
Hujan mulai membasahi bekas medan perang lagi, air mata semua orang tertutupi air hujan yang lebat.
Ye Xuan tidak bisa berbuat banyak, jika dia dan kelompoknya tidak segera menyelesaikannya, mungkin akan banyak korban lagi.
200an orang berhasil membawa bendera kemenangan tanpa korban jiwa. Kekuatan Kelompok Ye Xuan yang baru tidak masuk akal.
Bulan mulai menampakkan wujudnya, dingin malam menyapu semua kenangan saudara-saudara mereka di Sekte Tianlong.
Saat semua orang berduka, sosok pria berpakaian biru terbang di langit. Dia adalah salah satu Jendral Kerajaan Long, Sikong Yu.
[Sikong Yu
Ranah : Kenaikan tingkat 1
Status : Musuh
Kekuatan : 2219
Stamina : 1983
Kelincahan : 1837
Jenderal perang utara Kerajaan Long, sekutu saingan Feng Xia.]
"Saingan? Sepertinya aku belum tahu kondisi kerajaan yang sebenarnya." Ye Xuan tersenyum ke arah Sikong Yu.
"Paman, kami semua korban. Kau tidak bisa sembarangan melepaskan niat membunuhmu seperti itu!" teriak Ye Xuan sambil membuang pasir yang menempel di telapak tangannya.
"Siapa kau?"
"Ye Xuan!"
__ADS_1
"Anak muda yang pemberani. Ingat! aku adalah Jenderal Utara!"
Jawaban Sikong Yu menggunakan nada yang cukup tinggi.
"Jadi itu anda, Jenderal Sikong." Ye Xuan memberi hormat pada Sikong Yu.
Terlihat jelas ekspresi Sikong Yu yang kebingungan. Meski dia kuat, Sikong Yu tidak punya otak yang baik.
"Haha, kau tahu namaku. Bagus, pemeriksaan ini akan seleai dengan cepat."
Ye Xuan maju dan membiarkan Sikong Yu mengidentifikasi dirinya. Meski menggunakan teknik yang paling canggih, Prinsip Jiwa tidak akan bisa dipelajari selamat keturunan asli penciptanya atau orang-orangnya.
Setelah memeriksa semua orang, Sikong Yu menghentikan pemeriksaannya. Tidak ada yang mengaku terlibat dalam kekacauan, bahkan sebagian orang tidak punya tingkat kultivasi.
Orang yang dimaksud adalah Ye Xuan dan kelompoknya. Energi prinsip jiwa sangat dalam, jadi tidak akan bisa di deteksi dengan mudah.
"Bagus, kalian bisa diajak kerja sama. Kalau begitu dikmati waktumu."
Sikong Yu memang pergi tapi dia tidak melihat hasil tulisannya. Tanpa mengatakan apa- apa, dia langsung menyerahkan ke atasan.
Sosok wanita cantik berambut hitam serta mata yang indah muncul. "Kenapa mereka kalah?" tanyanya.
"Maafkan aku ratuku. Orang-orang itu tidak bersalah, jadi aku tidak tega menegurnya."
"Bodoh, kau tidak bisa membunuh orang-orang lemah itu!"
Meski menjadi ratu temperamental, pengikutnya sangat banyak. Dia adalah Ratu Kedua setelah Feng Xia.
Perebutan kursi ratu yang sesungguhnya akan segera dimulai. Ye Xuan hanya bisa mengeratkan giginya. Dia sudah berusaha sekuat tenaga, pada akhirnya mereka diserap.
Sikong Yun mendapatkan tendangan kuat. Ratu kedua melakukannya hanya untuk melepas kekesalannya.
Disisi lain, Ye Xuan dan kelompoknya sedang membersihkan sisa-sisa perang. Mereka memungut dan membantu yang selamat.
Sejarah akan menulis betapa kuatnya mereka menghancurkan Sekte Tianlong.
[+5.730 Poin Sedekah.]
Penambahan poin itu didapatkan dari membantu orang dan menyingkirkan penjahat. Orang-orang di bawah Ao Ming diidentifikasi sebagai penjahat karena termakan Iblis Jiwa.
Setelah membersihkan semuanya, Ye Xuan dan kelompoknya kembali ke Menara Asura. Mereka semua akan melatih mental serta meningkatkan kualitas Qi-nya.
Hampir semua orang masuk ke Dunia Kecil, hanya menyisakan Ye Xuan, Wutu Sachuan, dan Wen Lu.
Mereka bertiga berkeliling kota untuk mencari beberapa herbal penting.
Saat mencari herbal, seorang wanita menghampiri dan langsung menghunuskan pisaunya.
"Penjahat keji, kau membunuh orang-orang tidak bersalah!" teriak perempuan itu sambil menangis. Ye Xuan dan lainnya masih mengenakan pakaian Sekte Tianlong.
__ADS_1
Ye Xuan hanya tersenyum saat perutnya di tusuk, pisau itu tidak bisa menembus kulitnya.
"Maaf, aku terlambat menghentikan mereka," kata Ye Xuan dengan suara pelan.