Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Mode Bertarung


__ADS_3

Tidak mau membuang waktu, Ye Xuan langsung menggunakan Pelahap Jiwa. Dia mendapat banyak informasi dari kapten penjaga.


Ramuan penyembuh Energi Mental digunakan, Ye Xuan tidak boleh terlalu boros.


"Tunggu, ada yang mendekat." Ye Xuan menyingkirkan tubuh kapten penjaga dengan Api Ungu.


Lian Si tidak pernah menyangka Ye Xuan begitu kejam. "Tuan Muda, kita harus pulang bawahan Shi Yun sudah datang."


"Kenapa harus pergi?"


Ye Xuan melepaskan Domain Qi, dia merasakan gerakan lawan yang tidak terlalu mencolok.


"Lian Si, padahal Nona sudah memberimu kesempatan. Kenapa kau membuangnya begitu saja."


"Siapa yang sudi berada di bawah orang kejam itu!"


"Tuan Jiang Chen sudah memberi kami perintah. Siapapun yang melawan harus mati!" kata Bawahan Shi Yun.


[Dong Mi


Ranah : Penguatan Jiwa tingkat 5.


Status : Musuh.]


Setelah menampakkan wujudnya, Ye Xuan terbelalak tak percaya. Dia tidak dapat mengenali wajahnya karena rusak, tubuhnya kekar tapi sepeti seorang wanita.


"Apa kau takut?" tanya Dong Mi pada Ye Xuan yang kaget.


"Takut? Sepertinya kau salah paham. Aku hanya tidak bisa melihat sebenarnya kaubitu cewek atau cowok!"


"Siapa yang peduli aku cewek atau cowok, semua orang sudah membuangku. Jadi untuk apa mereka tau?"


Pembicaraan mereka selesai sampai disitu, Dong Mi langsung bergerak maju dengan tangan kosong.


Ye Xuan menghentikan pukulan lawan dengan tangan kosong. Matanya langsung terbuka lebar saat dirinya terbangkan cukup jauh.


Eye of Truth merekam semua kejadiannya, tapi tubuhnya tidak mau bergerak sesuai keinginannya.


"Jadi begitu seluruh tubuhnya sudah dilapisi Formasi." Ye Xuan melompat ke depan, dia dengan cepat memecahkan formasi dan membuat tubuh Dong Mi tidak stabil.


"Tidak mungkin, tuan sudah memasang formasi kuno. Seharusnya kau tidak..."


Iblis di dalam tubuh Dong Mi berontak keluar, kulitnya berubah hitam dan matanya menjadi merah.


Lian Si ingin muntah saat melihat perubahan Dong Mi. "Benar-benar menjijikkan."


"Yang penting aku kuat!" teriak Dong Mi dengan suara keras.


Ye Xuan menghentikan pergerakan Dong Mi yang ingin menyerang Lian Si. Pedangnya langsung diselimuti energi hitam dari Shadow Rush.


Tinju Dong Mi dihentikan. Ye Xuan tersenyum tipis setelah melihat kepalan tinju lawannya terluka.


Energi Jiwa adalah lawan alami dari para iblis. Ye Xuan dengan cepat membuat serangan balik, ayunan pedangnya sangat cepat. Targetnya adalah dua tangan Dong Mi yang tampak seperti monster.


Tebasan pertama berhasil dihentikan, tebasan kedua melukai kulit dan tebasan ketiga memotong lengan Dong Mi dengan sempurna.


"Argh..."


Iblis jiwa yang kesakitan membuat kesadaran Dong Mi kembali. "Hahah, akhirnya aku bisa!"

__ADS_1


Kontrol iblis jiwa adalah tujuan dari Rumah Badai Kosmik. Mereka harus mengendalikan iblis jiwa di tubuhnya untuk menjadi pasukan resmi.


Dong Mi melepaskan energi kematian, dia menekan semua orang yang ada di ruang bawah tanah.


Shi Yun merasakan gelombang energi yang begitu besar, dia langsung beranjak keluar dari ruangan.


"Apa yang terjadi?"


Ye Xuan tersenyum tipis dan menatap Dong Mi yang menjadi lebih kuat.


[Dong Mi


Ranah : Penguatan Jiwa tingkat 9.]


Peningkatan yang tidak masuk akal, tapi Ye Xuan justru senang melihatnya.


"Akhirnya aku bisa bertarung dengan bebas." Ye Xuan juga melepaskan energi jiwa.


Shadow Rush digunakan sepenuhnya, Armor Kesatria Ye Xuan tampak elegan dengan campuran warna ungu dan hitam.


"Perasaan ini sungguh sesuatu. Aku tidak pernah menggunakannya." Ye Xuan tertawa keras.


Bentrokan dua energi langsung menghancurkan ruang bawah tanah. Laboratorium percobaan rekayasa manusia juga ikut hancur.


Shi Yun marah besar. "Bajingan, apa yang kau lakukan!"


Dong Mi melirik ke arah Shi Yun. "Jangan merendahkanku, sekarang posisimu berada di bawah ku!"


Shi Yun tidak menyangka Dong Mi bisa mengendalikan iblis jiwa. Secara langsung Shi Yun harus menuruti perkataan Dong Mi.


Sambil mengeratkan giginya, Shi Yun memberi hormat. "Maaf ketua Dong. Aku salah!"


Padahal Shi Yun belum mengaplikasikan hasil temuannya pada tubuhnya. Namun sekarang Laboratoriumnya hancur dan hasil eksperimennya justru berada di atasnya.


"Kau benar, kita seimbang jadi ayo lakukan!"


Keduanya bergerak cepat, setiap kali bentrokan tinju dan pedang gelombang udara menghancurkan semua yang dia lalui.


Tidak hanya sebatas ruang bawah tanah, istana di Kota Wuhan juga hancur. Beberapa gedung hancur rata dengan tanah.


Penduduk yang tidak salah berlarian, mereka keluar menyelamatkan diri. Namun pertarungan Ye Xuan dan Dong Mi melebar hingga ke hutan.


Dong Mi terbang di atas langit sedangkan Ye Xuan berdiri di atas tanah.


"Haha bagus, kau membantuku naik!"


Mereka yang berada di ranah Kenaikan bisa terbang bebas. Ye Xuan jauh dari ranah Kenaikan, dia tidak mau repot-repot membuang energi hanya untuk terbang.


Pertarungan dilanjutkan, Ye Xuan mulai merasa kelelahan. Matanya mulai bergetar tak fokus.


Tidak berbeda jauh dengan musuhnya, Dong Mi terlihat bingung karena regenerasi super miliknya tidak berguna.


Bukannya takut, Ye Xuan justru tersenyum tipis. "Haa...!"


Teriak Ye Xuan membangunkan jiwa bertarungnya. Matanya menatap tajam ke arah Dong Mi.


Ledakan energi terjadi, Ye Xuan tidak pernah melepaskan semua kekuatannya sejak pertama mengkultivasikan Teknik Prinsip Jiwa.


Bayangan malaikat bersayap enam muncul di belakang Ye Xuan. Semua orang yang melihatnya ketakutan termasuk Dong Mi.

__ADS_1


"Haha!"


Ye Xuan tertawa keras, dia akhirnya bisa menerobos tingkatan Prinsip Jiwa selanjutnya.


Dong Mi bergumam, "Tidak, tidak mungkin aku takut!"


Pedang Sky Splitter retak, dia tidak kuat menahan energi jiwaa yang dilepaskan.


Ego dari pedangnya bangkit, besi yang menyelimuti pedang itu hancur digantikan dengan jm energi berwarna hitam.


"Salam hormatku Tuan Muda Ye." Perang Sky Splitter menyapa Ye Xuan.


Simbol Api Ungu muncul di dahinya. "Sepertinya aku tidak boleh ketinggalan, Tuan Muda Ye."


Simbol Harimau Putih juga keluar di tangannya. Dia tidak mengatakan apa-apa, egonya hanya sebatas kehendak.


Sebuah simbol muncul di dada Ye Xuan, simbol itu menandakan tubuh ilahi miliknya adalah Tubuh Ilahi Raja Perang.


Semakin parah lukanya, semakin banyak peningkatannya. Itulah kemampuan unik Tubuh Raja Perang.


Dong Mi memaksakan kehendaknya, dia menerjang Ye Xuan dengan seluruh kekuatannya.


Bukanya menghindar Ye Xuan justru sengaja membuat dirinya terluka. Ye Xuan diterbangkan hingga ratusan meter, punggungnya menabrak batu.


[Kekuatan +1.]


Kekuatan artinya fisik dan pertahanannya di naikkan satu poin.


"Benar ayo lanjutkan!"


Ye Xuan bersenang-senang, dia mengayunkan pedangnya sembarangan. Semua serangan meleset dan tubuhnya terkena pukulan lawan.


Pertarungan gila itu terjadi, Ye Xuan seperti sedang dihajar habis-habisan.


Shi Yun terlihat senang karena Dong Mi menang, kalau tidak pasti dia akan mengalami kecelakaan fatal.


Setelah puas bermain Ye Xuan menghunuskan pedangnya. "Phantom Execution."


Tusukan pedangnya bergerak cepat hingga meninggalkan ratusan bayangan pedang. Bayangan itu menghasilkan sayatan yang sangat cepat.


Dong Mi yang ada di tengah-tengah hanya bisa pasrah. Ratusan sayatan pedang menghancurkan tubuhnya hingga menjadi serpihan kecil.


"Tidak, kau pasti bercanda. Dong Mi Bajin*an dimana kau kabur!" teriak Shi Yun dengan perasaan campur aduk.


Ye Xuan tertawa keras, dia melepaskan mode bertarungnya. "Akhirnya!"


[Sistem eror, peningkatan tidak wajar menarik hukuman Surgawi.]


Gumpalan awan hitam muncul di langit, petir Surgawi menyambar tubuh Ye Xuan yang kelelahan.


Petir itu sangat besar hingga menghancurkan seluruh tanah dan membakar pohon di sekitarnya.


Ye Xuan yang menjadi target sambaran diam membatu, tubuhnya gosong dan tidak menampakkan tanda-tanda kehidupan.


"Hahaha, mati kau Bajin*an!" teriak Shi Yun dengan perasaan gembira.


Ye Xuan tidak bergerak, sambaran petir selanjutnya datang menyambar.


Tanah dan pohon yang hancur kembali berkobar, udara di sekitarnya berputar dan menciptakan badai yang sangat besar.

__ADS_1


Kobaran api meluas, kerusakannya hampir mencapai Kota Wuhan. Lian Si langsung membawa anaknya menjauh, dia sebenarnya enggan meninggalkan Ye Xuan yang dalam bahaya. Tapi membantu saat ini sama dengan bunuh diri.


Sambaran petir selanjutnya turun, tubuh Ye Xuan retak dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


__ADS_2