
Setelah mendengar pernyataan Ye Xuan, Tian Liu langsung membuat pengaturan untuk tokonya. Namun sebelum meninggalkan Ye Xuan, Tian Liu memberikan tiket undangan.
"Saudara Muda, ini tiketmu. Kami sudah mengaturnya, jadi kamu hanya perlu datang lagi besok lusa."
Ye Xuan mengangguk, dia segera pergi untuk melihat situasi. Setelah hilang beberapa hari, keadaan Kota Deyang semakin memanas.
Perseteruan antara Sikong Yu dan Pemilik kota yang baru menjadi topik panas. Semua orang di bar juga sedang membicarakannya.
Ye Xuan tidak menanggapi pada awalanya tapi seorang pria paruh baya mendekatinya. Padahal dia menggunakan wajah seorang pemuda berambut hitam.
"Anak muda, kau sepertinya bimbang. Ada apa?"
Ye Xuan tersenyum tipis dan menjawab, "Aku tidak sedang bimbang, Paman. Hanya saja aku kebingungan menghabiskan uang tidak bergunaku."
Pria paruh baya itu memperkenalkan dirinya. "Aku Li Dong, orang paling terpercaya di kota ini. Jadi katakan saja, aku bisa membantumu."
"Kalau begitu apa pedapatmu tetang kerusuhan kota saat ini?" tanya Ye Xuan dengan santai.
"Kenapa harus bertanya, sudah jelaa Sikong Yu akan kalah dan berakhir di penjara. Kekuatan pemilik kota sekarang sangat dalam."
Ye Xuan tersenyum tipis. "Sepertinya kamu orang yang tidak dapat dipercaya, informasimu sangat dangkal."
"Apa yang kau tahu anak muda?"
"Aku bimbang kenapa Toko Matahari Senja harus mendukung Sikong Yu, tapi setelah mengetahui faktanya aku jadi bimbang."
Ye Xuan mengarang cerita dengan kemampuan lidahnya. Dia tidak berbohong tapi menambahkan sedikit bubu manis untuk meyakinkan ceritanya.
Li Dong adalah orang yang bermulut besar, dia selalu melebih-lebihkan informasi.
Ye Xuan berdiri dan tersenyum tipis. "Aku harus pergi, sepertinya Ye Xuan akan mengejarku karena aku tahu informasi itu."
"Hati-hati saudaraku. Ngomong-ngomong aku punya tempat persembunyian, apa kau ingin berkunjung?" tanya Li Dong.
"Tempat persembunyian? Sepertinya itu bagus." Ye Xuan ingin terus memainkan perannya.
Setelah berjalan beberpaa saat, Ye Xuan dan Li Dong masuk ke sebuah rumah persembunyian.
Rumah persembunyian yang di maksud sangat berbeda dengan bayangan Ye Xuan, tempat itu sangat tinggi.
"Surga Bulan?"
"Tempat ini bisa dikunjungi umum, tapi kita tidak akan lewat sini."
Li Dong dan Ye Xuan menuju pintu belakang, mereka langsung mengetuk pintu besi.
"Aku pengunjung tetap, dagingnya terasa sangat enak." Li Dong mengucapkan kata sandi untuk masuk.
"Kau harimau atau katak?" tanya penjaga.
"Tentu saja katak," jawab Li Dong dengan penuh percaya diri.
Penjaga langsung membuka pintu dan membiarkan mereka berdua masuk.
__ADS_1
"Hati-hati, banyak orang kurang bersahabat di sini." Li Dong memberi Ye Xuan peringatan.
"Tenanglah, aku sudah menghafal semuanya." Ye Xuan tersenyum tipis. Bukan kata sandinya yang di hafal, tapi susunan formasi seluruh bangunan.
Bangunan ini punya 10 lantai ke atas dan 18 lantai ke bawah. Setiap lantai punya karakteristiknya masing-masing.
Saat ini Ye Xuan dan Li Dong ada di lantai 1, mereka melihat banyak orang menjual barang-barang ilegal.
Meski menjual barang ilegal, semua orang tetap merasa aman karena pemilik kota mendukungnya.
"Kau bisa mendatanginya, mintalah kartu namamu."
Ye Xuan dengan santai berjalan menuju seorang wanita cantik dengan pakaian ketat.
"Aku ingin kartu masuk," kata Ye Xuan dengan nada dingin.
"Wow, lihatlah bocah ini. Kau minta kertu identitas dengan ekspresi datar!"
Seorang pria berbadan kekar mendekat. "Siapa dia?"
"Aku tidak tahu, dia bocah sombong yang meminta kartu identitas!"
"Hai, bocah kau membuatku kesal!"
Tepat setelah pria besar itu mengatakan keluhannya, Ye Xuan sudah menusuk perutnya dengan pedang energi. Setelah menusuk dia menebasnya ke samping, sehingga tubuh lawannya hilang setengah.
"Aku benci di panggil bocah, kalau kau ingin bertarung majulah!" kata Ye Xuan dengan tatapan penuh amarah.
Pembunuhan di lantai 1 sebenarnya di larang, tapi tidak ada yang berani menghentikan Ye Xuan karena pria yang dia bunuh adalah penguasa lantai 1.
Orang-orang berkumpul, termasuk Li Dong yang membawanya masuk.
"Kawan, apa yang terjadi?"
"Ada orang sombong yang memanggilku bocah."
Li Dong tidak percaya dengan matanya, mengusapnya dua kali untuk memastikan.
"Kau membunuhnya?"
"Memangnya kenapa? Apa pembunuhan di larang?"
Semua orang diam termasuk Li Dong, mereka hanya bisa duduk dan melanjutkan aktivitasnya tanpa mempedulikan mayat penguasa lantai 1.
Pria muda berumur 26 tahunan berjalan sambil tepuk tangan. "Bagus, sangat bagus. Akhirnya aku menemukan orang yang tepat."
"Siapa kau?" tanya Ye Xuan.
"Jangan terlalu sombong bocah, kau hanya mengalahkan penguasa lantai satu."
Tepat setelah mengatakannya, Ye Xuan menebas pria itu menjadi dua. "Sudah aku katakan, aku benci dipanggil bocah!"
Dua pengawal di belakang pria muda langsung menerjangnya, Ye Xuan tidak mengelak. Dia justru membalas serangannya dengan ayunan pedang yang sangat kuat. Sayatan pedang tercipta dan langsung menebas dua pengawal.
__ADS_1
"Apa ada lagi? Ayo buat ini menjadi lebih menarik!" kata Ye Xuan menantang setiap petarung yang ingin membuatnya kesal.
Li Dong mendak. "Kawan tenanglah, kami tidak ingin membuat masalah dengan orang sekuat dirimu."
"Lupakan, di lantai berapa aku bisa tidur? Apa aku harus membunuh penguasa lantainya?"
"Tidak, tidak. Kamu bisa istirahat di lantai 10." Li Dong menjawab dengan senyum manis.
Ye Xuan pergi ke lantai 10, perbuatannya meninggalkan teror yang menakutkan untuk semua penghuninya.
Penguasa lantai 1 dan 2 tewas dalam waktu yang hampir bersamaan. Ye Xuan mendapat peringatan dari penjaga bangunan.
"Apa kau yang menyebabkan kerusuhan di lantai 1?" tanya penjaga bangunan.
"Ya, aku membuatnya."
"Kau berlebihan, jadi berikan kami kompensasi!"
Ye Xuan menggelengkan kepala. "Kalau ingin kompensasi, biarkan bosmu datang."
"Sombong!"
Pukulan kekuatan penuh dari penjaga bangunan langsung menghantam ke arahnya. Ye Xuan dengan santai menangkap tinju penjaga bangunan.
"Apa ini pernyataan perang?"
Ye Xuan langsung menarik tangan penjaga dan membalas serangannya. Pukulannya langsung mengenai perut dan membuat penjaga gerbang muntah darah.
"Lemah, kau bahkan lebih lemah dari budakku!" kata Ye Xuan merendahkan penjaga bangunan.
"Kau,siapa kau sebenarnya?"
"Jangan ganggu aku atau aku akan membunuhmu!"
Ye Xuan masuk ke kamar dan langsung pergi ke Alam Nemo. Sedangkan masalah yang dia buat sedang di perbincangan semua orang.
Li Dong menyebarkan informasi tentang Ye Xuan, meski tidak menyebutkan namanya dia yakin bahwa pria yang ditemuinya setara dengan Ye Xuan.
Sudah bukan rahasia umum, Ye Xuan sangat kuat hingga bisa membongkar praktik terlarang dari pemilik kota.
Meski akhirnya Ye Xuan tumbang, setidaknya dia telah membuat pencapaian yang tidak dapat dicapai orang lain.
"Tapi tunggu, aku mendengar informasi ini darinya. Ye Xuan tidak mati, dia sedang menunggu waktu yang tepat. Makanya Toko Matahari Senja akan menyatakan dukungan pada Sikong Yu besok."
"Apa kau yakin?"
"Informasi ini aku dapat darinya langsung, aku harus mempertimbangkannya." Li Dong menyebarkan isu itu dengan harapan semua orang menaikkan derajatnya sebagai pemberi informasi.
Semua orang membuat keributan karena informasi dari Li Dong akurat. Toko Matahari Senja dengan terbuka memberikan dukungannya pada Sikong Yu.
"Sudah aku bilang, benarkan!"
Li Dong membanggakan dirinya, kemudian dia membuka mulutnya lagi. "Aku dengar seorang pria yang disebut Dokter Ilahi sedang duduk bersama Sikong Yu. Dokter itulah yang membuat Tian Liu berubah pikiran."
__ADS_1
Informasi Li Dong membuat semua orang menebak-nebak. Mereka jadi bimbang harus berpihak pada siapa.