
Ye Xuan memasang wajah datar. “Apa yang tidak mungkin, bukankah banyak anak-anak di sini sebanding denganku? ”
Gu Jin-Long melihat lagi bakat Ye Xuan dengan kemampuan matanya. Setelah menatapnya cukup lama Gu Jin-Long menggelengkan kepala. “Paman, apa kamu gila?” tanya Ye Xuan dengan ekspresi polos.
Resepsionis yang melihat pertarungan mereka tertawa kecil. “Hanya kamu yang bertanya orang itu gila?” katanya sambil menutup mulutnya.
“Diam, kau tidak membantuku menyelesaikan masalah ini. Bagaimana bocah 17 tahun menggunakan Doa Pedang yang begitu kuat!” teriak Gu Jin-Long yang sangat penasaran.
“Apanya yang kuat? Aku hanya menggunakan 80% kekuatanku. Kalau semuanya keluar, aku akan mati.” Ye Xuan mengelak untuk mengakuinya, dia menggunakan 50 poin Energi Mental tapi tidak dapat menggores Gu Jin-Long. Satu kata untuk pria di depannya ‘Monster’.
“Kau....” Gu Jin-Long tidak melanjutkan perkataannya, dia ingin melihat Ye Xuan sembuh dan merasakan lagi serangan tadi. Namun niatnya segera diurungkan karena ada seekor burung elang menemuinya.
“Xia Chang, aku tidak punya urusan denganmu. Dia orang yang ingin bergabung denganku.”
Burung elang itu memudar, cahaya terang menyilaukan mata. Xia Chang muncul sebagai gantinya. “Aku tidak peduli dengan siapa dia bergabung, aku ingin bocah penipu itu!”
“Paman, kenapa kalian membuat ini menjadi rumit. Aku murid Sekte Tianlong,” kata Ye Xuan ingin menyelamatkan nyawanya. Dia tidak pernah merasa di awasi, oleh karena itu langsung menuju Asosiasi Pemburu Monster. Namun siapa yang menyangka ternyata Xia Chang mengawasinya setiap saat.
Gu Jin-Long dan Xia Chang melihatnya dengan tatapan bengkok, keduanya memikirkan hal yang sama. “Apa bocah ini bodoh?”
“Aku tahu kalian berdua sangat kuat, tapi aku tidak ingin tinggal terlalu lama.”
“Kenapa?” tanya Gu Jin-Long.
“Aku datang hanya untuk Wutu Sachuan, dia saudaraku yang belajar di Sekte Tianlong.” Ye Xuan mengatakannya dengan tenang.
Melihat sikat Ye Xuan yang bisa mengendalikan ketenangannya, Xia Chang menyadari bahwa lawan bicaranya tidaklah mudah. “Siapa kau sebenarnya? Aku tidak pernah mendengar nama atau margamu di Kerajaan Long?”
“Aku dari pedesaan, sederhananya aku punya kemampuan khusus yang disebut Tubuh Ilahi. Kemampuan tubuh ilahiku adalah meniru kemampuan orang lain kemudian mengajarkannya pada orang yang dirasa tepat.”
Xia Chang tidak bisa menahan emosinya untuk segera mengambil Ye Xuan menjadi pelatih kerajaan. Namun dia langsung dihentikan Gu Jin-Long, mata mereka saling bertatapan.
“Kau bisa meniru keterampilan? Tunjukkan padaku.” Gu Jin-Long mengatakannya dengan tatapan serius.
__ADS_1
Ye Xuan menyempitkan matanya dan mengangkat kedua tangan serta bahunya. “Keterampilan apa yang harus aku salin?”
Gu Jin-Long melapisi pedang dengan energinya, dia langsung menusuk ke langit. Udara di sekitar ujung pedangnya langsung berputar menciptakan sebuah badai dan membelah awan.
“Paman, apa kamu gila. Mana mungkin aku meniru keterampilan yang begitu kuat.”
“Coba saja.”
Ye Xuan meminum ramuan konsentrasi, dia meningkatkan fokusnya hingga titik tertinggi. Kemudian menggunakan Dao Pedang dan segera menusuk langit. Udara di ujung pedangnya menciptakan badai kecil dan berhembus kuat. Tidak hanya badai udara, tetapi suhu di sekitar serangannya menjadi lebih panas.
Dua orang kuat itu membelalakkan matanya, meski keterampilannya tidak sama tapi Gu Jin-Long dan Xia Chang menyadari ada kesamaan dalam prosesnya. Jika keterampilan Gu Jin-Long diperlihatkan 3 atau 4 kali, mungkin saja Ye Xuan menirunya dengan sempurna.
“Aku tidak bisa meniru keterampilan dengan sempurna. Aku cenderung mengubahnya sesuai dengan kondisi tubuhku.” Ye Xuan mengatakan kebenarannya. Dia tidak harus mengungkapkan bahwa dia bisa meniru keterampilan seseorang dengan sempurna.
“Jadi begitu. Baiklah, sekarang jadilah muridku.” Gu Jin-Long langsung mengungkapkan niatnya.
“Paman, aku hanya anak pedesaan. Mungkin saja aku tidak akan bisa menyalakan cawan suci seperti saudaraku Wutu Sachuan.” Ye Xuan merendah untuk menolak tawaran Gu Jin-Long.
“Siapa yang peduli, aku merekrutmu untuk kepentinganku.” Gu Jin-Long tidak menyerah.
“Dua paman, aku sudah mengatakan keputusanku. Aku tidak aku bergabung dengan Kerajaan Xia.” Ye Xuan mengeluarkan Teh Surga untuk menarik minat Gu Jin-Long dan Xia Chang, dia ingin segera meminumnya layaknya air putih biasa.
Tangan Xia Chang langsung menghentikannya. “Teh apa itu?” tanyanya yang merasakan fluktuasi energi langit dan bumi di dalam cangkir.
“Aku menyebutnya Teh Surga, meski namanya sangat sombong nyatanya ini hanya teh biasa buatan guruku.” Ye Xuan mencoba menjadi serius.
“Guru?” tanya Gu Jin-Long.
“Ya, guruku cukup ahli dalam pembuatan teh. Dia memberiku beberapa untuk di minum setiap bulan.”
“Berikan padaku!” kata Xia Chang yang langsung menarik cangkir teh. Dia menghirup uap yang ada di atas cangkir. Matanya terbelalak karena kasiat tehnya sangat bagus.
Xia Chang ingin meminumnya, tapi tangannya di hentikan Gu Jin-Long. “Kau ingin merebutnya dariku?” tanya Xia Chang dengan tatapan serius.
__ADS_1
“Kawan, kita ada dua. Kenapa kamu harus meminumnya?”
Ye Xuan menghentikan keduanya. “Kalian berdua tidak akan mendapatkan manfaatnya. Teh itu hanya dapat membantu orang yang berada di bawah ranah Pengembaraan Jiwa. Kalau boleh tahu kalian ada di ranah apa?” tanya Ye Xuan dengan ekspresi polos.
Gu Jin-Long dan Xia Chang saling melihat dan berkata bersama, “Kenaikan.”
Ye Xuan tampak tenang dan menganggukkan kepala, dia terlihat biasa saja saat mendengar kata ‘Kenaikan’. “Kalau begitu kalian minumlah teh ini, guruku hanya memberinya 3 cangkir, satu sisakan untukku di masa depan.”
Keduanya langsung menyambar cangkir teh, tapi Ye Xuan segera menariknya. “Tunggu, bagaimana kalau kita buat kesepakatan. Aku memberimu teh, kalian membantuku membawa Wutu Sachuan ke Sekte Tianlong?”
“Aku tidak...” Xia Chang tidak jadi melanjutkannya karena Ye Xuan mengeluarkan dua cangkir lainnya.
“Bagaimana kalau begini, aku akan memberikan 2 teh hijau muda, 2 teh hijau tua setiap bulannya. Untuk keuntungannya silakan kalian tentukan sendiri.” Ye Xuan memberikan bisnis pada Xia Chang.
“Aku setuju!” teriak Xia Chang dengan antusias.
Gu Jin-Long menyempitkan matanya dia ingin mendapat tawaran yang sama, tapi otoritasnya tidak cukup kuat untuk mengguncang Keluarga Wutu.
“Apa yang kau khawatirkan Paman, aku juga menawarkannya untukmu.” Ye Xuan dengan santai menepuk pundak Gu Jin-Long.
“Bocah, kau ingin mati!” teriak Gu Jin-Long sambil melepaskan kekuatannya ranah Kenaikan. Dia hanya menggunakan tekanan mental untuk menguji Ye Xuan.
“Tenanglah paman, aku mengatakan yang sebenarnya.” Ye Xuan bertahan dengan baik, untungnya tekanan yang dilepaskan tidak lebih dari 50 poin.
Kesepakatan akhirnya terjalin, ketiganya saling menguntungkan untuk mengembangkan kekuatan masing-masing. Xia Chang dan Gu Jin-Long sudah merasakan teh surga, mereka tidak akan melupakan perasaan nyaman setelah meminumnya.
“Paman Xia, mungkin ini sedikit lancang. Tapi sebaiknya kamu berhati-hati dengan Keluarga Jin. Jika tebakanku benar kerajaan ini akan menjadi sasaran berikutnya.” Ye Xuan ingin mengalihkan pembicaraan ke masalah negara supaya mendapat kesan yang lebih baik.
“Apa maksudmu? Keluarga Jin punya kontribusi besar untuk kerajaan.” Xia Chang tetap tenang, dia sedang menyembunyikan perasaannya sebenarnya.
Ye Xuan menjelaskan tentang musuh semua umat manusia, sebenarnya ada kelompok yang bisa menyerap iblis jiwa. Kelompok itu membutuhkan perang untuk memanen dendam dan iblis jiwa semua orang.
Semakin banyak perang, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Itulah teori yang ingin disampaikan Ye Xuan. Namun teorinya sedikit cacat karena tidak ada bukti yang jelas, Ye Xuan kehabisan Batu Terkutuk untuk membuktikannya.
__ADS_1
“Aku percaya pada bocah itu, senjata ini membuktikannya. Setiap kali aku menggunakannya, jiwaku seperti di giring ke arah yang salah. Jika tidak bisa mengontrolnya, aku pasti akan mengambil jalan iblis.” Gu Jin-Long mengatakan itu sambil mengeluarkan Senjata Terkutuk.