
Selama tiga bulan Ye Xuan menyingkirkan orang-orang yang menurutnya tidak perlu terlibat. Bahkan dia menghilangkan beberapa ancaman yang sudah di tanam Sekte Shenlong. Karena disibukkan dengan urusan-urusan itu, perkembangan kekuatannya sedikit menurun.
[+11 Fisik, +9 Stamina, +4 Kelincahan, +7 Mental, +5 Qi, +100 Reputasi, +5230 Poin Sedekah.]
Meski penambahan statusnya menurun, Ye Xuan mendapat banyak Poin Sedekah. Dia mendapatkan semua itu karena kerja keras orang-orang yang mengucap sumpah setia padanya.
Matahari pagi mulai menampakkan wujudnya, kelompok yang dipimpin Long Yuan muncul di depan gerbang Kota Lianyun dengan ekspresi lesu. Mereka berakhir di urutan 7 dari 7 sekte yang berpartisipasi.
Meskipun Wutu Sachuan dan teman-temannya sangat kuat, mereka hanya kelompok kecil. Keserakahan Lan Shan dan Zhou Li membuat mereka terpuruk, Wutu Sachuan dan Wen Lu hanya bertanding satu kali, padahal mereka menang tanpa luka.
Mu Mixue dan Lou Yi bahkan tidak bertarung sama sekali, mereka hanya pajangan di kursi anggota Sekte Tianlong. Chu Feng membawa 4 kemenangan dan akhirnya dia terluka parah, bahkan hampir mengancam nyawanya. Sekarang dia belum sadarkan diri karena tubuhnya terkena racun mematikan, Meng Luo dan Tao Hongjing memberikan yang terbaik, tapi belum juga membuahkan hasil.
Hu Ming tidak kalah mengenaskan dari Chu Feng, dia membawa 7 kemenangan. Namun pria itu kehilangan seluruh kultivasinya, dantiannya hancur dan merdiannya telah terputus sepenuhnya.
Wen Xin dan Xu Ling dipaksa terus bertanding, mereka selalu membawa kemenangan padahal kultivasinya hanya di ranah Inti Emas. Mereka berdua masing-masing membawa 12 kemenangan.
Zhou Li mengambil banyak peran, dia berhasil meraih 17 kemenangan mudah. Dia memilih lawan yang benar-benar sangat lemah, jadi mudah untuk mengalahkannya. Berbanding terbalik dengan Hu Ming dan Chu Feng.
Lan Shan membawa 15 kemenangan dengan caranya sendiri, dia mengandalkan uang untuk meraih kemenangan. Meski begitu mereka semua mengalami kerugian banyak hingga akhirnya menempati posisi terakhir dengan 67 kemenangan dan 173 kekalahan.
Alasan mengapa turnamen kerajaan berlangsung cukup lama adalah karena mereka harus bertarung berkali-kali. Semua peserta harus bertarung setidaknya sebanyak 2 kali dalam sehari, jadi saat pertarungan pertama menang mereka biasa akan menyerah di pertandingan kedua.
Bukan karena tidak berani, tapi karena mungkin saja mereka sudah menggunakan sebagian qi miliknya. Penentuan peserta yang maju diputuskan Lan Yan sebagai pelatih sekaligus pengambil keputusan. Long Yuan harus menghadiri jamuan Raja Kerajaan, jadi dia hanya bisa menonton.
Ye Xuan terlihat tenang, padahal dia khawatir dengan keadaan saudara-saudaranya. “Aku terlalu khawatir,” katanya pelan, ia kemudian menggunakan Shadow Rush untuk menghilang dari pandangan semua orang.
Meski Chu Feng terluka, dia mendapatkan pertolongan langsung dari gurunya, pasti dia sedang pura-pura karena tidak mau dipaksa bertarung terus menerus.
Tepat saat Long Yuan memasuki kota, matanya menyempit karena suasanya terasa sangat berbeda. Orang-orang di kota menjadi lebih bahagia dari sebelumnya, dia segera masuk dan melihat banyak penduduk yang membangun rumahnya.
Setelah berjalan beberapa saat, dia melihat banyak pedagang yang membelanjakan barang unggulan. Keadaan pasar juga menjadi sangat ramai karena absennya Keluarga Lan.
“Ayah, sepertinya semua sudah berkembang. Kenapa toko kita tutup?” tanya Lan Xue dengan suara lembut. Dia bertarung dengan baik tapi berakhir menjadi bahan ejekan.
__ADS_1
Akar spiritual Lan Xue tidak terlalu buruk, dia memilik Akar Spiritual tingkat Emas. Namun perkembangannya sangat lambat karena tidak mendapatkan teknik kultivasi yang tepat. Hasilnya dia mengalami kemacetan di ranah Inti Emas tingkat 5.
“Aku tidak tahu, sepertinya ada yang tidak beres. Ayo kita pergi.” Lan Yan ingin menarik dua anaknya, Lan Shan dan Lan Xue tapi dihentikan Long Yuan.
“Ketua Sekte, kita sudah selesai. Kenapa Anda menghalangi jalanku?” tanya Lan Yan dengan nada sedikit kasar.
“Ketua Lan, kita belum masuk istana. Ayo rayakan kemenangan kita, beberapa tahun lalu kita hanya menang 20 kali, kali ini lebih dari 60 kali.” Long Yuan mengulur waktu untuk mendapat informasi.
“Ketua Sekte, aku punya urusan penting. Mohon mengertilah.” Lan Yan memberi alasan untuknya bisa kabur.
Salah seorang pengawal mendekati Long Yuan dan membisikkan sesuatu, mata Long Yuan terbelalak tidak percaya. “Ketua Lan, sepertinya ada yang menimpa keluargamu. Jadi silakan pergi dulu.”
Lan Yan, Lan Shan, dan Lan Xue berlari ke Kediaman Keluarga mereka. Tepat setelah mereka pergi, Long Yuan menghela napas panjang.
“Bocah itu benar-benar gila. Hanya 3 bulan dia langsung mengambil alih seluruh wilayah Sekte Tianlong!” ucap Long Yuan merujuk pada kemampuan Ye Xuan yang gila.
Tao Hongjing langsung menghilang, dia tidak ingin lama-lama dengan para orang munafik. Tubuhnya mulai pudar dan langkah kakinya tidak terdengar. Tidak ada yang tahu ke mana dia pergi.
“Apa kalian tidak pergi?” tanya Long Yuan pada Huang Tian dan Meng Luo.
“Tidak perlu terburu-buru, semua sesuai rencananya. Jadi lebih baik kita makan di istana.” Huang Tian dengan santai menjawab pertanyaan Long Yuan.
Long Tianyun tersenyum dan membalikkan tubuhnya. “Aku akan pergi dulu, sebaiknya kamu atur semuanya sebelum terlambat. Bocah bermarga Ao itu cukup membahayakan.”
Setelah bubar, Long Yuan membaca semua kejadian selama 3 bulan terakhir, mulai dari penyerangan serigala sampai dengan berdirinya kelompok Raja Langit yang di pimpin Ao Ming.
“Ini lebih gila dari yang aku bayangkan.” Long Yuan tidak percaya dengan informasi-informasi yang ada di mejanya.
Disisi lain Ye Xuan masuk ke hutan sebelah Selatan Kota Lianyun Utara. Dia berhadapan dengan sosok pria berpakaian hitam. “Sepertinya kau bukan orang baik, apa tujuanmu?” tanya Ye Xuan dengan suara tenang.
“Tuan ingin mengundangmu.”
“Tunjukkan jalannya,” jawab Ye Xuan dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Mereka menyusuri hutan dan tiba di sebuah lahan bambu. Ye Xuan entah bagaimana masuk dan tiba-tiba istana yang sangat besar muncul di depan matanya.
“Jadi kamu adalah anak paling berbakat yang di banggakan Long Yuan.” Sosok pria muda tampan menyapanya, dia adalah Tuan Jiang.
[Jiang Chen
Ranah : Kenaikan tingkat 8
Pangeran dari Dinasti Dragon War di Alam Reruntuhan Naga.]
Ye Xuan langsung mengenali orang itu, dia mengingat perkataannya pada Naga Kuno. “Jadi dia belum mati?” katanya dalam hati.
“Tidak perlu tegang, aku tidak punya niatan untuk membunuhmu. Justru aku senang saat ada entitas yang tidak bisa aku perhitungkan.” Jiang Chen mengatakannya dengan suara lembut.
“Pangeran Jiang, aku sudah mendengar namamu tersebar di seluruh dunia. Kenapa kau terus menciptakan kekacauan di Dunia Fana ini?” tanya Ye Xuan dengan suara pelan.
Tidak hanya Jiang Chen yang tersentak, tapi semua orang yang mendengarnya tidak percaya identitas Jiang Chen langsung terungkap. “Pangeran? Apa kamu salah orang?”
“Anda adalah Jiang Chen, pangeran dari Dinasti Dragon War. Aku mendapatkan informasi ini dari Naga Kuno yang berada di balik air terjun.” Ye Xuan mengatakan kebenarannya.
“Jadi paman menceritakan semuanya padamu?” tanya Jiang Chen sambil menyempitkan matanya. Dia sedikit melepaskan tekanan mental untuk membuat lawan bicaranya takut.
“Tidak semua, yang pasti dia menceritakan betapa pengecutnya Anda saat lari dari saudara-saudaramu.” Ye Xuan mengancam balik lawan bicaranya, dia yakin Jiang Chen tidak berniat jahat padanya.
“Ya, paman sudah menceritakannya. Sepertinya ada informasi yang salah, aku tidak kabur tanpa arti aku hanya ingin mengeksplorasi dunia untuk mendapatkan lagi kekuatanku. Bukankah kau sudah mendengar aku kehilangan kekuatanku?” tanya Jiang Chen dengan suara tenang.
“Dengan cara membunuh orang lain?” tanya Ye Xuan dengan nada menohok.
“Siapa yang peduli dengan manusia-manusia bodoh itu, mereka hanya ingin kekuatan jadi aku memberinya cara yang paling cepat.” Jiang Chen mencoba membela dirinya.
“Awalnya aku ingin membawamu ke sisiku, tapi sepertinya itu mustahil. Umat manusia di dunia fana ini tidak pernah musnah.” Ye Xuan mengatakannya dengan suara lantang.
“Hai, bukankah seharusnya aku yang berkata begitu!” ucap Jiang Chen dalam hatinya.
__ADS_1