Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Situasi Kacau


__ADS_3

Setelah mengakhiri pertarungannya dengan tiga bandit yang tidak sepadan dengannya, Ye Xuan menyusul Wen Lu yang sedang bertarung melawan pemimpin kelompok patroli.


Ye Xuan tidak membantu Wen Lu yang sedang kesusahan melawan bandit gunung, pohon-pohon di sekitarnya tumbang dan beberapa tanaman mati akibat bau buruk yang dikeluarkan Wen Lu.


Meski hanya terpaut satu tingkat, Wen Lu di ranah Pendirian tingkat 2 sedangkan musuh di tingkat 3, perbedaan pengalaman bertarung mereka sangat terlihat. Wen Lu ditekan habis-habiskan karena lawan bisa menggunakan Qi Sirkulasi yang mengakibatkan bau busuk itu tidak dapat tercium.


Meski begitu pertarungan keduanya mulai terlihat siapa pemenangnya, bandit gunung mulai kelelahan karena stamina dan Qi dalam tubuhnya sudah menipis. Bahkan bandit itu hampir tidak bisa mempertahankan Qi sirkulasi.


“Bocah, kau akan menyesali ini!” kata bandit. Dia segera melempar sebuah gulungan, dia ingin meminta bantuan dan menghancurkan bocah-bocah yang menghadangnya. Namun sebelum gulungan itu meledak, Ye Xuan sampai dan menebasnya hingga terbelah dua.


“Sayang sekali, kau gagal memanggil temanmu!” kata Ye Xuan yang masih belum memijakkan kakinya di ranting pohon.


Bukannya takut, bandit gunung itu justru tertawa keras. “Apa kau pikir pemimpin kami tidak menyadarinya. Setelah kami tidak kembali esok hari, pasti mereka akan langsung bergerak!”


Perkataan bandit itu ada benarnya, Ye Xuan harus berhati-hati dalam memilih tindakan. Sebelum menemukan solusinya, Wen Lu menggunakan tombaknya untuk menusuk jantung bandit gunung.


“Tidak perlu memberi ampun ada musuh, Bos!” katanya dengan wajah penuh kebanggaan bisa mengalahkan orang yang berada satu tingkat di atasnya.


Melihat Wen Lu yang semangat, Ye Xuan malah khawatir karena perkataan bandit pasti benar. Pilihannya hanya lari sebelum matahari terbit, atau semua usaha mereka akan kacau.


“Ayo langsung bergerak, kita tidak punya waktu!” kata Ye Xuan memimpin jalan.


Semua orang mengikuti saran Ye Xuan, sayangnya mereka sedikit terlambat karena Pemimpin Bandit sudah menghadang jalannya. Bersama dengan Bandit Gunung Wuhan, mereka mengepung kelompok Ye Xuan.


“Sangat bagus, kau kabur hanya dengan 3 bocah dari Sekte Tianlong?” ucap pemimpin bandit. Setelah menunjukkan mukanya, Ye Xuan tahu siapa bandit itu.


“Jadi itu kamu guru Qin Lou!” kata Ye Xuan sambil mengeratkan giginya. Dia mengingat pemandangan pertama saat dipindahkan ke dunia ini. Seluruh keluarganya  bersimbah darah di dalam rumah karena mereka.


Aura murka Ye Xuan tidak bisa di bendung, sebentar lagi dia akan meledak kalau tidak ada pendinginnya.


“Siapa yang menyangka anak tanpa kultivasi bisa sangat kuat. Untungnya kau memberiku peringatan tempo hari, jadi aku bisa melarikan diri.” Qin Lou sebenarnya adalah pemimpin bandit di wilayah Kota Lianyun.


Keberadaan Keluarga Lan menjadi pendorong untuknya menyusup ke Sekte Tianlong, setelah puluhan tahun akhirnya dia berhasil menjadi ketua murid luar. Sayangnya itu tidak bertahan lama karena gagal mendidik Gui Lan, dia hampir dibuang Keluarga Lan. Untungnya Ye Xuan datang di waktu yang tepat, sehingga dia dan kelompoknya bisa menyelamatkan diri.


Setelah penyelamatan dirinya berhasil, sekelompok orang dari seberang melukai banyak bandit. Mereka adalah dua orang tua Wutu Sachuan, karena banyak yang kehilangan nyawanya, Qin Lou ingin dua orang itu mati di tangannya.

__ADS_1


Ye Xuan hanya diam, dia sudah mengepalkan tangannya dengan sangat kaut, meski tidak mungkin menang melawan Qin Lan, dia harus membalaskan dendam kedua orang tuanya.


“Siapa yang tahu, mungkin saja aku memang di takdirkan menghancurkanmu.” Ye Xuan mencoba menenangkan dirinya. Melawan Qin Lou saat ini sama dengan bunuh diri, kecuali dua orang tua Wutu Sachuan bisa bertarung.


“Haha,” suara tawa Qin Lou terdengar menggema. Dia teringat kenangan sudah membantai seluruh desa, untungnya dia pintar dan masuk ke Sekte Tianlong. Sehingga nyawanya berhasil selamat. Keberuntungannya tidak berhenti, Qin Lou mendapat bantuan Keluarga Lan untuk mengikuti perintah Lan Shan.


“Apa kau pikir bocah sepertimu bisa mengalahkanku?” tanya Qin Lou meremehkan kemampuan Ye Xuan.


“5 tahun, aku bisa membunuhmu saat itu!” ucap Ye Xuan dengan tatapan tajam. Dalam waktu 5 tahun, dia bisa menembus kultivasi yang tak terbatas. Bisa saja dia berada di ranah Kenaikan, saat itu membunuh Qin Lou hanya butuh satu kedipan mata.


“Intinya kau ingin di bebaskan saat ini, Kan? Tinggalkan dua orang itu dan murid lainnya aku lepas.” Qin Lou menarik pedang dari sarungnya. Meski dia berada di ranah Inti Emas, saat menatap mata dua orang di belakang Wutu Sachuan rasa takutnya muncul.


Ye Xuan berhasil mengulur waktu, dia menyadari ada 50 bandit yang mengepungnya. Menyadari situasi tidak berpihak padanya, Ye Xuan hanya bisa mengulur waktu sampai kedua orang tua Wutu Sachuan bisa sedikit bertarung dan melarikan diri.


Tepat setelah Qin Lou mengatakan itu, ayah Wutu Sachuan langsung menerjangnya dengan kecepatan penuh. Perbedaan tingkatan mereka membuat semua orang membatu, termasuk Ye Xuan yang tidak percaya ayah Wutu Sachuan akan langsung menyerang.


“Bertahan!” teriak Ye Xuan panik.


Wutu Sachuan dan Wen Lu langsung mengeluarkan senjatanya, Ye Xuan juga tidak kalah cepat. Pasukan bandit langsung menyerang 4 orang yang masih di bawah, ibu Wutu Sachuan dengan cepat menyingkirkan puluhan bandit. Sayangnya kultivasinya belum kembali sepenuhnya, dia hanya bisa memberi luka pada para bandit.


Mendengar Ye Xuan yang berteriak sekuat tenaga, Wen Lu langsung menggunakan kemampuan tubuh ilahi. Asap berwarna hijau yang sangat menyengat muncul dari tubuhnya, Wutu Sachuan sudah mempelajari Qi Sirkulasi jadi dia bisa bertahan.


“Ibu, gunakan Qi Sirkulasi.”


“Aku tidak bodoh, cepat pergi. Ayahmu pasti bisa selamat.”


“Tidak, paman pasti kalah. Pusaka yang dibawa Qin Lou sangat jahat, pedang itu sangat aneh aku akan membantunya kabur.” Ye Xuan menawarkan diri.


“Aku juga,” kata Wutu Sachuan dengan tatapan percaya diri.


“Tidak, selamatkan ibumu!”


Ye Xuan segera berlari ke arah pertarungan ayah Wutu Sachuan dan Qin Lou. Tiga orang sisanya berlari semakin dalam ke hutan, mereka mencoba melarikan diri dari kepungan bandit.


Ye Xuan di hadang oleh 10 bandit, mereka semua di ranah Inti Emas. Pedang Sky Splitter segera menusuk bandit di depannya, tapi serangannya dihentikan dengan mudah. Tidak mau membuat musuh membuat gerakan, Ye Xuan segera menarik dan memutarnya.

__ADS_1


Pedang berkarat menghancurkan setiap benda di depannya, Ye Xuan sedikit memasukkan Qi dan ia langsung menusuk bandit dengan sempurna.


“Apa?” kata bandit yang membelalakkan matanya tidak percaya. Tubuhnya terasa dingin karena satu serangan bocah 15 tahunan yang menusuk perutnya.


Ye Xuan tidak mau mengurus bandit yang sebentar lagi akan menjadi mayat, dia melompat ke pohon dan langsung berlari menuju tempat Qin Lou dan ayah Wutu Sachuan bertarung.


Sebelum melompat ke pohon lainnya, sebuah pedang muncul dan melukai punggungnya. Ye Xuan terjatuh, dia menatap tajam ke arah musuh di belakangnya. Tangannya menggenggam erat pedang berkarat, dia langsung menerjang musuh di belakangnya.


Pedang berkarat berhasil melukai musuh, tapi tidak dapat membunuhnya. Ye Xuan segera menstabilkan tubuhnya dan menerjang musuh yang kehilangan keseimbangan. “Matilah, sialan!” teriak Ye Xuan dengan tatapan penuh permusuhan.


“Tidak!” teriak bandit yang tidak bisa menyelamatkan nyawanya.


Ye Xuan mengibaskan pedangnya, darah yang terciprat di rumput membuat kehadirannya semakin mengerikan. 8 bandit yang melihat kejadian itu merasa dingin di tangannya.


[+2 Poin Sedekah\, membunuh bandit Inti Emas.](2x)


Pemberitahuan sistem baru muncul setelah Ye Xuan menstabilkan napasnya, dia segera memasukkan Poin Sedekah ke dalam status fisik.


Dia butuh 2 poin lagi untuk meningkatkan tubuh ilahi miliknya, Ye Xuan harus melumpuhkan satu musuh lagi. Namun 8 bandit itu terlihat ketakutan setelah melihatnya membunuh ranah Inti Emas tingkat 1 dengan satu tusukan.


“Bodoh, kita berdelapan. Serang!” teriak salah satu bandit.


Delapan orang menerjang bersamaan, Ye Xuan mencari celah dan menghindar. Tatapannya semakin tajam, petir kecil muncul dari pupilnya. Menghadapi sekelompok bandit tingkat Inti Emas tidaklah mudah, dia harus menunggu mereka lengah. Jadi dia melompat ke pohon dan melarikan diri ke arah yang tidak jelas.


Para bandit berkelompok, mereka percaya Ye Xuan punya banyak trik di balik lengannya. Namun usaha mereka sia-sia karena Wen Lu tiba-tiba muncul dan langsung mengeksekusi satu bandit, sayangnya sayatan pedangnya terlalu dangkal.


“Bodoh, apa yang kau lakukan!” teriak Ye Xuan yang terlihat marah.


“Saudara Ye, kau tidak bisa berkorban terus.” Wen Lu melompat ke belakang, tapi dadanya terkena sayatan dari para bandit.


Wutu Sachuan dan ibunya juga muncul, mereka tidak mungkin meninggalkan Ye Xuan. “Kak, jangan membuatku mengulanginya lagi!” teriak Wutu Sachuan dengan suara lantang.


Ibu Wutu Sachuan segera mengeksekusi satu bandit Inti Emas yang mendekati Wen Lu. Tangannya masih gemetar karena tidak bisa menggunakan keterampilan pedangnya.


Ye Xuan dengan cepat segera mendekati mereka, dia dengan cepat langsung mengeksekusi bandit yang sudah tidak berdaya. Dia memastikan bandit yang tergeletak tewas.

__ADS_1


[+2 Poin Sedekah.]


__ADS_2