Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Dewa


__ADS_3

Jika ada orang yang menceritakan kejadian ini pada dunia, mereka tidak akan pernah percaya. 11 orang menghentikan 200 elit dari pasukan Kekaisaran.


Untungnya peran 3 orang tua yang ada di atas menara sangat signifikan, mereka mengurung medang perang dengan susunan formasi dan melindungi kota Huzha. Hal itu membuat tidak ada informasi yang bocor ke pasukan musuh. Hanya ada orang-orang dari kota Huzha yang tahu kejadian ini.


Jin Feng menelan ludahnya saat mendengar berita 200 elit pasukan kekairan menghilang di depan gerbang Kota Huzha. “Apa aku berada di kelompok yang lebih mengerikan dari Demon King?” Katanya dengan suara pelan.


“Benar, kelompok kita lebih mengerikan dari Demon King. Kita tidak pernah melunak pada musuh!”


Seorang pemuda mengungkapkan isi pikirannya di sebelah Jin Feng, dia dalam Sun Zi Sang Ahli Siasat. Dia memfokuskan dirinya untuk membaca buku tentang perang, Sun Zi sudah menyelesaikan latihannya jadi Ye Xuan memberikannya pengalaman langsung.


Dengan Jin Feng sebagai pemimpin pasukan dan Sun Zi sebagai ahli strategi, tidak ada kemungkinan mereka akan kalah. Ditambah lagi tim Serigaa Perang menghentikan laju serangan pasukan Kekaisaran.


“Kau terlalu meremahkan Demon King… sudah lupakan saja masalah ini. Sekarang fokus kita melindungi danau.” Jin Feng merasa perlu mempertahankan kepercayaan masyarakat luas demi kestabilan Kota Huzha.


“Tenanglah, Song Yu tidak lemah. Mungkin sekarang dia sudah menyelesaikan semuanya.” Sun Zi mengeluarkan peta wilayah di sekitar Danau.


“Apa maksudmu? Kita ke sana untuk perang!” Kata salah satu orang di sebelah Jin Feng.


“Pasukan musuh sudah disingkirkan, jadi diamlah.” Sun Zi mengatakannya dengan suara pelan.


Seekor burung pembawa pesan hinggap di pundak seorang prajurit, dia langsung membacakannya tanpa melihat isinya terlebih dahulu.


‘Kelompok musuh telah mundur, segera kembali mereka hanya umpan!’


Jin Feng tidak mau terkejut lagi, dia diam dan melihat peta di depan Sun Zi. “Apa yang perlu kita lakukan?”


“Sungai, kita butuh sungai.” Sun Zi menggambar sungai yang saing terhubung dengan danau utama.


Sebelumnya mereka sudah membuat 4 danau lainnya, gambar Sun Zi menunjukkan kegunaan 4 danau lainnya. Sungai yang direndahkan menggabungkan 5 danau, sekarang Sun Zi ingin menciptakan ilusi bahwa seluruh wilayah Kota Huzha mendapat berkah dari langit.


“Tunggu, jika kita melakukan itu… bukankah Kota Huzha akan menjadi pusat perhatian?”


Jin Feng menatap ke arah Sun Zi yang menyusun siasat, meski dia menghargai Sun Zi dia harus tetap berpikir rasional.


“Itu yang kita butuhkan, dengan cara itu kita dapat menarik musuh maupun kawan.”


Rencana Sun Zi mendapat penolakan dari semua petinggi pasukan Kota Huzha, mereka hanya ingin terus bertahan dan melindungi Kota Huzha degan sekuat tenaga.


Sun Zi menghela napas. “Baiklah, lakukan sesukamu.”


Karena tidak ada yang mau diajak kerja sama, Sun Zi memilih untuk mundur dan meninggalkan garis depan pasukan Kota Huzha. Jin Feng merasa tidak enak, tapi dia harus tetap memhormati para petinggi pasukannya.

__ADS_1


Setelah dua bulan menolak rencana pembangunan sungai, Jin Feng terlihat menyesal tidak menerima saran dari Sun Zi. Tidak hanya dirinya, tapi petinggi lainnya juga menundukkan kepala menyesal.


10 ribu orang yang menjadi pasukan utamanya tumbang sedikit demi sedikit. Sekarang hanya ada 6 ribu yang tersisa, moral mereka turun drastis karena dalam 2 bulan prajutirnya terus mati.


Tidak hanya dua sisi yang diserang, tapi ada lebih dar 7 titik serang yang memaksa Jin Feng harus membagi prajutirnya. Namun strategi itu tidak efektif, perlahaan prajutirnya menghilang dan tidak dapat dihubungi.


“Ketua Jin, kenapa orang-orang itu tidak membantu kita lagi. Apa pengecut itu meninggalkan kita!”


Salah satu petinggi Kota Huzha berkata kasar di depan Jin Feng.


“Tidak, mereka melakukan seperti sebelumnya.” Jin Feng menjawab dengan suara pelan.


“Sial, kenapa situasi semakin memburuk!” Petinggi itu langsung memukul meja hingga hancur.


Kericuhan terjadi di antara para penjaga, mereka saling menyalahkan karena tidak dapat menemukan ide yang dapat menyelamatkan mereka. Hanya Jin Feng yang diam dan merenung mencari solusi terbaik.


“Diam!” Teriak Jin Feng menghentikan 9 petinggi yang hanya memikirkan keselamatannya.


“Kalian semua pergilah, mulai sekarang kalian akan menjadi pasukan barisan depan!”


Perintah Jin Feng langsung mendapat penolakan dengan berbagai alasan, bahkan ada yang menyebutkan jasa-jasanya supaya tidak turun ke medan perang lagi.


Namun keputusan Jin Feng sudah bulat, tidak ada yang bisa mengubahnya lagi. 9 petinggi yang selama ini menjadi pengampul keputusan langsung turun jabatan menjadi prajurit biasa. Bukannya menerima dengan lapang dada, 9 petinggi menghasut sebagian prajurit untuk memberontak dan keluar dari pasukan.


Krisis kepercayaan membuat semua orang harus mengandalkan dirinya sendiri. Kota Huzha menjadi sangat sepi hanya dalam 7 hari setelah keputusan tegas Jin Feng.


Setelah melihat Kota Huzha tidak punya masa depan, 500 prajurit mengundurkan diri karena tidak bisa mempertaruhkan nyawanya di tangan orang yang tidak bertanggung jawab.


Meski kerusuhan terjadi di Kota Huzha, masih ada 1200 orang yang tetap tinggal. Mereka hanya penduduk biasa yang telah membangkitkan kekuatannya setelah menerima bantuan besar dari Jin Feng.


Semua orang berkumpul di alun-alun kota, Jin Feng berdiri di atas mimbar dan memberi pengumuman. “Maafkan aku, kita sudah kalah… kalian bisa meninggalkan Kota Huzha.”


Jin Feng menunduk, air matanya hampir menetes karena selama beberapa generasi keluarganya selalu menjadi pelindung Kota Huzha. Sudah puluhan ribu tahun, Kota Huzha tetap berdiri kokoh karena perlindungan dari Kelurga Jin. Namun sekarang Jin Feng tidak lagi melihat masa depan, pasukan Kekaisaran sudah mengepung mereka semua. Hanya ada kematian yang menunggu semua orang.


Ye Xuan tersenyum tipis dan menepuk pundak Jin Feng. “Serahkan padaku,” katanya dengan suara pelan. Dia maju dan berdiri di atas mimbar menggantikan Jin Feng.


“Kita memang sudah terdesak, tapi aku tidak akan berpaling dan meninggalkan semua orang.” Perkataan Ye Xuan langsung mendapat perhatian semua orang.


“Aku tahu tidak ada kesempatan kita hidup, tapi apa kalian hanya akan menerimanya?”


Pertanyaan Ye Xuan membuat semua orang bertanya pada dirinya sendiri, “Apa mereka harus menyerah pada keadaan?”

__ADS_1


“Tidak, kita tidak boleh menyerah! Aku, Ye Xuan akan berjuang hingga titik darah penghabisan! Percayalah, bantu kami dengan kepecayaan, tekad, dan semangat kalian!”


Suara Ye Xuan menggelegar hingga terdengar ke seluruh penjuru lapangan alun-alun. Tidak hanya tegas tapi juga menyentuh hari para penduduk yang sudah kehilangan semangat juangnya.


Seorang anak kecil menunjuk Ye Xuan. “Dia adalah paman yang menyelamatkan kota kita. Percayalah dia sangat kuat!”


“Aku juga melihatnya, dia bisa membunuh pemimpin musuh dengan satu tusukan!” Anak kecil lainnya nyeletuk.


10 orang tua langsung menempelkan kedua telapak tangannya dan memanjatkan doa. Mereka berharap Ye Xuan dan pasukannya berhasil mendang pasukan musuh yang ingin menguasai Kota Huzha.


“Benar, kobarkan semangat kalian. Aku tidak akan pernah menyerah untuk kota tempat kita pulang!”


Segudang ingatan teringat di benak para penduduk, ekspresi mereka berubah penuh dengan semangat juang. Jika mereka tidak bisa ikut perang, setidaknya mereka harus percaya dengan prajurit yang mengobarnakan dirinya untuk melindunginya.


“Benar, kenapa kita menunjukkan wajah muram. Para prajurit butuh semangat kita! Ayo bantu mereka!”


“Ayo bantu!”


“Ayo…”


Prajutir yang terluka mendapat perawatan prima, bahkan para penduduk membuat masakan terbaiknya untuk memuliakan pasukan Kota Huzha. Padahal Ye Xuan dan Jin Feng belum meninggalkan tempatnya, tapi semua penduduk sudah bubar dan melakukan tugasnya.


Sekaran hanya menyisakan 10 orang tua yang memanjatkan doa untuk Ye Xuan. Mereka terus menunduk supaya Ye Xuan mendapat keselamatan.


Tutu di dalam Dantian membelalak tidak percaya. “Sialan, ini bukan sesuatu yang seharusnya dimiliki kultivator ranah Earth Immortal!”


Malaikatnya bersayap enam di belakang Tutu tersenyum. “Jangan menanyakan sesuatu yang tidak penting, sekarang berikan dia petunjuk!”


“Ya, ya…. Aku akan melakukannya.”


[Devinity telah didapatkan.]


[10 Orang telah menganggap anda sebagai Dewa. Semakin banyak orang yang mengenal dan mempercayaimu, kekuatan Devinity juga akan meningkat.]


[Dewa tanpa gelar telah lahir….]


[Rebut gelar dewa yang lain atau ciptakan namamu sendiri.]


“Dewa? Apa maksudmu?”


Seekor kucing berbulu putih bersih keluar. “Jangan tanya aku, ini pasti kesalahan alam semesta.”

__ADS_1


10 orang tua yang melihat kucing putih bersih langsung terbelalak. “Dewa telah membantu kita, tuan Ye Xuan pasti cucu dewa yang baru lahir.”


__ADS_2