
Pertarungan Ye Xuan dan Jiang Chen terlihat singkat tapi mereka mengerahkan segalanya.
Sampai akhirnya mereka berdua terpental jauh, Jiang Chen dan Ye Xuan memuntahkan darah segar.
Armor Ye Xuan rusak, bahkan helm bayangannya sebagian besar hancur.
Jiang Chen tidak kalah buruk, tiga tanduk dan seluruh badannya terkena sayatan pedang.
"Aku iri padamu, regenerasi supermu sungguh menakjubkan." Jiang Chen memuji kemampuan Ye Xuan.
Sebenarnya Jiang Chen terus mengulur waktu untuk mempelajari mengapa regenerasinya tidak bekerja. Namun waktu yang dibutuhkan kurang banyak, saat ini Jiang Chen bisa mati jika lengah.
"Aku tidak mau sombong, tapi memang begitulah kenyataannya." Ye Xuan membersihkan pakaiannya, dia melepas energi hitam yang membungkus tubuhnya.
Meski tidak menggunakan Shadow Rush, Ye Xuan masih bugar dan belum terlihat terluka. Semua luka yang dia derita telah sembuh.
Jiang Chen tertawa keras, dia tidak bisa memahami kemampuan aneh yang digunakan Ye Xuan. Harga dirinya semakin terinjak karena dewa sepertinya tidak bisa menganalisa kekuatan musuh dari Dunia Fana.
"Menarik, akhirnya aku punya lawan yang pantas."
Jiang Chen menarik napasnya dalam-dalam, tubuhnya memancarkan aura merah. Setelah itu energi hitam bercampur merah dan membentuk energi baru.
"Mode Final - Dragon Style."
Jiang Chen menunjukkan wujud aslinya, dia menggunakan Dragon Style seperti garis keturunannya. Namun kulitnya tidak berwarna merah api, melainkan berwarna merah tua.
4 tanduknya menyusut serta matanya menjadi lebih tajam. Jiang Chen kembali pada kekuatannya saat di Alam Reruntuhan Naga.
Karena batasan Dunia Fana, dia hanya bisa menampilkan 1/2 kekuatannya.
Ye Xuan tersenyum manis, dia menggunakan lagi Armor Bayangan. Namun kali ini tidak hanya berwarna hitam, tapi juga be warna Ungu, Putih, dan Emas.
"Mode Bertarung!"
Keduanya tidak akan melepaskan musuhnya, Ye Xuan dan Jiang Chen melesat layaknya roket. Kecepatan mereka setara dengan 4x kecepatan suara.
Keduanya tidak ada yang mau kalah, Ye Xuan mengerahkan semua yang dia miliki. Begitu pula dengan Jiang Chen yang menggunakan semua keterampilannya.
Kesalahan terbesar Jiang Chen adalah menujukkan kemampuan pamungkasnya di depan Ye Xuan.
"Sudah waktunya mengakhiri semuanya!" kata Jiang Chen sambil mengarahkan telapak tangannya ke arah Ye Xuan.
8 portal dari dunia lain muncul, setelah itu tangan transparan keluar dan menarik Ye Xuan masuk ke dalam portal utama.
"Matilah dalam keadaan menyesal!"
Serangan mental yang sangat kuat dialami Ye Xuan, tapi dia sudah melewati penyiksaan yang lebih menyakitkan.
Tubuh Ye Xuan di bawa masuk ke dalam portal, dia tidak bisa menggerakkan badannya.
Setelah Ye Xuan masuk, portal ya tertutup dan mengurungnya di alam lain.
Jiang Chen tertawa keras melihat Ye Xuan dengan bodohnya masuk ke dalam Celah Dimensi. "Bodoh, kau tidak akan pernah bisa keluar!"
Semua anggota Shadow Soul tempak terkejut, tapi mereka tetap bertarung karena ikatan jiwanya tidak rusak.
"Lihatlah, tuan muda kalian sudah aku kirim ke ruang tanpa batas. Dia tidak akan pernah kembali."
Meski mendengar perkataan Jiang Chen, semua anggota Shadow Soul tetap bertarung dengan baik. Berbeda dengan pasukan Xia Chang dan Gu Jin-Long, mereka berhenti karena ketakutan.
Xia Chang mendekati Gu Jin-Long. "Apa yang terjadi, kenapa Ye Xuan terperangkap keterampilan bodoh itu?"
Gu Jin-Long melirik ke arah Xia Chang. "Kau tidak akan pernah bisa memahami jalan pikirannya."
Jiang Chen yang masih terbang di atas langit kebingungan. Dia sudah mendeklarasikan kemenangannya, tapi pasukan musuh tidak berhenti.
"Apa kalian tuli?"
Tepat setelah mengatakannya, ruang robek dan Ye Xuan keluar dari dalam retakannya. "Kemampuan yang sangat mengerikan."
Dunia Fana hanya berlalu beberapa menit, tapi Ye Xuan sudah melalui waktu yang sangat lama karena perbedaan waktu.
Karena dia sudah terbiasa dengan 250x waktu Dunia Fana jadi berada di Celah Dimensi tidak terlalu sulit.
"Aku hanya mengayunkan pedang berkali-kali dan selamat." Ye Xuan tersenyum manis. Tindakannya membuat udara dingin mulai merasuk ke punggung Jiang Chen.
"Tidak mungkin, kau pasti punya artefak!"
Ye Xuan tertawa keras. "Sepertinya bukan aku yang menjadi katak di dalam sumur, tapi Pangeran dari Dragon War!"
Karena tidak mau membuang waktu, Ye Xuan mengangkat pedang energinya. Dia tersenyum dan mulai melesat ke arah Jiang Chen yang hampir kehabisan energi.
"Phantom Execution!"
Bukan hanya ratusan tapi ada ribuan pedang yang melayang-layang di sepanjang garis serangnya.
Pedang bayangan itu pecah dan langsung menyerang tubuh Jiang Chen yang belum sembuh.
"Argh... Siapa kau sebenarnya!" teriak Jiang Chen yang merintih kesakitan. Tidak hanya sakit, energi jiwa Ye Xuan dapat meniadakan regenerasi Jiang Chen.
"Absolut Kill!" kata Ye Xuan dengan tatapan tajam.
Tusukan pedangnya bergerak cepat ke arah Jiang Chen, tapi ada seroang wanita yang menghentikannya. Dia adalah Wu Zetian yang mengorbankan nyawanya.
"Tuan, seraplah semua kekuatan kita!"
__ADS_1
Jiang Chen berteriak sedih. "Terima kasih," katanya dengan suara pelan.
Tangan kanan Jiang Chen langsung menusuk jantung Wu Zetian. Kemudian menyerap semua energi iblis jiwa miliknya.
"Zetian!" teriak Wu Dong dengan suara putus asa. Dia kehilangan adik satu-satunya yang masih hidup.
Wu Dong mengamuk dan membangkitkan iblis jiwa. Sebelum pedangnya sampai menyentuh Jiang Chen, tubuhnya berhenti.
Tangan kanan Jiang Chen menusuk jantung Wu Dong dengan mudah. "Terima kasih, makamnya." Saat melakukan tindakan keji itu, Jiang Chen tersenyum lebar.
"Sima Sui, kemarilah!"
Suma Sui enggan menjawab panggilan masternya, lava di dalam tubuhnya langsung berontak dan membuat Sima Sui mendekat.
Tanpa rasa iba Jiang Chen menyerap kekuatan Sima Sui. "Ini dia yang aku butuhkan, sekarang semua orang berikan nyawa kalian!" teriaknya dengan suara keras.
Semua anggota Rumah Badai Kosmik merasa tubuhnya sangat panas dan meledak dari dalam. Energi kematian langsung terbang ke arah Jiang Chen yang masih tertawa.
Tidak hanya manusia, bahkan para monster yang di jadikan tentara sekali pakai juga meledak.
Jiang Chen mengambil semua kekuatan yang telah dia sebar. "Ini kekuatan yang aku butuhkan!"
Ye Xuan berdiri tegap, semua rekan-rekan juga tetap memandang Jiang Chen dengan mata penuh tekad.
"Ini akan menjadi akhirnya, tidak ada yang diperbolehkan mati!" teriak Ye Xuan sambil memberi aba-aba menyerang.
Orang pertama yang melesat adalah Xu Ling dan Mu Mixue, keduanya bergerak sangat cepat dan menggunakan serangan terbaiknya.
Pukulan dan tendangan mereka berdua menciptakan gelombang energi yang sangat kuat. Tanah di sekitar mereka terkoyak dan terbang ke langit.
"Lemah..."
Sebuah akar pohon muncul dan menusuk punggung Jiang Chen, tapi tidak dapat menembus kulit terluarnya.
"Sial, itu sangat keras." Feng Hu mengumpat pada dirinya sendiri.
Feng Xia yang duduk di sebelahnya juga bergerak. Dia mengayunkan matanya untuk memprediksi serangan lawannya.
Namun matanya tidak berfungsi dengan baik, Jiang Chen langsung menerbangkannya.
Feng Hu dengan cepat menangkapnya. "Jangan gegabah, musuh kita kali ini diluar akal manusianya."
Dalam wujud naga, Jiang Chen hampir tidak terkalahkan di Bumi. Jadi melawannya akan membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.
Xia Chang menyuruh pasukannya melepaskan anak panah. Ribuan panah menghujani Jiang Chen, tapi anak panah tidak bisa menggores tubuhnya.
"Pergilah ke neraka!" teriak Jiang Chen sambil melempar bola energi se genggaman tangan.
Bola energi itu meledak dan langsung mengirim ratusan pasukan ke alam lain.
Pertarungan Ye Xuan dan Jiang Chen terlihat singkat tapi mereka mengerahkan segalanya.
Sampai akhirnya mereka berdua terpental jauh, Jiang Chen dan Ye Xuan memuntahkan darah segar.
Armor Ye Xuan rusak, bahkan helm bayangannya sebagian besar hancur.
Jiang Chen tidak kalah buruk, tiga tanduk dan seluruh badannya terkena sayatan pedang.
"Aku iri padamu, regenerasi supermu sungguh menakjubkan." Jiang Chen memuji kemampuan Ye Xuan.
Sebenarnya Jiang Chen terus mengulur waktu untuk mempelajari mengapa regenerasinya tidak bekerja. Namun waktu yang dibutuhkan kurang banyak, saat ini Jiang Chen bisa mati jika lengah.
"Aku tidak mau sombong, tapi memang begitulah kenyataannya." Ye Xuan membersihkan pakaiannya, dia melepas energi hitam yang membungkus tubuhnya.
Meski tidak menggunakan Shadow Rush, Ye Xuan masih bugar dan belum terlihat terluka. Semua luka yang dia derita telah sembuh.
Jiang Chen tertawa keras, dia tidak bisa memahami kemampuan aneh yang digunakan Ye Xuan. Harga dirinya semakin terinjak karena dewa sepertinya tidak bisa menganalisa kekuatan musuh dari Dunia Fana.
"Menarik, akhirnya aku punya lawan yang pantas."
Jiang Chen menarik napasnya dalam-dalam, tubuhnya memancarkan aura merah. Setelah itu energi hitam bercampur merah dan membentuk energi baru.
"Mode Final - Dragon Style."
Jiang Chen menunjukkan wujud aslinya, dia menggunakan Dragon Style seperti garis keturunannya. Namun kulitnya tidak berwarna merah api, melainkan berwarna merah tua.
4 tanduknya menyusut serta matanya menjadi lebih tajam. Jiang Chen kembali pada kekuatannya saat di Alam Reruntuhan Naga.
Karena batasan Dunia Fana, dia hanya bisa menampilkan 1/2 kekuatannya.
Ye Xuan tersenyum manis, dia menggunakan lagi Armor Bayangan. Namun kali ini tidak hanya berwarna hitam, tapi juga be warna Ungu, Putih, dan Emas.
"Mode Bertarung!"
Keduanya tidak akan melepaskan musuhnya, Ye Xuan dan Jiang Chen melesat layaknya roket. Kecepatan mereka setara dengan 4x kecepatan suara.
Keduanya tidak ada yang mau kalah, Ye Xuan mengerahkan semua yang dia miliki. Begitu pula dengan Jiang Chen yang menggunakan semua keterampilannya.
Kesalahan terbesar Jiang Chen adalah menujukkan kemampuan pamungkasnya di depan Ye Xuan.
"Sudah waktunya mengakhiri semuanya!" kata Jiang Chen sambil mengarahkan telapak tangannya ke arah Ye Xuan.
8 portal dari dunia lain muncul, setelah itu tangan transparan keluar dan menarik Ye Xuan masuk ke dalam portal utama.
"Matilah dalam keadaan menyesal!"
__ADS_1
Serangan mental yang sangat kuat dialami Ye Xuan, tapi dia sudah melewati penyiksaan yang lebih menyakitkan.
Tubuh Ye Xuan di bawa masuk ke dalam portal, dia tidak bisa menggerakkan badannya.
Setelah Ye Xuan masuk, portal ya tertutup dan mengurungnya di alam lain.
Jiang Chen tertawa keras melihat Ye Xuan dengan bodohnya masuk ke dalam Celah Dimensi. "Bodoh, kau tidak akan pernah bisa keluar!"
Semua anggota Shadow Soul tempak terkejut, tapi mereka tetap bertarung karena ikatan jiwanya tidak rusak.
"Lihatlah, tuan muda kalian sudah aku kirim ke ruang tanpa batas. Dia tidak akan pernah kembali."
Meski mendengar perkataan Jiang Chen, semua anggota Shadow Soul tetap bertarung dengan baik. Berbeda dengan pasukan Xia Chang dan Gu Jin-Long, mereka berhenti karena ketakutan.
Xia Chang mendekati Gu Jin-Long. "Apa yang terjadi, kenapa Ye Xuan terperangkap keterampilan bodoh itu?"
Gu Jin-Long melirik ke arah Xia Chang. "Kau tidak akan pernah bisa memahami jalan pikirannya."
Jiang Chen yang masih terbang di atas langit kebingungan. Dia sudah mendeklarasikan kemenangannya, tapi pasukan musuh tidak berhenti.
"Apa kalian tuli?"
Tepat setelah mengatakannya, ruang robek dan Ye Xuan keluar dari dalam retakannya. "Kemampuan yang sangat mengerikan."
Dunia Fana hanya berlalu beberapa menit, tapi Ye Xuan sudah melalui waktu yang sangat lama karena perbedaan waktu.
Karena dia sudah terbiasa dengan 250x waktu Dunia Fana jadi berada di Celah Dimensi tidak terlalu sulit.
"Aku hanya mengayunkan pedang berkali-kali dan selamat." Ye Xuan tersenyum manis. Tindakannya membuat udara dingin mulai merasuk ke punggung Jiang Chen.
"Tidak mungkin, kau pasti punya artefak!"
Ye Xuan tertawa keras. "Sepertinya bukan aku yang menjadi katak di dalam sumur, tapi Pangeran dari Dragon War!"
Karena tidak mau membuang waktu, Ye Xuan mengangkat pedang energinya. Dia tersenyum dan mulai melesat ke arah Jiang Chen yang hampir kehabisan energi.
"Phantom Execution!"
Bukan hanya ratusan tapi ada ribuan pedang yang melayang-layang di sepanjang garis serangnya.
Pedang bayangan itu pecah dan langsung menyerang tubuh Jiang Chen yang belum sembuh.
"Argh... Siapa kau sebenarnya!" teriak Jiang Chen yang merintih kesakitan. Tidak hanya sakit, energi jiwa Ye Xuan dapat meniadakan regenerasi Jiang Chen.
"Absolut Kill!" kata Ye Xuan dengan tatapan tajam.
Tusukan pedangnya bergerak cepat ke arah Jiang Chen, tapi ada seroang wanita yang menghentikannya. Dia adalah Wu Zetian yang mengorbankan nyawanya.
"Tuan, seraplah semua kekuatan kita!"
Jiang Chen berteriak sedih. "Terima kasih," katanya dengan suara pelan.
Tangan kanan Jiang Chen langsung menusuk jantung Wu Zetian. Kemudian menyerap semua energi iblis jiwa miliknya.
"Zetian!" teriak Wu Dong dengan suara putus asa. Dia kehilangan adik satu-satunya yang masih hidup.
Wu Dong mengamuk dan membangkitkan iblis jiwa. Sebelum pedangnya sampai menyentuh Jiang Chen, tubuhnya berhenti.
Tangan kanan Jiang Chen menusuk jantung Wu Dong dengan mudah. "Terima kasih, makamnya." Saat melakukan tindakan keji itu, Jiang Chen tersenyum lebar.
"Sima Sui, kemarilah!"
Suma Sui enggan menjawab panggilan masternya, lava di dalam tubuhnya langsung berontak dan membuat Sima Sui mendekat.
Tanpa rasa iba Jiang Chen menyerap kekuatan Sima Sui. "Ini dia yang aku butuhkan, sekarang semua orang berikan nyawa kalian!" teriaknya dengan suara keras.
Semua anggota Rumah Badai Kosmik merasa tubuhnya sangat panas dan meledak dari dalam. Energi kematian langsung terbang ke arah Jiang Chen yang masih tertawa.
Tidak hanya manusia, bahkan para monster yang di jadikan tentara sekali pakai juga meledak.
Jiang Chen mengambil semua kekuatan yang telah dia sebar. "Ini kekuatan yang aku butuhkan!"
Ye Xuan berdiri tegap, semua rekan-rekan juga tetap memandang Jiang Chen dengan mata penuh tekad.
"Ini akan menjadi akhirnya, tidak ada yang diperbolehkan mati!" teriak Ye Xuan sambil memberi aba-aba menyerang.
Orang pertama yang melesat adalah Xu Ling dan Mu Mixue, keduanya bergerak sangat cepat dan menggunakan serangan terbaiknya.
Pukulan dan tendangan mereka berdua menciptakan gelombang energi yang sangat kuat. Tanah di sekitar mereka terkoyak dan terbang ke langit.
"Lemah..."
Sebuah akar pohon muncul dan menusuk punggung Jiang Chen, tapi tidak dapat menembus kulit terluarnya.
"Sial, itu sangat keras." Feng Hu mengumpat pada dirinya sendiri.
Feng Xia yang duduk di sebelahnya juga bergerak. Dia mengayunkan matanya untuk memprediksi serangan lawannya.
Namun matanya tidak berfungsi dengan baik, Jiang Chen langsung menerbangkannya.
Feng Hu dengan cepat menangkapnya. "Jangan gegabah, musuh kita kali ini diluar akal manusianya."
Dalam wujud naga, Jiang Chen hampir tidak terkalahkan di Bumi. Jadi melawannya akan membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.
Xia Chang menyuruh pasukannya melepaskan anak panah. Ribuan panah menghujani Jiang Chen, tapi anak panah tidak bisa menggores tubuhnya.
__ADS_1
"Pergilah ke neraka!" teriak Jiang Chen sambil melempar bola energi se genggaman tangan.
Bola energi itu meledak dan langsung mengirim ratusan pasukan ke alam lain.