
Setelah negosiasi yang panjang antara Ye Xuan dan Long Yuan, akhirnya mereka menemukan jalan tengah. Ye Xuan akan mendapat bayaran sebanyak 100 Batu Spirit untuk biaya jasa, dia juga diperbolehkan memburu monster sesuai kebutuhan tanpa harus memiliki izin dari Sekte.
Seperti biasa, setiap negosiasi pasti ada keuntungan. Ye Xuan tersenyum setelah menerima Lencana murid dalamnya. “Baiklah, aku akan memilih orang-orangku sendiri. 2 tahun lagi ayo kita lihat!”
Ye Xuan diperbolehkan membawa 20 murid luar atau dalam untuk berada dalam timnya. Untuk siapa mereka, Ye Xuan diperbolehkan memilih sendiri tanpa campur tangan orang lain.
Orang pertama yang didatangi Ye Xuan tentu saja Wutu Sachuan dan Wen Lu. Mereka langsung setuju tanpa mendengar tujuan Ye Xuan mengumpulkan 20 orang sebagai timnya.
“Saudara Ye, kenapa harus tanya? Kita sudah seperti keluarga.” Wen Lu yang jarang berbicara melemparkan kata-kata manis.
Ye Xuan dan Wutu Sachuan menatapnya dengan ekspresi dingin. Keduanya kompak berkata, “Apa kau sakit?”
“Sialan!”
Mereka bercanda bersama untuk waktu yang cukup lama, sampai akhirnya Mu Mixue menghampirinya.
“Ye Xuan, apa ingat janjimu?” tanya Mu Mixue dengan tatapan dingin.
Mendengar pertanyaan Mu Mixue, Ye Xuan tersenyum tipis. “Baiklah, ayo gunakan lapangan dalam.”
“Jangan, bagaimana kalau di depan rumah Guru Meng saja. Aku tidak ingin menarik banyak penonton.”
Berbeda dengan Ye Xuan yang ingin mencari banyak orang sesegera mungkin. Namun Ye Xuan tetap menghormati keputusan Mu Mixue yang sudah dipertimbangkan matang-matang.
Setelah sampai di halaman rumah Meng Luo, keduanya saling memandang. Hanya ada dua penonton yang hadir, mereka adalah Wutu Sachuan dan Wen Lu yang sibuk mencari daging untuk di panggang.
“Apa mereka tidak apa-apa?” tanya Mu Mixue dengan tatapan jijik.
“Tenang saja, mereka memang sedikit gila,” jawab Ye Xuan sambil menarik pedang dari cincin ruangnya.
Tepat sebelum mulai, beberapa orang datang menghampiri Wutu Sachuan dan Wen Lu, mereka adalah Chu Feng, Long Si, Zhou Li, dan Long Que. Keempatnya mendengar berita tentang perekrutan tim Ye Xuan, jadi langsung bergegas.
“Apa kamu memanggil mereka?” tanya Mu Mixue yang malu.
“Tidak, aku saja tidak tahu kenapa mereka ada di sini.”
__ADS_1
Tanpa peringatan Mu Mixue langsung melepaskan tendangan kuat ke arahnya. Meski belum bersiap, Ye Xuan cukup waspada dan berhasil mengelak dengan cepat. pedang kayu yang ada di tangan kanannya segera melesat dan mengincar lengan lawannya, tapi berhasil dihindari.
Ye Xuan menstabilkan pijakannya dan melihat kaki lawan sudah terbang ke arahnya. Pergerakan Mu Mixue semakin cepat, Ye Xuan masih tenang, tangkisan Ye Xuan selalu tepat pada waktunya sehingga Mu Mixue tidak pernah mendaratkan serangan yang berarti.
Pedang di tangan kanannya menangkis, tangan kirinya menstabilkan pusat gravitasi tubuhnya. Ye Xuan terus menari layaknya penari pedang, meski tidak secepat tendangan lawan tapi dia bisa bertarung dengan baik.
Momen yang di tunggu tiba, Mu Mixue tiba-tiba kehilangan kontrol tendangannya. Ye Xuan yang melihat celah langsung memanfaatkannya, kali ini targetnya bukan ke arah dada tapi ke arah lengan kanan atas.
Mu Mixue yang tidak percaya lawannya menyerang bagian itu langsung melompat mundur, padahal dia sudah menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan khusus. Pakaian itu bisa menghindari luka fatal, khususnya di bagian dada. Namun siapa yang menyangka Ye Xuan menyerang pundaknya yang tidak terlindungi pakaian khusus.
Ye Xuan tidak memberi kesempatan, serangan pedang kayu selanjutnya langsung mendorong Mu Mixue beberapa langkah. Sebelum menstabilkan pijakannya, Ye Xuan sudah berada tepat di depannya. Tinju yang cukup kuat menerjang pipinya hingga ia berguling-guling di tanah.
Qi berwarna biru meluap keluar dari tubuh Mu Mixue, dia segera menggunakan keterampilan pamungkas dari Keluarga Mu. Namun pertarungan mereka dihentikan oleh kehadiran Huang Tian, Gong Yuan, dan Long Tianyun yang memasuki halaman rumah Meng Luo.
Ye Xuan menjijit dan melompat menjauhi mereka yang selalu menimbulkan masalah di kehidupannya. “Tuan, tuan untuk apa kalian datang kemari?” tanyanya dengan suara sopan. Tidak ada yang tahu siapa mereka bertiga kecuali Ye Xuan.
Long Tianyun tersenyum manis. “Aku dengar kamu sudah bisa menggunakan Qi, tunjukkan padaku.”
“Ketua Long, aku tidak punya kemampuan yang nyata. Kejadian kemarin hanya sebuah kebetulan.” Ye Xuan merendah karena tidak ingin mengekspos dirinya lebih jauh. Dia bisa merasakan ada banyak mata selain orang di halaman rumah.
“Kau terlalu waspada.” Long Tianyun melirik ke arah Gong Yuan.
Aura hitam itu membentuk sebuah kubah kokoh sehingga tidak dapat dilihat dari luar. Meski tidak dapat terlihat dari luar, udara dan sinar mataharinya masih sama seperti sebelumnya.
“Ini namanya Formasi Penjaga, kau bisa mempelajarinya jika bergabung dengan Calon Penjaga Sekte.” Huang Tian justru mempromosikan Divisinya.
“Ketua Long, sudah aku katakan, kemarin hanya sebuah keberuntungan.”
“Saat ekspresimu tenang seperti itu, tidak ada yang bisa menebakmu. Tapi biarkan aku memaksa!” kata Long Tianyun langsung menerjang ke arah Ye Xuan.
Pukulan yang cukup pelan menuju ke arahnya, Ye Xuan mengelak dengan cermat dan mengamati pergerakan lawan. Meski tubuh Long Tianyun dalam mode bungkuk, tidak ada yang berani meremehkannya.
Pedang Sky Splitter keluar dari cincin ruang, Ye Xuan merasa niat membunuh mulai keluar dari lawannya. Meski cukup lemah, Ye Xuan bisa menyadarinya karena sudah terbiasa.
Merasakan niat membunuh lawannya, Ye Xuan mencoba melindungi sekujur tubuhnya dengan energi mental. Domain Qi di persempit dan matanya menajam menatap Long Tianyun, petir kecil muncul dari pupil matanya. Gerakan lawan yang katanya sangat cepat dapat dilihatnya, Ye Xuan ingin menggerakkan tubuhnya tapi tidak bisa.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?” katanya dalam hati.
Long Tianyun bergerak ke samping demi memastikan sesuatu. Tebakannya benar, pupil mata Ye Xuan bergerak mengikutinya, tapi tubuhnya tidak bisa bereaksi. Tanpa rasa iba dia menggunakan telapak tangannya menyerang Ye Xuan.
Menerima pukulan Long Tianyun, Ye Xuan terbang ratusan meter hingga memuntahkan darah segar. “Sial, tubuhku tidak mau digerakkan!”
Bukannya tidak mau digerakkan, tapi memang tubuh Ye Xuan tidak cukup kuat untuk bereaksi dalam kecepatan itu. Namun kemampuan matanya terlalu kuat, sehingga dia bisa melambatkan waktu di sekitarnya.
“Guah!” Ye Xuan memuntahkan darah lagi setelah berguling-guling di tanah. Meski terkena serangan yang sangat kuat, seluruh bagian tubuhnya masih utuh. Untungnya Domain Qi dapat membantunya mengurangi benturan yang berlebihan.
Long Tianyun menghela napas. “Mari sudahi semuanya,” katanya pelan.
“Pak tua sialan, kau ingin membunuhku!” teriak Ye Xuan yang masih memegangi dadanya. Dia memang tidak terluka parah, dia hanya ingin berakting kesakitan dan mengusir kelompok orang-orang menyebalkan itu.
“Hanya kau yang berani menyebut Ketua Long dengan sebutan Pak Tua,” kata Meng Luo yang menolong Ye Xuan. Dia baru sampai karena kecepatannya di bawah tiga ketua lainnya.
Long Tianyun tidak menjawab, dia berniat mengambil pedang milik Ye Xuan yang terjatuh tepat setelah terkena serangan. Namun niatnya itu dihentikan tepat sebelum tangannya bersentuhan dengan pedang.
“Apa ini, kenapa ada aura penolakan. Mungkinkah...”
Melihat Long Tianyun mengurungkan niat untuk mengambil pedang, Huang Tian segera membantu dan mencoba mengambilnya. Namun dirinya langsung dihentikan Long Tianyun.
“Jangan menyentuhnya kalau kau ingin selamat.”
Huang Tian melirik ke arah Long Tianyun yang memasang ekspresi serius. “Baiklah,” jawabnya membiarkan pedangnya tergeletak di tanah.
Tiga ketua mendekati Ye Xuan yang mendapat perawatan Meng Luo. “Nak, sepertinya kau memang menyembunyikannya dari kami semua. Aku harap kau bukan dari mereka yang mencoba memusnahkan manusia,” kata Long Tianyun dengan suara pelan.
“Aku juga manusia, kenapa harus melenyapkannya. Ugh.” Ye Xuan berpura-pura batuk demi meyakinkan semua orang di sekitarnya.
“Berhentilah pura-pura, aku tahu kau baik-baik saja.” Long Tianyun juga memiliki mata ilahi, dia bisa melihat kondisi lawannya. Itulah mengapa meski lebih lemah dari Huang Tian, dia punya kesempatan menang lebih tinggi.
“Ya, aku tahu kalian sudah memastikan sesuatu. Tapi biar aku luruskan, aku tetap manusia dan selamanya manusia.” Ye Xuan menegaskan sesuatu yang tidak dia tahu.
Long Tianyun tersenyum manis, dia memberikan sebuah Lencana berwarna putih kebiruan. “Bawalah ini, kau bebas keluar masuk bersama siapa saja. Bahkan kau bisa membawa seluruh orang di sekte.”
__ADS_1
“Biarkan aku menolaknya, Ketua Long. Itu tanggung jawab yang besar, bisa saja aku dirampok di jalan.” Ye Xuan menolak hadiah yang seharusnya diimpikan semua orang.
“Ya, aku tahu maksudmu.” Long Tianyun menyimpan Lencananya dan langsung pergi meninggalkan halaman rumah Meng Luo beserta dua lainnya.