Sistem Kultivasi Sedekah

Sistem Kultivasi Sedekah
Lelang Budak


__ADS_3

Tidak hanya satu orang yang mengawasi mereka tapi lebih dari 10. Itu dilakukan karena mereka tidak mengenal Ye Xuan dan dua wanita di sebelumnya.


Lelang di Kota Tanpa Nama dibuka, seorang Penjual Budak menawarkan barang dagangannya.


Ye Xuan dan dua lainnya tidak tertarik karena budak-budak itu seorang penjahat. Mereka bisa melihat sorotan matanya yang tajam, bahkan bisa jadi tuannya akan ditikam untuk kebebasan.


Setelah menunggu cukup lama, akhir murid Istana Salju keluar. Wanita itu punya paras yang lumayan dan tubuh yang mempesona. Tidak ada laki-laki yang akan menolaknya.


"Mari buka dengan 100 Yuan!"


Harga yang sangat murah untuk Ye Xuan. Tanpa pikir panjang dia mengangkat papan nomornya. "1000!"


Semua mata langsung tertuju padanya. Mereka mencibir kebodohan Ye Xuan.


Lebih dari 20 budak dibeli dengan harga 1000 Yuan. Orang-orang mulai panik, sampai salah satu pemuda mengajukan keberatan.


"Tuan, kamu menawar terlalu tinggi. Tunjukkan uangmu!"


Ye Xuan dengan santai mengeluarkan 20 ribu Yuan, dia menempatkannya dalam kantung dan menaruhnya di meja.


"20 ribu terlalu murah untukku!"


20 ribu Yuan sama dengan 200 Batu Spirit, Ye Xuan dan kelompoknya masih punya banyak Batu Spirit lainnya.


Beberapa pedagang kaya mulai mencibir. "Sombong!"


Budak ke 21 dari Istana Salju keluar, Ye Xuan langsung menggandakan nilainya sama seperti sebelumnya. Namun seorang Taipan dari Kerajaan Wu menggandakannya sekali lagi.


"10 ribu, aku ingin wanita itu!"


Ye Xuan mengangkat papan nomornya. "11 ribu."


"15 ribu."


"16 ribu."


"20 ribu!" teriak Taipan kaya itu dengan ekspresi bengkok.


Ye Xuan tersenyum dan mengangkat papan nomornya. "21 ribu."


"Sial, siapa kau sebenarnya. Berani melawan Zhang Hu!" teriak Taipan Kaya yang mengungkapkan identitasnya.


"Aku hanya pengelana yang punya banyak uang." Ye Xuan tersenyum manis, dia merasa puas mempermalukan orang yang dibilang kaya rasa.


"Cih!"


Setelah semuanya ditawarkan, Ye Xuan benar-benar mengamuk semua budak yang berasal dari Istana Salju. Dia harus mengeluarkan uang sekitar 800 ribu Yuan.


Karena tidak punya uang sebanyak itu, Ye Xuan membayarnya dengan Batu Spirit. Tidak ada yang protes karena pembayarannya.


Namun semua orang menjadi waspada, Ye Xuan segera pergi setelah mendapatkan semua murid Istana Salju.


Semua budaknya dibawa keluar kota, Wen Xin langsung melepaskan penyamarannya.


"Nona Wen..."

__ADS_1


Wen Xin hampir tidak bisa menahan air matanya. "Apa yang terjadi pada kalian?"


"Pengkhianat, orang-orang itu berkhianat!"


"Siapa?"


Salah satu wanita menceritakan kejadian yang sebenarnya. 50 murid yang dijual sebagai budak telah kehilangan kultivasinya. Sebenarnya ada lebih dari 300 murid yang diusir tanpa kultivasi, tapi sebagian besar lebih memilih bunuh diri.


Setelah mendengar cerita panjang dari murid-murid Istana Salju, Ye Xuan yakin Jiang Chen sudah sampai pada puncak rencananya.


Dunia Fana ini hanya meninggalkan tiga Kerajaan kuat, mereka adalah Kerajaan Xia, Kerajaan Wu dan Long. Kerajaan lainnya telah disingkirkan.


Kerajaan Long punya Feng Xia, Kerajaan Xia punya Gu Jin-Long, Kerajaan Wu punya Wu Dong.


Jiang Chen tidak bisa main-main dengan Feng Xia dan Wu Dong yang berada di ranah Kenaikan tingkat 9 atau mungkin lebih.


Memang rumor mengatakan Feng Xia hanya berada di ranah Kenaikan tingkat 3, tapi Jiang Chen tahu yang sedang dia sembunyikan.


Wu Dong juga cukup kuat untuk dia lawan sekarang, ditambah lagi ada kekuatan dari dunia atas yang ikut campur.


Jiang Chen mengeratkan giginya di sebuah gua, dia mendapat luka yang cukup parah dari wanita bermarga Sima.


"Tuan, seroang pria datang. Dia berkata namanya Ao Ming."


"Biarkan dia menunggu, aku butuh waktu menyembuhkan luka sialan ini!"


"Baik, Tuan."


Disisi lain Ye Xuan membuang kontrak budak mereka. "Kalian bebas, aku tidak akan memaksa untuk ikut denganku."


"Aku tidak masalah, tapi apa mereka akan menerimanya?" tanya Ye Xuan mengembalikan pertanyaan.


50 murid Istana Salju terdiam, mereka sudah kehilangan kultivasinya. Jika mengikuti Wen Xin, mereka hanya akan menjadi beban.


"Aku tidak akan menyembunyikan ini darimu, Tuan Muda punya terapi khusus untuk menyembuhkan Dantian yang rusak... Jadi tidak ada yang perlu kalian khawatirkan."


Ye Xuan dan Xu Ling hanya bisa tersenyum kecut, padahal mereka ingin menunggu 50 murid itu putus asa.


"Nona, meskipun kami bisa menyembuhkan kultivasi, tidak ada niat kami untuk balas dendam. Orang-orang yang menghancurkan Istana Salju sangat kuat."


Wen Xin menatapnya dengan pandangan penuh tekad. "Jangan khawatir, kita pasti bisa. Selama tuan muda ada, tidak ada yang mustahil di dunia ini!"


Semangat Wen Xin benar-benar bisa menggugah tekad para murid Istana Salju. Mereka segera berlutut di hadapan Wen Xin.


"Nona Wen, kita bersedia mengikuti anda!"


"Tidak, tidak, tidak... Kalian harus mengucap sumpah darah pada tuan muda."


Semua mata mengarah pada Ye Xuan. "Tuan Muda Ye, kami bersumpah akan setia mengikutimu dan Nona Wen Xin!"


Darah dioleskan ke dahinya, mereka semua yakin dengan keputusannya.


[+50 anggota Sumpah Darah.]


Ye Xuan tidak menyangka mereka begitu setia pada Wen Xin, bahkan hingga mereka bersedia mengorbankan dirinya.

__ADS_1


"Baiklah, kalian istirahatlah dulu."


Cahaya muncul dari ujung jari telunjuk Ye Xuan, cahaya itu langsung menerobos ke dahi semua anggota baru.


Setelah menerima teknik Prinsip Jiwa, semuanya dipindahkan ke Alam Nemo.


Wen Xin juga ikut karena mereka perlu lebih dekat, Ye Xuan memutuskan Wen Xin akan menjadi ketua dari Tim Salju.


Ye Xuan dan Xu Ling di tinggal sendiri, mereka hanya bisa tersenyum kecut melihat keduanya sudah di kepung para bandit serakah.


"Tuan Muda, jangan pindahkan aku ke Alam Nemo. Aku sudah lama menunggu kesempatan ini."


Xu Ling sudah mendapatkan sebagian kekuatannya, dia sekarang berada di ranah Kelahiran Jiwa tingkat 7.


Kedua tangannya mengeluarkan aura berwarna merah, dua pedang di tarik dari udara kosong.


Xu Ling melesat seperti anak panah yang baru lepas dari busurnya. Ekspresinya terlihat senang, Xu Ling menebas udara kosong dan sebuah sayatan tercipta.


Sayatan pedang itu memotong pohon-pohon disekitarnya. Xu Ling menggila, dia menghancurkan semua musuhnya.


Dua pedang berwarna merah menghancurkan segalanya. Bandit yang mencoba mengambil keuntungan dari Ye Xuan menjadi takut.


Ye Xuan sendiri kebingungan harus melakukan apa. Para bandit serakah mundur, mereka tidak ingim berurusan dengan Ye Xuan lagi.


Namun beberapa Taipan dari Kerajaan Wu mulai tertarik. Mereka mengirim pengawalnya untuk menguji Xu Ling dan Ye Xuan.


Ada 4 pengawal yang mendekati tempatnya, Ye Xuan tersenyum manis karena dia bisa memupuk pengalaman.


Xu Ling dengan penuh percaya diri langsung menerjang lawannya. Ujung pedangnya di tangkap dengan begitu mudah.


"Akhirnya ada orang yang terampil!" ucap Xu Ling yang tampak senang. Dia semakin gila dan mengayunkan pedangnya.


Dua musuh dia ambil sendiri, disisi lain Ye Xuan malah ngobrol dengan dua pengawal yang lainnya.


"Apa kalian merasa tempat ini terlalu panas?" tanya Ye Xuan dengan santai.


"Aku juga berpikir begitu..." salah satu pengawal menggerakkan tangannya. Dia menyerang Ye Xuan yang terlihat santai.


Pukulannya mengandungi energi mental yang cukup kuat. Ye Xuan menarik Domain Qi, dia menghentikan serangan lawan dengan satu tangan.


"Kau terlihat sangat kasar."


Pengawal yang lainnya mengangkat kakinya, dia menyerang bagian kepala Ye Xuan yang masih menahan pukulan lawan.


Satu tangan yang lain menghentikan serangan pengawal. "Baiklah, kalian terlihat sudah panas! Ayo mulai!"


Ye Xuan menarik tangan dan kaki lawannya, dia membanting keduanya dengan energi mental yang menyelimuti tubuhnya.


Pertarungan tiga orang itu sangat intens, mereka bertiga menghancurkan semua tanah dan pohon-pohon disekitarnya.


Ye Xuan terkena beberapa pukulan, sudut bibirnya mengeluarkan darah tipis.


"Menarik, kalian menggunakan kekuatan misterius. Ayo tunjukkan padaku lagi!"


Dua pengawal saling memandang, mereka sebenarnya sudah mencapai batas karena Energi Mentalnya terkuras habis.

__ADS_1


"Kau memang anak yang sombong, baiklah!"


__ADS_2