Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
11. Trauma masa lalu


__ADS_3

Zahira menyenderkan kepalanya di sofa, wajahnya masih tampak pucat walaupun tak sepucat saat ditemukan di kamar mandi. Kejadian itu mengingatkan saat Zahira kelas 3 SMA, tepatnya setelah kegiatan rapat penutupan acara Perpisahan di Sekolahnya. Zahira harusnya pulang namun saat di parkiran motor, perutnya terasa sakit melilit yang amat luar biasa. Ia segera berlari menuju Toilet siswa terdekat. Suasana tampak sepi karena sebagain teman-temannya sudah pulang. Zahira segera membuka pintu toilet dan membuang hajatnya. Setelah selesai perutnya terasa sakit lagi, dia kembali lagi. Hingga berulang kali menyebabkan ia lemas mungkin karena diare tiba-tiba itu telah mengurasi energinya.


Zahira coba menelepon Sahabatnya, namun sayang HP Zahira lowbet. Hal ini menyebabkan Ia tidak bisa keluar dari toilet itu yang tampak terkunci dari luar. Zahira makin lemah, dia mencoba untuk mengedor pintu dengan sisa-sisa tenaganya, namun semua tak berhasil. Perutnya masih terasa sakit. Hingga akhirnya Zahira pingsan.


Setelah pukul 5 sore, Bu Anna mencoba nelepon Zahira berulang kali tetapi tidak tersambungkan. Bu Anna semakin cemas maka segera menelepon Mika.


" Assalamulaikum Mika."


" Iya tante Anna, ada yang bisa Mika bantu?"


" Mika, Zahira sampai sekarang belum pulang, apakah dia sedang bersamamu?"


"Tidak tante, tadi Mika pulang duluan karena sudah dijemput kakak."


" Tante telepon dia berulang kali tidak tersambung, mungkin karena HP Zahira baterai habis ya?"


"Gini tante, nanti Mika coba hubungi temen-temen lain, kalau Mika dapat kabar, Mika bakal hubungi tante segera."


"Terima kasih Mika, Tante coba telepon Ayahnya Zahira juga ya."


"Sama-sama tante."

__ADS_1


 Mika segera menghubungi teman-temannya. Dari beberapa informasi teman-teman  Zahira terakhir bertemu di ruang rapat. Sedangkan Zahira bertemu Heni terakhir di tempat parkiran, kemudian Zahira pamit ke toilet. Karena Heni harus segera pulang karena ada keperluan. Mika dan ketiga sahabatanya segera kembali ke sekolah. Sesampainya di sekolah tampak sepi. Hanya ada Pak Umar yang berjaga di pos security.


" Malam pak Umar!" sapa Putra


" Iya dek, kenapa malam-malam ke sekolah? Apakah ada yang tertinggal" tanya pak Umar sambil keluar dari ruang security yang berukuran 3mx3m


"Pak Umar lihat Zahira ndak pak" Tanya Heni


"Wah Pak Umar tidak lihat, terakhir ketemu Zahira saat ke kantin tadi siang."


"Pak bisa lihat rekaman CCTV tidak pak?" tanya Mika


"Wah sebenarnya tidak boleh, harus ijin dulu sama kepala sekolah." Jawab Pak Umar


" Lho kug hilang di sekolahan! teriak Pak Umar


" Makanya pak lihat rekaman CCTV sebentar dong!"


Tak lama kedua orangtua Zahira datang. Kemudian kedua orangtua Zahira menghubungi Ibu Kepala sekolah untuk meminta ijin melihat rekaman CCTV hari ini. Akhirnya rekaman CCTV dibuka. Dengan Seksama pak Renaldi pak Umar dan sahabat Zahira memastikan melihat sosok Zahira. Namun ada 2 kamera yang mati yaitu kamera di parkiran dan arah kamar mandi putri.


Akhirnya Mereka mencari Zahira dari tempat parkir dan mengecek semua ruangan sekolah dan sampailah pada kamar mandi yang dipalang rusak.

__ADS_1


" Lho kug kamar mandi ini rusak. Tadi pagi habis dibersihkan Bi Nung." kata pak Umar sambil menggarruk kepalanya.


"Pak Umar coba deh pak Umar kita masuk dulu, karena ada suara kran air." sahut Mika


"Mik, yang masuk kamu aja ya. aku tunggu disini. Horor tahu kug krannya nyala." kata Putra sambil berpegangan kecang pada Heni.


"Lho disini sendiri malah dibawa sama mb kunti lho....hahahahaha. " pekik Heni dengan wajah antusias menakuti Putra


Pak Renaldi dan Bu Anna masuk ke kamar mandi itu dan mendengarkan rintihan tangis putrinya. Pak Renaldi mulai tampak marah dan kwatir dengan putrinya.


"Mik, loe dengarkan itu suara orang menangis, suwer gue takut kalau ketemu mb kunti." teriak putra


"Pala loe peyang, itu mah suara Zahira, put!" sahut Heni sambil pukul punggung putra


Karena pintu terkunci, akhirnya pak Umar mendobrak kamar mandi itu, dan segera menyalakan lampu. seketika Bu Anna berlari dan memeluk putrinya yang sudah pucat tak bertenaga hanya sisa-sisa isak tangis yang hanya terdengar walapun mata Zahira tertutup sambil bersandar.


Pak Renaldi segera mengendong Zahira dan membawanya menuju kamar mandi. Semua orang pun mengikuti dari arah belakang. Mika dan 3 sahabatnya mengikuti mobil pak Renaldi menuju rumah sakit terdekat. Sedangkan pak Umar segera mengamankan barang bukti berupa palang kamar mandi rusak, dan mengecek kamera yang tadi mati. Dengan cepat pak Umar juga melaporkan kejadian itu ke Kepala Sekolah.


Zahira mendapatkan perawat medis dimana dia kehilangan cairan akibat diare dan dehidrasi. Pak Renaldi dan Bu Anna tampak kwatir menunggu di luar ruang IGD bersama dengan sahabat-sahabat putrinya.


" Za, semoga kamu baik-baik saja, tangis mika." kemudia ke-empat sahabat itu saling berangkulan saling menguatkan karena takut jika terjadi apa-apa dengan Zahira.

__ADS_1


Zahira adalah sahabat dari sejak mereka di Taman Kanak-kanak hingga mereka bisa 1 sekolah, 1 kelas lagi tepatnya saat kelas 2 SMA, semula mereka 1 kelas tapi beda kelas. Mereka bersahabat dan saling memotivasi untuk belajar bersama dan meraih prestasi agar dapat lulus mendapatkan beasiswa ke luar negeri.


Sejak peristiwa itu, Zahira takut akan gelap, terlebih jika terkunci di kamar mandi.


__ADS_2