Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
drama


__ADS_3

Gevan senang melihat Adara sedikit lebih tenang, "Syukurlah Adara tidak curiga sama gue, Dan Adara bisa jadi diluluhkan dengan cara seperti itu!" Gumam Gevan.


Gevan dan Adara tidur berdua di ranjang yang sama, Tanpa curiga Adara begitu percaya terhadap Gevan, ia bahagia karena merasa Gevan mulai mengaguminya.


PAGI HARI~~


Seperti biasa, Adara menyiapkan sarapan untuk Gevan.


"Makasih ya, maaf aku kesiangan jadi gak bisa bantuin kamu masak." Ucap Clara karena ia tidak bisa masak.


"Iya gapapa, kalian makan aja aku nanti makan habis beres nyuci baju." ucap Adara.


Adara pergi ke belakang dan ingin melihat bagaimana kalo Adara tidak disitu, apa yang akan mereka lakukan.


Tiba Tiba Clara memegang tangan Gevan... "Coba kalo kita nikah, pasti kita bisa hidup bahagia ya van." Ucap Clara dengan senyuman.


"Clar, lepasin ah gak enak sama Adara kalo dia lihat." Tegur Gevan.


"Van kenapa sih? kamu kayak beda gitu.. kan ini yang kita mau, curi curi pandang saat Adara gak ada! timpalnya.


"Kamu kan tau sendiri, semalem dia ngambek saat lihat aku sama kamu ciuman." Sahut Gevan


Disudut ruangan, Adara hanya bisa menangis melihat Suaminya bersama pacarnya yaitu sodara tirinya.

__ADS_1


"Daraa! teriak Gevan.


"Iya Van.. " Sahut Adara dari dapur.


"Aku berangkat ya, kamu jaga rumah kalo mau keluar main gapapa, aku pulang juga gak terlalu malam kok." Ucap Gevan beranjak dari kursi meja makan.


"Aku nebeng ya! sambung Clara


"gapapa Adara? tanya Gevan meminta persetujuan dari Adara


"Kok aku? ya terserah kamu aja kan yang bawa mobil kamu! Ucap Adara.


"Kalo gamau gapapa, aku jalan sendiri aja! gerutu Clara.


"Yaudah kamu siap siap, kita berangkat sekarang." Ucap Gevan.


Sementara di rumah Adara berfikir keras tentang apa yang Devan lakukan kepadanya sangat manis, namun ia tidak langsung menyimpulkan perasaan Gevan, mungkin Gevan hanya menghargainya sebagai istrinya.


"Makasih yaa udah nganter aku sampe sini," Clara mencium pipi Gevan.


"Iya, sama sama Clar, Oh iya nanti pulang aku kantor kan jam 4, gimana kalo kita nonton yuk! Pinta Gevan.


"Iyaa, sayang kamu kesini jemput aku yaa, Nanti aku nyalon dulu biar gak malu maluin" ucap Clara dengan senyum sumringah.

__ADS_1


Clara. wanita satu ini hobinya shopping, nyalon, jalan jalan dan menghabiskan waktunya dengan uang, ia anak yang dimanjakan oleh uang, berbeda dengan Adara yang berpenampilan yang biasa saja namun terlihat lebih cantik.


Gevan pergi ngantor, dan bertemu dengan Lucky di parkiran.


"Oii Van! sapa Lucky.


"Ky, lagi ngapain lo disini? tanya Gevan.


"Bokap, katanya dia kerjasama sama lo ya? tanya balik Lucky.


"Emang bokap lo siapa? tanya gevan lagi.


"Dwi atmajaya.." ucap Lucky.


"Pak Dwi itu bokap lo? tanya Gevan.


"Masa lo gak lihat kemiripan gue sama dia, sama sama ganteng! Ucap Lucky,


"Hahahah, gak ada mirip miripnya lo." celetuk Gevan.


Mereka masuk ke kantor, dan Lucky meminta wakti senggang Gevan untuk membicarakan hal tentang dirinya dan Clara.


"Yaudah makan siang ini kita ngobrol di kedai coffe ya! ucap Gevan.

__ADS_1


"Siap," Lucky mematikan telponnya.


Lucky nampaknya mempunyai hubungan dengan Clara, entah hubungan apa yang jelas mereka menyembunyikan sesuatu dari Gevan.


__ADS_2