
...Hari sudah malam, Adara sesekali menengok ibunya dan sesekali menengok Gevan....
"Brian, Gimana Gevan apa sudah siuman?." Tanya Adara kepada Brian.
...Brian yang menjaga Gevan karena Anggita dan Bimo pulang untuk membersihkan diri mereka....
"Belum ada respon apapun Adara, nanti kalo ada perkembangan aku kasih tahu kamu ya! Mending kamu tungguin ibu kamu dulu." Saran Brian.
"Yaudah, makasih ya yan." Adara kembali keruangan ibunya.
...Disaat Adara masuk keruangan Ranti, ternyata posisi ibunya sedang duduk....
"Mam.. Kenapa gak tiduran dulu." Ucap Adara.
"Gaenak rasanya sayang, mami bosan." Sahut Ranti.
"Oh iya mam, aku mau tanya sesuatu boleh?." tanya Adara.
"Tanya apa sayang?."
"Suami mami kemana?." Tanya Adara.
"Sebenarnya suami mami dipenjara, karena kasus korupsi di perusahaannya. Jadi mau gak mau mami harus berjualan demi agar bisa makan dan beli vitamin untuk calon adik kamu." Jelasnya membuat Adara merasa sudah berfikiran buruk tentang ibunya.
"Yaampun mi, kenapa mami gak datang ke rumah. Sebagai anak aku masih ada tanggung jawab untuk mami, aku enak enakan di rumah besar tanpa kekurangan apapun. Tapi mami harus berjuang panas panasan demi mencari sesuap nasi." Adara merasa menjadi anak yang gagal.
"Mami malu sayang, mami malu sama ayah kamu. Dulu mami buang ayah kamu demi untuk bersama suami mami yang sekarang. Tapi yang namanya karma itu gak akan salah." Ucap Ranti. Ia rasa tak punya muka untuk bertemu dengan Wisnu.
...Dahulu Ranti meninggalkan Wisnu demi bisa bersama Fauzan, yang dulunya lebih kaya dari Wisnu. Namun takdir tidak ada yang tahu, Wisnu semakin mentereng sementara Fauzan harus merasakan dinginnya penjara....
"Mami gak boleh kayak gitu, aku sayang sama mami. Aku merasa jadi anak yang gagal, lagian papa sekarang udah bahagia bersama istri barunya. Dan aku sudah tinggal berpisah dengan papa, jadi mama bisa datang kapan saja." Ujar Adara. Ia menganggap jika itu sudah masalalu.
"Syukurlah sekarang papa kamu sudah bahagia, mungkin itu sudah takdirnya papa kamu dipertemukan dengan jodohnya yang sekarang." Kata Ranti seraya berkaca kaca.
"Sekarang mami tinggal dimana?."
"Mami tinggal di kontrakan dekat mall Miko Plaza."
"Maafin aku ya mam, aku berfikir mami udah gak sayang aku. Makanya sekarang jarang temui aku, tanpa aku tahu apa yang sebenarnya terjadi." Adara menangis dihadapan ibunya.
"Nanti biar aku ngomong sama suami aku ya! semoga dia bisa terima mami dirumah kami." Ucap Adara.
Sebuah pesan masuk...
" Adara, Gevan sudah siuman. Dan saat ini dia sedang di periksa dokter." Brian.
"Mam, aku harus ke ruangan suami aku. Nanti aku kesini lagi ya!." Ucap Adara kemudian mencium pipi Ranti.
__ADS_1
...Adara berlari kecil kearah ruangan Gevan dirawat, ia merasa sangat lega mendengar suaminya sudah siuman....
"Brian.. Gimana aku boleh masuk gak?." Tanya Adara.
"Belum Dar, lagi ada dokter di dalem." Ucap
...Selang berapa lama, Dokter keluar dari ruangan tersebut dan mengabari jika Gevan sudah bisa di pindahkan keruangan inap....
"Bu, saat ini pasien sudah bisa dipindahkan keruang rawat inap. Jadi ibu bisa menjenguknya nanti setelah sudah dipindahkan." Ucap Dokter itu.
...Adara dan Brian bernafas lega, tak lupa mereka mengabari orang rumah....
...Gevan dipindahkan keruang VVIP untuk pemulihan, namun saat dipindahkan Gevan sedang tertidur....
...Sampailah diruang VVIP, Adara masuk untuk menemui suaminya, tak sabar akhirnya Adara bisa menemui Gevan dan bisa mengajaknya untuk ngobrol....
"Sayang, gimana keadaan kamu? Apa ada yang kamu keluhin." Tanya Adara.
...Namun Gevan hanya terdiam ia bingung dan melihat sekitarnya. Adara pun duduk di sebelah ranjang, kemudian menggenggam tangan Gevan yang sedang di infus....
"Syukurlah kamu sudah siuman, aku cemas banget tau ." Kata Adara membuat Gevan semakin bingung.
"Lo siapa?." Tanya Gevan tiba tiba. Kemudian melepaskan genggaman tangan Adara.
"Aku istri kamu.. Van." Kata Adara.
"Kamu jangan bercanda deh Van, aku istri kamu." Adara menganggapnya bercanda.
"Lo salah ruangan kali, gue belum nikah. Gue lagi asik asiknya party kok malah disini." Ucap Gevan semakin membuat Adara merasa ada yang gak beres.
...Adara keluar ruangan untuk memanggil dokter, dan menemui Brian yang berada diluar ruangan....
"Brian, ada sesuatu yang terjadi sama Gevan. Dia gak inget sama aku. Terakhir dia bilang lagi dugem." Adara menjelaskan apa yang terjadi.
"Masa, coba aku tengok." Brian masuk kedalam ditemani oleh Adara.
...Setelah Brian masuk, Gevan mengenalinya dan memanggilnya....
"Brian.."
"Lho, kata Adara Lo gak inget dia. Tapi kok inget gue." Tanya Brian merasa aneh.
"Gue gak tahu dia siapa, tapi kalo Lo temen gue kan. Semalam kita lagi party kok malem ini ada di rumah sakit." Kata Gevan.
...Adara menangis, ia merasa jika Gevan sudah lupa tentang dirinya. Ia merasa sia sia saja tidak jadi ke Australia....
...Melihat itu Gevan memanggilnya....
__ADS_1
"Istriku.."
"Kamu inget aku??."
"Clara .."
...Adara merasa tersentak, ternyata hanya Clara yang Gevan ingat. Kemudian Adara beranjak pergi keluar namun ditahan oleh Gevan....
"Tunggu, kamu mau kemana?." Tanya Gevan panik.
"Kamu kan gak inget aku, jadi biar aku suruh Clara untuk temui kamu." Ujar Adara di pojokan.
"Aku inget kok sama kamu, sini dulu dong!." Kata Gevan.
...Adara menghampiri Gevan dan duduk sebelah Gevan....
"Kamu prank aku Van?."
"Aku mau lihat reaksi kamu gimana, ternyata kamu takut ya kalo aku gak inget kamu lagi." Kata Gevan membuat Adara emosi.
"Ish,, Gevan aku kira kamu amnesia." gerutu Adara.
"Kayak di film film gitu yaa! Nggak lah, aku inget kamu kok. Inget kamu masih marah kan sama aku, Kalo aku gak kecelakaan aku gak mungkin bisa lihat kamu disini." Ujar Gevan.
"Sstt udah ya! Mulai sekarang anggap gak terjadi apa apa sama kita. Kita mulai semuanya dari awal, dan aku gak akan ninggalin kamu sampai kapanpun. Tapi kamu juga harus janji sama aku, kejadian di belakan g gak akan terjadi lagi." Adara membuat perjanjian.
"kamu serius? padahal hampir nyerah untuk hidup. Karena gak ada lagi alasan aku untuk hidup, tapi setelah mendengar perkataan kamu aku jadi ingin hidup lebih lama lagi. Aku ingin kita menua bersama." Kata Gevan kemudian menggenggam tangan Adara dan menariknya.
...Gevan mencium bibir Adara dengan lembut, ia rindu suasana seperti ini. Gevan bisa menatap mata istrinya lebih dekat, namun mereka tidak sadar jika Brian sedari tadi menyaksikan mereka....
...Brian menutup mata dan ngasih kode dengan pura pura batuk, mendengar itu Gevan dan Adara saling melepaskan diri. Dan melihat ke arah Brian....
"Kasian banget si jomblo lihat sayang."
"Aku jadi malu.." Timpal Adara.
"It's okay, bukan kali ini aja gue lihat pemandangan kayak gini."
...Mereka tertawa bahagia. Tak lama kemudian Anggita dan Bimo datang, dan segera menemui Gevan....
"Gevan sayang... Kamu gimana keadaanya.?." Tanya Anggita mengusap kepala Gevan.
"Aku baik baik aja ma, malah lebih baik dari sebelumnya. Aku merasa kecelakaan ini adalah hikmah buat aku, aku jadi bisa Deket lagi sama Adara."
"Tapi kecelakaan ini buat mama khawatir."
"Iya Van, lain kali kalo kamu naik mobil itu hati hati. Papa gak mau sampai ini terjadi lagi sama kamu. Dan papa harap kamu bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi."Kata Bimo kali ini.
__ADS_1
Gevan senang bisa segera siuman, Ia juga senang karena sudah baikan dengan istrinya.