
...Pagi ini, Gevan ingin pergi ke kantor. Karena merasa bosan selama ia cuti. Tidak biasanya seorang Gevan berada dirumah seharian....
"Morning sayang." Sapa Gevan saat Adara terbangun.
"Morning.. Kamu udah siap aja mau kemana?" Tanya Adara.
"Aku kan mau ke kantor."
"Kamu serius? Yaudah aku siap siap dulu." Adara beranjak dari tempat tidur.
"Kamu siap siap mau kemana?" Tanya Gevan.
"Aku mau antar kamu ke kantor." Kata Adara sembari berlari ke kamar mandi.
"Aku tunggu di bawah yaa!" Ucap Gevan.
...Gevan pergi ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya sembari menunggu Adara bersiap....
...Sampainya di ruang makan, Gevan langsung menanyakan tentang Reno kepada Bimo....
"Pagi, pah." Sapa Gevan.
"Pagi Van, kamu udah siap aja mau ke kantor?" Tanya Bimo.
"Iya pa, aku mau ke kantor. Udah lama juga gak kerja." Kata Gevan.
"Kalo kamu sudah siap gapapa."
"Pa, aku mau tanya sesuatu."
"Nanya apa?"
"Apa papa masih dekat dengan Om Reno?" Tanya Gevan.
"Masih, kenapa? ada apa dengan Om Reno." Tanya Bimo.
"Apa om Bimo ada masalah sama istrinya?" Tanya Gevan.
"Mana papa tahu Gevan, kan kita cuma akrab karena bisnis aja gak sampe ke masalah rumah tangga mereka." Seru Bimo.
"Coba papa lihat ini." Gevan memperlihatkan cuplikan Vidio.
...Bimo melihat itu langsung merasa syok....
"Ini kan anaknya Reno yang paling besar. Dan ini Tiffany." Sahut Bimo.
"Iya pa, katanya Tiffany itu simpanan om Bimo. Papa bisa tolong aku gak coba papa tanyain sama om Reno. Siapa tahu ada petunjuk soal kehamilan Tiffany." Pinta Gevan.
"Papa coba gali informasi dari Reno, siapa tahu aja dia bisa terbuka sama papa." Ucap Bimo.
"Informasi apa sih." Tanya Anggita yang baru saja datang dari dapur.
"Itu loh ma, Reno teman bisnis papa. Katanya Tiffany itu simpanan Reno." Jelas Bimo.
"Masa sih? Pantas mba Hesti bikin status galau terus di WhatsApp." Kata Anggita.
"Yaudah biar papa coba tanya sama Reno. Lagi pula ini menyangkut nama baik perusahaan kita. Perusahaan dia kan ada saham papa tigapuluh persen." Kata Bimo.
__ADS_1
"Gevan, Adara kemana?" Tanya Anggita.
"Dia lagi siap siap ma, katanya mau ikut ke kantor jagain aku." Sahut Gevan.
"Ada ada aja Adara, harusnya kan kamu yang jagain Adara." Anggita tersenyum.
Adara datang, lalu ia duduk disebelah suaminya.
"Pagi, ma, pa." Sapa Adara.
"Pagi sayang, kamu mau ikut ke kantor." Tanya Anggita.
"Iya ma, takutnya Gevan kenapa kenapa." Kata Adara.
"Yaudah, papa berangkat duluan ya!" Timpal Bimo.
"Papa gak bareng kita aja?" Seru Adara.
"Gapapa, papa naik mobil sendiri." Sahut Bimo.
"Yaudah pa, hati hati ya!" Kata Anggita.
...Bimo berangkat lebih dulu, ia akan bertemu dengan Reno sebelum ke kantornya....
"Yaudah sayang kita berangkat sekarang yuk! Ma kita berangkat ya." Kata Gevan.
"Ayok."
Gevan dan Adara pergi menuju kantor Bimo.
Didalam mobil.
"Boleh, tapi emang kenapa? Baru sekarang kalian bertemu lagi." Kata Gevan.
"Iya sayang, katanya ada yang mau dia bicarakan sama aku."
"Yaudah boleh, tapi langsung pulang ya habis itu. Aku takut kamu ketemu sama Tiffany." Kata Gevan mewanti wanti.
"Iya sayang.
Ditempat lain..
...Clara dan Lucky menyewa sebuah apartemen untuk mereka tempati bersama, setelah keluarganya tidak setuju dengan pernikahan mereka. Clara memutuskan untuk tidak pulang kembali kerumah ayah tirinya maupun rumahnya bersama Stela dulu....
...Saat ini Clara merasa tidak dapat membagi kesedihannya selain ia harus berbicara kepada sodara tirinya....
"Lucky, nanti siang aku mau ketemu sama Adara." Ucap Clara.
"Ada apa Clara?"
"Aku mau curhat aja sama dia, siapa tahu Adara bisa ngomong baik baik sama mama." Sahutnya.
"Tapi kamu yakin?"
"Iya sayang, aku gak tahu harus bicara sama siapa lagi." Clara mengeluh, nyatanya memang perlu teman berbagi.
"Yaudah, mau aku antar gak?" Tanya Lucky.
__ADS_1
"Gapapa sayang, aku bisa pesan taxi online."
"Yaudah tapi kalo kamu mau dijemput, telepon aja aku ya! Hari ini soalnya aku meetingnya lewat zoom." Kata lucky.
"Iya sayang."
Sementara itu...
Bimo bertemu dengan Reno.
"Gimana kabar kamu Reno." tanya Bimo.
"Mas Bim, saya baik baik saja. Tapi ada lah sedikit masalah keluarga." Ucap Bimo.
"Saya tahu, tapi kamu harus jujur sama saya!" Seru Bimo.
"Ada apa ya mas." Tanya Reno bingung.
"Ada hubungan apa kamu sama Tiffany." Tanya Bimo.
...Deg!! Jantung Reno rasanya akan copot mendapat pertanyaan itu....
"Mas kenal dengan Tiffany? Apa jangan jangan.. Mas.." Seolah Reno menuduh.
"Jangan kurang ajar, saya tahu kamu ada hubungan sama Tiffany. Dia sudah mengancam keluarga saya." Kata Bimo.
"Mengancam apa mas? Saya cuma kenal sekilas aja." Reno berdalih.
"Saya sudah tahu semuanya Reno, kamu tinggal jujur aja sama saya. Atau saya akan tarik saham saya yang ada di perusahaan kamu." Ucap Bimo mengancam.
"Mas.. Oke saya akan jujur. Tiffany adalah wanita simpanan saya mas, Tapi saya saat ini benar benar di buang olehnya. Saat rumah tangga saya hancur, dia malah meninggalkan saya." Jelas Reno.
"Kamu gak mikir dampaknya apa sama perusahaan kamu Reno? Vidio anak kamu yang melabrak Tiffany dan dengan lantang dia nyebut nama kamu sudah viral." Kata Bimo.
"Ngelabrak? Saya tidak tahu itu mas. Iya saya akui saya bodoh. Tapi sekarang saya benar benar menyesal." Ucap Reno.
"Reno, saya cuma minta sama kamu perbaikilah rumah tangga kalian sebelum kamu menyesal." Pesan Bimo kepada Reno.
...Bagaimanapun Bimo pernah merasakan betapa sengsaranya dia setelah dirinya mengkhianati Anggita dengan sekretarisnya hingga menghasilkan seorang anak....
"Iya mas, saya sekarang sedang meminta maaf sama keluarga saya terutama istri dan anak saya."
"Satu lagi, apa kamu pernah tidur dengan dia?" Tanya Bimo.
"Saya akui pernah mas, tapi selalu pakai pengaman." Kata Reno.
"Berarti dia gak mungkin hamil anak kamu." Kata Bimo.
"Memangnya ada apa mas?" Tanya Reno penasaran.
"Dia mengaku di hamili anak saya. Tapi saya belum bisa buktikan semua itu, yang jelas anak saya bersumpah tidak tidur dengan Tiffany." Bimo menceritakan masalahnya
"Mas jangan percaya gitu aja sama Tiffany, dia itu pandai mengarang cerita. Asal mas tahu dia sudah tidur dengan banyak laki laki hidung belang." Ucap Reno mencaci.
"Yaa, tapi saya gak bisa buktikan itu. Dari awal saya juga yakin anak saya tidak melakukan hal itu, apalagi dia sudah punya istri yang lebih cantik dan baik." Kata Bimo.
"Iya mas, nanti saya bantu cari bukti. Tapi mas harus janji jangan kasih tahu masalah ini dan jangan cabut saham mas diperusahaan ini. Karena akan berakibat kebangkrutan." Pinta Reno. Lalu Bimo menyepakati.
__ADS_1
...Lalu saat akan ke kantor, ia melihat seorang wanita berada didalam ruko miliknya yang di pinjamkan kepada ibunya Adara. Lalu Bimo mampir sebentar untuk menyapa....