Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
pasar tradisional


__ADS_3

...Reno datang, ia melihat istrinya yang sedang menangis di kamar sendirian....


"Hesti, kamu kenapa?" Tanya Reno.


"Mas, apa ini kamu." Tanya Hesti sembari memperlihatkan hp yang didalamnya ada foto Reno bersama seorang wanita muda.


"Hesti, kamu dapat foto itu dari mana?" Tanya balik Reno.


"Gak penting mas, aku cuma mau tahu apa itu kamu."


"Iya, itu aku. Maafkan aku Hesti aku khilaf." Ucap Reno mengakui perbuatannya.


"Mas, apa yang mau kamu cari lagi? Apa gak cukup semua pengabdian aku selama 30 tahun ini?" Hesti menangis sejadinya.


"Mas cuma jenuh dengan rumah tangga kita, kamu gak pernah curiga atau cemburu sama mas selama ini." Jelas Reno.


"Apa gak salah mas, aku kira dengan aku percaya sama kamu. Kamu bakalan jaga kepercayaan itu! Tapi ternyata kamu malah menyalahkan aku atas kejadian ini."


"Mas minta maaf sayang, mas khilaf. Mas akan perbaiki kesalahan mas, lagian mas sudah memutuskan hubungan dengannya."


"Semuanya sudah terlanjur hancur mas, aku tahu kamu juga memberikan banyak barang barang mahal untuk wanita itu. Disini aku mati matian berhemat demi menjaga kestabilan keuangan kita." Hesti terus saja menangis.


"Iya mas salah, mas minta maaf. Dan mas berjanji ini yang terakhir kalinya, maafkan mas sayang." Reno tidak memberikan sanggahan.


...Hesti hanya terdiam, ia menangis sejadinya sementara itu Reno berusaha untuk memeluknya namun Hesti berontak. Ia rasa jijik terhadap suaminya, ia berfikir tidak mungkin suaminya tidak melakukan apapun dengan wanita itu....


"Aku mau sendiri, kamu pergi dari sini." Ucap Hesti yang sudah mulai tenang.


"Tapi Hesti..."


"Pergiiiii...." Bentak Hesti.


...Lalu Reno memutuskan untuk membiarkan Hesti untuk menenangkan diri. Dan saat ini Hesti menjerit meratapi dirinya, mungkin ada yang kurang darinya sehingga Reno berhubungan dengan wanita yang lebih muda....


...Reno bertemu dengan anaknya yang pertama, Saskia. Ia sebaya dengan Tiffany dan mungkin mengenalnya, Saskia menatap tajam kepada Reno....


"Saskia .." Sapa Reno.


"Aku gak mau ngomong sama orang yang udah nyakitin mama. Apa papa gak mikirin nasib aku? Apa papa gak mikirin karma papa yang mungkin akan menimpa aku. Aku ini anak perempuan harusnya papa pikir dulu sebelum bertindak." Saskia berkata dengan hardiknya.


"Saskia kamu gak boleh ngomong seperti itu, papa sayang sama kamu. Papa gak mau jika ada orang yang menyakiti kamu, ini kebodohan papa. Dan karma itu akan datang kepada papa sendiri nak." Kata Reno sembari berkaca kaca.


"Lebih baik papa tinggalin mama dulu. Biarkan dia tenang sejenak." Saskia meninggalkan Reno.


"Saya laki laki bodoh, mendua sama orang yang jelas jelas cuma morotin doang." Reno memaki dirinya.


Di Villa..


"neng, apa neng mau ikut ibu belanja?" Tanya Rohaya.


"Mau Bu, sebentar ya saya minta izin dulu sama suami." Ucap Adara. Kemudian ia menghampiri Gevan yang berada di ruang tv.


"Sayang, aku mau ikut Bu Rohaya kepasar ya! Sekalian aku mau beli cemilan." Adara meminta izin.


"yaudah, tapi pake jaket ya soalnya kan Bandung dingin." Pesan Gevan.


"Siap sayang." Adara mencium pipi Gevan.


"Perasaan mama gak gini sama papa waktu muda." Sindir Bimo.


"Papa, ini kan beda zaman. Jaman dulu itu malu malu banget sama suami, coba lihat sekarang malah cium cium di depan orang tua." Ucap Anggita sembari tersenyum.


"Gapapa ya ma, kan namanya pacaran setelah menikah." Gevan menimpalinya.


"Iya, mama paham kok." Ucap Anggita.


"Mama sama papa mau makanan apa? Mau titip gak?" Tanya Adara.

__ADS_1


"Adara mama mau seafood dong biar kita bikin seafood saus Padang." Pinta Anggita.


"Oh iya ma, udah itu aja?"


"Aku mau buah naga sayang, mau bikin jus." Pinta Gevan.


"Oke sayang. Papa mau apa?"


"Papa kopi aja deh kalo ada minimarket ya!." Kata Bimo.


"Oke siap, kita pergi dulu yaa."


"Pak, Bu, maaf apakah boleh anak saya yang nyetir." Tanya Rohaya.


"Boleh dong." Sahut Anggita.


...Adara pergi kepasar bersama dengan Bu Rohaya dan Yassa. Akhirnya Yassa bisa melihat Adara lebih dekat....


"Yassa, kamu kuliah dimana." Tanya Adara.


"Saya sudah lulus teh." Sahut Yassa.


"Ooh, jadi ini yang ibu bilang wisuda pas aku nikah." Seru Adara.


"Iya neng." Kata Rohaya.


"Sekarang kerja atau apa?"


"Saya di tawari kerja di perusahaan pak Bimo, Tapi belum fix."


"Kenapa? Enak lho kerja di kantor papa." Kata Adara.


"Saya belum bicara sama orang tua."


"Iya loh, ibu baru denger kamu ditawari kerja sama pak Bimo." Rohaya menimpali.


"Kalo ini sih terserah kamu Yas, Yang penting kamu bisa jaga diri. Jaga pergaulan disana kan beda sama disini." Pesan Rohaya.


"Iya Bu, tapi kan bapak belum tentu izinin aku kerja di Jakarta."


"Iya kamu tinggal cari cara biar bapak mu bisa kasih izin." Seru Rohaya.


"Kenapa gak papa aja yang minta izin sama bapak Andi." Timpal Adara.


"Iya nanti ibu coba ngomong."


...Sampailah dipasar tradisional, Adara langsung memilih apa yang akan ia beli, dari mulai seafood, ayam, sayuran dan buah buahan....


"Neng, beli bumbu dulu ya!" Kata Rohaya.


"Iya Bu, aku tunggu disini aja ya Bu. Mau pilih pilih sayuran dulu sama beli ikan disini." Ucap Adara.


...Jongko sayur dan jongko ayam bersebelahan, Rohaya pergi ke belakang untuk membeli perbumbuan. Salah satunya adalah bumbu tomyam....


...Adara masih memilih sayur sementara itu seorang laki laki mendekat....


"Neng orang baru ya ." Sapa Laki laki itu.


"Iya pak, saya cuma liburan disini." Sahut Adara.


"Kalo boleh tahu neng sama siapa kesini? Biar saya antar pulang ya." Ucap Laki laki itu sembari mendekat.


"Maaf pak, bapak yang sopan ya atau saya teriak." Ancam Adara.


"Jangan ganggu pembeli saya atuh kang, biar dia nyaman belanja di pasar ini." Tegur pemilik jongko sayur.


"Apa maneh teh jangan ikut campur."

__ADS_1


"Apa, kamu jangan ikut campur."


"Ga bisa dibilangin ya kamu teh."


Adara menjauh, kemudian datanglah Yassa. Ia menanyakan apa yang terjadi dengan mereka.


"Ada apa ini?" Tanya Yassa.


"Eh, kang Yassa. Nggak kang cuman salah paham." ucap laki laki itu, ia tahu tentang Yassa.


"Sudah jangan ganggu, sama pergi." Tegur Yassa.


"Gak bisa dibilangin si akang mah Yas." Ucap tukang sayur.


"Teteh gapapa?" Tanya Yassa.


"Gapapa Yassa, makasih yaa sudah bantuin saya." Kata Adara.


"Iya sama sama teh, udah belanja sayurnya?" Tanya Yassa.


"Udah Yas, pak ini aja." Adara memberikan keranjang sayurnya.


"Totalnya jadi 35.000 teh ." Ucap Tukang sayur.


"Ini pak, kembaliannya ambil aja." Kata Adara.


"Makasih neng." Penjual sayur mengambil uang lembar 50.000


...Adara beralih ke tukang ayam, ia membeli ayam 2 kg untuk makan malam nanti....


"Pak ayam nya 2 kg ya!"


"Iya neng." Penjual ayam memotong ayam kemudian menimbangnya.


"Berapa pak."


" Jadi 70.000 neng." Kata tukang ayam.


"Ini pak, kembaliannya ambil aja." Adara memberi uang 100.000


"Terimakasih banyak neng." Ucap penjual ayam.


...Adara beralih ke penjual seafood....


"Pak, mau udangnya 1 kg, kerang hijau 1 kg, cumi 1 kg."Kata Adara.


"Baik neng." Tukang seafood sedang menimbang.


"Berapa pak?"


"Semuanya jadi 180.000 neng."


Adara memberikan uang 200.000.


"Kembaliannya ambil aja pak, terimakasih."


"Makasih banyak neng.


...Setelah itu, Adara dan Yassa menunggu Rohaya untuk pulang. Dan ia akan mampir ke minimarket untuk membeli kopi pesanan Bimo....


Rohaya sampai, kemudian Mereka bergegas pulang.


"Yaah, Bu buah naga nya lupa." Kata Adara menepuk keningnya.


"Gapapa teh, nanti di minimarket biasanya ada buah naga." ucap Yassa.


"Oh iya ya."

__ADS_1


...Mereka sampai disebuah minimarket, lalu Adara membeli buah dan membeli kopi pesanan Bimo....


__ADS_2