
Malampun tiba.
Saat itu Gevan dan Adara sudah pulang dan mereka sedang menonton TV.
"Gimana kerjanya hari ini? capek ga? Tanya Gevan sambil memijit paha Adara.
"Issshhh Geli Van, nggak sih gak capek justru aku seneng dan sangat menikmati perkerjaan ini." Ujar Adara.
"tapi bukan karena ada Brian kan? aku gak tenang nih! Ucap Gevan
"Gak lah, aku mencintai pekerjaanku karena bisa hasilin duit sendiri gak tergantung sama siapapun." Ucap Adara dengan tersenyum kecil.
"Ingat loh, kamu kan tanggung jawab aku dan kebutuhan kamu aku yang tanggung." Seru Gevan dengan tangan yang tidak diam terus saja mengelus elus paha Adara.
"Iya iya tau, ini juga buat tabungan aku. Lagi pula aku gak pernah lupa sama kewajiban ku untuk ngurusin kamu dulu. Yakan? Adara memegang tangan Gevan agar tidak merayap rayap seperti cicak
"Ihh knpa si dara, gak boleh ya pegang pegang kamu? Tanya Gevan.
__ADS_1
"Yaudah tuh aku lepasin," Adara melepaskan genggaman tangannya membuat tangan Gevan semakin liar menyentuhnya.
"Udah ah aku mau ke kamar." Adara beranjak dari sofa dan pergi ke atas.
"Kode nih! Gevan Bergumam.
Gevan mengikutinya sampai ke atas, ke kamarnya kemudian Gevan mengunci pintu pelan pelan dan mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tumblr.
"Gelap Van! Aku belum pake baju tidur issshh nyalain dulu lampunya." Celoteh Adara.
Gevan tidak menghiraukannya, ia langsung menghampiri san melihat Adara hanya memakai pakaian dalam warna hitam yang sewarna.
Gevan mencumbuinya di pangkuannya, mulutnya sibuk bermain.
Adara di lemarkan ke ranjang dengan begitu semangatnya Gevan langsung menuju ke kaki Adara, ia menciuminya dan sesekali menjilat paha milik Adara membuatnya tidak karuan.
Desahab Adara membuatnya lebih lembut memperlakukan Adara untuk menuju ke Puncak kenikmatan Adara. Lalh setelah itu ia langsung memasukan 'Itu' perlahan sebelum itu Adara sudah mencapai titik ejakulasi yang sangat nikmat.
__ADS_1
Permainan kedua ini membuat Adara sedikit tersiksa, karena cairan miliknya sudah habis membuat miliknya kesat dan susah untuk memaju mundurkan dengan cepat.
dan saatnya Gevan keluar, setelah itu mereka berbaring di kasur dan Gevan menggoda Adara.
"Apakah kamu suka permainanku? Tanya Gevan dengan lirikan nakal.
"Gak tau hehe." Ucap Adara malu malu.
"Jangan bohong, buktinya kamu keluar kan? aku bisa merasakan dan melihat ekspresi kamu sayang." Ucap Gevan dengan nada menggoda.
"Issshh apaan si van." Dengus Adara dengan wajah yang berubah warna menjadi merah.
CUP... Gevan mengecup kedua pipi Adara yang memerah, kemudian berkata "It's okay, wanita memang sulit mengakuinya." Ucapnya membuat Adara lebih malu lagi.
Kemudian Gevan beranjak dari ranjang dan langsung pergi ke kamar mandi lalu mengambil sebatang roko dan duduk di sofa panjang di samping tempat tidurnya.
Sementara itu Adara tertidur pulas, Gevan mengecek handphonenya dan melihat pesan dari Clara yang mengirimkan foto dirinya bersama Lucky yang sedang berada di Club.
__ADS_1
Gevan mengacak rambutnya frustasi, melihat Clara bersama Lucky mesra. Kemudian sesaat melihat ke arah Adara yang tertidur.
"Gue harus bisa berubah demi Adara, dia udah baik sama gue dan dia adalah istri terbaik yang pernah gue temuin." Gumamnya dalam hati.