Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Pulang


__ADS_3

"Selamat pagi pak, berhubung keadaan bapak sudah membaik. Jadi sekarang bapak bisa pulang, nanti saya buatkan jadwal lagi untuk kontrol dan buka perban." Jelas Dokter yang sudah memeriksa Gevan.


"Terimakasih banyak dok."


"Iya sama sama, dan saya akan resepkan obat untuk bapak minum sampai kontrol lagi nanti."


"Iya dok."


Adara mengemasi barang barangnya, dan Gevan pun berganti pakaian.


"Sayang kamu ganti baju dulu ya! Biar aku tebus obat dulu ke apotik."


"Iya sayang, kamu hati hati ya!."


...Adara meninggalkan ruangan Gevan, ia akan menebus obat yang sudah diresepkan Dokter untuk pemulihan Gevan. Sementara itu Gevan bersiap untuk pulang....


...Ceklekk.... Pintu terbuka saat Gevan sudah selesai memakai baju, sontak saja ia merasa kaget. Dan ia kira itu adalah perawat....


"Haii Gevan.." Ucap Seorang wanita.


"Tiffany, kamu ngapain disini?." Tanya Gevan.


"Aku kangen kamu, dan ada yang kasih tahu aku kalo kamu kecelakaan." Jelas Tiffany, entah siapa yang sudah memberitahunya.


"Kamu pergi dari sini! aku gak mau lagi ada urusan sama kamu. Udah selesai."


"Kamu harus tanggung jawab Gevan. Dengan apa yang sudah kamu lakukan sama aku."


"Apa yang harus aku tanggung jawabi, sedangkan aku gak berbuat apapun sama kamu."


"Siapa suruh kamu deketin aku lagi, kamu pikir dengan kamu lari dari aku kamu bisa bebas gitu? Nggak ya! Kamu harus nikahi aku kalo nggak aku akan Viralin kamu dimedia sosial." Ancam Tiffany.


"Apa yang mau kamu posting? Bahkan satu foto pun gak ada yang kita ambil."


"Aku bisa aja edit Poto aku sama kamu, dijaman sekarang apa sih yang gak bisa. Kamu itu anak dari orang terpandang di kota ini. Itu merupakan hal yang mudah untuk aku."


"Jangan gila kamu, jangan bawa bawa keluarga aku. Kalo kamu gak mau sesuatu terjadi sama keluarga kamu juga ." Ancam balik Gevan.


"Coba aja kalo bisa.. Yaudah sampai nanti yaa, siap siap aja kamu viral kalo kamu gak ikutin apa mau aku." Tiffany meninggalkan ruangan.


"Sialan, wanita itu gila. Kenapa sih gue harus terjebak dengan semua ini, Emang gue bego. Gevan Lo tolol." Gevan memaki dirinya sendiri.


...Kepalanya merasa nyeri, namun ia tidak ingin menunjukannya didepan Adara. Ia takut jika Adara juga akan stress jika ia tahu apa yang Tiffany katakan kepadanya....


...Keduanya sama sama tidak terbuka, karena takut saling menyakiti satusama lain. Itu yang membuat kesalahpahaman yang sering terjadi didalam sebuah pernikahan....


"Sayang, aku udah selesai tebus obatnya, dan dokter juga udah kasih aku surat kontrol kamu Minggu depan. Kita pulang sekarang ya! Nanti aku kabarin mama sama papa."


"Iya sayang, Eh kamu udah ngobrol belum sama mami kamu soal dia tinggal di ruko."


"Astaga, aku lupaa. Yaudah sekarang kita ke ruangan mami dulu ya! Sekalian kamu ketemu sama mami." Ajak Adara.


"Iya sayang."


...Adara dan Gevan akan keruangan Ranti. Mungkin saja sekarang Ranti juga sudah diperbolehkan pulang....


"Mam, Gimana kabarnya." Tanya Adara yang baru saja sampai.


"Mami baik sayang, hari ini udah boleh pulang."


"Mami, kenalin ini Gevan. Suami aku." Adara memperkenalkan Gevan, karena mereka belum pernah ketemu sebelumnya.


"Hallo mi, salam kenal. Aku Gevan."

__ADS_1


"Iya Gevan, gimana kabar kamu sekarang?"


"Alhamdulillah saya baik baik saja. Mami sendiri gimana kabarnya?" Tanya Gevan.


"Mami juga sudah baikan."


"Oh iya mam, maaf sebelumnya mami bersedia gak untuk tinggal di ruko milik papa Bimo. Papanya Gevan." Usul Adara.


"Adara, udah gak usah mami biar tinggal di kontrakan aja. Mami gak mau merepotkan kamu dan keluarga suami kamu sayang."


"Gak merepotkan kok mi, saya senang bisa bantu mami. Sekarang kan Mami sudah menjadi mami saya." Kata Gevan.


"Tapi, mami cuma sementara ya! Setelah mami ada tempat tinggal lagi mami akan segera pindah."


"Kata mama Gevan, mami bisa sambil membuka usaha disana. Ruko itu awalnya salon. Jadi bisa mami terusin." Kata Adara.


"Adara jujur mami malu, tapi kesempatan tidak datang dua kali. Jadi mami bersedia untuk tinggal di ruko itu." Kata Ranti.


"Yaudah sekarang mami ikut kami pulang ya! Nanti Adara antar mami ke sana."


"Iya sayang."


...Akhirnya Adara pulang bersama Gevan dan Ranti, sebelum mereka pulang mereka mengantar Ranti terlebih dahulu....


Ditelepon..


"Hallo pa, gimana papa udah suruh cleaning servis membersihkan ruko? Soalnya sekarang aku sama Adara mau antar mami ke sana."


"Memangnya kamu sudah pulang Van? Tadinya papa sama Mama mau kerumah sakit."


"Aku udah pulang pa, dan aku menuju ruko sekarang."


"Iya, ruko kemarin udah di bersihkan. Dan sudah di isi oleh perabotan di atas, kalo yang dibawah belum. Kata mama biar ibunya Adara yang memutuskan untuk membuka usaha apa "


"Iya. hati hati Van."


...setelah beberapa saat, Akhirnya mereka sampai di ruko itu. Tampak sebuah ruko yang besar dua lantai, dengan lantai bawah dengan full kaca....


"Ini gak salah rukonya sebesar ini?" Tanya Ranti.


"Nggak mami, mami gak salah kok. Ini sebenarnya ruko milik rekan bisnis papa yang mengalami kebangkrutan, jadi papa bantu temannya membeli ruko ini." Jelas Gevan.


"Mami sangat berterima kasih sama kalian."


"Udah mi ini sudah menjadi kewajiban aku sebagai anak mami." Kata Adara.


...Mereka melihat lihat ke lantai atas, ternyata sudah dilengkapi perabotan seperti kursi alat dapur, tv, kamar. Semuanya sudah siap ditempati....


"Yaudah Mam, aku mau pulang dulu kerumah orang tua Gevan. Aku juga belum mengabari kalo kami sudah pulang sama papa."


"Kenapa? nanti papa kamu kerumah sakit. Segera hubungi papa kamu ya!" Titah Ranti.


"Iya ma, aku pulang ya." Adara mencium tangan Ranti.


"Mam, saya juga pamit ya." Giliran Gevan mencium tangan Ranti.


...Adara selalu berusaha untuk tidak membenci Ranti, walaupun dulu ia tidak dipedulikan olehnya. Namun tidak ada yang namanya mantan ibu, Adara hanya ingin memberikan pengabdiannya kepada seorang ibu....


...Bahkan dihari pentingnya, Ranti tidak bisa datang dengan alasan yang sangat tidak masuk akal. Sesibuk apapun Wisnu, ia selalu mengutamakan Adara....


Diperjalanan..


"Sayang, maaf ya aku tanya. Ibu kamu gak datang di hari pernikahan kita kenapa ya?" Tanya Gevan.

__ADS_1


"Gatau Van, mami selalu cari alasan untuk bertemu. Harus aku yang datang kerumahnya, padahal kan masa aku harus nikah dirumahnya."


"Mungkin gak dibolehin sama suami barunya."


"Mungkin aja.. Tapi dari dulu mami emang gak pernah perduli sama aku. Bahkan saat aku dirumah sakit aja gak ada tuh Dateng atau sekedar nelpon."


"Udah gapapa, sekarang kamu punya aku sama mama."


"Iya Van, aku beruntung bisa dapetin mertua rasa ibu kandung."


"Iya, mama dulu pengen banget punya anak perempuan. Tapi sayang untuk anak yang nomor 2 selalu mengalami keguguran." Jelas Gevan.


"Oh ya.. Mama belum cerita tentang itu. Semoga kita dapat anak cewek ya Van, biar mama gak kesepian dirumah." Ucap Adara.


"Aamiin sayang, nanti pulang dari sini kita langsung bikin ya!." Kata Gevan, membuat Adara tersenyum.


"Apaan si Van.. udah ah nanti aku gak fokus nyetirnya." Tegur Adara.


...Gevan selalu saja menggodanya. ...


...Sampainya dirumah, Gevan dan Adara langsung di sediakan makanan enak masakan Anggita. Ini dilakukan sebagai rasa syukur karena Gevan sudah sembuh. ...


"Wangiii ." Kata Gevan.


"Kamu udah sampe.." Kata Anggita yang baru saja keluar dari dapur.


"Udah ma, mama masak makanan kesukaan aku? Wahh aku udah gak sabar pengen makan." Ucap Gevan.


"Maa, pake repot repot segala." Timpal Adara.


"Mama gak repot kok. Udah sekarang kita makan ya!" Ajak Anggita.


...Anggita, Bimo, Gevan dan Adara makan makan untuk merayakan kepulangan Gevan....


Telepon Adara berdering...


"Hallo pa."


"Adara, Gevan sudah pulang dari rumah sakit?"


"Sudah pa, maaf aku belum sempat kabarin papa. Tadinya aku mau nelpon cuma gak sempat."


"Pantas saja, tadi papa kesana kamarnya sudah kosong."


"Maaf yaa pa."


"Iya gapapa, sekarang kamu dimana?"


"Aku dirumah papa Bimo, Kita nginep disini beberapa hari."


"Yaudah, nanti kalo papa ada waktu papa main kesana ya!."


"Iya pa."


...Wisnu menutup telponnya, kemudian Adara lanjut menyantap makanan yang dimasak oleh Anggita....


"Itu papa kamu?" Tanya Anggita.


"Iya ma, aku lupa kabarin papa."


"Kenapa gak diajak kesini aja, kita makan bareng." Ucap Bimo.


"Iya, katanya nanti kalo ada waktu papa kesini."

__ADS_1


"Yaudah, lanjut lagi makannya." Ucap Anggita.


__ADS_2