Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Datang


__ADS_3

...Pagi ini Adara mengurus Gevan, mulai dari membersihkan Gevan dan menyuapinya. Gevan bisa manja manja lagi kepada Adara....


"Van, biar aku lap tubuh kamu ya! biar gak terlalu lengket." Kata Adara sembari mengambil air hangat.


"Iya sayang, semuanya nih sampe ke bawah." Tanya Gevan usil.


"Dari ujung rambut sampe ujung kaki, awas aja kalo bangun." Ujar Adara yang sedang memeras kain.


"Manusiawi lah yang, kan aku cowok normal ya wajar kalo bangun saat di pegang." Ucap Gevan.


"Siapa yang mau pegang, aku cuma mau bersihin gak pake pegang pegang." Kata Adara sembari membuka baju pasien Gevan.


"Makasih yaa, kamu udah mau ngurusin aku saat keadaan aku kayak gini. Aku sayang kamu." Gevan menatap mata Adara membuat istrinya itu salah tingkah.


"Ini udah kewajiban aku Van. Kamu suami aku." Kata Adara.


"Yaa kan ada istri atau suami yang gak mau ngurusin pasangan nya saat salah satu mereka sakit."


"Udah ah diem, nanti abis ini kamu sarapan terus makan obat biar kita cepet pulang." Timpal Adara.


"Kamu udah gak sabar ya mau itu." Ucap Gevan dengan mata menyipit dan senyum jahat.


"Apasii yang, udah ah jangan liatin aku kayak gitu." Ucap Adara salting.


...Setelah selesai, seorang perawat mengantarkan sarapan untuk Gevan dan beberapa obat yang akan diminum Gevan....


"Sekarang bapak sarapan dulu, setelah itu diminum obatnya ya pak." Ucap Suster itu.


"Iya sus, makasih ya!." Kata Adara.


...Kemudian suster itu meninggalkan ruangan dan Adara menyuapi suaminya, momen seperti ini sangat di rindukan oleh keduanya....


"Van, mami aku juga di rawat disini. Nanti setelah ini aku izin ketemu mami ya! Setelah kamu minum obat kamu istirahat." Ucap Adara sembari menyuapi Gevan.


"Oh ya, Emang mami kamu sakit apa?." Tanya Gevan.


"Katanya mami ketabrak mobil, tapi pelakunya melarikan diri. Aku merasa kasihan sama mami, saat ini mami tinggal di kontrakan sepetak seorang diri. Aku sebagai anaknya aja gak tahu, Baru tahu kemarin pas ketemu mami." Jelas Adara, ia menceritakan apa yang terjadi kemarin.

__ADS_1


" Kalo gitu, suruh mami untuk tinggal dirumah kita sementara waktu ini. Biar nanti aku cariin tempat tinggal yang layak untuk mami kamu, ini juga kewajiban aku sebagai menantu." Usul Gevan membuat Adara merasa senang, karena ia tidak perlu berdebat soal ini.


"Tapi kan kita perlu bicara sama orang tua kamu dan ayah aku. Biar nanti mereka gak bertanya tanya." Kata Adara.


"Udah gapapa gak bakalan lama kok, aku secepatnya cari rumah untuk mami. Yaa walaupun gak sebesar rumah kita." Ucap Gevan.


"Tapi gak bakal jadi masalah kan kedepannya? aku takut."


"Gak usah takut, aku yang mutusin semuanya. Nanti kamu ketemu mami dan ajak pulang kerumah kita." Titah Gevan.


"Makasih yaa, kamu udah izinin mami untuk tinggal sama kita." Adara memeluk Gevan.


"Iya sayang sama sama." Gevan pun memeluk kembali istrinya.


...Setelah selesai makan, Gevan segera meminum obatnya. Ia tak sabar untuk segera pulih agar bisa pulang kerumahnya. Kemudian Adara pergi untuk menemui ibunya....


"Mam, mami udah sarapan?." Tanya Adara yang baru saja masuk keruangan Ranti.


"Udah sayang, tadi udah diantar sama perawat. Gimana kabar suami kamu?." Tanya Ranti, ia juga merasa khawatir tentang keadaan Gevan.


"Dia sekarang sudah membaik mam, mungkin akan cepet juga pulang dari sini. Mami doain aja ya! Dan Adara juga doakan mami untuk segera sembuh. Biar kita bisa pulang kerumah barengan." Kata Adara seraya tersenyum.


"Mami boleh tinggal di rumah Aku sama Gevan untuk sementara waktu ini. sampai kami menemukan rumah yang nyaman untuk ibu." Ucap Adara.


"Adara, gak usah biar mami di kontrakan aja dulu. Mami gak enak sama yang lain, terutama mertua dan ayah kamu." Ujar Ranti.


"Mereka juga pasti ngerti kok mam, udah mami tenang aja kita akan pulang kerumah aku, nanti kalo kami udah beli rumah untuk mami baru boleh pindah ." kata Adara.


...Ranti memikirkannya sejenak, ia takut akan merepotkan anak dan menantunya. Sudah cukup ia dulu meninggalkan anaknya demi laki laki yang bahkan tidak perduli dengan keadaan anaknya....


...Bahkan mertuanya sekalipun tidak perduli dengan nasib Ranti yang di tinggal oleh suaminya lantaran harus menghadapi hukuman penjara....


...Fauzan dulunya adalah manajer di perusahaan ternama, namun karena kerakusannya Fauzan tertangkap tangan sedang korupsi. Namun hasil korupsinya ia sembunyikan entah dimana, karena saat berumah tangga dengan Ranti, Fauzan hanya memberikan gaji nya saya. Tidak dengan nilai yang ia korupsikan....


"Tapi mami janji cuma sementara waktu aja ya nak. Mami secepatnya akan cari kontrakan baru." Ucap Ranti.


"Udah mami tenang aja, sekarang mami istirahat ya! Aku mau pulang dulu, mau ambil barang yang diperlukan selama aku disini."Ucap Adara.

__ADS_1


"Yaudah sayang hati hati ya!." Ucap Ranti.


...Adara hendak pamit untuk pulang, namun saat ia keluar ruangan Adara bertemu dengan ayahnya dan Stela....


"Adara, kamu habis jenguk siapa?." Tanya Wisnu.


"Aku habis jenguk mami, yah." Ucap Adara.


" Mami kamu kenapa Adara? sakit kah?." Tanya Stela.


"Mami ketabrak mobil, Bu. Kemarin pas ayah pulang." Kata Adara membuat Stela menghela nafas.


"Syukurlah mas Wisnu gak ketemu mbak Ranti." Batin Stela.


"Oh gitu, yaudah papa kesini mau jenguk Gevan. Semalem ayah dapat kabar dari Brian katanya Gevan udah siuman." Ucap Wisnu.


"Iya Adara maaf ya semalem kita gak bisa jenguk karena ada suatu hal di kantor." Kata Stela kali ini.


"Iya gapapa, oh iya sekalian aku mau titip Gevan ya ayah. Aku mau pulang dulu mau ambil barang barang keperluan selama aku disini." Ucap Adara.


"Iya sayang, nih pake aja mobil ayah. Biar cepet ya." Usul Wisnu.


"Yaudah Adara pulang dulu ya."


...Adara pulang terlebih dahulu kerumahnya untuk membawa keperluan yang diperlukan....


...Pas sampai dirumah, Adara syok melihat seorang perempuan yang sedang berdiri di depan rumahnya. Ia merasa tidak asing saat melihat orang itu, ternyata ialah Tiffany....


...Adara turun dari mobil dan menutup pintu mobil dengan keras, ia geram melihat wajah Tiffany yang sok polos. Dengan kejadian yang menimpanya dia adalah dalang dari semuanya....


"Kamu ngapain kesini?." Tanya Adara ketus.


"Aku mau ketemu Gevan, mana yah." Ucap Tiffany.


"Ngapain cari suami aku? lebih baik kamu pergi dari sini. Atau aku akan laporin kamu kepolisi, biar satu sel sama Excel." Ancam Adara.


"Aww, takutnya.. haha.. asal kamu tahu, bisa aja aku viralin Gevan di sosial media. Secara dia adalah anak orang terpandang di kota ini." Ancam balik Tiffany.

__ADS_1


"Segitu terobsesinya ya kamu sama suami saya." Ucap Adara.


...Entah apa yang akan dilakukan oleh Tiffany, dengan datangnya ia ke rumah Gevan membuat lukanya semakin perih....


__ADS_2