
🤗HAPPY READING GUYS🤗
"Ahh ayahh, panggil aku Aida bukan Shanum" kesal Aida mendengar ucapan ayahnya dan menekankan kata Aida pada perkataanya.
📞 "Duhh gadis kecil ayah udah berani ngebantah yaa sekarang. Kamu tau gak sih ayah kasih nama kamu Shanum itu karena artinya berkah, kamu itu berkah yang Allah titipkan buat ayah. Awalnya ayah sama bunda ngiranya cuman punya anak 1 doang, ehh ternyata bakalan dapet anak ke 2 juga. Jadi mulai sekarang kamu jangan marah yaa kalo dipanggil Shanum lagi" pinta Ayah Arka pada Aida
"Hmm, iya dehh iya. Tapi cuman keluarga aku aja yang boleh manggil Shanum" ucap Aida membuatnya luluh mendengar penuturan ayahnya, karena selama ini dia tidak pernah tau arti dari nama Shanum itu
📞 "Yaudah deh terserah kamu aja. Oh iya ada apa nih nelpon ayah?" tanya sang ayah dari telpon sana
"Oh iya kan Aida jadi lupa hehe... Jadi gini yah, ayah bisa jemput Aida gak disekolah? Soalnya tadi abang katanya mau kerkom, terus bunda juga ditelponin ga diangkat mungkin lagi tidur"
📞 "Kenapa ga naik ojol aja sih sayang?"
"Uang aku abis yah, dompet juga dirumah, kan gak boleh dibawa kemana-mana kata bunda"
📞 "Kan bisa bayar dirumah, ayah soalnya jam 1 udah mulai tugas lagi"
"Please yahh, sekali ajaa. Aida takut kalo pulang naik ojol, ga nyaman juga dibonceng sama orang yang gak dikenal, canggung yahh" ucap Aida memohon dengan nada cemasnya membayangkan kejadian yang pernah menimpanya sewaktu naik ojol
📞 "Hmm yaudah dehh, demi gadis kecil ayah ini apa sihh yang engga. Tunggu ayah yaa. Assalamualaikum"
"Ahh ayah baik dehh, Waalaikumussalam" Aida mengakhiri percakapan dengan ayahnya
"Yeayy, akhirnya ayah mau juga jemput aku" ucap Aida bahagia karena akhirnya ada yang mau menjemputnya juga
......................
Jam menunjukkan pukul 12.30
"Duhh ayah mana nihh belum dateng juga sihh, tau gitu aku shalat dulu tadi" ucap Aida cemas menunggu ayahnya, keadaan sekolah pun mulai sepi
Tiba-tiba ada yang seorang lelaki menghampiri Aida
"Ehh lo adek kelas yang tadi diomelin sama Daffa bukan sih?" tanya pria itu
__ADS_1
"Oh iya bener, Kak Rendy ya?" tanya Aida takut salah orang, padahal di kelas tadi dia sudah mengenalnya
"Iyaa, masa lo lupa sihh, tadi kan kita baru keluar dari kelas, masa lo lupa gitu aja" yaa Rendy, lelaki yang tadi berdehem saat melihat Daffa dan Aida saling bertatapan
"Hehe.. maaf kak bukannya lupa, tapi takut salah aja" ucap Aida sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu menghilangkan kegugupannya
"Iya iyaa santai aja kalii ga usah gugup gitu. Oh iya, kok belum pulang?" ucap Rendy yang menyadari kegugupan Aida dan menanyakannya
"Iya kak masih nunggu dijemput" jawab Aida sambil celingukan menunggu kedatangan ayahnya
"Sama gue aja yuk! Sekolah udah mulai sepi nihh, bentar lagi juga udah pada pulang soalnya, entar lu sendirian lagi" ajak Rendy pada Aida dan sedikit mengkhawatirkannya
"Ga usah kak, makasih. Sebentar lagi ayah juga jemput kok, mungkin macet dijalan kak" ucap Aida merasa tak mau merepotkan orang lain, apalagi orang yang baru dikenalnya
"Oh ya udah, tapi boleh yaa kalo gue nungguin sampe jemputan lo dateng. Gue gamau lo kenapa-napa" ucap Rendy dengan nada yang sedikit memohon
"Yaudah deh kak, terserah kakak aja" Aida pun pasrah mengikuti kemauan Rendy
5 menit kemudian...
Terdengar suara klakson mobil di depan Aida dan Rendy. Seorang lelaki dengan pakaian dokternya pun keluar dari balik pintu kemudi.
"Ayahh" teriak Aida saat ayahnya menghampiri mereka dan Aida pun langsung mencium punggung tangan ayahnya
"Om.." sapa Rendy sopan dan langsung ikut salim
Arka yang merasa heran langsung melirik Aida meminta jawaban siapa lelaki ini. Rendy pun merasakan tatapan ayah Aida pada anaknya itu dan langsung memberi jawaban.
"Oh iya om, kenalin saya Rendy kakak kelasnya Aida om. Tadi saya liat Aida sendirian disini, jadi saya temenin sampe dia dijemput" ucap Rendy menjelaskan
Aida yang mendengar hal itu langsung menatap Rendy yang membuat Aida keheranan
"Kok Kak Rendy bisa tau sih nama aku? Padahal kan tadi gak ada tuh suruh perkenalan gitu, cuman ngasih kertas biodata doang dan itupun ngacak, mana mungkin Kak Rendy sampe tau satu persatu nama siswa?" batin Aida berbicara
"Oh makasih kalo gitu nak Rendy udah repot-repot nungguin Aida segala" ucap ayah Aida merasa senang karena anaknya dipedulikan orang lain
__ADS_1
"Iya om sama-sama, kalo gitu saya pamit deh om pulang duluan" ucap Rendy sambil mencium tangan Arka lagi
"Pulangnya naik apa nak Rendy?" tanya ayah Aida
"Naik motor kok om, tuh diparkiran" jawab Rendy sambil menunjuk motornya yang berada diparkiran lumayan jauh disamping sana
"Oh ya sudah kalo begitu, hati-hati ya nak Rendy" ucap ayah Aida sambil menepuk bahu Rendy
"Oh iya om makasih, saya permisi dulu. Assalamu'alaikum" pamit Rendy lagi
"Wa'alaikumussalam" jawab Aida dan ayahnya berbarengan, Rendy pun berlalu meninggalkan mereka
"Makasih ya kak" ucap Aida berteriak karena Rendy sudah berada jauh beberapa langkah darinya.
Rendy pun menoleh dan tersenyum ke arah Aida
......................
Di perjalanan Aida dan ayahnya hanya saling diam menikmati perjalanan yang cukup ramai hari ini.
"Gimana hari pertamanya kak? Kayaknya ada yang lagi pdkt nih sama kakak kelas" goda Arka pada anaknya itu
"Ihh ayah apaan sihh, kenal sama kak Rendy aja belum udah main pdkt aja. Aida juga kan masih kecil ayahh" rengek Aida sambil mengerucutkan bibirnya
"Hahaa, iya benerr. Anak ayah ini jangan pacaran dulu ya. Kamu harus fokus sekolah, kan baru juga masuk SMA. Oh iya jadinya masuk jurusan apa nih?" tanya Arka pada anaknya
"Hmm, menurut ayah apa? Soalnya kata Kak Allyn di sekolah itu tuhh gak ada jurusan bahasa karena peminatnya sedikit. Jadi Aida bingung deh mau ambil jurusan apa" ucap Aida kecewa jika mengingat itu lagi, karena merasa dirinya tidak terarah sekarang
"Jangan sedih gitu dong sayang, mungkin udah takdirnya kamu ambil jurusan IPA" ucap Arka sambil mengelus kepala anaknya yang tertutup hijab dengan tangan kirinya
"Ya udah dehh sekarang aku nurut sama ayah" pasrah Aida mengikuti kemauan ayahnya
Arka pun merasa sangat senang, akhirnya putri kesayangannya mau mengikuti permintaanya yang selalu ingin Aida mengambil jurusan IPA. Dan dia berharap semoga Aida dapat meneruskan jejaknya menjadi seorang dokter seperti anak pertamanya juga, Adnan.
Bersambung...
__ADS_1
Akankah Aida menjadi seorang dokter nantinya? Ikuti terus ceritanya yaa😉