Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Ancaman


__ADS_3

Pagi Hari...


Tiffany terbangun dan mencoba menghubungi Gevan namun tidak berhasil, kemudian ia mencoba untuk menemuinya di kamar.


Namun kamar Gevan kosong, kopernya pun tidak ada. Kemudian Tiffany menanyakan kepada resepsionis hotel dan mereka bilang bahwa Gevan sudah cek out pagi tadi.


Sementara itu di jalan, Gevan menuju bandara untuk pulang ke Jakarta.


"Maafin aku Tiffany, aku harus pergi sekarang. Aku harap kamu gak kecewa sama aku."Gumam Gevan


Setelah beberapa waktu, Gevan sampai di Jakarta dan langsung menaiki taxi menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah, Gevan mencari cari keberadaan Adara.


"Sayang...."Panggil Gevan.


"Aden udah pulang? Tapi non Adara sedang pergi keluar pak."Sahut bi Sumi yang keluar dari dapur.


"Iya Bi, keluar kemana ya bi? apa sudah dari tadi? Tanya Gevan.


"Katanya sih ke rumah sakit den."Ujar Bi Sumi.


"Ke rumah sakit? Adara sakit bi? kenapa gak ngabarin aku."Ucap Gevan panik, kemudian ia langsung pergi menggunakan mobilnya.


Namun yang membuat Gevan bingung ialah, Adara pergi ke rumah sakit mana. Gevan terus berfikir sepanjang jalan untuk menemukan Adara. Lalu Gevan mengingat sesuatu, yaitu rumah sakit tempat dimana ia dan Adara konsultasi kehamilan.


Gevan dan Adara diketahui mengikuti program kehamilan sebelum mereka pergi ke Bangkok. Mereka berusaha untuk mempunyai anak.


Kemudian tanpa fikir panjang Gevan pergi ke rumah sakit tersebut. Didalam perjalanan Gevan terus berdoa agar Adara baik baik saja.


Sampainya di rumah sakit, Gevan terus mencari istrinya namun tidak ketemu. lalu ia menanyakan kepada bagian administrasi.


"Sus, maaf apakah ada pasien yang bernama Adara? Tanya Gevan kepada perawat tersebut.


"Maaf pak kepanjangan namanya apa ya? Tanya balik perawat tersebut.


"Adara Fredella ulani fairus sus."Jelas Gevan.


"Oh iya ada pak, beliau sekarang lagi berada di ruangan dokter Andri Wardiman SpOG."Jawab suster tersebut.


"Terimakasih suster."Ucap Gevan kemudian menunggu Adara keluar.


Setelah beberapa saat Adara keluar dari ruangan dan tiba tiba suaminya memeluknya dari belakang.


"Sayang .. Kamu sakit? Tanya Gevan yang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Sayang, kok kamu udah ada disini? bukannya pulang besok."Kata Adara kaget.


"Aku sengaja mau kasih surprise buat kamu, eh taunya kata bibi kamu ke rumah sakit. Jadi aku susul kamu kesini, aku khawatir sayang."Ungkap Gevan.


"Sayang, aku juga mau kasih surprise buat kamu."Ucap Gevan.


"oh ya, Surprise apa sayang? Tanya Gevan.


"Kita sarapan dulu yuk! aku mau ke restoran seafood."Ajak Adara kemudian melengos begitu saja.


"Sayang... Tunggu dong aku penasaran ... "Ucap Gevan menyusul Adara.


Adara tidak menghiraukan Gevan yang terus menggerutu. Ia masuk ke mobil disusul oleh gevan.


Kemudian Gevan menurutinya untuk ke restoran seafood.


"Memangnya ada resto seafood yang buka sebelum jam makan siang sayang? Tanya Gevan.


"Gak tau sayang, kita coba aja dulu! Kalo masih tutup ya kita cari sampe ketemu."Tutur Adara


"Kamu ini kenapa sih? Apa jangan jangan kamu..."Ucap Gevan tidak percaya.


"Apaa? Tanya Adara.


"Hhhh... apaan si sayang, emang kamu mau punya anak sekarang? Tanya Adara


"Ya mau lah sayang, buat apa kita terus konsultasi sama dokter. Aku pengen cepet cepet kasih cucu sama papa mama."Sahut Gevan.


"Aku mau kamu jadi ayah yang baik dulu sayang, yang tidak tergoda oleh wanita lain meskipun secantik apapun dia. Saat kehamilan aku nanti, mungkin badanku tidak seperti ini. Apa kamu sudah siap menerima hal itu? Tanya Adara membuat Gevan tertegun.


Gevan menghentikan mobilnya di pinggir jalan, kemudian menatap mata Adara.


"Maafin aku sayang, aku belum bisa menjadi laki laki yang kamu inginkan. Mungkin hati aku dan pikiran aku masih tertuju kepada wanita lain, ya maksud aku sebagai laki laki memiliki kewajaran menyukai lawan jenisnya. Begitupun wanita wajar juga jikalau masih menyukai lawan jenis meskipun mereka sudah mempunyai pasangan. Tapi itu tergantung kita sayang, apakah kita bisa mengkhianati pasangan kita? Apakah kita sudah siap jika harus kehilangan wanita atau laki laki yang mereka khianati."Kata Gevan.


"Kalo aku jujur, aku gak mau itu terjadi karena aku tau rasanya jika ditinggalkan seseorang yang sangat aku sayangi."Sambungnya.


Adara menatap Gevan tidak percaya, bahwa laki laki yang dulunya mengkhianatinya akan berfikiran seperti itu. Hati Adara terasa tenang mendengar penjelasan Gevan untuk itu, Adara siap memberitahukan berita yang membahagiakan ini.


Kruk..Kruk... Suara perut Adara membuatnya malu..


"Hhhha ... kamu lapar sayang? Yaudah kita cari resto terdekat aja ya! Nanti malam kita ke resto seafood." Seru Gevan.


"Hhhe iya sayang,"Sahut Adara.


Kemudian sampailah Gevan dan Adara di sebuah resto.

__ADS_1


"Kamu mau pesan apa sayang? Tanya Adara.


"samain aja sayang."Sahut Gevan yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Panang Curry 2 Sama lemon tea 2."Ucap Adara kepada pelayan.


"Baik Bu, ditunggu ya!Sahut Pelayan tersebut.


Adara terus melihat ke arah Gevan yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.


"Sayang, aku mau kasih tahu sesuatu sama kamu."Kata Adara.


"Iya apa sayang? Tanya Gevan yang matanya terus melihat ke ponsel.


"Sebenarnya aku.. "Sebelum Adara melanjutkan pembicaraannya pelayan datang.


"Silahkan Bu."Kata pelayan tersebut yang sedang memindahkan makanan dari nampan ke meja.


Dua porsi makanan dan minuman datang, namun Gevan masih fokus dengan ponselnya.


"Sayang, dimakan dong! Nanti dingin gak enak."Tegur Adara.


"Iya sayang iya.."Ucap gevan.


Kemudian Gevan menyimpan ponselnya di meja dan menyantap makanan itu bersama Adara.


Drttttt.... Drttttt... Ponselnya bergetar tanda telepon masuk, Gevan buru buru mengangkat telponnya.


"Sayang, aku angkat telpon dulu bentar ya!Kata Gevan kemudian melengos menjauhi Adara.


Gevan mengangkat telpon dari Tiffany, dan melihat lihat sekitarnya untuk memastikan agar tidak ada orang yang mendengarkan percakapannya.


"Hallo, fan maaf aku pulang ke Jakarta tanpa bilang sama kamu. Aku gak bisa melakukan semua ini! Aku takut kehilangannya. Aku sudah ada dalam kesempatan kedua fan."Seru Gevan.


"Van, kamu gak bisa gitu dong! Aku bisa aja bocorin hal ini ke istri kamu lho. Apa kamu gak takut kalo aku akan buka suara tentang apa yang terjadi disini? Gak semudah itu kamu bisa lepas dari genggaman aku Van."Ancam Tiffany.


"Jangan ganggu aku lagi! Kata Gevan.


Kemudian Gevan menutup telponnya dan memblokir nomor Tiffany di hpnya. Setelah itu Gevan kembali ke meja.


"Ada apa sayang? Kok kamu kaya panik gitu? Keringetan lagi."Ucap Adara.


"Gapapa kok sayang, cuma gerah aja."Ucap Gevan.


Adara dan Gevan melanjutkan makan dan setelah selesai mereka pulang kerumah.

__ADS_1


__ADS_2