Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Hari Menegangkan dan Menyenangkan


__ADS_3

🤗HAPPY READING GUYS🤗


......................


Sesampainya dirumah, Ayah langsung pamit kerumah sakit lagi tanpa turun dari mobil terlebih dahulu. Aida pun masuk kerumahnya, disana sudah ada wanita paruh baya yang selama 20 tahun ini mengabdi pada keluarganya.


"Ehh non Aida baru pulang tohh" sapa Bi Lilis pada Aida


"Iya bi, manggilnya Aida aja dong bi. Biar lebih enak, Aida ga suka yaa bibi manggil Aida pake 'non non' segala" ucap Aida menyatakan ketidaksukaannya


"Hmm, tapi saya tuh ga enak non. Kalo manggil neng aja gapapa kan?" tanya Bi Lilis


"Yaudah gapapa bi, mending kayak gitu daripada 'non' mulu" Aida pun menyetujui panggilan Bi Lilis untuknya


Bi Lilis merupakan pengasuh Adnan, Aida dan Alvian sewaktu kecil. Bi Lilis mempunyai suami yang bekerja sebagai tukang taman disini, namanya Mang Dayat dan juga anak semata wayangnya yang baru lulus sekolah namanya Ayu


Ayu memilih ikut bekerja bersama ibunya dan tidak melanjutkan sekolahnya dikarenakan biaya yang tidak mencukupi, walaupun keluarga Aida sudah menawarkan bantuan tapi tetap saja ditolaknya karena tidak ingin merepotkan keluarga ini.


......................


Aida pun menaiki lantai atas menuju kamarnya, dia mengganti seragam dengan baju santainya dan melaksanakan shalat dzuhur yang tadi sempat tertunda karena menunggu sang ayah menjemputnya.


Setelah shalat, Aida turun menuju ruang makan. Dia merasa perutnya lapar tiba-tiba dan langsung makan dengan lahapnya sendirian. Karena sang bunda dan adiknya juga pasti masih lama menikmati tidur siangnya.


"Ehh ada Mba Ayu, makan sini mba" ajak Aida pada Ayu yang sedang menyapu dapur yang berada disamping meja makan


"Terimakasih non, silahkan makan aja, saya cuma mau nyapu kok" ucap Ayu sambil tersenyum ramah


"Ahh Mba Ayu nih sama aja kayak Bi Lilis dehh, panggil aku ga usah pake 'nona' segala kali mba. Panggil nama aja, kalo ga kayak Bi Lilis manggilnya eneng" ucap Aida menyarankan pada Ayu


"Ehh iya neng, kalo gitu saya permisi ke belakang dulu. Kalo perlu apa-apa tinggal panggil ya neng" pamit Ayu pada Aida setelah menyelesaikan kegiatannya

__ADS_1


"Iya mba makasih" ucap Aida dan melanjutkan makannya lagi


Didepan sana terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah.


"Abang pulanggg" teriak Adnan ketika memasuki rumah dan langsung menghampiri Aida yang sedang makan disana. Diacaknya kepala sang adik yang tertutup hijab itu, membuat Aida mendelik abangnya kesal


"Ihh apaan sih abang, seneng banget ganggu adiknya mulu. Lagian katanya kerkom, tapi kok jam setengah 2 udah pulang aja. Kerkom apaan tau?!" ucap Aida sebal dengan kelakuan Adnan padanya


"Dihh, emang yang namanya kerkom tuh harus lama ya dek?! Lagian kan 1 jam juga cukup kali" ucap Adnan membela dirinya sendiri


"Iya dehh iyaa, terserah abang aja" tidak mau memperpanjang lagi, Aida memilih mengalah pada abangnya


"Mbaaa... Mba Ayuuu..." teriak Aida seketika membuat Adnan menutup telinganya


"Iya neng, ada apa?" tanya Ayu yang tergesa-gesa mendengar teriakan Aida yang memanggil namanya


"Ini aku udah selesai makan, tolong cuciin piringnya ya" titah Aida setelah Ayu menghampirinya


"Gapapa Mas Adnan, kan itu udah jadi tugas saya juga" ucap Ayu membela Aida. Membuat Aida seketika tersenyum penuh kemenangan dan menjulurkan lidahnya meledek Adnan. Lalu pergi meninggalkan mereka berdua


"Yu, tolong siapin makan buat saya yaa" suruh Adnan pada Mba Ayu


"Oh iya mas" jawab Ayu dengan kegugupannya, namun Adnan tak menyadari itu. Dia sibuk memainkan ponselnya.


Ayu pun menyiapkan makanan untuk Adnan dan Adnan pun memakannya dengan lahap.


......................


5 hari kemudian....


Hari ini merupakan hari yang menyenangkan sekaligus menegangkan bagi Aida. Menyenangkan karena telah menyelesaikan kegiatan MOS yang sangat melelahkan ini menurutnya. Selama MOS ini, Aida selalu dikerjain abis-abisan oleh kakak pembimbingnya, dan yang pasti itu merupakan perintah dari sang ketua osis.

__ADS_1


Aida merasa ini bukanlah masa orientasi yang sesungguhnya, melainkan masa disiksanya oleh senior. Dia selalu mengeluh kelelahan, namun jika ingat keinginan keluarganya, ia jadi semangat lagi dan melupakan rasa kelehannya.


Allyn yang melihat itu pun merasa iba, terkadang dia membantu Aida untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Walaupun Allyn juga akhirnya berurusan dengan sang ketua osis, tapi itu tak membuatnya merasa terbebani karena permasalahan awalnya juga disebabkan karena dirinya.


Hari ini juga merupakan hari yang menegangkan bagi Aida, karena hari ini adalah hari dimana Aida meminta maaf atas segala kesalahannya selama MOS ini berlangsung. Walaupun sebenarnya kesalahan itu timbul karena hukuman yang menurutnya berlebihan.


Aida harus sabar menghadapinya, karena selalu ada keluarga yang mendukungnya terutama sang ayah dan bundanya.


Kegiatan hari ini hanyalah upacara penutupan MOS yang dipimpin oleh sang ketua osis. Pukul 07.00 seluruh siswa sudah siap membentuk barisan masing-masing perkelompok.


Kegiatannya hanyalah sambutan-sambutan oleh kepala sekolah dan ketua osis saja. Adapun pelepasan balon seperti penutupan MOS lainnya.


Aida mengikuti kegiatannya dengan perasaan yang campur aduk. Antara tegang, malu, gugup semuanya menjadi satu. Membuat tangannya menjadi dingin dan sakit perut akibat kegugupannya. Begitulah Aida jika sudah merasakan gugup.


Namun sampai pada akhir acara, Aida tidak dipanggil oleh ketua osis untuk meminta maaf sesuai permintaanya 5 hari yang lalu. Dan itu membuat Aida sedikit lega.


Akhirnya kegiatan hari ini pun selesai pukul 10.00, semua barisan dibubarkan dan siswa siswi diizinkan pulang kerumah masing-masing. Aida sampai bingung dibuatnya, ia merasa dipermainkan dan dikerjain untuk kesekian kalinya oleh Kak Daffa sang ketua osis itu.


Seperti biasanya, Aida meminta abangnya untuk menjemput di sekolah. Kebetulan ini adalah hari sabtu, jadi Adnan tidak ada jam kuliah di akhir pekan.


Aida menunggu Adnan di ruang tunggu seperti biasanya, dia duduk sendirian karena memang selama ini dia tidak terlalu dekat dengan siswa siswi baru lainnya. Aida sangat malas berada di fase ini, dimana dia harus mengenal orang-orang dan lingkungan yang baru.


Ketika Aida hendak menuju gerbang untuk melihat abangnya, tiba-tiba ada seseorang memanggil namanya sambil berteriak


"Aidaaa" teriak seorang pria berbadan tinggi tegap memanggil nama Aida dan itu membuat semua siswa siswi menundukkan kepalanya tak berani memandang pria itu


Bersambung...


Siapakah pria yang memanggil Aida itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Ikuti terus ceritanya yaađź‘‹


Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan masih banyak pengetikan yang salah🙏

__ADS_1


__ADS_2