
Gevan pulang dari kantor, disambut oleh Adara yang sudah menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Sore sayang." Sapa Adara.
"Sore kembali sayang." Jawab Gevan.
Adara mengambil tas kerja dan melepas jas Gevan.
"Kamu mau mandi dulu atau mau makan dulu? Tanya Adara.
"Mandi dulu deh sayang, gerah banget." Seru Gevan.
"Yaudah, aku siapin baju kamu ya. Abis itu kita makan sama sama."Ucap Adara.
"Iya sayang." Gevan berjalan menuju kamarnya. Disusul oleh Adara yang akan ke ruang kerja Gevan menyimpan tas dan ke kamarnya untuk menyimpan jas.
Saat berada dikamar, Adara mendengar notif dari hp suaminya sekilas ia melihat layarnya yang menyala dan melihat sebuah pesan masuk.
Unknown number.
"Makasih ya!." Isi pesan tersebut.
Adara berfikir mungkin itu adalah rekan kerjanya, ia tampak tidak curiga sama sekali.
"Sayang, ada apa? Tanya Gevan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Itu ada pesan sayang, dari nomer tidak dikenal."Sahut Adara.
"Oh gitu, yaudah. mana bajuku sayang? Tanya Gevan.
__ADS_1
"Oh iya lupa, bentar ya."Adara mengambilkan baju untuk gevan.
Setelah itu mereka pergi ke dapur untuk makan. Gevan meninggalkan hpnya di kamarnya.
Dimeja makan..
"Oh iya sayang, besok pagi aku mau ke Yogyakarta. Kamu gapapa aku tinggal disini sendiri?." Ucap Gevan
"Yogyakarta?
"Iya sayang, kata papa proyek yang di Yogyakarta udah hampir selesai. Dan aku disuruh untuk meninjau ke lapangan."Jelas Gevan.
"Gitu ya, yaudah gapapa kamu berangkat aja kan gak lama di sana. paling berapa hari sayang? Tanya Adara.
"Aku nginep satu malam disana sayang, abis itu langsung balik lagi."Ucap Gevan.
"Hmm yaudah, aku siapin keperluan kamu nanti ya! Kamu sendirian kesana? Tanya Adara memastikan.
Setelah selesai makan Adara langsung menyiapkan pakaian untuk Gevan besok, sementara itu Gevan berada di ruangannya menyiapkan keperluannya juga.
Gevan menelpon seseorang.
"Hallo, Devina besok saya mau meninjau lokasi yang di Yogyakarta. Jadi besok kamu saya liburkan sampai waktu yang saya tentukan."Ucap Gevan melalui sambungan telepon.
"Saya di skors pak? Tanya Devina bingung.
"Hhhh... nggak Dev, besok saya kan ke Yogyakarta jadi seolah olah kamu ikut saya ke sana. Biar pak Bimo gak bertanya macam macam sama kamu. Jadi saya liburkan. Cuma 2 Hari kok, tenang gaji kamu gak akan saya potong kok."Kata Gevan.
"Seriusan pak? yasudah kalo gitu saya besok gak akan datang ke kantor. Tapi kalo pak Bimo menanyakan sama saya saya harus jawab apa? Tanya Devina.
__ADS_1
"Kamu cukup bilang, semuanya disini oke. Udah gitu." Seru Gevan.
"Oke kalo begitu pak."
"Yasudah saya tutup telponnya."Pungkasnya.
Gevan menutup telponnya dan mengabari seseorang melalui pesan singkat.
"Besok berangkat jam 07.12."Isi pesan tersebut.
Setelah itu, Gevan kembali ke kamar dan melihat istrinya yang sedang berada di tempat tidur.
"Sayang, kamu udah tidur? Tanya Gevan yang melihat istrinya di tempat tidur.
"Belum sayang, baru mau." sahut Adara menarik selimut.
"Yaudah kita tidur sekarang, aku besok harus berangkat pagi pagi."Kata Gevan.
"Sayang, ada yang ingin aku tanyakan sama kamu."Ucap Adara yang.
"kamu ini, kalo mau tanya kenapa harus ijin dulu sama aku? Nanya aja sayang."Kata Gevan mengusap pipi Adara lembut.
"Kamu tadi ada di Ruris kafe? Soalnya aku sempet lihat kamu, tapi pas aku lengah kamu udah nggak ada."Tanya Adara.
"Iya sayang, kamu kesana juga? kenapa gak bilang. Tau gitu aku samperin kamu."Jawab Gevan tenang.
"Tadi keburu ada Anjani jadi aku ngobrol dulu sama dia, pas aku nengok lagi ternyata kamu udah pergi."Sambungnya.
"Yaudah, lain kali langsung aja panggi. Itu juga kalo aku lagi gak ngobrol Ya sayang."Ucap Gevan seakan akan ia tidak melihat Adara.
__ADS_1
"Iya deh sayang, Yaudah kita tidur. Takutnya kesiangan."Seru Adara.
Adara dan Gevan pun tidur dengan posisi saling peluk, Hubungannya terasa hangat tanpa adanya masalah apapun. Mereka saling berjanji untuk tetap bersama apapun yang terjadi. Kesempatan kedua ini harus Gevan manfaatkan dengan sebaik-baiknya, jika tidak maka ia akan menyesal.