
Diperjalanan Gevan bersandar di pundak Adara, ini adalah sandaran ternyaman yang ia rasakan. Saat ini yang ia butuhkan adalah suport dari keluarganya.
Setelah beberapa jam mereka akhirnya sampai di vila milik Bimo dan segera memasukan koper kopernya kedalam villa.
Kedatangan mereka di sambut oleh orang yang mengurus villa, Bimo membeli Villa untuk investasinya. Ia menyewakan beberapa villa didaerah Bandung.
"Sayang, kita langsung istirahat aja ya! Kamu kecapekan dijalan kan." Seru Adara.
"Iya sayang, aku udah pegel nih pengen baring di kasur. Sama kamu." Ucap Gevan.
"Yaudah mah, pah kita duluan ke kamar ya!" Ucap Adara.
"Iya sayang." ucap Anggita.
Adara dan Gevan sampai di kamarnya, lalu mereka berbaring di kasur.
"Sayang, ini sekalian honeymoon kita yang kedua. Untuk kehidupan baru ini ." Ucap Gevan.
"Iya sayang.."
Gevan mendekati Adara kamudian menciumnya, ia rindu akan kehangatan tubuh Adara.
"Boleh gak." Tanya Gevan.
Adara mengangguk, kemudian Gevan dan Adara mulai melakukan pemanasan dengan mencium satu sama lain. Mereka terjatuh dalam hasrat yang sudah lama tidak tersalurkan. Kemudian dengan pelan Gevan membuka satu persatu baju istrinya hingga tidak ada yang tersisa.
Kemudian Adara juga membantu melepaskan baju suaminya, dengan perlahan Adara melepaskan baju sweater milik Gevan. Ia takut akan mengenai kepalanya yang di balut perban.
Mereka mulai bermain dengan pelan, tanpa grasak-grusuk seperti biasanya. Malam ini menjadi malam yang indah untuk mereka berdua. Tanpa harus memikirkan masalah yang besar yang akan mereka hadapi.
"I Love You." Bisik Gevan.
"I Love you to." Sahut Adara.
Mereka langsung tertidur.
Keesokan harinya, seperti biasa Adara bangun terlebih dahulu. Ia bergegas untuk mandi, kemudian membangunkan Gevan untuk mandi sebelum Orang tuanya membangunkannya.
Gevan terbangun dan melihat sosok wanita sedang duduk didepan meja rias dan sedang mengeringkan rambut.
"Adara.. Kamu dimana?" Tanya Gevan.
"Aku disini sayang, kamu cepetan bangun. Nanti keburu mama kesini."
"Iya sayang." Gevan mengambil handuknya kemudian bergegas kekamar mandi.
Adara membereskan tempat tidur mereka yang acak-acakan. Kemudian membuka gorden kamar. Terlihat seorang laki laki sedang mengurus tanaman dibelakang Villa.
Tok..Tok..Tok.. Suara pintu diketuk. Adara segera membuka pintu.
"Sayang, Gevan sudah bangun? Kita sarapan dulu." Ajak Anggita.
"Iya ma, sebentar lagi kita nyusul. Gevan sedang mandi."
"Yaudah. Mama sama papa tunggu di ruang makan ya." Anggita meninggalkan kamar.
Setelah itu, Gevan selesai mandi.
"Sayang, sini duduk." Adara mencolokkan kabel hair dryer.
Gevan duduk di meja rias, kemudian Adara mengeringkan rambut Gevan secara perlahan dan mengganti balutan perban dikepalanya.
"Ini sakit gak?" Adara memijit perlahan.
"Nggak sayang, Cuman ada rasa pusing sedikit."
"Pusing, yaudah kalo gitu aku akan telpon dokter ya! Dia akan memeriksa kamu." Ujar Adara panik.
__ADS_1
"Sayang.. Udah jangan berlebihan. Mungkin belum minum obat." Imbuhnya.
"Aku khawatir sayang, yaudah sekarang kamu di baju habis itu kita sarapan sama sama. Mama udah nunggu kita." Kata Adara.
"Iyaa sayang."
Adara dan Gevan menghampiri Anggita di ruang makan. Disana sudah ada Bimo dan Anggita sedang menunggu mereka.
"Pagi maa, paa." Sapa Gevan.
"Pagii ." Sahut Anggita.
Mereka Akhirnya sarapan bersama.
Ditempat lain.
Hari ini Brian memutuskan untuk menjenguk temannya di penjara, Ya. Brian akan menjenguk Excel, Walau bagaimanapun Excel pernah menjadi temannya.
"Selamat pagi pak, saya ingin menjenguk teman saya yang bernama Excel."
"Sebentar pak, saya cek dulu."
Kemudian Brian menunggu di ruang jenguk dan datanglah Excel mengenakan baju tahanan.
"Brian.." Ujar Excel.
"Cel, apa kabar." Tanya Brian.
Excel memeluk sahabatnya.
"Gue gak baik baik aja Brian, Gue selalu dihantui rasa bersalah." Pekiknya.
"Lo dan Gevan adalah sahabat gue. Gue bukannya berpihak sama Gevan, tapi Lo salah. Tapi tenang aja! Gue akan berusaha meluangkan waktu untuk nengokin Lo."
"Gue tahu, gue salah. Dan Lo berhak bela Gevan. Tapi satu yang harus kalian tahu, gue masih berharap kalian bisa menerima gue kembali setelah gue bebas nanti." Kata Excel.
"it's okay Brian gue ngerti."
"Gue kesini cuma mau bilang, Gevan mengalami kecelakaan saat Adara akan meninggalkannya. walaupun begitu Tiffany tidak berhenti menggangu Gevan, saat ini dia kasih tahu gue kalo dia hamil anak Gevan?" Jelas Brian.
"Terus gimana keadaan Gevan sekarang?" Tanya Excel cemas.
"Gevan mengalami cedera kepala, tapi beruntung Gevan tidak sampai gegar otak."
"Astaga separah itu Brian, gue ngerasa bersalah banget. Keadaan Adara gimana?" Tanya Excel.
"Adara baik, yaa begitulah saat ini hubungan mereka diterpa masalah yang di buat Tiffany. Cel gue cuma berharap hubungan mereka baik baik aja."
"Brian, gue punya rahasia tentang Tiffany." Ucapnya, Excel menyuruh orang untuk menata mati Tiffany.
...Setelah Tiffany mengadu domba Gevan dan dirinya, Excel merasa sudah dipermainkan oleh Tiffany. Sehingga ia memutuskan untuk memata matai Tiffany lewat orang yang ia suruh....
Ada rahasia yang Tiffany sembunyikan.
Ditempat Tiffany..
^^^Tiffany sedang ngobrol bersama temannya, ia sudah merencanakan sesuatu untuk Gevan.^^^
"Kita tinggal tunggu waktu aja, kalo sampai Brian ingkar janji. Gue bakalan hancurin hidup mereka." Tiffany menekankan.
"Apa yang bakal Lo lakuin? Lo jangan lupa gue pernah dipenjara gara gara memalsukan dokumen rumah sakit." Ucap seorang wanita.
"Gue gak bodoh, saat ini memang gue sedang mengandung anak seseorang. Dan gue bisa buktiin itu." Pungkasnya.
"Oke gue akan tunggu endingnya."Seru seorang wanita.
...Mona tersenyum licik mendengar Tiffany berbicara, ia juga merasa dendam kepada Gevan. Karena ia telah mencampakkan dirinya setelah Gevan menikah diketahui jika Mona adalah wanita yang selalu menemaninya di club dulu sebelum Gevan menikah....
__ADS_1
"Gue gak harus ngotorin tangan gue untuk bikin Gevan hancur." Gumamnya dalam hati.
...Mona dan Tiffany bersulang untuk menjalankan rencananya, ia yakin ini akan berjalan dengan lancar. Keluarga Gevan akan hancur begitupun hubungannya dengan Adara....
Divilla..
"Pa, aku baru tahu papa punya villa disini." Ucap Gevan yang sedang berada di teras bersama Bimo.
"Papa memang belum kasih tahu kamu, tapi papa sudah mengelola villa ini puluhan tahun bahkan saat kamu masih kecil. Villa ini diurus dengan baik oleh Kang Andi bersama anak dan istrinya." Jelasnya.
"Gitu yaa, sekarang mereka dimana? Aku cuma lihat laki laki itu aja." Ucap Gevan menunjuk kepada seorang bapak bapak.
"Iya itu kang Andi. Rumah mereka dibelakang Villa ini, mereka mengabdi selama puluhan tahun sama keluarga kita." Imbuhnya.
"Jadi ibu ibu yang masak tadi istrinya Kang Andi."
"Iya.."
Seorang laki laki sebaya Gevan menghampiri Kang Andi, ia adalah Yassa anak dari Kang Andi dan ibu rohaya.
"Pak, mereka itu pemilik villa ini ya!" Tanya Yassa.
"Iya Yas."
"Tadi aku lihat ada perempuan, apa itu anaknya juga?"
"Bukan Yassa gadis itu menantu pak Bimo. Memangnya kenapa?" Tanya Andi.
"Gapapa pak cuman tanya."
"Sudah, bapak banyak kerjaan." Tegur Andi.
"Hey, kamu.. anaknya kang Andi?" Panggil Bimo.
"Kamu dipanggil tuh." Ucap Andi.
Yassa menghampiri Bimo dan Gevan.
"Nama kamu siapa?" tanya Bimo.
"Nama saya Yassa pak."
" Kamu masih kuliah atau sudah kerja." Tanya Bimo.
"Saya baru lulus kuliah pak. Dan saya baru saja ingin melamar kerja." Jelas Yassa.
"Kamu kuliah jurusan apa?"
"Saya kuliah jurusan manajemen." Sahut Yassa.
"Gini aja, gimana kalo kamu ikut kerja di perusahaan saya. Biar saya lihat kinerja kamu setelah itu saya bisa menempatkan kamu dipekerjakan yang sesuai." Ajak Bimo membuat Yassa bersemangat.
"Bapak serius? saya kan fresh graduate, jadi saya belum bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan bapak."
"Gapapa, kita bisa belajar dari awal. Anak saya juga belajar dari awal sampai sekarang bisa menghandle beberapa proyek saya diluar kota."
"Iya, gak usah khawatir biar gue ajarin." Timpal Gevan.
"Saya mau pak, tapi saya harus ijin dulu sama orang tua saya." Ucap Yassa.
"Iya, santai aja kita disini seminggu kok. Kamu ada waktu untuk berfikir matang matang."
"Baik pak, kalo begitu saya permisi. Terimakasih atas tawarannya ." Ucap Yassa.
...Yassa merupakan anak dari Andi dan Rohaya, Ia adalah anak satu satunya dari pasangan itu. Andi mampu menguliahkan anaknya dengan mengurus villa milik Bimo....
...Andi mendapatkan bayaran yang besar dari Bimo, dan ia selalu mendapat tip dari tamu yang menyewa villa tersebut. Selain dapat menguliahkan anaknya, Andi juga dapat membeli rumah dan kebun untuk menyambung hidupnya kelak saat ia sudah tidak dapat bekerja....
__ADS_1