
"Morning dear." Sapa Gevan yang sedang duduk menghadap keluar jendela dengan sebatang rokok yang dihisap nya.
Adara mengucek matanya,"Morning to." Sahutnya dengan suara khas bangun tidur.
Adara bangun dari tempat tidurnya, dan menghampiri Gevan kemudian memeluknya dari belakang.
"Kamu bangun jam berapa sayang.? tanya Adara dengan kecupan mesra di pipi Gevan.
"Baru aja, itu juga kebangun sayang." Ucapnya.
"Kebangun sama siapa?
"Pengen berak sayang." Ucap Gevan dengan tertawa.
"Issssh..." Adara melengos.
Adara langsung ke kamar mandi, sambil melihat ke cermin Adara melihat 3 tanda merah di dadanya membuat pipinya memerah.
"Semoga saja aku cepet kasih momongan untuk keluargaku, terutama Gevan." Gumamnya sambil mengelus perutnya.
Tok..Tok..Tok!!!
"Sayang, bareng aja mandinya! Teriak Gevan dari luar.
"Aku udah kok ini, bentar ya! Sahut Adara.
Adara keluar kamar mandi dengan balutan piyama.
__ADS_1
"Kenapa gak bareng aja si sayang."Ucap Gevan.
"Telat! sahut Adara meninggalkan Gevan dan segera memakai baju.
Sementara itu Gevan masuk ke kamar mandi. Setelah selesai Bersiap siap Gevan dan Adara berencana untuk jalan jalan dan membeli oleh oleh.
Mereka pergi ke Chatuchak Weekend Market, surganya belanja harga murah. Dan menjelajahi kuliner yang ada di sana.
Setelah beberapa hari Adara dan Gevan akhirnya pulang, mereka menghabiskan waktu seminggu lebih namun hanya 2 hari menikmati bulan madunya. mengingat perjalanan yang cukup jauh sementara pekerjaan Gevan menumpuk di Jakarta.
Mereka terasa lebih dekat dari perjalanan berangkat sampai pulang.
Setelah lama di perjalanan, akhirnya mereka tiba di Bandara.
"Gevan!!! Seru seseorang dibelakang mereka.
Gevan membalikan badannya dan melihat kearah suara itu berasal. kemudian ia membuka kacamatanya.
"Tiffany..." Sambungnya.
"Apa kabar? udah lupa aja sama aku. Padahal belum genap 5 tahun loh kita gak ketemu." Ucap Tiffany.
Tiffany, ialah wanita yang dulu dikagumi Gevan sebelum hubungan dengan Clara. Namun karena penampilan Gevan yang dulu tak sekeren sekarang Tiffany tidak pernah menggubrisnya. Ia hanya memanfaatkan pengorbanan Gevan yang rela berbuat apapun demi dirinya.
Gevan masih mengingat semuanya, Bahkan saat ia dipermalukan di depan teman laki-laki Tiffany.
"Baik, bahkan lebih baik dibanding dulu." Tegas Gevan.
__ADS_1
"Iya, aku juga lihat kok dari penampilan aja udah beda. Kamu sekarang keren! Ya walaupun dulu juga keren tapi sekarang kelihatannya lebih fresh." Sindirnya
Adara datang dari toilet.
"Sayang, udah ke toiletnya? Tanya Gevan setelah melihat Adara.
Adara hanya tersenyum karena heran melihat Gevan yang sepertinya akrab dengan seorang wanita.
"Ini pacar kamu? Tanya Tiffany.
"Oh iya, kenalin... Adara, istri tercintaku." Ucap Gevan dengan tangan merangkul Adara.
Tatapan sinis dari Tiffany membuat Adara tidak enak melihatnya.
"Hai, aku Adara.." Sapa Adara.
"Iya, aku Tiffany. teman dekat Gevan! Sahutnya.
Mendengarnya, Adara mengerutkan keningnya.
"Dulu..." Timpal Gevan.
"Oh... Iya." Jawab Adara senyum semu.
Adara berfikir siapa lagi wanita ini, Apakah dia akan seperti Clara yang mengganggu rumah tangganya. Sejuta pertanyaan dikepala Adara meminta jawaban dari Gevan agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi. Adara memutuskan untuk menanyainya setelah sampai rumah.
"Ya udah, kami berdua pamit."Ucap Gevan meninggalkan Tiffany.
__ADS_1
Setelah sampai rumah, Adara berniat untuk bertanya namun melihat Gevan yang terlihat capek akhirnya Adara memutuskan untuk bertanya besok.
See you next time ❤️