Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Hampir terungkap.


__ADS_3

...Kembali kerumah, keluarga berkumpul di ruang tengah. Mereka mencari jalan keluar dari masalah ini, mereka harus menunggu sampai anak itu lahir. Agar bisa membuktikan tentang anak itu....


"Pah, aku harus bagaimana lagi. Aku tidak pernah sekalipun tidur dengan Tiffany." Gevan terus saja menyanggah.


"Papah juga bingung Van, tapi semua orang pasti akan percaya sama Tiffany." Kata Bimo.


"Iya, Tiffany itu kan selebgram pengikutnya banyak dan pasti para pengikutnya akan membela dia habis habisan Van. Lebih baik kita ikutin apa kata dia." Usul Adara.


"Tapi Adara aku gak mau ngurusin dia. Aku gak mau Deket Deket lagi sama dia." Ucap Gevan.


"Kita cari cara lain."


Ponsel Adara bergetar, sebuah pesan masuk.


"Adara, aku mau ketemu. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan sama kamu." Tulis Brian.


"Penting Brian?"


"Sangat penting."


"Kamu kesini aja ke taman Deket rumah. Atau ketemu dirumah papa gimana?"


"Berhubung ini sudah malam, kita bicara di rumah aja. Sekarang aku kesana."


"Oke Brian."


Brian menaiki mobil dan bergegas untuk menemui Gevan dan Adara.


"Mama mau istirahat dulu ya." Ucap Anggita. Ia merasa lelah hari ini.


"Iya mam, papah juga istirahat. Besok papa harus ke kantor." Bimo menimpali.


"Iya ma, pa. Maaf yaa aku yang buat semuanya seperti ini." Kata Gevan.


"Udah jangan nyalahin diri sendiri." Ucap Bimo, kemudian meninggalkan mereka.


...Adara dan Gevan duduk diruang tengah, Tidur dipangkuan Adara. Adara mengelus kepala Gevan yang sudah tidak dibalut oleh perban....


"Permisi.." Sapa Brian.


"Brian.. Lo disini." Sahut Gevan.


...Sebelumnya Adara tidak memberitahukan jika Brian akan datang....


"Gimana keadaan Lo? Gue tadi belum sempet nanya." Ucap Brian.


"Gue baik baik aja Brian."


"Syukurlah, Oh iya. Kemarin gue dari kantor polisi. Gue habis jenguk Excel, Sorry ya bukannya gue gak menghargai kalian." Kata Brian.


"Gapapa Brian, Lo bersikap netral aja. Lagian bantuan Lo membuktikan kalo Lo setia." Ucap Gevan.


"Iya Gevan, dan dari sana gue dapat info dari Excel jika Tiffany adalah wanita yang gak baik. Bahkan dia selalu mendekati laki laki kaya untuk ia porotin." Jelas Brian.


"Gue juga udah yakin jika dia bukan wanita baik baik. Bahkan dari dulu Tiffany memang memilih laki laki yang kaya." Kata Gevan.


"Iya, Lo lihat aja dari tampilannya." Ejek Brian.

__ADS_1


Adara dan Gevan tersenyum.


"Eh, Brian aku jadi inget sama Sonya. Dia apa kabar sekarang?" Tanya Adara.


"Sonya sedang berada di new York. Dan hubungan gue kandas udah dari lama." Kata Brian.


"Sorry, aku gak tahu." Timpal Adara.


"Lagian Lo kalo punya pacar gak pernah lama, sama Sonya itu juga berkat gue yang deketin mereka sayang. Brian mana berani." Sindir Gevan.


"Jangan buka kartu AS gue dong Van." Protes Brian.


"Mending kamu sama Anjani aja, temen aku."


"Kamu punya temen cewek Adara?" Tanya Brian.


"Punya lah, cuman yang paling Deket itu cuma Anjani."


"Kirain gue mau dikenalin ke temen cowok Lo yang pas pertama kita bertemu."


"Aditya, dia kan sekarang di Australia. Yang aku kesana gak jadi." Ucap Adara.


"Oh iya lupa."


"Eh, Brian tujuan Lo apa kesini?" Tanya Gevan.


"Gue lupa, ini cuma mau nunjukin Vidio Tiffany yang sedang dilabrak oleh anak cewek." Brian menunjukan Vidio.


Adara dan Gevan melihat Vidio tersebut.


"Ini bukannya anak teman papa Bimo sayang?" kata Adara.


"Dulu mereka Dateng sekeluarga." Ucap Adara.


Gevan berusaha mengingat.


"Yang di nikahan kita bukan?" Tanya Gevan memastikan.


"Iyaa, kalo gak salah namanya Saskia. Dan papanya itu Reno." Ucap Adara.


"Om Reno." Kata Gevan.


"Iya tuh, dividio juga disebutin ayahnya Reno." Kata Adara.


"Papa harus tahu nih. Kalo benar Om Reno sama Tiffany punya hubungan berarti anak itu anaknya Om Reno." Ucap Gevan.


"Iyaa, tapi papa udah tidur. Kita bicarakan besok aja." Ucap Adara.


"Yaudah, Brian Lo kirimin Vidio nya ke hp Adara ya." Gevan memerintah.


"Oke, done."


"Brian kamu mau kopi gak?" Tanya Adara.


"Boleh banget." Sahut Brian.


"Sayang kamu mau?"

__ADS_1


"Boleh."


...Adara membuatkan kopi untuk Gevan dan Brian. Lalu Adara memutuskan untuk ke kamarnya beristirahat. ...


...Hari ini adalah hari yang melelahkan, selesai satu masalah datang lagi masalahnya yang lain. Ia bertanya tanya kapan masalah dalam rumah tangganya berakhir....


Ponselnya bergetar..


"Adara, aku mau ketemu kamu. Aku mau cerita." Tulis Clara.


"Clara, ada apa? Sudah lama kita gak ketemu, kamu apa kabar."


"Kabar aku kurang baik. Besok kita ketemu ya di Caffe Riris."


"Iya Clara aku usahakan datang. Besok aku kabarin lagi."


"Iya Adara makasih."


...Adara dan Clara sudah lama tidak bertemu, Clara yang mengaku akan menikah dengan lucky tidak direstui oleh Stela. Karena keluarga lucky dirasa tidak ada komunikasi yang baik kepada Stela....


Ditempat lain..


...Clara sangat merasa tenang, karena tidak di cecar untuk melakukan tes DNA. Setelah dokter menerangkan bahayanya tes DNA saat kehamilan muda....


"Makasih sayang, kamu udah bantu mama." Tiffany mengelus perutnya.


"Tiffany, sebenarnya itu anak siapa si?" Tanya Mona.


"Sebenarnya anak ini adalah anak dari Sugar Daddy yang disembunyikan identitasnya. Tapi gue gak mau dia tanggung jawab, gue maunya Gevan yang tanggung jawab." Jelas Tiffany.


"Kenapa?"


"Yaa karena bersama dia hidup gue terjamin. Sedangkan dengan Sugar Daddy gue belum tentu. Banyak kasusnya yang ternyata hartanya adalah milik istrinya." Ungkap Tiffany.


"Bukannya itu resiko Lo ya? Kan Lo yang sengaja deketin mereka untuk jadikan Lo simpenan." Kata Mona.


"Yaa ini kesempatan gue. Walaupun sebenarnya Gevan belum pernah make gue." Kata Tiffany.


"Gue gak ngerti Tiff, hubungan Lo sama Gevan sebelumnya gimana." Tanya Mona.


"Setelah lima tahun berlalu gue ketemu lagi sama dia di Bangkok. Saat itu gue melihat dia yang berubah drastis menjadi seorang badboy. Dulunya dia itu kutu buku."


"Dan saat ketemu itu, Gevan hubungin gue lagi bahkan kita membicarakan hal hal manis hingga saatnya gue diajak ke Yogyakarta untuk proyek dia. Proyek itu gede banget, gue yakin pasti itu uangnya besar. Setelah itu saat gue akan melakukan HS Gevan ninggalin gue gitu aja." Sambung Tiffany.


"Ternyata sesingkat itu pertemuan Lo sama Gevan! Gue kenal Gevan. Setau gue sebelum dia menikah sama istrinya yang sekarang, Gevan berpacaran dengan seorang wanita bernama Clara." Kata Mona.


"Iya gue tahu Clara, dia sodara tiri Adara. Istrinya Gevan." Ucap Tiffany.


Tiffany dan Clara sudah bertemu, dan ia tahu cerita itu dari Excel. Hingga ia ingat dengan Excel.


"Excel, dia sekarang dipenjara."


Tiba tiba saja Tiffany berkata Excel.


"Excel.." Kata Mona.


"Lo tahu Excel?" Tanya Tiffany.

__ADS_1


"Nggak, cuma gak asing aja namanya."


__ADS_2