Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Pangkuan


__ADS_3

"**Kasih tau mama, siapa wanita itu.? tanya Anggita.


"D-dia.. Clara, Sodara tiri saya." Ucap Adara.


Anggita nampak kesal mendengar semua itu, apa yang ia curigai selama ini ternyata benar. Berawal dari boutique dan tinggal bareng bersama mereka tanpa maksud yang jelas


"Mama gak bisa tinggal diam! Mama harus bicara sama papahnya Gevan." Ucap Anggita, Darah membesir naik di wajahnya. Emosi yang menyala mendengar semua pernyataan Adara.


"Ma, aku mohon mama jangan kasih tau papah soal ini. Adara takut papah marah mendengar semua ini ma." pinta Adara memohon.


"Ya tuhan, Adara mama benar benar malu sama kamu. Kamu orang baik tidak seharusnya menikah dengan orang yang salah Adara, Maafkan mama." Ucap Anggita menangis.


"Ma, aku masih sabar untuk saat ini cuman yang aku takutkan semakin aku halangi mereka semakin nekat ma." Ucap Adara.


Tiba tiba pintu terbuka..


"Adara? Adara tolong maafin aku, Aku khilaf." Ucap Gevan yng baru datang.


"GEVAN! Tega ya kamu." Bentak Anggita.

__ADS_1


"Ma, aku minta maaf aku salah.. aku mengaku salah dan khilaf aku minta maaf ma, Tolong jangan bilang ini semua sama papa, ma. "


"Gevan, mama tidak mengajarkan kmu untuk seperti ini ya! Sia sia mama mendidik kamu dan menyekolahkan kamu sampai sekarang. Kamu tidak punya hati nurani, Bisa bisanya kamu menyakiti wanita seperti adara! ingat mama juga wanita Van." Anggita menangis menasehati anaknya.


"Iya ma, Gevan tau Gevan salah. Tapi Gevan minta tolong jangan kasih tau papa soal ini, Gevan gak mau kalo sampai warisannya gak jdi jatuh ke tangan Gevan ma."


"Masih sempat sempatnya kamu memikirkan tentang warisan ya Van! Mama gak habis pikir dimana otak kamu van? Oke sekarang kamu pilih Adara atau Clara? tanya Anggita membuat Gevan bingung.


"Ma, ini membuat aku bingung. Aku Cinta sama Clara aku gak bisa ninggalin dia."


Adara hanya bisa menangis mendengar bahwa Gevan lebih memilih Clara dibandingkan dengan dirinya.


"Hah, Cerai? Ucap Van tidak menyangka Adara memintanya untuk bercerai.


"Iya, Setelah sekian lama aku berjuang untuk mendapatkan hati kamu namun kalo ujungnya seperti ini untuk apa juga? Aku hanya capek sendiri." Ucap Adara berusaha tegar dihadapan Gevan


"Iya, mama setuju kalo akhirnya seperti ini mama menyesal menikahkan kamu dengan Gevan." Ucap Anggita penuh penyesalan.


"Adara, kamu mencintai aku?

__ADS_1


"Awalnya, tapi mungkin perasaan itu akan hilang dengan berjalannya waktu kalau kamu masih seperti ini. Aku gak mau mencintai seseorang karena itu menyakitkan." Ucapnya dengan air mata membasahi pipinya.


"Tolong kasih aku kesempatan satu kali lagi Adara, aku selama ini tidak menyadari kalo kamu mencintai aku. Aku mohon." Ucapnya dengan bersujud dihadapan Adara dan mamanya.


"Baik, aku akan kasih kamu kesempatan satu kali lagi. Tapi kalo kamu masih tetap seperti ini aku gak akan bisa maafin kmu untuk yng kedua kalinya."Sahut Adara.


"Aku janji, Tapi kamu pulang ya sekarang! Pinta Gevan.


"Untuk malam ini aku ingin tidur disini, dan besok aku gak mau lihat Clara ada di rumah kita." ucap Adara dengan nada mengancam.


Setelah itu, Gevan pulang untuk membuat Clara pergi dari rumahnya.


"Clara... "Teriak Gevan.


"Sayang, akhirnya kamu pulang. Aku takut kamu nemuin Adara." Ucapnya seraya tersenyum.


"Aku minta kamu pergi dari sini, Dengar aku barusan bertemu sama Adara dan dia minta aku untuk bercerai dengannya!


"Ya Bagus dong, kan itu mau kamu! lalu apa masalahnya? tanya Clara. "Terus kenapa kamu ngusir aku dari sini Van." sambungnya.

__ADS_1


"ya karena aku gak mau berpisah darinya, aku kira aku benar benar Cinta sama kamu, dulu memang iya tapi sekarang hati aku mencintai adara aku takut kehilangannya." Ucap Gevan. Ia fikir hanya mencintai sebelah tangan namun setelah Adara mengakui perasaannya, ia jadi tau**.


__ADS_2