Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Pengorbanan.


__ADS_3

...Beberapa Hari kemudian.....


...Hari ini ia akan meninggalkan Indonesia sementara waktu sampai sekolahnya selesai. Sudah banyak hal yang ia pertimbangkan sebelum ia memutuskan untuk pergi....


...Sebelum ia pergi, Adara sudah mempertimbangkannya secara matang. Memang terdengar egois kala ia belum bisa memaafkan suaminya, namun rasa sakitnya terus menyelimuti perasaan Adara terhadap Gevan....


...Meskipun sudah beberapa kali Gevan meminta maaf, Adara masih belum bisa memaafkan Gevan. Jika saja Adara tahu sebenarnya apa saja yang sudah terjadi mungkin rasa sakitnya akan menghilang secara perlahan...


...Sudah beberapa hari pula Gevan tidak keluar kamar semenjak Gevan bertemu Adara. Hal itu membuat Anggita meradang....


"Gevan, kamu mau terus seperti ini?" Tanya Anggita.


Gevan hanya terdiam.


"Masih banyak wanita diluaran sana yang mau sama kamu. Kamu itu laki laki." Tegur Anggita.


...Ia tak tahan melihat Gevan yang murung terus menerus, Anggita merasa banyak wanita yang lebih dari Adara....


Tiba Tiba sebuah pesan masuk di hp Gevan.


Papa Wisnu : "Kalo kamu beneran sayang sama Adara, temui dia sebelum pergi jauh. Adara baru saja menuju Bandara bersama Aditya. Sebelum semuanya terlambat kejarlah cinta kamu."


...Melihat pesan masuk dari Wisnu, Gevan segera mengambil jaket dan kunci mobil meninggalkan Anggita da menyusul Adara....


Diperjalanan menuju bandara..


"Aku yakin ini adalah keputusan yang tepat. Selama beberapa hari ini bahkan Gevan tidak menghubungi aku sama sekali. Mungkin Gevan sudah mengikhlaskan aku untuk pergi."


"Aku akan selalu mencintaimu di dalam hatiku, meskipun entah berapa lama lagi aku akan selalu terbayang pengkhianatan yang kamu lakukan."


...Adara selalu melihat ke kaca mobil, ia berharap akan ada yang mencegahnya untuk pergi....


...Gevan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap ia tidak kehilangan Adara. Ia mencari mobil yang dikemudikan oleh Aditya dan Adara....


"Itu mobil Aditya.. " Ucap Gevan.


...Tepat di pertigaan Gevan tak sadar jika ia sedang menerobos lampu merah dimana mobil dari samping melaju dengan kencang....


...Brakkkk.... Mobil itu menabrak mobil Gevan. Membuat mobil yang ditumpangi Gevan berguling guling lebih dari lima kali....


"Dit.. Itu ada yang kecelakaan." Adara melihatnya dari spion.


"Eh iya bener Dara. Kita turun dulu gak?" Tanya Aditya

__ADS_1


"Gak usah lah dit, nanti takutnya bikin macet. Kita lanjut jalan aja." Ucap Adara. Kemudian Aditya melanjutkan perjalanannya.


...Sepanjang jalan Adara merasa tidak enak hati, entah apa yang terjadi padanya. Sesaat Gevan ada di pikirannya....


"Adara..." Ucap Gevan terakhir kalinya dengan bercucuran darah.


...Gevan merasakan jika ini terakhir kalinya ia akan hidup, hanya satu yang dia pikirkan apakah Adara sudah memaafkannya....


...Perlahan mata Gevan mulai tertutup, dalam keadaan mobil terbalik. Gevan merasakan tulang tulangnya yang remuk. Beberapa saksi mata kecelakaan menelpon satlantas dan ambulance....


...Tidak ada yang berani mendekati mobil itu, melihat keadaan mobil yang rusak parah. Kecil kemungkinan pengendara tidak selamat....


...Anggita merasa tidak enak hati, ia merasa gelisah. Anggita mencoba menelpon nomor Gevan namun tidak ada jawaban darinya....


...Petugas satlantas akhirnya datang bersama ambulance langsung mengevakuasi korban kecelakaan dan langsung membawanya kerumah sakit untuk diberikan perawatan yang intensif....


...Gevan mengalami luka yang cukup parah dibagian kepala dan kaki. Didalam perjalanan Adara semakin gelisah, ia meminta Aditya untuk putar balik....


...Seakan hatinya ingin meminta untuk pulang dan menemui Gevan sekarang. Diperjalanan pulang Adara melihat sebuah mobil Xpander putih rusak parah di pinggir jalan....


"Kok kayak mobil Gevan ya!." Gumamnya.


..."Berhenti dit." Adara turun dari mobil kemudian menanyakan kepada polisi yang sedang mengamankan jalanan yang macet pasca kecelakaan disana....


"Sudah mbak, Maaf ada kepentingan apa mbak. Jika tidak ada kepentingan apapun diminta untuk meninggalkan tkp." Ucap polisi tersebut.


"Maaf pak sekali lagi, korban atas nama siapa? Soalnya suami saya juga mengendarai mobil Xpander." Ucap Adara merasa cemas.


"Kalo dari plat nomornya pemilik mobil ini adalah Gevano Sumendra Perwira." Ucap Polisi tersebut.


...Rasanya separuh jiwa Adara hilang, Tubuhnya mulai melemas. ...


"Gevan..." Adara terkulai lemas.


...Aditya menghampiri Adara....


"Adara lo kenapa?." Aditya panik.


"Mas, apakah mbak ini mengenal Gevano. Karena saat saya sebut pemilik mobil ini Mbak ini tak sadarkan diri." Ucap polisi.


"Gevan... Iya pak dia suami Adara. Korban di bawa kerumah sakit mana pak." Tanya Aditya.


"Korban di bawa ke rumahsakit Bina sehat."

__ADS_1


"Terimakasih pak."


"Biar saya bantu." Ucap polisi itu kemudian membopong tubuh Adara kedalam mobil.


Aditya segera membawa Adara kerumah sakit Bina sehat untuk menemui Gevan. Tak lupa Aditya menelpon Wisnu untuk mengabarkan tentang kecelakaan Gevan.


"Hallo dit, gimana kamu dan Adara sudah sampai bandara? Tadi om juga mengirim pesan ke Gevan untuk menyusul Adara." Ucap Wisnu.


"Om, saya mendapat berita buruk om. Gevan kecelakaan dan sekarang Adara sama saya menuju rumah sakit Bina sehat. Adara pun gak sadarkan diri om." Ucap Aditya membuat Wisnu terdiam syok mendengar kabar itu.


"Kamu seriusan Dit? Astaga.. Yaudah kamu sama Adara langsung kerumah sakit om akan kabarin keluarga Gevan dan segera menyusul kesana." Ucap Wisnu. Kemudian menutup telponnya.


...Aditya mengemudi sembari sesekali membangunkan Adara. Namun nihil usahanya tidak ada hasil....


...Lalu Wisnu menelpon Bimo untuk mengabari bahwasannya Gevan mengalami kecelakaan....


"Hallo mas, ada apa mas." Ucap Bimo.


"Mas, maaf sebelumnya saya cuma ingin memberitahukan berita buruk tentang Gevan."


"Ada apa dengan Gevan? Tadi dia ada di rumah kok. Beberapa hari ini Gevan jarang keluar rumah."


"Gevan mengalami kecelakaan mas, mas harap tenang. Sekarang Gevan berada dirumah sakit Bina sehat. Adara dalam perjalanan kesana, Dan saya sekarang akan nyusul mereka."


"Astaga.. Gevan.. Makasih mas sudah kasih tahu saya, sekarang saya kesana juga sekalian jemput istri saya dulu."


"Iya mas,."


...^^^Bimo menutup telponnya kemudian menghentikan pekerjaannya untuk menjemput Anggita, Kebetulan Anggita menghampiri Bimo untuk mengutarakan kegelisahannya terhadap Gevan.^^^...


"Pah, mama khawatir sama Gevan. Dia sama sekali gak ada kabar." Ucap Anggita.


"Mama tenang ya! Sekarang mama ikut papa." Ucap Bimo, ia tidak memberi tahukan langsung kabar ini.


"Mau kemana pah, mama lagi cemas juga." Tegur Anggita.


"Udah ayok mah." Bimo mengajaknya ke rumah sakit tanpa ia memberi tahukan nya.


...Aditya dan Adara sudah sampai rumah sakit, Aditya berusaha membangunkan Adara. Lalu Adara tersadar kemudian melihat sekeliling....


"Dit, Gevan. Gue mau ketemu sama dia." Adara keluar dari mobil kemudian berlari ke dalam rumah sakit untuk melihat keadaan suaminya.


...Entah bagaimana kabar Gevan sekarang, mereka berharap tidak ada luka yang serius dalam kecelakaan ini. Dalam keadaan kalut Gevan memberanikan diri untuk menyusul Adara ke bandara....

__ADS_1


...Hingga Akhirnya ia harus mengalami kecelakaan yang sangat parah....


__ADS_2