
**Hari sudah pagi..
"Sayang.. maaf papah baru tengok kamu sekarang." Ucap Wisnu yang baru datang
"Makasih papah udah nyempetin untuk lihat aku, maaf juga sudah membuat kalian khawatir." Ucap Adara lirih.
"Sayang, kamu itu anak kita. Wajar kalo kami khawatir sama kamu, Ya kan? Ucap Stela lembut "Oh iya, kamu makan dulu ya! mama udah bawain kamu bubur sayang." sambungnya.
"Pah, silahkan duduk." Gevan menunjuk ke kursi yang kosong di pinggir ranjang Adara.
"Iya terimakasih Ge." Ucap Wisnu.
Setelah beberapa saat, Adara yang selesai makan beristirahat kembali. Dan mengobrol dengan Ayahnya.
"Ge, kamu ikut mama sebentar! ada yang mau mama bicarakan kamu." Ucap Stela (ibu tiri Adara)
"Bentar ya pah, sayang." Ucap Gevan, Wisnu dan Adara saling tatap.
"Ada apa ya pah? tanya Adara.
"Gak tau sayang, mungkin ada sesuatu." Ucap Wisnu yang mana ia juga tidak tahu.
Diluar~~
"Mama mau tanya sama kamu! Ucap Stela membuat jantung Gevan berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Maaf ma, tanya tentang apa ya? tanya Gevan gugup.
"Apa hubungan kamu sama Clara? Mama lebih banyak mendengar kamu bertemu dengan Clara lebih sering." Ucap Stela to the point.
"Mama kata siapa? aku..."
"Banyak, bukan cuma sekali saja kalian bertemu. Mama jadi curiga sama kalian." Stela sudah menyadari hubungan Clara dan Gevan.
__ADS_1
"Kita cuma temen kok, bahkan jauh sebelum aku mengenal Adara! mama juga boleh tanya sama Brian, Excel. Pasti mama kenal mereka kan? Karena kita bersahabat." Ucap Gevan panik.
"Oke, tapi... "
"Ma, percaya sama Gevan! Mana mungkin Gevan memacari Clara, kan Gevan sudah punya Adara." Timpal Gevan.
"Iya mama percaya, tolong jaga Adara ya Ge! mama gak mau kalo dia disakitin sama siapapun termasuk kamu. Mama sayang sama Adara, walaupun dia anak sambung mama." Ucap Stela, ia sangat menyayangi Adara walaupun hanya sebagai ibu sambung.
"Gevan janji ma! Ucap Gevan.
Kemudian mereka langsung masuk ke ruang rawat Adara.
"Sayang, papah pulang ya. kamu harus cepet sembuh! Wisnu mencium kening anaknya.
"Iyaa, makasih ya kalian udah jenguk aku." Sahut Adara.
Stela mencium kening Adara, "Semoga lekas sembuh sayang! Ucapnya.
Mereka akhirnya pulang, Gevan hari ini izin untuk tidak masuk kantor. Gevan ingin menebus kesalahanya dan ia menemani Adara seharian penuh.
"Sayang, aku mau ngomong sama kamu! Ucap Gevan.
"Aku juga mau nanya sama kamu! Timpalnya.
"Nanya apa sayang? kamu duluan aja! Ucap Gevan.
"Kamu tadi ngobrol apa sama mama? kayaknya serius banget." tanya Adara.
"Itu yang mau aku bicarakan sama kamu sayang, sebenarnya aku itu sama mama membicarakan tentang kerja kamu. Kayaknya kamu harus berhenti berkerja aja! Lagian kan sekarang aku sudah menjadi milik kamu seutuhnya jadi aku gak akan lagi pulang malem bahkan aku akan selalu pulang lebih awal agar kita bisa lebih banyak waktu berdua." Kata Gevan membuat Adara berfikir.
"Aku perlu fikirin ini mateng mateng van, aku gak mau kehilangan pekerjaan ini. Aku sudah nyaman dengan situasi saat ini sayang! Aku takut... kejadian itu terulang kembali." Ucapnya.
"Tapi say...."
__ADS_1
"Permisi... " Tiba tiba suara laki laki dari balik pintu menyela obrolan mereka.
"Silahkan masuk! Sahut Gevan.
"Adara, apa kabar? Tanya Brian dengan berjalan kearah mereka
"Sekarang aku udah mulai baikan kok pak, silahkan duduk! Ucap Adara.
"Terimakasih."
"Sayang, ini kan di kantor. Panggil aja ogut." Canda Gevan.
"Ah lo, panggil bi aja atau panggil sayang juga boleh." Balas Brian membuat Gevan menatap tajam dirinya.
"Selow bro! Ucap Brian.
Mereka asyik mengobrol, Brian menjenguk Adara di jam makan siangnya dan mereka membicarakan soal pekerjaan Adara di kantornya Brian.
"Kayaknya aku mau resign dari kantor kamu, bi." Tiba tiba Adara berbicara seperti itu.
"Kamu mau resign? kenapa? Tanya Brian kaget.
"Aku mau fokus untuk rumah tangga aku aja Bi, nanti aku kirimin surat pengunduran dirinya." Sahut Adara.
"Sungguh wanita yang sangat berbakti. Itulah alasannya kenapa lo harus mertahanin cewek kayak gini van! Asli kalo masih ada cewek yang kayak gini, mau juga gue." Ucap Brian kagum melihat bakti Adara menjadi seorang istri.
"Sayang, kamu serius? Aku gak maksa kamu lho. Aku cuma kasih saran aja."Ucap Gevan.
"Sssstttt, Udah. Aku udah ngambil keputusan yang tepat menurut ku, karena kebahagiaan aku ada di kamu." Ucapan Adara membuat Gevan meleleh.
"Wahhhh, udah dong! Gak kasian sama gue yang jomblo ini? Tegur Brian.
Akhirnya Brian pergi dari rumah sakit dengan surat pengunduran diri dari Adara yang dibuat secara langsung. Meskipun berat melepas Adara, namun tidak ada pilihan lain. Karena nantinya Gevan akan curiga kalo Brian ternyata mempunyai perasaan kepada Adara tanpa sepengetahuan siapapun*.
__ADS_1